IMTMKL – 16

Butuh beberapa menit hingga sampai di kediaman Liang Chen dan setelah tiba rombongan tersebut menghentikan mobilnya sebelum ke parkiran bawah tanah dan membukakan pintu untuk keluarga mempelai wanita dengan hormat membuat orang tua Xiao Shenzen turun dari mobil dan sudah disambut oleh Liang Chen sendiri yang sebagai mempelai pria dari Xiao Shenzen.

“Selamat datang, ayah dan ibu, mari masuk,” ajak Liang Chen dengan sopan dan ramah serta menuntun kedua orang tua mertuanya untuk masuk ke kediamannya yang begitu megah dengan dekorasi yang menawan serta elegan dan mewah membuat kedua orang tua Shenzen dan Guang terpana akan keindahan dan keeleganan kediaman Liang Chen.

“Mana Shenzen dan Guang, Liang Chen?” tanya tuan dan nyonya Xiao begitu melihat batang hidung kedua anaknya yang belum nampak muncul di depan mata mereka.

“Kesayanganku lagi sedang di dandan, ayah dan ibu, sementara kalau Xiao Guang tidak tahu anak itu kemana,” ucap Liang Chen sibuk bermain telepon genggam sembari mengecek ahli riasnya apakah benar merias kesayangannya dengan baik atau tidak.

Mendengar jika Shenzen mereka disebut sebagai kesayangannya Liang Chen membuat tuan dan nyonya Xiao terkejut mendengarkannya sembari berbisik-bisik dengan satu sama lain.

“Liang Chen, bisa-bisanya memanggil Shenzen kita dengan panggilan seperti itu,” bisik nyonya Xiao yang tidak terima jika panggilan untuk Shenzen terlalu romantis untuk mereka berdua yang baru saja mengenal satu sama lain semenjak ayah Liang Chen meninggal.

“Liang Chen ini, rubah licik ini pasti berusaha membuat Shenzen kita klepek-klepek terlebih dahulu lalu tidak menempati janjinya kepada kita,” bisik tuan Xiao yang satu pikiran dengan istrinya yang merasa khawatir dengan pernikahan putrinya yang tergolong lebih cepat dari perkiraan mereka.

Sementara tuan dan nyonya Xiao sibuk berbisik-bisik yang tidak menyadari jika Liang Chen mengetahui percakapan mereka berdua walau jarak mereka terbilang jauh dan juga tidak menyadari jika Liang Chen tersenyum mendengar jika kedua orang tua istri kecilnya tidak terima jika dirinya menyebut panggilan yang mesra dan romantis untuk istri mungilnya. Kegiatannya ini sempat berhenti ketika Wan menjemput beberapa petinggi negera yang memegang administrasi pernikahan masyarakat negara Taiwan.

“Tuan dan nyonya Xiao, tuan muda Liang, saya sudah membawa beberapa petinggi negera di bagian administrasi pernikahan,” ucap Wan yang membawa orang sesuai perintah Liang Chen membawa pintu masuk kediaman miliknya membawa ke ruang tamu yang dimana tuan mudanya, tuan dan nyonya Xiao berkumpul membuat tuan dan nyonya Xiao terkejut atas kesiapan semuanya yang sudah dipersiapkan oleh Liang Chen sendiri tanpa keterlibatan mereka sedangkan Liang Chen sendiri berdiri dan menyambut beberapa petinggi negara yang sudah dipanggilnya.

“Selamat datang dan terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk datang ke pernikahanku, tuan-tuan biro pernikahan,” ucap Liang Chen yang mendekati petinggi negara tersebut sembari berjabat tangan dengannya membuat petinggi tersebut merasa tersanjung karena sudah dipercaya oleh jenderal yang ditakuti oleh seluruh Asia dan juga negara Taiwan yang karena sudah dikenal dengan rumornya.

“Terima kasih Kapten Liang sudah mengundang dan mempercayai kami untuk mencatat bukti pernikahan Anda dengan nona muda Xiao,” ucap pejabat tersebut sembari membalas jabat tangan dari Liang Chen lalu Liang Chen langsung melepaskan karena sudah tidak sabar akan kedatangan sang calon istri.

“Mari tuan-tuan, silahkan Anda semua duduk dan jangan sungkan,” ucap Liang Chen dengan ramah sembari menunjukkan sofa yang sudah dia persiapkan agar petinggi biro pernikahan duduk di sofa yang depan agar menjadi saksi dirinya dan Xiao Shenzen menikah di atas saksi kedua belah pihak sehingga pernikahannya menjadi sah.

“Baik, baik, Kapten Liang, saya akan duduk,” ucap petinggi tersebut sembari duduk ke sofa yang sudah disediakan untuk mereka.

Sebelum kedatangan istri kesayangannya, Liang Chen menyuruh Wan yang sudah dia suruh menjadi saksi dari pihaknya untuk membawa berkas yang sudah dia buat sebagai perjanjian pernikahan kontrak dan berkasnya akan diberikan kepada kedua orang tua istrinya.

“Wan, segera kamu bawakan berkas yang sudah aku siapkan di kamarku dan cek apakah kesayanganku sudah selesai dirias,” suruh Liang Chen membuat tuan dan nyonya Xiao bingung mengenai berkas yang dimaksud oleh calon menantunya.

“Baik, tuan muda, tunggu sebentar akan saya bawa dan cek nyonya muda,” ucap Wan yang membungkuk dengan hormat lalu meninggalkan tuan muda dan tamu-tamu tuan muda menuju kamar pribadi yang akan menjadi kamar utama tuan mudanya.

“Liang Chen, berkas apa yang kamu maksud?” tanya tuan Xiao yang penasaran mengenai berkas yang dikatakan oleh calon menantunya.

“Sebentar lagi ayah dan ibu akan mengetahuinya jadi jangan tidak sabar,” ucap Liang Chen yang menunggu kedatangan Wan.

“Maafkan saya yang membuat kalian semua menunggu,” ucap Wan yang muncul setelah memakan waktu sekitar sepuluh menit lalu menyerahkan berkas yang dimaksud oleh tuan mudanya yang sudah dia ambil dan bawa dari kamar utama serta membisikkan sesuatu ke telinga tuan mudanya.

“Tuan muda, nyonya muda sudah bersiap untuk keluar yang diiringi oleh tuan muda Xiao, apakah langsung saya panggilkan atau menunggu sebentar lagi?” bisik Wan yang menunggu perintah dari tuan mudanya.

“Biarkan saja kesayanganku akan menunggu, apakah dia kesal atau lapar?” tanya Liang Chen dengan membisik namun nada bicaranya sangat perhatian kepada istri mungilnya.

“Iya, tuan muda, nyonya muda tadi bertanya mengenai makan paginya karena perutnya sudah berbunyi dan nyonya muda sudah merenggek untuk minta makan,” ucap Wan yang menjelaskan mengenai kesiapan nyonya muda yang baru saja dia pantau dan nyonya muda sempat merenggek manja kepada sang adik mengenai kapan mereka akan makan karena cacing di perutnya sudah berbunyi kelaparan.

“Ada bagusnya jika bukan cacing yang merengek namun buah hatiku dengan kesayanganku,” batin Liang Chen sembari tersenyum ketika mendengar jika kesayangannya merenggek karena cacing di perutnya sudah mendemo.

“Beri dia camilan untuk mengganjal perut mungilnya itu dan tanyakan kepada Guang apa yang diinginkan kesayanganku suruh koki siapkan,” perintah Liang Chen dengan nada berbisik membuat Wan mengangguk mematuhi serta pergi meninggalkan tuan muda beserta tamu-tamu tuan mudanya.

...----------------...

Sementara di kamar pribadi Liang Chen yang nantinya menjadi kamar utama Liang Chen dan Shenzen yang berada di lantai pertama.

”Guang, kapan sih acaranya selesai? Perutku sudah berbunyi kelaparan,” rengek Shenzen dengan menggemaskan kepada adiknya sembari menunggu dirinya disuruh keluar setelah ahli riasnya meriasnya serta menemaninya untuk mencegah riasannya menjadi jelek atau luntur.

“Mana, Guang tahu Kak, Kakak tunggu saja perintah dari Kak Chennya Kakak,” ucap Guang yang menatap kakaknya dengan penuh kasih sayang yang sudah berbalut gaun pengantin yang mewah dan indah.

“Guang, apakah benar aku menikah hari ini?” tanya Shenzen yang tidak percaya dan menatap takjub di cermin yang menampilkan dirinya sendiri dengan perasaan takjub dan kagum akan dirinya yang sudah didandani bagaikan putri di negeri dongeng.

“Tentu, hari ini Kakak akan menikah dengan suami tampan Kakak,” ledek Guang yang membuat rona merah Shenzen keluar dan mengalahkan brush on yang digunakan di pipi tembem Shenzen membuat Shenzen malu-malu dimabuk cinta mengingat muka suami tampannya hanya seinci dari mukanya membuat Guang hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat reaksi kakaknya yang dia tahu jika kakaknya langsung jatuh cinta dengan Kak Chen karena kakaknya begitu muda ditahlukkan dan sudah dimabuk dengan cintah.

......................

Wahh sudah mau nikah nih Liang Chen dan Xiao Shenzen, Author tunggu hadiah amplop dari pembaca ya buat pernikahan Liang Chen dan Xiao Shenzen.

Sorry ya man-teman kalau digantung sama Author.

Note : Selama novel ini berlangsung Author tetap akan menggunaka bahasa Indonesia setiap percakapan walaupun latar negara sedang berada di negara Taiwan.

Dukung karya Auhtor selalu ya dengan cara rate 5, like, vote, gift, dan comment. Xie xie dan pay pay.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!