IMTMKL – 7

“Mengapa banyak sekali mobil mewah dan sepertinya itu milik keluarga Liang karena logo tentaranya yang benar-benar berbeda,” ucap salah satu penumpang yang melihat dengan teliti logo di mobil tersebut membuat orang lain yang baru mengetahui langsung terkagum akan kemewahan mobil tersebut yang tiba-tiba berhenti di depan bus mereka.

“Tumben sekali mereka berhenti seperti ini? Apa hendak menjemput seseorang? Kasian sekali orang tersebut menyingung keluarga Liang,” ucap salah satu penumpang yang sedikit mengkasiani orang yang menyingung keluarga Liang yang terkenal dengan latar belakang militer yang kuat.

”Apanya yang perlu dikasihani? Salah siapa dia berani menyinggung keluarga Liang?” ucap penumpang lainnya tidak setuju ketika mendengar ada yang mengkasiani orang yang berani menyinggung keluarga Liang.

Pada saat penumpang lain sibuk berkomentar mengenai apa yang terjadi sementara Shenzen yang awalnya melihat kumpulan grup guru-guru TK yang di mana mendokumentasikan kegiatan murid-muridnya yang menggemaskan dan membagikan di grup tersebut membuat mata Shenzen yang berbinar-binar melihatnya tidak sadar mengucapkan kalimat yang membuat Xiao Guang terkejut akan komentar kakaknya yang ajaib.

”Hey, Xiao Guang, lihat ini, anak kecil mengapa bisa semenggemas ini? Jadi pingin punya, bagaimana ya caranya supaya punya anak kecil yang menggemaskan seperti ini?” tanya Shenzen dengan mata dan muka yang berbinar-binar menggemaskan ketika mengangkat kepalanya menatap muka adiknya yang sudah syok dan terkejut mendengar perkataan kakaknya yang ajaib dan aneh.

“Kakak, Kakak jangan berpikiran aneh-aneh deh, mana ada caranya punya anak menggemaskan seperti itu,” ucap Xiao Guang yang berusaha mengusir pikiran ajaib dan tidak masuk akal yang masuk ke otak kakaknya.

“Jadi tidak ada ya caranya? Aku pingin punya anak sendiri kalau begitu,” ucap Shenzen tiba-tiba membuat adiknya lebih terkejut lagi atas perkataan kakaknya.

“Mana ada Kak, sudahlah, anak kecil itu berisik dan suka nangis Kak, repot tahu,” ucap Xiao Guang yang menjawab kakaknya supaya kakaknya tidak berpikiran lebih ajaib lagi sementara Xiao Shenzen membolakkan matanya dan menatap tidak percaya jika adiknya membenci anak kacil. “Kalau begitu mengapa kamu jadi guru TK?” tanya Shenzen yang tidak percaya karena dia juga melihat cara pengakraban Guang dengan anak-anak kecil cukup bagus.

...----------------...

Sementara ketika Shenzen dan Guang tidak memperhatika keadaan sekitar, tiba-tiba saja segerombolan pria dengan berpakaian tentara lengkap langsung saja menerobos masuk ke bus tempat Shenzen dan Guang berada setelah menghentikan mobil mereka membuat orang-orang di dalam ketakutan sehingga menarik perhatian Shenzen dan Guang.

“Guang, itu mengapa ramai-ramai sekali? Apa ada kunjungan tentara ke bus kita ya?” tanya Shenzen dengan muka dan nada bingung namun menggemaskan menatap adiknya yang sepertinya merasa terkena diabetes ringan akibat selalu menatap wajah kakaknya.

”Aku juga tidak tahu Kak, tetapi tenang saja aku akan melindungimu, Kak,” ucap Xiao Guang yang sudah melindungi kakaknya agar tidak terlihat oleh sekumpulan tentara tersebut namun sepertinya telat karena para tentara sudah menuju tempat mereka berdua berada membuat Xiao Guang menyuruh kakaknya untuk menyembunyikan kepalanya supaya tidak terlihat.

”Kakak, aku mohon Kakak sembunyikan diri Kakak dan jangan sampai terlihat oleh mereka,” ucap Xiao Guang membuat Xiao Shenzen tidak mengerti dengan maksud dari adiknya namun tetap mematui bahkan berusaha untuk tidak mengeluarkan suara meski ingin bertanya apa yang dimaksud ucapan adiknya dan mengapa menyuruhnya untuk tidak menampakkan dirinya.

Seusaha apa pun Xiao Guang untuk melindungi kakaknya namun sepertinya cukup sulit dikarenakan para tentara sudah berhadapan dengan Xiao Guang membuat para penumpang yang melihat wajah pemuda tampan tersebut terkejut tidak menyangka jika para tentara mendatangi dirinya.

”Ada apa dia yang didatangi? Padahal kalau dari wajah dia keliatannya anak baik-baik saja,” ucap penumpang mengkomentari membuat diangguk oleh penumpang lainnya terutama ibu-ibu yang langsung pada menggosipi pemuda yang mereka dia tidak kenal.

”Apakah Anda tuan muda Xiao Guang?” tanya salah satu tentara yang berada di paling depan dan berhadapan dengan pemuda yang menatap dirinya dengan tatapan tajam dan tegas sembari menunjukkan sebuah foto yang ternyata adalah pemuda tersebut yang bersama dengan seorang nona manis membuat Xiao Guang terkejut jika tentara tersebut berhasil mendapatkan fotonya dan kakaknya entah dari mana pada saat mereka berjalan menuju halte bus menunggu pada saat selesai mengajar anak-anak TK.

Mendengar jika pemuda tersebut merupakan ahli waris dari keluarga Xiao makin terkejut dikarenakan keluarga Xiao juga tidak bisa sembarang diremehkan meski kekuatannya cukup jauh dari keluarga Liang.

”Rupanya pemuda itu adalah tuan muda Xiao dan sepertinya keluarga Liang tertarik dengan keluarga Xiao,” ucap mereka yang menerka-nerka maksud dari tentara keluarga Liang mendatangi ahli waris keluarga Xiao.

”Iya, aku adalah Xiao Guang dan mengapa kalian kemari? Setahuku keluarga kami, Keluarga Xiao tidak memiliki kesalahan atau menyinggung keluarga Liang,” ucap Xiao Guang yang mengetahui jika tentara tersebut adalah utusan dari Liang Chen. 

“Kami hanya ingin menjemput nyonya muda Liang,” ucap tentara tersebut yang menjelaskan maksud kedatangan mereka secara baik-baik karena sudah mendapatkan ultimatum dari kapten mereka mengenai tuan muda Xiao dan calon istri kapten mereka.

“Sepertinya mereka mengambil paksa Kakak bahkan tanpa sepengetahuan ayah,” batin Xiao Guang yang seperti paham akan kedatangan mereka.

“Siapa nyonya muda Liang? Saya bahkan tidak tahu jika Kak Chen hendak mempersunting gadis perempuan,” ledek Xiao Guang yang membuat tentara tersebut sangat ingin memisahkan tuan muda Xiao dengan nyonya muda Liang namun takut jika hal tersebut membuat nyonya muda Liang bersedih dan menangis sehingga nyawa mereka melayang.

“Jangan pura-pura tidak tahu, tuan muda Xiao, kami di sini hendak membawa nona muda Xiao, Xiao Shenzen, nona Xiao, mohon ikutlah kami karena kapten kami ingin bertemu dengan Anda,” ucap tentara tersebut membuat penumpang lainnya makinterkejut mendengar berita tersebut namun sebelum berita tersebut tersebar sesuai dengan perintah kaptennya, para tentara sudah bertindak duluan. Salah satu tentara yang paling belakang dengan menggunakan toaknya, dia memberikan satu pengumuman yang dititahkan dari kaptennya.

“Bagi penumpang baik pengemudi yang mengetahui berita ini, saya harap tidak ada yang berani membocorkan jika kapten tahu berita tersebut bocor maka nyawa kalian semua akan menjadi pelunasan karena kami semua sudah mendapatkan identitas kalian jadi kami harap Anda semua dengan bijak menaati perintah ini,” ucap tentara tersebut membuat yang lain merinding ketakutan dan tidak berani membocorkan apa yang mereka dengar dan mereka ketahui."

“Kakakku, tidak akan ikut kalian,” ucap Xiao Guang yang masih berdebat dengan tentara lainnya tanpa memperhatikan pengumuman tersebut membuat tentara tersebut akhirnya memberikan ancaman agar Xiao Guang mengikuti perintah kaptennya.

“Nona muda Xiao, saya mohon Anda bijak jika tidak saya tidak segan akan menggunakan kekuatan saya untuk menghajar tuan muda Xiao,” ucap tentara tersebut membuat dengan polos dan menghawatirkan adiknya, Shenzen beranjak dari kursinya dan merentang tangannya sebagai arti melindungi adiknya membuat gadis menggemaskan tersebut hampir menangis akibat ancaman tersebut.

“H—hiks.. kalian jangan pukul Guang, dia tidak bersalah, bawa saja Shenzen,” ucap gadis tersebut yang hampir terisak membuat semua tentara terkejut jika mereka sudah gagal menjalankan perintah dari kaptennya dan sudah sukses membuat calon istri kapten mereka mengeluarkan air mata berharganya karena ketakutan mendengar ancaman tersebut.

......................

Hayoo… Shenzen menangis tuh, apakah Liang Chen nanti tahu? Nantikan episode selanjutnya ya…

Sorry ya man-teman kalau digantung sama Author.

Note : Selama novel ini berlangsung Author tetap akan menggunaka bahasa Indonesia setiap percakapan walaupun latar negara sedang berada di negara Taiwan.

Dukung karya Auhtor selalu ya dengan cara rate 5, like, vote, gift, dan comment. Xie xie dan pay pay.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!