Racun Menyebar

Jangankan orang-orang itu. Cucu dari pria lanjut usia itu pun tidak yakin. Namun, setidaknya ada yang peduli pada kakeknya. Karena terlalu panik, membuatnya tidak bisa berpikir jernih. Bahkan mempercayai orang yang datang mencoba mengobati pria lanjut usia tersebut.

Segera saja Lin Feng membuka kemeja pria lanjut usia tersebut. Menggunakan pupil ganda untuk melihat situasi. Ia bisa melihat meridian, nadi dan syaraf. Meskipun kemampuannya sekarang dalam kondisi lemah, cukup mempertahankan kehidupan untuk sementara.

'Tekan titik kematian, membuat orang ini mati untuk beberapa detik. Lalu tekan titik lima indera. Membuatnya tidak bisa merasakan apapun. Titik reinkarnasi, kebangkitan kembali. Membuatnya bisa bertahan untuk satu atau dua jam kemudian.'

Setelah menyelesaikan pengobatan darurat, Lin Feng mengusap wajahnya yang penuh dengan keringat. Ia kehilangan energi qi cukup banyak untuk mempertahankan kehidupan pria lanjut usia itu. Setelah menyelesaikan pengobatan darurat, ia dapat bernafas lega. Namun ia harus mendapatkan konsekuensi dari tindakannya. Ia bisa mati kapan saja karena racun di tubuhnya mulai menyebar kembali.

Untuk mempertahankan nyawanya, Lin Feng menotok dirinya sendiri. Dengan begitu, bisa memperlambat aliran racun di tubuhnya. Ia sudah susah payah untuk menetralkan dan mengurangi racun di tubuhnya. Namun karena menyelamatkan orang, ia kembali dalam kondisi lemah. Bahkan untuk berdiri pun mengalami kesulitan.

Tidak seberapa lama kemudian, pria lanjut usia itu pun sadar. Ia melihat cucunya yang sedang menangisinya. Melihat seorang pria yang berkeringat banyak di depannya. Juga orang-orang yang mengelilinginya. Banyak pasang mata melihat pria lanjut usia itu bangun. Seakan tidak percaya dengan apa yang terjadi. Namun tidak ada yang menjelaskannya.

"Kakek? Syukurlsh kakek tidak apa. Aku takut kakek tidak bangun lagi." Wanita muda itu pun memeluk kakeknya yang baru sadar. Menangis karena hampir kehilangan sang kakek untuk selamanya.

"Uhuk. Jangan memeluk kakek terlalu kuat. Kakek tidak bisa bernafas." Merasa dadanya sesak, pria tua itu menghentikan cucunya.

Sementara wanita sedang dalam kondisi tidak baik. Ia tahu telah berbuat salah sebelumnya. Matanya sembab, hidungnya pun keluar sedikit air. Menangis sesenggukan, seakan dunianya akan runtuh. Ia hanya menginginkan kakeknya hidup lebih lama lagi. Ia sudah sangat pasrah sebelumnya. Namun Tuhan masih memberinya kesempatan bagus untuknya.

"Huhu, gadis kecil, kenapa kamu menangis? Kakek tidak mati juga. Kalaupun mati, kamu tetap harus melanjutkan hidupmu dengan baik. Cari pria untuk dijadikan suami. Lahirkan anak-anak yang lucu."

"Kenapa kakek malah membicarakan ini? Kamu tidak bisa membaca situasinya. Aku takut kakek mati di depanku. Orang-orang itu bahkan hanya bisa menonton. Tapi tidak ada yang mau membantu!" tunjuk ke arah para penonton dan provokator.

Sementara sang provokator yang telah berkata buruk sebelumnya, merasa takut. Mendapatkan tatapan tidak menyenangkan dari orang-orang. Juga ditunjuk sebagai orang yang hampir saja membuat nyawa melayang.

"Eh, kenapa kalian menatapku seperti itu? Aku kan bukan dokter. Jadi mana mungkin tahu masalah ini," dalih sang provokator. Ia sudah ketakutan dan bulir keringat muncul di wajahnya. Merasa dirinya ditatap dalam ketakutan.

"Karena kamu memprovokasi semua orang. Aku ingat kamu yang hampir membuat kakekku mati. Tangkap orang itu dan bawa ke kantor polisi. Aku akan menuntutnya sebagai upaya pembunuhan dan pencemaran nama baik!" Wanita itu menunjuk kembali ke arah provokator.

Lin Feng berdiri lalu bergegas meninggalkan keramaian. Memanfaatkan waktu saat semua orang fokus untuk menangkap biang provokator. Ia kembali pada keluarganya yang sedang menunggu di luar keramaian.

"Papa! Papa kembali?" sapa Lin Yu'er saat melihat Lin Feng keluar. Gadis mungil itu tertawa sambil memegang boneka kucing. "Papa lihat, mama menyukai boneka kelincinya." Menunjuk boneka kelinci di tangan Alysa.

"Apa yang kamu katakan, gadis kecil? Bukankah ini boneka untukmu? Mama hanya memegangnya untukmu," elak Alysa malu. Ia tidak bisa langsung mengatakan yang di dalam hatinya. Namun tidak ingin berspekulasi bahwa boneka itu memang untuknya.

"Nona. Kita sebaiknya meninggalkan tempat ini. Di sana terlalu ramai dan saya khawatir tentang keselamatan nona muda." Hanna tidak suka melihat Lin Feng. Namun lebih tidak suka berada di keramaian terlalu lama.

Sejak dahulu, Hanna selalu menghindari keramaian dan lebih senang dengan sedikit orang atau sendirian. Ucapan yang berasal dari mulutnya pun tidak sepenuhnya salah. Banyak orang berdesakan dan ada orang yang sakit itu pun membuatnya khawatir.

Dari keramaian muncul orang berlari dan dikejar orang-orang. Hal itu mengingatkan dirinya pada dirinya dulu yang masih menjadi gelandangan. Yang hidup tanpa keluarga dan teman.

"Nona! Nona hati-hati!" Hanna bergegas menyelamatkan Alysa yang hampir ditabrak orang. Ia membekuk pria yang baru ingin menabrak majikannya.

"Ahh! Ampuun! Kenapa kau tiba-tiba menyerang ku?" protes pria yang sebelumnya memprovokasi Lin Feng. Ia tersungkur di tanah setelah mendapatkan tendangan dari Hanna.

"Kau yang tiba-tiba ingin menyerang majikanku! Apa ada masalah? Kau yang mencari masalah pada orang lain. Aku bisa melaporkanmu ke kantor polisi!" ancam Hanna. Ia menggenggam kerah pria paruh baya itu dengan erat. Memberinya satu pukulan di wajah.

Seorang wanita paruh baya datang untuk membantu pria itu berdiri. Namun mereka telah dikepung banyak orang. Keduanya adalah provokator yang harusnya ditangkap untuk diadili.

"Kalian semua jahat! Hanya karena kesalahan kecil kami, mau membunuh kami, hah?" Wanita itu menunjuk ke semua orang.

"Hei, kalian sendiri yang cari masalah. Kami melihatnya sendiri. Kalian orang yang melarangku untuk menolong orang bukan?"

"Iya benar. Sebelumnya aku juga ingin membantu orang tua itu. Tapi kalian mengatakan kalau orang tua itu berpura-pura dan hanya menginginkan uang kami. Tapi aku tidak berpikir seperti itu. Sepertinya kalian sudah menargetkan orang tua itu."

"Kalian benar-benar, yah. Pantas saja tadi, orang yang menolong pria tua itu hampir mati. Itu pasti karena ulah kalian."

Orang-orang itu mencaci maki kedua orang yang telah membuat kekacauan. Awalnya orang tua itu hanya mengalami sesak di dada. Namun beberapa orang yang ingin menolongnya dihentikan oleh pasangan pria dan wanita paruh baya. Siapa sangka, keduanya malah menghalangi orang yang ingin mengobati.

Untung saja Lin Feng tidak mudah diprovokasi. Tidak seperti orang-orang yang mudah dihasut untuk tidak datang membantu. Malah berbisik tentang keburukan pria tua dan cucunya.

"Aku ingat sekarang.

Tak seberapa lama kemudian, datang mobil ambulan yang membawa pria tua itu ke rumah sakit. Setelah mengantar kakeknya ke ambulan, wanita itu terus mencari Lin Feng. Sayangnya tidak bisa menemukannya.

Lin Feng menarik tangan Alysa yang membawa Lin Yu'er. Sebelum orang-orang menyadari dirinya, ia harus segera pergi. Karena tidak ingin berurusan dengan hal-hal merepotkan.

"Ayo kita tinggalkan tempat ini. Jangan ikut campur urusan mereka," ajak Lin Feng. "Aku merasa tidak enak badan hari ini."

"Eh, apa yang terjadi? Kenapa kamu menarikku. Apa kamu melihat apa yang terjadi barusan?" tanya Alysa penasaran. Karena barusan melihat Lin Feng yang menerobos kerumunan. Setelah kembali, suasana semakin ramai.

"Tidak. Sepertinya aku agak demam. Ayo kita pergi dari sini." Lin Feng terlihat pucat dan memang merasa demam setelah menolong pria tua itu. Akibat dari racun yang mulai menyebar kembali.

***

Terpopuler

Comments

ciru

ciru

cakeep

2023-11-26

0

Hades Riyadi

Hades Riyadi

Lanjuuuuutt Thor, Tetap Semangat yaaa...ini Novel yang bagus... 😛😀💪👍🙏

2023-11-16

1

Hades Riyadi

Hades Riyadi

Resikonya menolong orang lain disaat kondisi tubuh sendiri tidak sehat, begitulah jadinya...🤔🙄😠😩💪👍👍👍

2023-11-16

2

lihat semua
Episodes
1 Kematian Dewa Obat
2 Bangkit Dari Kematian
3 Kejamnya Dunia
4 Sebuah Pijatan Lembut
5 Keinginan Egois
6 Perubahan
7 Kebusukkan Keluarga
8 Orang Kepercayaan
9 Si Kecil Posesif
10 Serangan Jantung
11 Racun Menyebar
12 Identitas Rahasia
13 Perawatan Terbaik
14 Tekanan Batin
15 Wanita Paling Berharga
16 Pengobatan Alternatif
17 Hanya Orang Berobat
18 Biaya Pengobatan
19 Ketidak Percayaan
20 Pil Peremajaan
21 Nyamuk
22 Memberikan Pil
23 Membunuh Lima Kecoak
24 Tamparan Untuk Hanna
25 Ego Dua Wanita Dewasa
26 Bubuk Diare
27 Membalikkan Keadaan
28 Habiskan Ratusan Juta
29 Penghianatan
30 Membalaskan Dendam
31 Aura Pembunuh
32 Menahan Emosi
33 Kambing Hitam
34 Dewa Penyelamat
35 Dendam Dua Kehidupan
36 Makan Malam
37 Penyesalan
38 Wanita Dari Kehidupan Sebelumnya
39 Kebenaran Ambigu
40 Pantangan Pengobatan
41 Serangan Pembunuh
42 Awal Dari Bencana
43 Kerjasama
44 Bunuh Tanpa Tebang Pilih
45 Cincin Serigala
46 Tak Dikenal Tak Diajak
47 Kontak Wanita Lain
48 Mengejar Lin Feng
49 Pertarungan Kultivator Kuat
50 Pegar Menantikan Rajawali
51 Tujuan Hidup
52 Paginya Sebuah Keluarga
53 Sepasang Ayah Dan Anak
54 Rumah Klasik Mewah
55 Tungku Kaisar Yan
56 Alkemis
57 Wanita Pencemburu
58 Keluarga Kecil Bahagia
59 Berfoya-foya
60 Membayar Hutang
61 Nyonya Lin Menggemaskan
62 Hal Mengesalkan
63 Pemuda Sombong
64 Wanita Incaran
65 Istri Posesif
66 Kedatangan Musuh Bersenjata
67 Serangan Tersembunyi
68 Pembunuh Dibunuh
69 Ucapan Terima Kasih Qin Hai
70 Memegang Erat
71 Kebahagiaan Kecil
72 Darah (18+)
73 Lien Grup
74 Jeweran Telinga
75 Dewa Obat Dan Pelayan
76 Dewa Obat Dan Pelayan 2
77 Cincin Pernikahan
78 Anak Yang Mengganggu
79 Paviliun Changshi
80 Patung Feniks Kayu Yin
81 Lelang Pil Peremajaan
82 Cincin Serigala
83 Hei Jianghuang
84 Tekanan Mengerikan
85 Pertaruhan Hidup Dan Mati
86 Bombardir Senjata Modern
87 Kebenaran Untuk Hanna
88 Pertemuan Hanna Dan Alysa
89 Tembok Baja
90 Ketakutan Alysa
91 Kabur Dari Markas Serigala Hitam
92 Alysa Hamil?
93 Pil Penguat Kandungan
94 Saling Cerita
95 Rumah Besar
96 Pekerja Baru
97 Penguntit
98 Mengatasi Penguntit
99 Menggendong
100 Undangan Nanggong Muwan
101 Kemarahan Lin Feng
102 Menggunakan Kertas Mantra
103 Penempaan Tubuh
104 Ikut Ke Perusahaan
105 Pergerakan Keluarga Lien
106 Istri Yang Dimanja
107 Perasaan Terpendam Alysa
108 Bertindak Kejam
109 Menyerang Mental Lin Mian
110 Pembalasan Dendam
111 Aura Negatif
112 Mata Formasi
113 Kultivasi Alysa
114 Kedatangan Kultivator Janin Suci
115 Formasi Balok
116 Terluka Lagi
117 Gunung Hanshan
118 Dantian Kedua
119 Alih Perusahaan
120 Undangan Pesta
121 Lamaran Yang Salah
122 Pesta Yang Hancur
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Kematian Dewa Obat
2
Bangkit Dari Kematian
3
Kejamnya Dunia
4
Sebuah Pijatan Lembut
5
Keinginan Egois
6
Perubahan
7
Kebusukkan Keluarga
8
Orang Kepercayaan
9
Si Kecil Posesif
10
Serangan Jantung
11
Racun Menyebar
12
Identitas Rahasia
13
Perawatan Terbaik
14
Tekanan Batin
15
Wanita Paling Berharga
16
Pengobatan Alternatif
17
Hanya Orang Berobat
18
Biaya Pengobatan
19
Ketidak Percayaan
20
Pil Peremajaan
21
Nyamuk
22
Memberikan Pil
23
Membunuh Lima Kecoak
24
Tamparan Untuk Hanna
25
Ego Dua Wanita Dewasa
26
Bubuk Diare
27
Membalikkan Keadaan
28
Habiskan Ratusan Juta
29
Penghianatan
30
Membalaskan Dendam
31
Aura Pembunuh
32
Menahan Emosi
33
Kambing Hitam
34
Dewa Penyelamat
35
Dendam Dua Kehidupan
36
Makan Malam
37
Penyesalan
38
Wanita Dari Kehidupan Sebelumnya
39
Kebenaran Ambigu
40
Pantangan Pengobatan
41
Serangan Pembunuh
42
Awal Dari Bencana
43
Kerjasama
44
Bunuh Tanpa Tebang Pilih
45
Cincin Serigala
46
Tak Dikenal Tak Diajak
47
Kontak Wanita Lain
48
Mengejar Lin Feng
49
Pertarungan Kultivator Kuat
50
Pegar Menantikan Rajawali
51
Tujuan Hidup
52
Paginya Sebuah Keluarga
53
Sepasang Ayah Dan Anak
54
Rumah Klasik Mewah
55
Tungku Kaisar Yan
56
Alkemis
57
Wanita Pencemburu
58
Keluarga Kecil Bahagia
59
Berfoya-foya
60
Membayar Hutang
61
Nyonya Lin Menggemaskan
62
Hal Mengesalkan
63
Pemuda Sombong
64
Wanita Incaran
65
Istri Posesif
66
Kedatangan Musuh Bersenjata
67
Serangan Tersembunyi
68
Pembunuh Dibunuh
69
Ucapan Terima Kasih Qin Hai
70
Memegang Erat
71
Kebahagiaan Kecil
72
Darah (18+)
73
Lien Grup
74
Jeweran Telinga
75
Dewa Obat Dan Pelayan
76
Dewa Obat Dan Pelayan 2
77
Cincin Pernikahan
78
Anak Yang Mengganggu
79
Paviliun Changshi
80
Patung Feniks Kayu Yin
81
Lelang Pil Peremajaan
82
Cincin Serigala
83
Hei Jianghuang
84
Tekanan Mengerikan
85
Pertaruhan Hidup Dan Mati
86
Bombardir Senjata Modern
87
Kebenaran Untuk Hanna
88
Pertemuan Hanna Dan Alysa
89
Tembok Baja
90
Ketakutan Alysa
91
Kabur Dari Markas Serigala Hitam
92
Alysa Hamil?
93
Pil Penguat Kandungan
94
Saling Cerita
95
Rumah Besar
96
Pekerja Baru
97
Penguntit
98
Mengatasi Penguntit
99
Menggendong
100
Undangan Nanggong Muwan
101
Kemarahan Lin Feng
102
Menggunakan Kertas Mantra
103
Penempaan Tubuh
104
Ikut Ke Perusahaan
105
Pergerakan Keluarga Lien
106
Istri Yang Dimanja
107
Perasaan Terpendam Alysa
108
Bertindak Kejam
109
Menyerang Mental Lin Mian
110
Pembalasan Dendam
111
Aura Negatif
112
Mata Formasi
113
Kultivasi Alysa
114
Kedatangan Kultivator Janin Suci
115
Formasi Balok
116
Terluka Lagi
117
Gunung Hanshan
118
Dantian Kedua
119
Alih Perusahaan
120
Undangan Pesta
121
Lamaran Yang Salah
122
Pesta Yang Hancur

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!