"Mama! Mama sudah pulang?" teriak Lin Yu'er. Gadis berusia empat tahun, berlari ke arah Alysa.
"Iya, sayang. Mama sudah pulang. Apa kamu senang?" Alysa menyambut pelukan sang buah hati. Memberikan kasih sayang yang jarang ia berikan.
Karena sibuk bekerja, jarang bertemu gadis mungil itu. Kali ini karena sudah muak di perusahaan dan di rumah besar keluarga Lien, pergi untuk berlibur.
"Mama, itu siapa? Apa itu papa?" tanya Lin Yu'er. Gadis mungil menunjuk ke arah Lin Feng dengan rasa penasaran.
"Papa? Iya, sayang. Itu adalah papamu. Maafkan mama, baru bisa mempertemukan kalian berdua. Sekarang Yu'er punya papa."
"Papa!" teriak Lin Yu'er dengan ekpresi gembira. Ia langsung terpesona dengan wajah pria yang dipanggilnya papa itu. "Yu'er anak baik. Jadi mama bolehin aku ketemu papa. Papa! Papa! Papa, peluk!"
Mendengar anak gadisnya memanggil papa, membuat Lin Feng tersentuh. Langsung saja ia memeluk putri kecilnya dengan rasa haru. Bisa dikatakan dia berasal dari dua kehidupan di waktu yang berbeda. Jiwa Lin Feng di masa lalu dan masa kini telah menyatu. Sehingga Lin Yu'er adalah anak kandungnya sendiri.
Di kehidupan sebelumnya, Lin Feng memang memiliki seorang putri. Namun siapa sangka itu bukan putri kandungnya. Dimana dia tidak pernah melakukan hubungan suami-istri dengan istrinya. Ia melakukan itu dengan pelayannya yang setia dan mencintainya. Hingga pernah suatu kali harus menggugurkan kandungannya karena tidak ingin diketahui sampai hamil.
Jika pelayannya melanjutkan kehamilan, saat kematiannya, anak itu sudah sebesar Lin Yu'er. Lin Feng merasa bersalah pada pelayannya yang telah melakukan segalanya untuknya. Satu kesalahan yang pernah ia lakukan adalah mempercayai dan mencintai orang yang salah.
"Papa, kenapa papa menangis? Apa Yu'er berbuat salah? Kalau Yu'er bersalah, maafkan Yu'er. Yu'er tidak akan nakal lagi. Tapi papa jangan menangis, huhuhu." Karena melihat Lin Feng meneteskan air mata, membuat gadis itu merasa bersalah.
Selama ini ia sudah meminta Alysa agar mempertemukannya dengan papanya. Ia ingin memiliki papa seperti anak-anak lainnya yang berbahagia. Namun ia hanya bisa merengek dan memohon pada Alysa.
"Tidak. Tidak. Yu'er anak yang baik. Papa menangis karena bahagia. Akhirnya bisa bertemu dengan Yu'er. Justru papa yang nakal, tidak mau bertemu dengan Yu'er yang cantik ini. Maafkan papa, yah. Papa janji, akan menemanimu mulai sekarang."
"Huhuhu. Janji? Papa mau sama Yu'er? Papa janji, yah. Yu'er ingin jadi putri papa yang paling cantik. Yu'er nggak nakal. Biar sama papa terus."
"Iya, sayang. Papa akan menemani Yu'er. Nanti kita jalan-jalan bersama, bagaimana?" tanya Lin Feng. Tubuh Lin Feng tidak bisa menolak gadis itu. Ia merasa sangat bahagia bisa bertemu dengan putri kecilnya.
Lin Feng tidak mau ada penyesalan lagi dalam hidupnya. Tidak di kehidupan yang sekarang dijalani. Kehidupan lalu, dijadikan pelajaran agar tidak terjebak dalam jurang yang sama.
"Sungguh? Yu'er sangat senang. Papa, aku sayang sama papa," ujar Yu'er, mencium pipi papanya.
"Sama mama nggak sayang?" tanya Alysa. Ia merasa cemburu karena putrinya kini sangat dekat dengan Lin Feng. Namun ia juga merasa senang melihat hubungan ayah dan anak.
"Sayang mama juga. Tapi mama sering pergi lama, nggak pulang-pulang," sahut Yu'er cemberut. Gadis itu melirik ke arah Alysa dan mengejeknya, "Week."
Meski diejek, Alysa tidak marah. Bahkan ia merasa bersalah karena membuat putri kecilnya menderita. Ia memeluk Lin Yu'er dengan erat. Tidak peduli apa, anak sekecil itu seharusnya mendapatkan kasih sayang kedua orang tuanya.
"Hmm, anak mama yang baik. Maafin mama, yah. Mama janji, suatu hari nanti, mama akan temani Yu'er setiap hari."
Lin Feng melihat sepasang ibu dan anak saling merindukan. Membiarkan mereka memeluk satu sama lain. Ia juga sebagai seorang pria, harus bertanggung jawab. Melindungi dan memberi kehidupan yang baik adalah keinginan terbesarnya dalam kehidupan ini.
"Mama jangan pergi lagi, huhuhu. Jangan tinggalin Yu'er lagi, huhuhu," rajuk Lin Yu'er. Beberapa kali mengusap air matanya.
"Baiklah. Jangan menangis lagi. Hari ini, kita akan jalan-jalan bersama." Alysa menengok ke Hanna Lee. "Hanna, hari ini kamu libur. Kamu bisa pergi ke manapun yang kamu mau."
"Terima kasih, Nona. Tapi aku tidak tahu harus pergi ke mana. Aku tidak punya keluarga ataupun teman. Kalau diizinkan, bolehkah saya ikut dengan kalian?"
Hanna Lee merupakan asisten rumah tangga sekaligus perawat Lin Yu'er. Hanya seorang yang tidak punya keluarga maupun teman. Ia awalnya seorang gadis liar yang tidak punya rumah. Sejak pertemuan pertama mereka, ada beberapa konflik yang diselesaikan bersama.
Saat itu mereka berusia belasan tahun dan Alysa masih belum menjadi pimpinan perusahaan. Setelah menangkap Hanna Lee, bukannya dilaporksn ke polisi, malah dijadikan teman oleh Alysa. Diberikan sedikit uang dan mulai saat itu, Hanna mengikuti Alysa.
Selama bertahun-tahun, mereka terus berhubungan. Hanna yang tadinya mencari nafkah dengan mencuri, setelah bertemu dengan Alysa, akhirnya berubah sedikit demi sedikit. Apalagi saat Alysa memberikan beberapa pekerjaan kecil agar Hanna terpelas dari tindakan pencurian.
Bela diri Hanna juga tidak kalah hebat dengan kebanyakan pria. Sayang dia tidak bisa menghadapi banyak orang sekaligus. Sehingga ketika ia mencuri, ada rasa bersalah dalam dirinya. Sehingga saat tertangkap, ia hanya bisa pasrah.
Setelah lama mengikuti Alysa, kehidupan Hanna semakin baik. Hingga beberapa peristiwa yang melibatkan Alysa. Sesuatu yang membuat gadis berusia belasan tahun itu kehilangan kedua orang tuanya karena kecelakaan. Sehingga mau tidak mau, Alysa yang menjadi ahli waris, mulai belajar memimpin perusahaan.
"Ah, sudah berapa tahun kamu mengikutiku, Hanna? Bahkan pacar saja kamu tidak punya. Sesekali kamu harus mencari pria yang kamu sukai." Alysa memandang Hanna.
"Nona. Saya berjanji akan terus mengikutimu seumur hidupku. Tidak ada perasaan lawan jenis. Kapanpun, di manapun, akan melindungimu."
Seperti itulah Hanna Lee saat ini. Setelah bertahun-tahun berada di bawah kekuasaan Alysa, menjadi orang yang selalu siaga. Menjaga Lin Yu'er, setelah Alysa melahirkan. Itu adalah tugas yang diberikan oleh Alysa Lien.
Lin Feng sudah pernah melihat Hanna sebelumnya. Namun mereka tidak pernah berbicara satu sama lain. Hanna juga tahu, hubungan Alysa dengan pria itu. Yang ia tahu, pria yang baru masuk ke kediaman kecil tersebut, hanya seorang pria tidak berguna.
"Hanna, kamu tahu Lin Feng, bukan? Dan Lin Feng, kamu pasti masih ingat dengan Hanna? Hanna adalah orang kepercayaanku. Dan Lin Feng, kamu juga orang yang aku percayai. Jadi, kuharap kalian tidak ada perselisihan."
Alysa khawatir jika Hanna tidak bisa menerima Lin Feng. Karena cerita yang didengar, pria yang menikah dengan Alysa tidaklah baik dan tidak berguna. Tidak pernah menemui Lin Yu'er semenjak gadis itu lahir.
"Saya masih belum percaya dengan suami Nona ini. Apalagi dia pria yang menelantarkan istri dan anaknya. Jika berani berbuat tidak baik, saya tidak bisa menjamin apa yang akan kulakukan," ungkap Hanna tegas.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 122 Episodes
Comments
Hades Riyadi
Lanjuuuuutt Thor 😛😀💪👍🙏
2023-11-16
1
Hades Riyadi
waahh... suasana yang mengharukan pertemuan antara ayah dan gadis kecilnya yang lom pernah ditemui sejak lahir...😛😀💪👍👍👍
2023-11-16
1
Nuri Maulidia
berani sex
2023-10-21
5