“Guang akan membangun kakak, Bu, tunggu sebentar ya,” ucap Xiao Guang yang sudah beranjak berdiri dari kursinya serta bergegas ke lantai tiga di mana tempat kamar kakak dan dirinya berada lalu menghampiri pintu kamar kakaknya yang bercat pink dengan pernak-pernik Hello Kitty, yang merupakan animasi favorit kedua kakaknya. Dengan sopan, Xiao Guang mengetuk pintu kamar kakaknya dengan pelan namun dengan tempo cepat agar sang kakak terbangun dari mimpinya.
“Kakak Shenzen, kakak, ayo bangun kak, sudah mepet loh,” ucap Xiao Guang yang berteriak dari luar pintu kamar kakaknya dikarenakan kakaknya yang mengunci pintu kamarnya sendiri dikarenakan dirinya dan kedua orang tuanya selalu memberi tahu jika setiap malam sebelum tidur mengunci kamarnya yang bertujuan berjaga-jaga dan melindungi diri.
Sementara dari dalam kamar tersebut tetap saja gadis tersebut tidak bergeming meski adiknya sudah mengedor sedikit keras dan kecepatannya bertambah namun itu semua tidak mengusik tidurnya yang keliatan menyenyakkan.
Xiao Guang yang hanya bisa pasrah karena tahu membangunkan kakaknya lebih susah ketimbang bergelut kepada preman yang ingin memperkosa kakaknya yang sangat terlihat menggoda. Hingga akhirnya Xiao Guang mencoba cara terakhir yang biasanya ampuh untuk membangunkan sang kakak dari tidur panjangnya.
“Kakak, tunangan kakak yang dingin itu sudah datang menjemput kakak, kalau kakak telat kakak bisa dihukum,” ucap Xiao Guang yang menakuti-nakuti kakaknya membuat gadis yang di dalam kamar merasa jika tidurnya menjadi tidak nyaman dikarenakan mimpi buruknya yang tiba-tiba menghampirinya membuat dia bangun dengan sedikit ketakutan.
“Hosh… tidak mungkinkan ayah mempertemukan Shenzen dengan dia?” batinnya yang ketakutan jika dirinya harus benar-benar tinggal satu atap dengannya yang dia dengar rumor dari adiknya tersebut.
“Kakak, apakah kau sudah bangun? Kalau sudah ayo siap-siap karena tunangan kakak sudah menjemput kakak,” ucap Xiao Guang yang terdengar lagi membuat gadis itu dengan cepat langsung saja turun dari ranjangnya dan membukakan pintu dengan wajah panik akibat mendengar sang adik yang berbicara seperti itu membuat Xiao Guang yang melihat wajah kakaknya yang terlihat pucat langsung saja mencemaskan kondisi kakaknya yang dia kira tidak sehat.
“Kak, kamu mengapa kak? Wajah Kakak terlihat pucat, apa sebaiknya Kakak beristirahat nanti aku minta izin ke kepala sekolah, Kak,” ucap Xiao Guang yang mencemaskan kondisi kakaknya yang bangun tidur sudah terlihat sakit dengan wajah pucatnya membuat dirinya merutuk sendiri karena kebodohannya.
“Bodohnya aku yang tidak tahu kalau kakak sakit dan membuatnya bangun dengan kondisi seperti ini,” batinnya yang merutuk kesalahannya yang membuat kakaknya seperti itu.
“Tidak aku tidak apa-apa, Guang, aku hanya bermimpi buruk saja, tidak sampai begitu, apa benar ayah memanggil dia untuk mempertemukanku dengannya?” tanya Shenzen dengan nada cemasnya yang tetap menggemaskan namun bisa ditangkap jika nada dan tubuhnya bergemetar jika membayangkan tunangannya sejahat apa terhadap dirinya sesuai dengan perkataan adiknya membuat Xiao Guang yang mendengarkannya dan menangkap ada yang salah dengan kakaknya membuatnya kembali merutuk dirinya sendiri.
“Astaga perkataanku membuat kakak takut tahu begitu aku tidak pernah memberitakan rumor itu yang memang sangat popular di seluruh Taiwan,” batinnya yang merasa bersalah kepada kakaknya yang berhasil membuat kakaknya ketakuatan.
“Sudahlah Kak, jangan dipikirin dan tunangan Kakak belum datang jadi Kakak tenang saja,” ucap Xiao Guang yang berusaha menenangkan kakaknya dan itu berhasil jika membuat Shenzen kembali tenang namun tetap menyisakan tubuhnya gemetar walau sudah jauh banyak berkurang.
“Syukurlah jika dia belum datang kemari, siapa sih namanya dan mengapa meski aku tidak tahu nama dan wajahnya sudah membuatku merinding ketakutan?” tanya Shenzen menatap adiknya dengan wajah penuh tahu dan tatapan polos dan lugu yang penasaran mengapa dia bisa sampai ketakutan padahal belum mendengar dan melihat sosok tunangannya secara benar.
Mendengar kakaknya yang berkata dengan polo dan lugunya membuat Xiao Guang tertawa karena tidak habis berpikir kakaknya bisa mendapatkan ide dari mana. “Tidak Kakak, Kakak tidak perlu khawatir jika tunangan kakak akan menyakiti kakak maka aku akan berhadapan dengan dia dan aku akan selalu melindungi Kakak karena Kakak sangat berharga bagi keluarga Xiao maka aku yakin aku dan ayah akan melindungi Kakak jika dia berbuat macam-macam dan satu lagi nama tunangan Kakak yang aku dengan dari ayah dan ibu adalah Liang Chen, tuan muda dari keluarga Liang dan juga Jenderal Liang yang dikenal dengan prestasinya,” ucap Xiao Guang panjang lebar.
...----------------...
Sementara itu di ruangan kerja pribadi Liang Chen. Liang Chen awalnya menyimak pembicaraan sang bawahannya tiba-tiba saja.
“Hatchu..hatchu… mengapa hidungku terasa gatal? Dan kamu, jangan berhenti membacakan laporannya,” ucap Liang Chen yang bersin tanpa sebab dan mendelik ke arah bawahannya yang tiba-tiba berhenti membaca lalu melihat dirinya bersin-bersin tanpa sebab.
“Baik, Kapten Lian,” ucap bawahannya yang sadar jika dia menghentikan ucapannya dikarenakan kaptenya yang tiba-tiba bersin tanpa sebab membuatnya menghentikan kegiatannya karena mencemaskan kondisi kaptennya.
“Baiklah kalau begitu kamu boleh pergi dan katakan yang bagian evaluasi kegiatan ini jika hasil laporannya sangat memuaskan,” ucap Liang Chen yang menutup ketika mendengar laporan bawahannya dengan lengkap dan dirinya sudah memutuskan untuk menyusun kembali jadwal supaya stamina dan kondisi bawahannya tetap terjaga untuk berjaga-jaga jika dalam keadaan darurat.
“Baik Kapten Liang, saya pamit undur dahulu dan Anda boleh kembali ke pekerjaan Anda!” ucap bawahannya yang berkata tegas sembari memberi hormat kepada kaptennya dengan sangat formal lalu mengundurkan dirinya.
...----------------...
Dalam perjalanan menuju sekolah tempat Xiao Shenzen dan Xiao Guang mengajar. Mereka berhempit-hempit dengan orang lain yang di dalam bus karena mereka ketinggalan bus yang biasanya sangat langgeng. Seperti biasa, Xiao Guang menyuruh sang kakak untuk duduk dan dia yang berdiri sembari memasang tubuh tegap sebagai tameng untuk kakak dengan maksud melindungi dan menjaga agar kakaknya tetap nyaman walau berhempit-hempitan dengan orang lain di dalam bisa yang mereka tumpangi.
Pada saat bus masih menunggu penuhnya orang lain tiba-tiba serombongan mobil yang bermerk mewah dan terdapat logo khusus tentara Taiwan berada di lokasi tempat bus menunggu membuat orang-orang yang melihat jendela langsung terkagum dan saling bertanya-tanya ada apa gerangan ini.
“Mengapa banyak sekali mobil mewah dan sepertinya itu milik keluarga Liang karena logo tentaranya yang benar-benar berbeda,” ucap salah satu penumpang yang melihat dengan teliti logo di mobil tersebut membuat orang lain yang baru mengetahui langsung terkagum akan kemewahan mobil tersebut yang tiba-tiba berhenti di depan bus mereka.
“Tumben sekali mereka berhenti seperti ini? Apa hendak menjemput seseorang? Kasian sekali orang tersebut menyingung keluarga Liang,” ucap salah satu penumpang yang sedikit mengkasiani orang yang menyingung keluarga Liang yang terkenal dengan latar belakang militer yang kuat.
”Apanya yang perlu dikasihani? Salah siapa dia berani menyinggung keluarga Liang?” ucap penumpang lainnya tidak setuju ketika mendengar ada yang mengkasiani orang yang berani menyinggung keluarga Liang.
......................
Wahh… ada apa ini? mengapa tiba-tiba ada gerombolan keluarga Liang? Kira-kira mereka akan menjemput siapa ya? Penasaran? Yah Auhtor gantung lagi.
Sorry ya man-teman kalau digantung sama Author.
Note : Selama novel ini berlangsung Author tetap akan menggunaka bahasa Indonesia setiap percakapan walaupun latar negara sedang berada di negara Taiwan.
Dukung karya Auhtor selalu ya dengan cara rate 5, like, vote, gift, dan comment. Xie xie dan pay pay.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments