IMTMKL – 15

Shenzen yang selesai mandi memutuskan untuk keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju ke tempat yang ada kasurnya yang dimana ada suami dan adiknya yang bercakap-cakap dengan rasa penasaran Shenzen langsung mendekati keduanya dan ketika sudah berada di dekat mereka berdua dengan pertanyaan lugu dan polosnya langsung bertanya.

“Suamiku dan Guang, kalian berdua sepertinya percakapannya serius sekali dan apa yang kalian katakan?” tanya Shenzen dengan tatapan bingung yang polos serta suara yang menggemaskan membuat kedua pria sama-sama menoleh dan bertapa terkejut kedua pria tersebut membuat Liang Chen segera menarik selimutnya dan langsung membungkus tubuh mungil istrinya yang terlihat menggoda dengan selimut dan ditutup secara rapat-rapat.

“Suami! Mengapa dibebet akunya? Uhh…sesak,” ucap Shenzen yang menatap manja namun mencoba melepaskan bebetan yang sudah diikat kuat-kuat oleh suaminya dengan nada cemburutnya membuat Liang Chen dan Xiao Guang tertawa terbahak-bahak melihat Shenzen yang sepertinya kesulitan akibat bebetan yang diperbuat oleh suaminya.

“Guang, bantuin aku dong, uhh… gak bisa dibuka,” ucap Shenzen yang merasa kesal ketika melihat Liang Chen tidak menolongnya namun malah menertawakan membuatnya meminta bantuan kepada sang adik namun Liang Chen yang mendengar langsung menarik tangan Guang dan membawanya keluar si adik ipar lalu mengunci kamarnya membuat Guang yang terusir hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kekonyolon kakaknya dan kakak iparnya dan langsung pergi ke ruang makan.

Setelah berhasil mengusir si adik ipar, Liang Chen kembali ke tempat istri mungilnya yang masih berusaha membebaskannya serta menggendongnya dengan lengan kekarnya dengan gaya bridal style dan meletakkan dengan lembut di atas kasurnya. Dilepaskannya ikatannya dengan lembut membuat istrinya tidak kesakitan hingga akhirnya istrinya terbebas dari ikatan selimut membuat handuknya sedikit melorot sehingga sedikit menampilkan buah d*d* istrinya yang tampak menggoda dan menantang untuk diremas dan dipegang olehnya membuat Liang Chen yang melihat permandangan indah hanya bisa menahan salivanya dan mengingat karena malam nanti merupakan malam pertama mereka berdua sehingga dia bisa membuat istri mungilnya akan kelelahan akibat serangannya.

“Leganya, akhirnya bebas, makasih ya suamiku,” ucap Shenzen dengan nada senang dan langsung saja memeluk lengan kekar suaminya membuat lengan tersebut terhimpit dadanya membuat adik suaminya kembali terbangun.

“Kesayanganku sebaiknya jangan begini nanti aku terkam kamu loh,” ucap Liang Chen menahan hasrat untuk menggagahi istri kecilnya membuat istri mungilnya kebingungan lalu teringat jika dia meminta baju kepada suaminya.

“Suami, baju Shenzen mana? Baju Shenzen kok tidak ada masa Shenzen pakai yang kemarin malam?” tanya dengan tatapan lugu dan menggemaskan membuat Liang Chen mengangkat tangan kokohnya lalu menangkup pipi tembem istrinya membuat mata istrinya menatap matanya membuat pipi tembem istrinya mengeluarkan rona merah hangat diakibat perbuatannya.

“Baju kesayanganku sudah ada di lemariku, kesayanganku bisa pilih sendiri dan aku tunggu ya di ruang keluarga karena ayah dan ibumu seharusnya sudah tiba di kediaman kita,” ucap Ling Chen yang menuntun sang istri menuju ruang ganti supaya istrinya bisa dengan bebas memilih sesuka hati istrinya sementara dirinya akan menyuruh pelayan untuk membawa ahli rias untuk mendadani istrinya sedangkan dirinya akan menunggu di ruang tamu untuk menyambut ayah dan ibu mertuanya.

“Nanti kamu dandan yang cantik ya, sayang, karena pernikahan kita sebentar lagi diadakannya, biar aku antar ahli rias ke kamar kita dan aku akan menunggu kedatangan ayah dan ibu kamu dan Guang,” ucap suaminya yang mengelus dan mencium lembut puncak kepala istrinya lalu meninggalkan istrinya yang sibuk berbinar-binar menatap walk in closet yang disana sudah ada satu lemari penuh dengan baju dan gaun yang sudah dipersiapkan oleh Liang Chen sesuai ukuran istrinya dan semuanya adalah brand dan gaya limited edition yang dibeli secara khusus untuk istri mungilnya dan hanya ada satu gaya tersebut yang sudah dia desain khusus untuk istri mungilnya.

Liang Chen segera mencari asistennya yang sudah dia tugas untuk menjemput ayah dan ibu dari istrinya sementara pihaknya dia tidak memberi tahu kakeknya jika hari ini dia akan menikah dan setelah itu Liang Chen menelepon ahli rias terbaik di negara Taiwan untuk merias istrinya agar menjadi bidadari yang paling bersinar.

...----------------...

Sementara di kediaman Xiao.

Wan yang menjemput kedua orang tua mertua tuan mudanya segera mengabari keperluannya kepada kepala pelayan sehingga tuan dan nyonya Xiao dapat bersiap-siap beberapa menit sebelum mereka berdua pergi ke kediaman Liang Chen.

Tuan dan nyonya Xiao bersiap memasuki mobil yang sudah dikhususkan untuk membawa mereka berdua saja sementara Wan berbeda mobil dan gerombolan mobil yang berlogo keluarga Liang segera meninggalkan kediaman Xiao menuju kediaman Liang Chen sembari berhati-hati agar kedua orang tua mertua tuan mudanya tidak mengalami luka sekecilpun sesuai dengan titah tuan muda Liang Chen.

Wan yang berada di mobil paling belakang dari tiga gerombolan segera mengirimkan pesan kepada tuan mudanya yang berisi seperti ini.

Tuan muda, tuan dan nyonya Xiao sudah dalam perjalanan menuju kediaman tuan muda.

Setelah mengetiknya, Wan langsung mengirim ke nomor tuan mudanya dan mengawasi mobil yang berada di gerombolan tengah yang merupakan mobil yang ditumpangi oleh kedua orang tua Shenzen Xiao yang wajib diawasi dan diperhatikan oleh bawahan Liang Chen.

...----------------...

Ahli rias yang sudah disewa oleh Liang Chen akhirnya tiba di kediaman Liang Chen dan diantarkan ke kamar pribadi Liang Chen oleh kepala pelayan yang dimana calon nyonya mudanya sudah menunggu untuk dirias.

Shenzen yang sudah memakai baju pengantin yang didatangkan oleh Liang Chen khusus untuknya membuat desain perancang gaun pengantin sangat menganggumi Shenzen yang sudah sangat cantik dan mempesona ketika memakai gaun yang dia rancang meski kesan menggemaskannya tidak berubah.

Ahli rias yang sudah tiba di kamar pribadi Liang Chen diantar hingga sampai masuk ke tempat dimana Shenzen menunggu kedatangannya dan betapa takjubnya ahli rias yang berkelamin laki-laki begitu melihat pesona keimutan, kecantikan dan keluguan dari calon istri tuan muda Liang begitu dirinya melihat Shenzen secara langsung dan langsung segera dia dandani agar semakin cantik seperti peri yang ada di cerita dongeng.

...----------------...

Butuh beberapa menit hingga sampai di kediaman Liang Chen dan setelah tiba rombongan tersebut menghentikan mobilnya sebelum ke parkiran bawah tanah dan membukakan pintu untuk keluarga mempelai wanita dengan hormat membuat orang tua Xiao Shenzen turun dari mobil dan sudah disambut oleh Liang Chen sendiri yang sebagai mempelai pria dari Xiao Shenzen.

“Selamat datang, ayah dan ibu, mari masuk,” ajak Liang Chen dengan sopan dan ramah serta menuntun kedua orang tua mertuanya untuk masuk ke kediamannya yang begitu megah dengan dekorasi yang menawan serta elegan dan mewah membuat kedua orang tua Shenzen dan Guang terpana akan keindahan dan keeleganan kediaman Liang Chen.

......................

Wahh mungkin beberapa bab akan ada belah duren buat Liang Chen dan Liang Chen akan menikmati malam pertamanya dengan Xiao Shenzen.

Sorry ya man-teman kalau digantung sama Author.

Note : Selama novel ini berlangsung Author tetap akan menggunaka bahasa Indonesia setiap percakapan walaupun latar negara sedang berada di negara Taiwan.

Dukung karya Auhtor selalu ya dengan cara rate 5, like, vote, gift, dan comment. Xie xie dan pay pay.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!