Hingga malam hari, Alysa Lien tidak pulang ke rumah besar keluarga Lien. Membuat orang-orang di rumah besar itu kesal. Mereka sudah menghabiskan banyak uang keluarga untuk bersenang-senang. Memanfaatkan seorang wanita muda untuk menghidupi mereka semua.
Tak ada satupun anggota keluarga Lien yang menganggap pewaris satu-satunya. Memandang rendah dan selalu memberikan kritikan pedas adalah hal yang bisa dilakukan. Disaat orangnya tidak ada, mereka masih membicarakan kejelekannya. Bahkan mengada-ada hal yang tidak nyata. Membumbui cerita agar kejelekan Alysa semakin besar.
"Duh, gadis sialan itu begitu kurang ajar. Dia beraninya tidak menganggap kita semua. Juga sangat pelit. Lihatlah, dia tidak mau memberikan kita uang lagi," ucap seorang wanita paruh baya.
"Bibi, kita sudah kehabisan uang. Alysa ini benar-benar membuatku malu di depan teman-temanku. Gara-gara dia tidak mengirimi aku uang, aku dianggap miskin oleh mereka. Bilang, keluarga Lien sudah bangkrut."
"Keponakanku yang malang. Memang benar-benar dia tidak berguna bagi keluarga kita. Lihatlah, gara-gara tidak becus mengurus perusahaan, perusahaan akan segera bangkrut."
"Aku tidak lebih buruk dari ja-lang itu. Mengapa dia yang menjadi ahli waris? Seharusnya dia mati bersama orang tuanya dulu." Pria lanjut usia yang memiliki hubungan sepupu dengan kakek Alysa, turut memberi komentar.
Meski mereka kerabat jauh sekalipun, keluarga Lien tidak memiliki malu untuk memanfaatkan Alysa sebagai rekening berjalan mereka. Namun kali ini mereka tidak mendapatkan kiriman penuh. Sebenarnya mereka hanya mendapatkan kiriman setengah dari biasanya.
"Kita harus memikirkan cara untuk menyingkirkan anak idiot itu. Kenapa kalau dia menjadi pewaris kekayaan keluarga Lien? Dia hanya seorang gadis konyol yang tidak bermartabat."
"Benar, Paman. Aku lihat dia sangat sombong waktu itu. Tapi mengurus perusahaan saja tidak mampu. Kita dalam kondisi krisis kali ini. Lebih baik minta dia mundur dari pewaris keluarga Lien. Biarkan aku yang mengurusnya."
"Aku ada rencana. Kita jebak gadis busuk itu. Kita akan tunggu besok pulang dan kita undang beberapa pria dan jadikan skandal. Kiriman itu ke media sosial, dia bermain dengan banyak pria jelek."
"Saranmu sangat baik, Nenek. Kita tunggu besok pulang. Aku akan berikan dia minuman. Setelah minum, tubuhnya tidak bisa dikendalikan dan akan merangkak pada semua pria yang diundang."
Pembicaraan mereka tidak terlepas dari rasa benci. Kemewahan yang mereka dapat dari keluarga Lien tidak akan membuat puas. Apalagi sebelum mendapatkan semua yang diinginkan.
Dalam hati, masing-masing dari mereka menginginkan posisi ahli waris. Setelah mendapatkan apa yang diinginkan, mereka berpikir dapat memiliki segalanya.
***
Alysa bangun pagi-pagi sekali. Dengan tubuh polosnya, ia merasa lebih ringan dan kuat. Tidak seperti biasanya saat bangun pagi, akan terasa malas dan mengantuk.
"Semalam mengapa aku melakukan apa yang diperintahkan Lin Feng? Ah, aku tidur semalaman tanpa sehelai pakaian. Tunggu, ada apa di bawah? Darah?"
Alysa menyadari adanya darah berwarna merah kehitaman. Seharusnya ia akan mengalami siklus datang bulan seminggu kemudian. Selain datang lebih cepat, tidak ia tidak merasakan sakit sama sekali.
"Ini, apa yang dikatakan Lin Feng benar? Aku merasa dia telah berubah. Tapi mengapa dia bisa tahu akan hal ini?" Dalam kebingungannya, Alysa segera bangun dari tempat tidur. Berlari menuju ke kamar mandi.
Tidak lupa, Alysa memakai pakaian yang diberikan Lin Feng kemarin. Saat melihat di cermin, wajahnya terlihat lebih cerah dari sebelumnya. Seperti semua kotoran dan racun dalam tubuh telah hilang sepenuhnya.
"Apa kamu sudah mandi? Aku sudah memasakkan sesuatu untuk kita. Segera setelah makan, kita akan pergi menemui putri kita, bukan?" Lin Feng mengambil nasi setelah melihat Alysa keluar dari kamar.
"Aku. Aku tidak tahu kamu bisa memasak. Oh iya, kenapa kamu bisa tahu tentang itu?" Alysa tidak langsung mengatakan maksudnya. Namun ia yakin, Lin Feng tahu.
"Apa yang kamu katakan? Itu apa? Lebih baik kamu makan dengan cepat. Aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan gadis cantik kita. Aku tidak melakukan apapun untuknya sebelumnya. Kali ini, biarkan aku menebus semuanya."
"Oke. Aku tidak akan membahasnya jika kamu tidak mau buka mulut." Maksud dari ucapan Alysa, tentang tamu bulanannya yang datang lebih cepat. "Tapi kurasa kamu sudah semakin dewasa."
"Aku memang sudah dewasa. Meski umurku lebih muda dariku, aku berpikir tiga kali lebih tua darimu. Jadi jangan menganggap aku pria bodoh lagi, yah," ucap Lin Feng, menyunggingkan senyum.
Alysa tersenyum malu mendengarnya. Sebisa mungkin ia ingin pergi dari Lin Feng saja. Tapi teringat tentang putri mereka, membuat wanita itu merasa lebih tenang. Setelah mengungkap ayah dari putrinya, maka kehidupannya juga akan berubah.
Jika saja tidak terjadi masalah pada perusahaan, Alysa tidak perlu bekerja keras. Apalagi banyak karyawan yang memerlukan penghidupan. Jika ia tidak peduli dengan mereka, tentu saja ia dengan senang hati keluar dari pengurusan perusahaan.
Dia tahu betul apa yang akan terjadi jika meninggalkan perusahaan begitu saja. Orang-orang akan menderita karena pemegang kendali yang menangani berbeda orang. Jika perusahaan ditangani oleh orang arogan dan tidak berkompeten, malah merugikan perusahaan yang susah payah dibangun.
"Kamu sedang memikirkan apa? Cepat makanlah! Aku sudah tidak sabar bertemu gadis mungil itu. Apa dia mirip denganku atau mirip denganmu?" Lin Feng meletakan makanan yang ia ambil sebelum di depan Alysa.
"Oh ... eh, kenapa kamu melakukan ini? Kamu tidak perlu mengambilkan makanan untukku setiap kali." Alysa baru sadar setelah Lin Feng berbicara padanya. Sebelumnya ia terlalu memikirkan perusahaan yang sedang bermasalah.
"Kamu terlalu banyak berpikir. Saat kau bersamaku, jangan pikirkan hal lain yang tidak berhubungan dengan kita. Pikirkanlah masa depan kita kemudian. Apa mau cepat-cepat memberikan adik untuk putri kita?"
"Uhuk!" Alysa tersedak makanan. Ia baru menyuap makanan ke mulutnya. "Ah, kamu mengganggu makanku. Jangan berpikir macam-macam!" peringat Alysa.
Alysa bergidig ngeri dengan yang dikatakan Lin Feng barusan. Bisa-bisanya pria itu malah membuatnya hilang kendali. Ia menyemburkan makanan ke wajah Lin Feng. Tapi setelahnya malah memarahi pria itu.
"Itu. Kamu yang berkata tidak benar. Aku lepas kendali barusan. Kamu bersihkan sendiri makanan di wajahmu!" Alysa mengambil tisu yang ada di meja makan dan menyerahkannya pada Lin Feng.
Lin Feng tidak langsung mengambil tisu itu. Malahan memegang tangan Alysa dengan lembut. Pandangan matanya menatap dalam ke arah wanita itu.
Pikiran Alysa terpecah dan kacau. Ia sungguh berharap tidak bertemu dengan Lin Feng lagi. Namun dirinya telah berjanji akan mempertemukannya dengan putri mereka. Mungkin ke depannya juga akan terjadi sesuatu yang tak terduga.
"Sudahlah ... kamu jangan banyak berpikir. Habiskan makananmu sebelum dingin. Aku sudah membelikan hadiah untuk putri kecil kita. Tidak tahu dia mau menerimaku atau tidak."
Mendengar Lin Feng berkata seperti itu, Alysa juga tidak tahu. Selama ini dirinya yang tidak pernah bermaksud mempertemukan ayah dan anak itu. Karena sifat Lin Feng yang kekanak-kanakan dan dianggap bodohlah, yang membuatnya tidak yakin pada pria di depannya itu.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 122 Episodes
Comments
ciru
cakeep
2023-11-26
0
Hades Riyadi
Lanjutkan Thor 😛😀💪👍🙏
2023-11-16
1
Hades Riyadi
Selalu Like dan komen 😛😀💪👍🙏
2023-11-16
1