IMTMKL – 11

Diletakkan istri kecilnya ke kasurnya yang berukuran sangat luas dan sangat empuk dengan perlahan-lahan namun karena Shenzen yang bisa merasakan jika dirinya kalau diletakan di kasur oleh adiknya maka adiknya akan memberikannya guling karena memang sudah kebiasaannya membuatnya dengan reflex mengulurkan tangan kecilnya sebagai tanda meminta gulingnya kepada Liang Chen yang saat itu masih belum memahami arti dari istri kecilnya.

Karena Shenzen belum mendapatkan gulingnya membuatnya menarik Liang Chen karena dikira guling karena tidak ingin istri kecilnya mengeluarkan tenaganya yang sangat kecil membuat Liang Chen mengalah dan menumbangkan dirinya. Sehingga betapa terkejutnya jika dirinya dipeluk oleh Shenzen sehingga mukanya terbenam ke benda yang sangat empuk dan kenyal membuatnya tergoda untuk menyentuhnya namun Shenzen malah sedikit menendang adiknya yang sudah bergerak dikarenakan Shenzen merasa tidak nyaman dengan bagian yang sudah menonjol membuat menyingkirkannya yang dimana membuat Liang Chen harus menahan cobaan yang sangat berat akibat ulah istri mungilnya padahal malam belum benar-benar larut.

Cobaan Lian Chen tidak hanya berhenti disana dikarenakan pada saat dirinya mencoba bangun dari tubuh mungil sang istri yang menghimpitnya namun sepertinya sang istri sudah terlalu nyaman dengan tubuh gulingnya sehingga tidak mengijinkan untuknya bangun dari tidurnya membuat adiknya terkadang ditendang oleh istrinya dikarenakan adiknya bergerak ke kemari membuat istrinya tidak nyaman.

”Uhh… mengapa gulingnya sedikit bergerak sih?” gumam Shenzen dengan nada gemasnya sembari kembali menedang adik suaminya yang membuat suaminya benar-benar tidak bisa tidur akibat ulah istrinya.

”Mengapa dia sering menendang adikku? Astaga aku tidak bisa tidur lelap untuk malam ini,” batin Liang Chen yang hidungnya sudah sedikit mimisan akibat terkadang buah istrinya menyembul membuatnya nikmat menghimpit kedua pipi tirusnya sementara adiknya bergerak hingga menyentuh paha langsing sang istri membuat istrinya tidak sengaja berteriak terkejut namun sialnya itu terdengar merdu di telinga Liang Chen.

“Ah…” teriak Shenzen ketika adik suaminya tergesek sedikit ke pahanya yang mulus tanpa terlindungi benang dikarenakan pada saat itu Shenzen memang memakai gaun untuk mengajar di sekolah TK membuat suara kecilnya terdengar sangat menggemaskan dan sangat merdu di telinga Liang Chen.

“Sial, mengapa dia mende**h sih dan mengapa pula milikku harus menyentuh paha dia?” batin Liang Chen yang mengira jika Shenzen mende**h akibat tergesek sedikit ketika paha mulus sang istri tidak sengaja berpindah tempat sehingga mengenai miliknya membuat Liang Chen harus benar-benar menahan sehingga cairan putih tanpa dia sadari sudah sedikit merembes dan mencetak seperti habis mengompol sehingga istri mungilnya merasa ada sedikit lengket di bagian basah dikarenakan cairan tersebut sudah merembes.

...----------------...

Di kediaman Xiao di malam yang sama terdapat pasangan yang sudah memasuki kepala lima sedang mencemaskan kedua anaknya yang tidak kunjung pulang ke kediaman mereka.

“Ini dua anak ini pada kemana sih dan mengapa mereka tidak mengabari sih?” tanya istri Xiao yang mencemaskan putri dan putra yang belum pulang dari tadi.

“Lah iya juga, tumben Guang tidak menyuruh Shenzen cepat pulang? Biasanya anak itu pasti menyeret kakaknya untuk segera pulang walau terkadang Shenzen betah bermain dengan anak-anak kecil padahal sendirinya masih kecil,” ucap kepala keluarga Xiao yang mengingat putrinya yang amat menggemaskan seperti pada saat putrinya masih kecil.

Pada saat pasangan suami-istri sibuk mencemaskan kedua anaknya terdengar jika kepala pelayannya memberi tahu kepada kedua majikannya jika ada utusan dari tuan muda Liang untuk berbicara kepada pasangan tua itu secara empat bicara.

“Tuan dan nyonya besar, ada utusan dari tuan muda Liang yang ingin berbicara kepada Anda berdua dan diskusikan secara enam mata,” ucap kepala pelayan tersebut sembari membungkuk menghormati kedua atasannya. 

“Lah mengapa utusan Liang Chen repot-repot datang malam ini sih? Apa tidak besok saja sekalian aku panggil kakeknya,” ucap Tuan Xiao yang terheran dengan sikap cucu temannya yang terkesan keburu-buru padahal pertunangan resminya sudah diatur oleh kakeknya.

“Bagaimana tuan dan nyonya? Apa saya biarkan dia di luar gerbang?” tanya kepala pelayan tersebut yang hanya mengetahui jika orang tersebut adalah utusan Liang Chen.

Pernyataan kepala pelayan membuat tuan dan nyonya besar Xiao terkejut jika utusan Liang Chen sudah di depan gerbang mereka sembari menunggu izin dari pemilik kediaman tersebut membuat tuan besar Xiao berpikir hingga memutuskan untuk menyuruh jika utusan Liang Chen untuk masuk ke kediaman mereka.

“Sudahlah suruh saja masuk dan biarkan dia menyampaikan perkataan cucu Liang,” ucap tuan besar Xiao membuat istrinya manggut-manggut menyetujui perkataan suaminya.

“Baik tuan besar, saya akan menyuruhnya masuk ke dalam dan tuan serta nyonya bisa menunggu kedatangan,” ucap kepala pelayan membungkuk serta meninggalkan tempat tersebut untuk membawa utusan Liang Chen menghadap tuan dan nyonya besarnya.

Sembari menunggu utusan cucu Liang untuk menghadap mereka, tuan Xiao segera menelepon nomor putranya untuk bertanya dimana mereka sekarang dan apa yang mereka lakukan sehingga tidak segera pulang karena sudah larut malam.

Panggilan yang dituju kepada putranya namun sepertinya panggilannya tidak terhubung ke nomor putranya membuat tuan Xiao mengernyit karena tidak biasanya putranya tidak mengangkat panggilan darinya.

“Ada apa sayang?” tanya istrinya yang melihat raut wajah suaminya yang cemas ketika dirinya juga megetahui putranya tidak menjawab panggilan mereka.

“Ini Guang, tumben sekali dia tidak menjawab panggilanku dan aku rasa ada yang aneh dengan sikap Guang dan Shenzen untuk hari ini,” ucap tuan Xiao yang menyadari jika sikap kedua anaknya hari ini sangat berbeda dengan hari biasanya.

Pada saat bersamaan kepala pelayannya berhasil membawakan utusan dari tuan muda Liang, yang merupakan cucu Liang.

“Tuan dan nyonya besar, saya sudah membawakan utusan tuan muda Liang, silahkan Anda bisa mengobrol banyak dengan utusan sementara saya akan menyuguhkan teh hangat dan sedikit camilan untuk tamu dan tuan,” ucap kepala pelayan membungkuk membuat nyonya besarnya ingin membantunya membuatkan cemilan.

“Biarkan aku yang membuatkan cemilan karena sore tadi aku sedang mencoba resep baru yang sangat diinginkan Shenzen jadi aku membuatkannya,” ucap nyonya Xiao membuat tuan Xiao mengijinkan jika istrinya menyiapakan utusan Liang Chen sementara dia akan mengurus utusan tersebut.

“Wan, silahkan duduk dan buatlah senyaman mungkin kalau bisa anggap saja ini rumah sendiri,” ucap tuan Xiao dengan ramah kepada utusan Liang Chen yang tidak lain adalah sekretaris Wan.

“Baik, tuan Xiao,” ucap Wan yang mengikuti arahan calon ayah mertua tuan mudanya dan langsung duduk di slaah satu sofa dengan sedikit jauh.

“Tuan Xiao, ada yang saya bicarakan kepada Anda mengenai nona muda Xiao,” ucap Wan yang terlihat ingin menyelesaikan ucapan tuan mudanya mengenai persetujuan dari kedua mertuanya agar pagi hari dirinya bisa menghalalkan calon istrinya.

“Ya, tuan Wan mau berbicara apa dengan Shenzenku? Kalau sekarang tidak bisa, tuan Wan, karena Shenzen sampai malam ini belum pulang membuatku khawatir saja karena dia putri yang aku sangat cintai dan sayangi,” ujar tuan Xiao yang membuat Wan sedikit was-was mendengar ucapan dari tuan Xiao.

......................

Waduhh… ada yang kebelet kawin nih. Siapa ya?

Sorry ya man-teman kalau digantung sama Author.

Note : Selama novel ini berlangsung Author tetap akan menggunaka bahasa Indonesia setiap percakapan walaupun latar negara sedang berada di negara Taiwan.

Dukung karya Auhtor selalu ya dengan cara rate 5, like, vote, gift, dan comment. Xie xie dan pay pay. 

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!