Sesampainya di depan apartemen Lin Feng tinggal, Alysa mengetuk pintu tanpa mengucap satu katapun. Ia sudah tidak ingin mengeluarkan kata-kata amarahnya. Juga tidak ingin membuat masalah pada siapapun. Ia berharap dengan datang ke tempat tersebut, setidaknya bisa beristirahat dengan tenang. Meskipun kemungkinan sangat kecil. Ia akan mencoba keberuntungannya yang terakhir.
"Iya, siapa?" Lin Feng bangun dari lantai tempatnya sedang menyerap energi spiritual yang ada di sebuah batu. Ia membuka pintu dan berkata, "Kamu datang? Ada perlu apa datang ke sini? Ayo masuklah."
Setelah dipersilahkan masuk, Alsya pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam. Ia melihat suasana apartemen yang rapi. Tidak seperti yang ada dalam bayangannya. Ia berpikir, apartemen yang ditinggali Lin Feng sangat berantakan.
Melihat keadaan apartemen itu rapi, membuat Alsya tersenyum kecil. Setidaknya ia tidak melihat pemandangan yang menyakitkan mata. Hanya saja ia melihat sebuah batu berwarna hijau di lantai. Ia memungut batu tersebut dan meletakkannya di meja.
"Kamu datang ke sini, tidak biasanya. Kalau begitu, kamu duduklah di mana saja. Akan kuambilkan minum untukmu." Lin Feng merasa ada yang salah dengan Alysa. Ia tahu wanita yang mendatanginya sedang dalam masalah.
Meski tidak tahu masalah apa yang diderita Alysa Lien, Lin Feng memiliki kewajiban untuk membantu. Jika diperlukan, ia akan membantunya segenap jiwa dan raga. Mengingat wajah istrinya itu sangat mirip dengan pelayannya di kehidupan lalu.
Wajah Alysa Lien dan pelayan yang dimiliki Lin Feng di kehidupan lamanya memang sangat mirip. Apalagi pria itu tahu, pelayannya juga sangat mencintainya. Bahkan mau menggantikan peran istri di tempat tidurnya yang gelap.
Mengingat kehidupan sang pelayan yang mati menyedihkan dan sangat menderita, membuat hati Lin Feng bergerak. Kali ini ia tidak boleh membuat Alsya menderita. Segala cara akan ia lakukan demi wanita yang sedang sedih itu.
"Huh, syukurlah ... setidaknya aku bisa istirahat dengan tenang sebentar." Alysa Lien menyender pada sofa. Memejamkan matanya sebentar lalu membukanya perlahan. Di meja ada tas yang berisi semua yang ia bawa dari perusahaannya.
Alysa kembali memejamkan matanya dengan rasa aman dan nyaman. Ia sudah menantikan ketenangan sejak lama. Lari dari masalah adalah keputusannya saat ini. Biarkan semua berlalu dan akan ada saatnya ia berdiri di atas suatu hari nanti.
"Kamu terlihat sangat lelah hari ini. Bagaimana kalau aku memijatmu? Tapi kamu minum terlebih dahulu. Minum air bening, membuat pikiranmu lebih rileks." Lin Feng memberikan air yang diambilnya.
"Terima kasih. Aku tidak tahu lagi mau ke mana malam ini. Izinkan aku menginap di sini semalam. Tidur di sofa pun tidak masalah. Yang penting bisa istirahat."
Alysa Lien meminum air yang diberikan suaminya itu. Meski status mereka adalah suami-istri, mereka bahkan tidak pernah tidur satu ranjang. Lebih tepatnya hanya satu kali, saat ia dijebak keluarganya.
Saat itu, Alysa dan Lin Feng sudah dinikahkan oleh orang tua sang suami. Alysa yang menghadiri acara keluarga di sebuah hotel, diberi minuman yang diberi bubuk perangsang. Niatnya para keluarga Alysa itu ingin menjebaknya untuk tidur dengan pria tua. Itu setelah mereka mendapatkan uang untuk melakukannya.
Entah beruntung atau kebetulan, Lin Feng yang sudah berstatus suami Alysa malah datang ke kamar yang sama dengan Alysa. Hingga akhirnya kejadian itu tak terelakan. Membuat Alysa Lien mengandung anak Lin Feng. Sementara keluarga Alysa yang menjebak pun diprotes habis-habisan oleh orang yang menginginkan tubuh Alysa.
Kenangan itu kembali teringat oleh Alysa. Ia malah tersenum mengingat hal itu. Ia merasa beruntung karena kejadian itu, ia masih memiliki keluarga sebagai penyemangat hidupnya.
"Kau tidak harus minta izinku kalau mau tidur di sini. Kau bisa memakai kamar yang sudah kurapikan tadi siang." Lin Feng berjalan ke belakang sofa. Lalu memijat pundak Alysa dengan lembut.
"Terima kasih. Terima kasih banyak, Lin Feng. Aku tidak salah datang ke tempat ini. Apa yang kamu mau, aku akan memberikannya padamu. Uang atau barang apapun, katakanlah."
"Kalau aku mau tubuhmu, apa kau mau memberikannya padaku?" goda Lin Feng. Ia memberikan pijatan disertai aliran energi untuk memulihkan dan merilekskan badan istrinya.
Mendengar ucapan Lin Feng, membuat Alysa terlonjak kaget. Namun kembali merasa tenang karena pijatan sang suami terasa nikmat.
"Jangan bercanda. Ahh, pijatanmu sangat nikmat. Kamu baik-baik memijatku. Aku akan berikan uang padamu nanti." Alysa tahu Lin Feng hanya becanda. Ia tahu sifat pria itu tidak mungkin tertarik padanya.
"Uang bukan sesuatu yang penting buatku. Yang penting kamu hidup dengan baik, bahagia dan jangan lupa untuk sering datang ke sini. Aku juga belum pernah bertemu dengan anak itu. Sesekali bawalah ke sini."
"Apa kamu mau bertemu dengan Yu'er? Syukurlah kamu mau bertemu dengannya. Besok aku akan membawanya ke sini." Alysa merasa semakin tenang setelah mendengar perkataan Lin Feng.
Tidak terduga sebelumnya, orang yang tak berguna itu malah orang yang membuatnya tenang. Bahkan mendapatkan pijatan lembut yang juga menenangkan.
"Tentu saja. Yu'er anakku juga, kan. Akhir-akhir ini aku ingin bermain dengan gadis mungil itu. Tentunya ada mamanya yang mendampingi."
"Apa kamu mau jalan-jalan bersama? Aku lelah kerja setiap hari. Besok aku mengabari asistenku untuk cuti satu hari." Alysa membuka matanya dan menengok ke belakang.
"Kalau itu maumu, kita lakukan saja. Besok pagi, kita langsung ke tempat Yu'er bersama." Wajah Lin Feng sangat dekat dengan Alysa.
Alysa langsung mengelak begitu wajahnya berada di dekat sang suami. Ia tidak tahu mengapa perasaannya tidak karuan.
"Eh, anu ... kalau begitu, aku mau mandi. Badanku banyak keringat." Karena gugup, Alysa mengalihkan pandangan. Harus segera pergi dari pandangan Lin Feng.
"Kalau begitu, kau bisa mandi sekarang. Aku akan pergi ke minimarket." Lin Feng meninggalkan Alysa. Kemudian berhenti dan mengatakan, "Ah, lupa. Tamu bulananmu akan datang lebih awal malam ini. Jangan pakai pengaman, biar keluar dengan lancar."
Lin Feng telah menekan punggung dan pundak. Di mana ada saluran yang dapat membantu menghilangkan racun dalam tubuh. Darah kotor dan racun dalam tubuh akan keluar bersamaan dengan tamu bulanan Alysa.
"Kamu berkata apa? Jangan yang tidak-tidak. Sana pergi!" usir Alysa. Mendorong Lin Feng agar tidak mengganggunya.
Alysa berlari menuju ke kamar mandi yang berada di kamar. Tidak tenang jika terus berada di dekat Lin Feng karena bisa-bisa semakin malu. Sementara, Lin Feng meninggalkan apartemen. Menguncinya dari luar agar tidak ada yang masuk.
'Kenapa Lin Feng rasanya berbeda dari sebelumnya? Apa dia sudah benar-benar berubah, yah? Dulu dia seperti orang yang tidak akan bersikap seperti itu. Jika dia berubah menjadi lebih baik, aku bersyukur untuk itu.'
Setelah menutup pintu, wanita itu pun menanggalkan pakaiannya dan membasuh tubuhnya dengan air hangat. Namun pikirannya kacau karena Lin Feng.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 122 Episodes
Comments
DEX
logatny msih brcampur
2024-01-23
1
Izhar Assakar
saking tak di anggap suami si lin feng,smp smp kmatian nya pun istrinya tak tau,,alur cerita yg agak kurang nyambung nih thoor,,
2023-12-10
0
ciru
cakeep
2023-11-26
0