IMTMKL - 19

”Maafkan aku, kesayanganku, kesayanganku kaget ya?” ucap Liang Chen sembari mengelus lembut pundak istri mungilnya untuk menenangkan sembari memberinya gelas yang berisi susu coklat yang belum disentuh karena Shenzen biasanya akan menikmati di akhir.

Setelah sedikit lega karena sudah menghabiskan hingga tandas, Shenzen memberikan gelasnya kepada Liang Chen dan Liang Chen menyerahkan kepada ahli rias serta mengangkat istri mungilnya dengan gaya bridal keluar menuju kamar mereka membuat Shenzen terkejut dan panik kenapa dirinya digendong tiba-tiba.

Sementara Guang hanya bisa menggeleng kepalanya ketika melihat suami kakaknya yang tidak sabar bertemu dengan calon istrinya sehingga langsung saja menculik kakaknya dari kamar utama mereka.

Shenzen dengan tingkah imutnya berusaha memberontak membuat Liang Chen tidak sengaja menyentuh asset berharga milik istri mungilnya akibat istri mungilnya yang banyak bergerak hingga mau tidak mau membuat lengan kokoh tersebut berusaha mengeratkan gendongannya agar istri mungilnya tidak terjatuh. Sementara Shenzen yang merasa benda bulat, padat dan kenyal tersentuh oleh lengan kokoh suaminya membuat suara laknatnya keluar karena ini baru pertama kalinya benda kebanggannya tersentuh oleh tangan pria.

”Uh—uhh..” ucapnya mende*** dan menampilkan rona malu di pipi tembemnya membuat Liang Chen yang hanya mendengarkannya langsung saja merasakan adiknya terbangun hingga membuatnya menahan diri akibat de**h kecil istri mungilnya.

”Kenapa dia mahir menyiksaku, peri kecilku?” batin Liang Chen yang sibuk menahan serta merasakan di balik balutan kain panjang yang harganya fantasi terasa sangat sesak dan sempit dikarenakan ingin segera dimasukkan ke sarangnya. Dengan penasaran, Liang Chen menatap wajah mungil nan cantik istri kecilnya yang terlihat menggoda dikarenakan pipi tembemnya yang merona diakibatkan sentuhan tadi yang Liang Chen berikan secara tidak sengaja. ”Sial, mengapa wajahnya seperti itu? Hampir saja membuatku lepas kendali nanti malam aku tidak akan melepaskanmu, kesayanganku,” batin Liang Chen yang niat melakukan malam pertama mereka dengan tanpa ampun karena dirinya sudah tersiksa selama dua hari sejak istrinya berada di sisinya.

Tidak lupa Liang Chen membuang mukanya membuat Shenzen menatap suaminya dengan bingung dan sangat polos serta bertanya kepadanya kemana tujuan mereka.

”Suamiku, kamu hendak membawaku kemana dan mengapa kamu tidak mau melihatku? Apa aku jelek?” tanya Shenzen dengan nada yang menggemaskan dan juga polos menatap suaminya dengan tatapan lugu serta imut.

Mendengar pertanyaan istrinya yang terakhir membuat Liang Chen segera menoleh kaget karena bisa-bisanya otak kecil itu memikirkan hal yang aneh. Didudukinya istri mungilnya ke pangkuannya yang sudah berada di ruang tamu sementara Shenzen yang tidak menyadari jika dirinya berada di ruang tamu sedang menunggu jawaban dari suaminya dengan mengedipkan matanya yang menggemaskan membuat kedua orang tuanya terkejut dengan sikap Liang Chen yang membuat Shenzen mengeluarkan tingkah lakunya serta tatapan yang menggemaskan.

”Siapa yang berani bilang kesayanganku jelek?” tanya Liang Chen menatap wajah gemas Xiao Shenzen dengan dekat membuat yang lain hanya bisa mangap-mangap melihat tingkah laku keduanya yang sangat romantis.

”Tidak disangka jika Kapten Liang sangat romantis, dan siapa gadis yang beruntung bisa mendapatkan perhatian dari Kapten Liang?” bisik para pejabat yang hanya bisa menatap punggung kecil gadis tersebut.

”Gadis tersebut sepertinya sangat menggemaskan karena dari suaranya dapat dinilai sangat lucu membuatku jadi penasaran akan sosok wajahnya,” balas yang lain yang merasa tidak terbiasa dengan sikap romantis dari Liang Chen.

”Apa dia benar-benar Liang Chen dan sepertinya dia pandai sekali menggombal?” tanya tuan Xiao yang juga sama kagetnya dengan para pejabat yang tidak mengetahui sisi romantis Liang Chen yang hanya ditujukan kepada Shenzen mereka.

”Suami Shenzen yang mengatakan jika Shenzen jelek,” ucap Shenzen dengan nada malu-malu namun menggemaskan membuat yang lain mimisan mendengar suara imut dan menggemaskan dari gadis yang dipangku oleh Liang Chen namun gadis tersebut tidak merasakan.

Melihat istri kecilnya menuduh dirinya dan menatap dirinya dengan rona dan nada malu-malu namun menggemaskan membuatnya tersenyum senang sehingga kegantengan Liang Chen semakin bertambah membuat Xiao Shenzen semakin merona melihat ketampanan suaminya yang tidak ada obatnya.

”Suami Shenzen tidak pernah mengatakan jika Shenzen jelek loh, kamu dengar dari mana, hehm?” ucap Liang Chen sembari mencolek hidung mancung dengan romantis membuat istri mungilnya malu-malu kucing sehingga Liang Chen semakin gemas dan ingin menggoda istrinya.

”Suami Shenzen sendiri kok, Shenzen liat sendiri jika suami Shenzen yang menghindar wajah suami saat melihat Shenzen,” ucap Shenzen sembari menutup matanya dikarenakan dirinya yang sudah memerah bak kepiting akibat ulah suaminya yang menggodanya.

”Ahh… itu bukan seperti yang dipikirkan kesayanganku, jadi kesayanganku jangan berpikiran aneh-aneh dengan otak kecilmu ini kasian otak kecilmu yang dipaksa berpikir,” ucap Liang Chen kembali mencolek hidung yang menurutnya mungil tersebut membuatnya muka mungil nan menggemaskan itu semakin memerah akibat ulahnya.

”Hhmm…Kapten Liang, apakah mau dilanjutkan?” ucap salah satu pegawai biro tersebut membuat Shenzen semakin malu dan menyembunyikan wajahnya serta memejamkan matanya di dada bidang Liang Chen membuat Liang Chen terkejut dengan aksi Shenzen sehingga menatap tajam ke arah pegawai yang berbicara.

Dengan santai dirinya mengelus rambut panjang nan indah serta lembut istrinya dan membiarkan istrinya mendekap dadanya karena malu. Liang Chen tidak mengubah posisi duduk istrinya serta membiarkannya istri mungilnya di posisi tersebut namun belum semenit adiknya langsung terbangun membuat istrinya terkejut karena ada yang menusuk-nusuk paha mulusnya.

”Suamiku, ini benda apa yang menusuk, Ah—ahh..” ucap Shenzen yang tiba-tiba mulut mungilnya mengeluarkan suara laknatnya membuat Liang Chen, para pejabat serta kedua orang tua Shenzen terkejut mendengar suara d**sah putri mereka. Tidak hanya membuat adik Liang Chen semakin ganas menusuk-nusuk namun adik para pejabat yang rupanya mendengar suara de**h imut gadis tersebut juga ikut terbangun membuat sesak di celana mereka masing-masing.

”Sial, suara gadis tersebut sangat menyenangkan membuatnya terbangun padahal kemarin malam aku sudah puaskan dengan wanita panggilanku sayang sekali dia sepertinya istri yang akan disembunyikan oleh Kapten Liang dan membuatku mengerti kenapa Kapten Liang menyembunyikan gadis yang nantinya akan menjadi istrinya,” batin salah satu pegawai yang menahan sesaknya adiknya yang sudah bergerak menggeliat kesana-kemari sembari menyanggi nyawanya meski sangat ingin mencicipi gadis tersebut.

”Sial, jika gadis itu bukan gadisnya Kapten Liang maka aku tidak akan sungkan!” batin pegawai yang lain yang juga masih sayang akan nyawanya masing-masing namun tidak dengan pegawai terakhir yang dari lima orang rombongan sepertinya memiliki ide licik atas Xiao Shenzen.

”Sial sepertinya aku menggali kuburanku sendiri dan membuatnya mengeluarkan suara indah dan menggemaskannya,” batin Liang Chen sembari menutup mulut Xiao Shenzen dengan ciuman kecil supaya mulut kecil tersebut sebelum dia cicipi langsung menyadari.

Tingkah laku Liang Chen langsung disadari oleh istrinya membuat Shenzen membenamkan dirinya di dada bidangnya dan menahan suara laknatnya keluar meski benda yang dia tidak ketahui terus mengganggunya namun Shenzen berusaha menahannya sementara Liang Chen dengan nada tegasnya meminta diskusi terus dilanjutkan.

......................

Ada yang berdiri dan membuat tersiksa. Memang Shenzen adalah peri kecil yang hobi menyiksa.

Sorry ya man-teman kalau digantung sama Author.

Note : Selama novel ini berlangsung Author tetap akan menggunaka bahasa Indonesia setiap percakapan walaupun latar negara sedang berada di negara Taiwan.

Dukung karya Auhtor selalu ya dengan cara rate 5, like, vote, gift, dan comment. Xie xie dan pay pay.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!