“Baik, tuan Xiao,” ucap Wan yang mengikuti arahan calon ayah mertua tuan mudanya dan langsung duduk di salah satu sofa dengan sedikit jauh.
“Tuan Xiao, ada yang saya bicarakan kepada Anda mengenai nona muda Xiao,” ucap Wan yang terlihat ingin menyelesaikan ucapan tuan mudanya mengenai persetujuan dari kedua mertuanya agar pagi hari dirinya bisa menghalalkan calon istrinya. “Ya, tuan Wan mau berbicara apa dengan Shenzenku? Kalau sekarang tidak bisa, tuan Wan, karena Shenzenku sampai malam ini belum pulang membuatku khawatir saja karena dia putri yang aku sangat cintai dan sayangi,” ujar tuan Xiao yang membuat Wan sedikit was-was mendengar ucapan dari tuan Xiao.
“Aduh, tuan Xiao jangan memanggil nona seperti jika kedenggaran tuan muda Liang akan gawat,” ucap Wan yang memperingati tuan Xiao agar tidak mengucapkan perkataan seperti itu ketika memanggil nona muda Xiao seperti itu ketika di hadapan tuan muda Liang.
“Memangnya kenapa? Shenzen adalah putri manis dan kecilku dan Liang Chen tidak berhak melarangku seperti itu meski nantinya dia adalah suami dari Shenzenku,” ucap tuan Xiao tidak mengerti dengan perkataan dengan Wan mengenai larangan memanggil hartanya sesuai dengan keinginan sementara Wan hanya bisa terdiam mendengar ucapan calon ayah mertua tuan mudanya.
“Oh iya, ada apa kamu kemari dan apa yang Liang Chen suruh katakan kepadaku?” tanya tuan Xiao yang bertepatan dengan kedatangan sang istri yang membawakan nampan yang berisi dengan tiga cangkir teh dan sepiring kecil yang berisikan cemilan yang disuguhkan ke hadapan tamu dan suaminya.
“Silahkan dinimakti, tuan Wan, jangan sungkan-sungkan,” ucap nyonya Xiao yang menghidangkan ke meja kecil di depan suaminya dan Wan yang merupakan asisten tuan muda Liang.
“Terima kasih, tuan dan nyonya Xiao,” ucap Wan yang mengambil secangkir teh dan menyeruput dengan elegan dan dilakukan oleh kedua tuan rumahnya.
“Oh iya, tuan Wan ada apa kemari?” tanya nyonya Xiao yang kali ini bertanya seperti pertanyaan suaminya yang diajukan kepada sekretaris sekaligus tangan kanan Liang Chen membuat Wan menaruh cangkirnya dengan sedikit elegan.
“Hmm..hhmm.. saya kemari untuk meminta tuan dan nyonya merestui nona muda Xiao untuk menjadi istri tuan muda Liang dan pernikahannya besok pagi sehingga saya meminta Anda berdua untuk bersiap-siap karena perwakilan dari tuan muda akan datang kemari untuk membawa Anda berdua,” ucap Wan yang menjelaskan maksud dan tujuannya datang ke kediaman Xiao sesuai dengan perintah atasannya membuat tuan dan nyonya Xiao terkejut akan perkataan Wan.
“Yang benar saja? Liang Chen yang memutuskan tanpa persetujuan kakeknya?” tanya tuan Xiao yang tidak percaya akan perkataannya.
“Iya tuan Xiao, tuan muda Liang sudah memutuskan untuk segera menikah tanpa memperlangsung pertunangan resmi yang sudah direncakan oleh kakeknya yang dirayakan besar-besaran,” ucap Wan menjelaskan semuanya keinginan tuan mudanya yang ingin segera menjamah calon istri kecilnya yang amat menggemaskan.
“Apa besok tidak terlalu cepat dan Shenzen kami masih terlalu kecil untuk menjadi istri Liang Chen biar Liang Chen menunggu setahun lagi agar Shenzen kami matang dan siap menjadi istri lalu apa Liang Chen benar-benar mencintai Shenzen kami? Karena kami tidak ingin Shenzen kami terluka dan bersedih karena sikap Liang Chen yang yang beredar di seluruh masyarakat Taiwan,” ucap nyonya Xiao yang kali ini berbicara panjang lebar karena menghawatirkan pernikahan putri kecilnya yang sudah lama diaturnya dan suaminya.
“Iya, Shenzen kami masih terlalu kecil untuk mengenal cinta dan berhubungan ba**n jadi alangkah baiknya jika Liang Chen mau menunggunya setahun maka kami akan mengajari Shenzen kami sungguh-sungguh agar dia siap menjadi istri Liang Chen,” ucap tuan Xiao yang merasa khawatir jika putri kecil mereka dinikahkan dengan pria yang sudah matang umurnya.
“Tidak bisa nyonya dan tuan Xiao, tuan muda Liang sudah menunda dan menunggu nona muda selama lima tahun supaya umur nona muda cukup untuk melakukan pernikahan lagi pula tuan muda tidak memperdulikan jika sikap nona muda seperti ini karena tuan muda sangat suka dengan semua yang ada pada nona muda dan iya tuan muda sangat mencintai nona muda yang saya khawatir adalah apakah nona muda yang bisa mencintai tuan muda saya?” ucap tuan Wan menenangkan tuan dan nyonya Xiao.
“Shenzen kami begitu mudah ditalukkan karena kepribadiannya yang sangat polos jadi kami yakin Shenzen kami dengan mudah mencintai Liang Chen meski dia polos dan tidak mengerti dengan cinta,” ucap nyonya Xiao yang memahami kelakuan putrinya yang mudah sekali takluk dengan lelaki tampan sehingga putranya yang kewalahan untuk menjaga kakaknya yang sangat mudah didekati oleh pria yang mendekati kakaknya.
“Baiklah kalau begitu saya minta jika tuan dan nyonya bisa merestui pernikahan nona dengan tuan muda Liang dan itu besok pagi,” ucap Wan yang kembali mempertegaskan jika tuan mudanya memang berniat langsung menikah tanpa proses pertunangan atau perlamaran.
“Bisa tidak siang saja? Soalnya Shenzen dan Guang tidak di rumah,” ucap nyonya Xiao yang meminta untuk diundur tanggal pernikahan putrinya karena kedua anaknya sampai saat ini tidak berada di rumah.
“Tuan dan nyonya Xiao jangan panik mengenai tuan dan nona muda Xiao karena mereka berdua sudah ada di kediaman tuan muda Liang dikarenakan tuan muda langsung ingin bertemu dengan nona muda,” ucap Wan yang menjelaskan dimana nona dan tuan muda Xiao sekarang.
“Apa? Beraninya Liang Chen menawan Shenzenku tanpa memberi tahuku!” ucap tuan Xiao yang terkejut dan kaget jika putri manisnya sudah berpindah tangan tanpa diberi tahu terlebih dahulu.
“Tidak, Shenzen pasti sudah dijebol dulu sama Liang Chen,” ucap nyonya Xiao yang ingin sekali memaki Liang Chen karena sudah berani menyentuh dan menjamah putri manisnya tanpa ikatan pernikahan maupun restu darinya dan suaminya.
”Tidak, tuan dan nyonya Xiao, tuan muda sudah menjamin tidak menyentuh nona muda dikarenakan tuan muda akan menyentuh nona jika sudah sah karena cintanya dengan nona muda sehingga dia akan menjaga segel nona muda,” ucap Wan yang memberi tahu jika tuan mudanya bisa dipercaya jika tuan mudanya tidak akan menyentuh nona muda Xiao meski kondisi membuat tuan muda kesulitan.
“Ya sudah karena pasti Shenzen sekamar dengan Guang untuk malam ini di kediaman Liang Chen maka Liang Chen tidak akan menjamah Shenzen lagi pula Guang sangat protektif terhadap kakaknya,” ucap nyonya Xiao yang merasa tenang jika Guang ikut di kediaman Liang Chen karena menjaga Shenzen membuat mereka berpikir jika Shenzen dan Guang tidur satu kamar karena Shenzen pasti tidak nyaman tidur ada orang karena gaya tidurnya yang sangat berantakan dan tidak ada anggun-anggunnya sementara Guang beralasan akan menjaga kakanya dari Liang Chen.
“Aduh jika tuan dan nyonya besar Xiao mengetahui kebenaran bahwa tuan muda Liang membawa nona muda Xiao sehingga mereka berdua tidur di ranjang dan kamar yang sama maka mereka akan membawa nona muda Xiao ke kediaman Xiao,” batin Wan yang tidak berani berbicara mengenai kebenarannya.
......................
Waduhh… imannya kuat banget tuh pak suami meski istrinya berulah. Wkwk…
Sorry ya man-teman kalau digantung sama Author.
Note : Selama novel ini berlangsung Author tetap akan menggunaka bahasa Indonesia setiap percakapan walaupun latar negara sedang berada di negara Taiwan.
Dukung karya Auhtor selalu ya dengan cara rate 5, like, vote, gift, dan comment. Xie xie dan pay pay.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments