Ada banyak yang tidak diketahui di dunia. Ilmu di atas langit, masih ada langit yang lebih tinggi. Perumpamaan seperti itu telah melekat pada semua orang berilmu. Seperti halnya Lin Haizan. Seorang ahli pengobatan alternatif. Ia adalah penerus dari sang Raja Obat.
Lin Haizan dan leluhurnya telah membawa marga Lin selama ribuan tahun. Dikatakan leluhur dari keluarga Lin pernah berguru dengan sang Raja Obat, Lin Feng. Meski hanya mempelajari beberapa ketrampilan, mereka tentu sangat senang dan menganggap diri sebagai pewaris ilmu pengobatan Raja Obat.
Nanggong Chai, seorang pria berusia empat puluh lima tahun. Saat ini ia menderita penyakit kangker otak. Ia sudah berobat ke rumah sakit dan harus melakukan operasi. Namun ia tidak ingin menjalani operasi yang menanggung banyak resiko. Salah satu resikonya adalah kematian. Dan resiko lainnya adalah kehilangan ingatan ataupun kehilangan daya pikir.
Di kehidupan modern ini, seharusnya sudah banyak ahli pengobatan. Alat medis telah berkembang dengan pesat. Namun saat ini, tidak ada rumah sakit yang dapat menjamin kesembuhannya. Membuat pria paruh baya itu mengalami penderitaan.
Rumah sakit di dalam negeri tidak ada satu dokterpun yang dapat memberi jaminan. Mereka semua menyatakan menyerah padanya. Karena kangker otaknya dalam kondisi yang berbahaya jika harus melakukan operasi.
Nanggong Chai pun hampir putus asa. Sampai mendengar adanya pengobatan alternatif. Dimana pengobatan itu mengandalkan obat herbal untuk penyembuhan. Adapun resiko dari efek samping pun sangat kecil. Hanya saja pemilik toko 'Pengobatan Alternatif Raja Obat' membutuhkan waktu lama untuk menyembuhkannya.
Raja Obat adalah sebutan dari murid Dewa Obat. Dimana si murid itu belajar sebagian kecil kemampuan sang Dewa Obat. Namun ia tidak bisa melanjutkan pengajarannya karena saat kembali ke gunung Linshan, semuanya telah hancur. Baik Dewa Obat maupun semua peninggalannya telah lenyap terbakar.
Satu-satunya yang tersisa hanyalah ingatan para murid tidak langsungnya. Selama berada di Gunung Linshan, Lin Feng telah mengajari beberapa ketrampilan pada pasiennya. Wajar bagi para pasien yang pernah belajar, menganggap diri mereka sebagai murid dari sang Dewa Obat.
Salah satu hal yang dilakukan oleh murid tidak langsungnya adalah mengganti marga menjadi Lin. Leluhur Lin Haizan merupakan salah satu orang yang pernah diajari langsung oleh Lin Feng. Tidak heran jika keturunannya memiliki buku medis yang diajarkan secara turun temurun.
"Tidak disangka, orang nomor satu dalam pengobatan alternatif, malah berlutut di depan seorang pemuda. Apa yang sebenarnya terjadi?"
Nanggong Chai melewati pintu dan berdiri di belakang Lin Haizan. Untuk melihat orang yang membuat orang tua sombong itu tidak berkutik. Bahkan jika seorang kaisar sekalipun, tidak mau bertekuk lutut.
'Kenapa dengan anak muda ini? Hanya melihatnya saja, membuat tubuhku gemetar.' Nanggong Chai yang memiliki ilmu bela diri tingkat tinggi, merupakan seorang praktisi bela diri terkenal pada masanya. Ia telah melakukan kontak dengan Lin Feng dengan memancarkan auranya.
Masih saja kekuatan jiwa Lin Feng tidak bisa ditembus bahkan tidak merasakan apa-apa sama sekali. Ia hanya merasa sesuatu yang terjadi pada orang yang baru datang itu.
"Maaf, sebelumnya apa kita pernah bertemu?" Lin Feng mengambil jarum perak yang tercecer di lantai. Saat racunnya telah dibuang, ia dapat merasakan energi qi dalam tubuhnya melonjak.
'Fluktuasi spiritual ini. Mengapa aura anak ini lebih dominan dariku?' Nanggong Chai merasa tidak tenang. Tubuhnya mengeluarkan keringat dingin.
Tubuh bergetar, merasa anak muda di depannya tidak dapat diganggu. Namun ia tidak tahu identitas pemuda yang ada di depannya. Melihat Lin Haizan yang berlutut, membuatnya khawatir. Jadi ia turut berlutut dan berbisik pada pria tua di sampingnya.
"Sebenarnya siapa pemuda ini? Mengapa kau sangat menghormatinya? Identitas anak ini, pasti tidak sederhana, bukan?"
"Aish. Aku pun tidak tahu identitas anak muda ini. Dia bahkan bisa menggunakan akupunktur untuk mengobati racunnya sendiri. Jika itu aku, mungkin butuh waktu satu atau dua bulan. Tapi anak ini–"
Lin Feng tidak mengira, ada dua orang yang berlutut di depannya. Namun ia tidak peduli dengan dua orang yang tak dikenalnya. Malah meninggalkan kedua orang yang lebih tua darinya. Meski ia sudah menghilangkan sebagian besar racunnya, ia masih membutuhkan obat herbal untuk menghilangkan sepenuhnya.
"Pak tua, aku membutuhkan obatmu juga. Racun di tubuhku belum sepenuhnya hilang. Maafkan aku mengotori lantaimu. Aku akan tanggung jawab untuk membersihkannya."
Lin Haizan bertindak dengan tegas. "Tidak, tidak! Tidak perlu repot-repot tuan muda melakukan ini semua. Haish, maafkan aku yang sudah tua ini. Kalau boleh tahu, tuan muda ini ... identitasmu–"
"Tidak apa-apa. Aku hanya orang biasa. Identitas ku tidak penting sama sekali. Aku hanya seorang yang ingin berobat saja. Apakah boleh aku mengambil beberapa obat di tokomu? Oh iya, penyakit tuan ini hanya perlu melakukan pengobatan akupunktur dan minum obat selama tiga hari. Akan sembuh sepenuhnya."
Lin Feng sudah melihat kangker otak pada Nanggong Chai. Setelah menyelidiki dengan seksama, kangker otak itu akan membunuhnya dalam beberapa bulan. Bahkan dengan pengobatan modern sekalipun, sulit untuk disembuhkan.
Baik Nanggong Chai maupun Lin Haizan, mereka kaget setelah mendengar perkataan Lin Lin. Perkataan yang penuh dengan kepercayaan diri tingkat tinggi, membuatnya tidak dipandang remeh. Bahkan tidak ada orang yang dapat menjamin penyakit kangker otaknya sembuh.
"Eh, anak muda. Apa perkataanmu bisa dipercaya? Bahkan tuan Lin sulit mengakui dirinya bisa mengobatiku. Bagaimana kamu bisa yakin?" Nanggong Chai belum sepenuhnya percaya. Namun ingin memastikan kebenarannya.
"Takutnya ilmuku pun belum sehebat dia. Tapi baiklah, anak muda. Aku tidak tahu siapa dirimu. Sebelum itu, bisakah kau tinggalkan namamu dan nama gurumu? Mohon untuk menjawab, untuk mengurangi perasaan keingintahuanku."
"Aku sudah katakan, aku hanya ingin berobat saja. Oh iya, karena sekarang tidak punya cukup uang, bagaimana jika menggantinya dengan mengobati orang tua penderita kangker otak ini?" tunjuk Lin Feng pada Nanggong Chai.
"Bahkan tahu aku punya kangker otak? Tuan Lin, apakah kau memberitahu dia, bahwa diriku menderita kangker otak?"
"Tidak, tidak. Aku tidak pernah mengatakan pada siapapun. Mungkin benar, dia dapat menyembuhkan penyakit kangker otakmu?"
Nanggong Chai berpikir sebentar sebelum menjawab. Selama ini ia sudah menderita karena penyakitnya. Jika ia terus menderita penyakit itu, akan membuat musuh-musuhnya menyerangnya. Ia bahkan tidak bisa melanjutkan kepemimpinannya dalam beberapa bulan lagi.
Waktu tiga hari adalah waktu paling singkat yang diperlukan seseorang untuk menyembuhkan penyakitnya. Jika tidak berhasil, maka itu adalah takdirnya. Jika berhasil, dia akan memiliki masa depan yang cukup banyak.
Keputusannya hanyalah sebuah perjudian antara hidup dan mati. Jika hidup, ia akan memiliki hutang nyawa. Namun juga memiliki kesempatan hidup. Jika mati, maka ia sudah harus melepaskan segala ambisinya.
"Baiklah, hari ini aku akan meminta tolong anak muda ini. Karena tuan Lin percaya padanya. Kurasa ini pertaruhan yang sebanding, bukan? Tapi dari tadi, dia belum mengatakan siapa dirinya."
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 122 Episodes
Comments
AyahRum
terlalu banyak penjabaran nya
2023-12-18
0
ciru
cakeep
2023-11-27
0
Hades Riyadi
Lanjuuuuutt Thor 😛😀💪👍🙏
2023-11-17
1