Banyak yang tidak diketahui oleh Lin Feng soal Alysa di masa kini. Di kehidupan lalu, Alysa adalah pelayan setianya. Dia yang melakukan apapun demi membantunya. Karena tidak dapat meninggalkan gunung Linshan saat itu, maka segala keperluan di luar, Alysa yang mengurusnya.
Mulai dari stok obat yang kurang sampai harus mencari informasi. Alysa yang ada di zaman dahulu merupakan seorang wanita tegar dan penurut. Ia tidak pernah menampakan kesedihannya meskipun banyak masalah yang harus dihadapi.
"Kamu begitu menderita di kedua kehidupan. Maafkan aku yang tidak mengerti dirimu. Harusnya kamu tidak mengalami ini lagi. Hari ini aku berjanji akan membuat hidupmu bahagia. Lebih baik kamu istirahat saja."
Lin Feng yang membaca pesan-pesan itu juga sangat emosi. Setelah tahu garis besarnya, Lin Feng membiarkan Alysa tidur dengan tenang. Untuk membuatnya lebih tenang, Lin Feng mencoba segala sesuatu.
Terpikirkan untuk membuat Alysa bermimpi indah. Namun kultivasinya saat ini tidak memungkinkan. Hanya dengan meningkatkan kultivasi, barulah mampu melatih beberapa ketrampilan. Termasuk membuat dunia mimpi. Untuk sampai tahap itu, diperlukan kultivasi tingkat tinggi.
Mustahil dengan kondisi tubuhnya, Lin Feng langsung menerobos tingkat. Bahkan jika kondisinya normal, ia juga membutuhkan waktu bertahun-tahun lamanya.
'Saat ini tidak ada yang bisa kulakukan untuk membantumu. Di kehidupan sebelumnya kamu telah menderita karenaku. Seandainya tidak datang ke gunung Linshan, mungkin di kehidupan lalu, kamu tidak mengalami penderitaan itu.'
Lin Feng hanya bisa membiarkan Alysa beristirahat. Setelah meletakannya di tempat tidur, memberi pijatan untuk merilekskan wanita itu.
"Selanjutnya, biar aku yang mengurus semuanya. Ada aku, tidak akan kubiarkan kali ini. Tidak ku biarkan kamu lama menderita.
Masa depan akan cerah saat usahanya berjalan dengan lancar. Masa lalu adalah pembelajaran hidup dan masa depan adalah tujuan hidup.
Karena banyaknya orang-orang yang tidak bisa dipercaya, hanya membuat luka. Air mata wanita adalah sesuatu yang berharga. Tak peduli dengan orang lain, yang paling penting adalah kebahagian wanitanya. Seorang pria yang benar-benar peduli, akan melakukan apapun demi wanitanya. Begitu pula dengan Lin Feng.
'Alysa, Yu'er. Kedua wanita paling berharga di dunia ini. Tidak ada seorangpun yang dapat menindas kalian. Aku Lin Feng, menyandang gelar Dewa Obat bukanlah karena keberuntungan belaka. Melainkan hasil dari kerja keras selama puluhan tahun.'
Banyak cara untuk meningkatkan kekuatan. Salah satunya adalah dengan menyerap energi qi di sekitar. Namun dizaman sekarang, energi qi sangat tipis. Karena banyaknya perubahan yang terjadi di dunia.
Menyerap energi qi di dalam rumah sangat terbatas. Maka akan semakin lama meningkatkan kekuatan untuk menekan racun yang tersisa di tubuhnya. Siapa yang meracuninya dan siapa yang mencelakai dalam kecelakaan, itu adalah hal biasa yang digunakan untuk bersaing dalam perebutan kekuasaan.
Tidak sulit mengetahui siapa orang yang telah memberikan racun serta membuat situasi seakan-akan adalah kecelakaan. Orang itu telah menjadi pemilik tunggal harta kekayaan kedua orang tua Lin Feng.
Untuk menetralkan racun, hanya dapat dilakukan dengan perlahan. Dengan cara menekan titik refleksi tidak akan menghilangkan semuanya. Dengan akupuntur juga tidak dapat menghilangkan sepenuhnya. Namun itu cukup memberi kesempatan.
Karena energi qi di sekitar sangat tipis, maka harus mencari ke tempat yang masih bersih. Seperti di pegunungan atau perbukitan. Jika saja ada benda yang mengandung energi spiritual, juga dapat meningkatkan kultivasinya.
"Seharusnya dengan ini, kamu tidak akan mengalami mimpi buruk. Tidurlah dengan tenang. Lupakan semua masalahmu hari ini. Besok kau harus menghadapi dunia yang kejam padamu."
Lin Feng meninggalkan kamar. Lalu mencari keberadaan Lin Yu'er. Gadis itu sedang tidur di pangkuan Hanna. Melihatnya sesaat, telah membuat hatinya tenang.
Hanna melihat Lin Feng dan hendak berdiri. Namun segera dihentikan dengan kode tangan. Membuat Hanna duduk diam. Padahal Lin Feng yang mengalami demam barusan. Tapi malah dia yang terlebih dahulu keluar dari kamar. Sementara tidak bisa melihat Alysa.
"Hari ini aku akan keluar mencari angin. Majikanmu sedang istirahat di kamar. Tidak perlu membangunkan dia. Kalau mereka bertanya, katakan aku keluar sebentar. Nanti malam aku akan kembali ke rumah ini. Jadi tidak perlu mencari ku."
"Ba-baik. Akan ku sampaikan pada nona." Tanpa sadar, Hanna tidak dapat membantah semua ucapan Lin Feng. Malah menuruti perkataan pria itu dengan patuh.
"Kalau begitu, tolong jaga mereka berdua. Aku percaya kamu orang baik yang bisa dipercaya. Sampai jumpa lagi!" Lin Feng pergi setelah memberi salam perpisahan.
"I-iya." Hanna baru menyadari, dirinya telah mematuhi perintah dari Lin Feng. "Kenapa aku bisa mematuhi perintahnya? Tidak-tidak. Harusnya aku hanya patuh pada nona Alysa saja."
Lin Yu'er sedang tidur dengan nyenyak. Meski hanya bisa bermain dua permainan, setidaknya dapat bersama dengan papanya. Rasa khawatir juga yang mengakibatkannya kelelahan hingga tertidur di pangkuan Hanna.
"Padahal tadi pria itu yang sakit. Kenapa malah sudah pergi seenaknya begitu? Lalu bagaimana dengan nona Alysa?"
Tidak peduli apa, yang harus dilakukan oleh Hanna adalah mengerjakan pekerjaannya. Karena Lin Yu'er telah tertidur, membuatnya lebih tenang. Dibawanya gadis yang tengah tertidur ke kamar di mana Alysa berada.
Saat berada di rumah, biasanya Lin Yu'er lebih senang dengan mamanya. Jika tidak ada Alysa, barulah bersama Hanna. Di kamar, majikannya sedang tidur dengan lelap. Maka tidak bisa diganggu seperti yang dikatakan Lin Feng sebelumnya.
Tak ada kegiatan lain yang dapat dilakukan sebelum sepasang ibu dan anak itu bangun. Seperti membereskan pekerjaan rumah dan lainnya. Sejak bekerja di rumah itu, sudah melakukan pekerjaan sebagai mana mestinya.
Mungkin bagi orang lain, bekerja demi mendapatkan uang. Lain dengan Hanna yang bekerja karena ingin. Bahkan tidak ada yang menyuruh untuk melakukan banyak pekerjaan. Bisa saja Alysa mengambil asisten rumah tangga atau seorang perawat. Akan tetapi, sejak kelahiran Lin Yu'er, dialah yang membantu mengurusnya.
Anak yang bersama dengan orang dipercaya, akan lebih terasa aman. Apalagi bagi orang yang tidak mementingkan harta lagi. Mendapatkan tempat tinggal dan makan yang cukup, lebih dari cukup baginya.
"Sebaiknya memasak dahulu. Mungkin setelah mereka bangun, mereka juga lapar. Ah, andaikan mereka adalah keluargaku sendiri. Mungkin hatiku lebih bahagia. Orang baik seperti nona, banyak menanggung derita. Mengurus anak memang tugasnya. Tapi mengurus orang tidak berguna, mengapa dia mau melakukannya?"
Karena sudah lama bersama, jadi tidak banyak rahasia antara mereka. Ia tahu bagaimana keluarga majikannya yang hanya meminta uang banyak tiap bulannya. Hidup keluarga yang hanya menjadi beban bagi seorang wanita yang bekerja keras hingga lupa waktu.
"Orang baik memang sangat kasihan. Nona, seandainya hatiku bisa seperti hatimu yang sangat baik. Tapi aku tidak bisa sepertimu," gumam Hanna.
Ditutupinya Alysa dan Yu'er yang terlelap. Keduanya memiliki wajah yang mirip dan sangat cantik. Meskipun sedang tidur, membuat perasaan yang meneduhkan jiwa.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 122 Episodes
Comments
Emil Djibran
terlalu banyak penjelasan novel ini
2023-12-24
0
ciru
cakeeep
2023-11-27
0
Hades Riyadi
Mencari tempat yang lebih padat aura Qi-nya guna mempercepat penyembuhan terhadap dirinya sendiri, kenapa tidak mencoba menggunakan tumbuhan herbal yaaa...kamu khan Alkemis tentunya tidak sulit untuk meracik obatnya sendiri...😛😀💪👍👍👍
2023-11-16
2