IMTMKL – 14

Sepeninggal Liang Chen, Guang mencoba masuk ke dalam kakak iparnya dan mendapati jika kakaknya masih benar-benar berpakaian utuh dan terlihat jika kakaknya benar-benar tertidur pulas karena kakaknya memang paling susah dibangunkan terlebih kondisi untuk tidur lebih lama sangat mendukung bukan karena habis melakukan olahraga malam.

Dia memang orang yang memegang perkataannya. Batinnya sembari duduk di tepi ranjang dekat sang kakak berbaring sembari mengulurkan tangannya dan mengelus puncak rambut kakaknya yang masih tertidur lelap dengan gemasnya dan imutnya.

Kakaknya yang mengetahui jika itu tangan adiknya yang mengelus puncak rambutnya membuatnya menepis tangan adiknya lalu perlahan membuka matanya dikarenakan merasa adiknya kenapa bisa masuk karena biasanya dia mengunci pintu kamarnya.

“Kakak, akhirnya kau bangun, Kak,” ucap Guang yang melihat sang kakak membukakan matanya secara perlahan membuatnya seperti ciri khas orang baru bangun tidur. Sehingga dengan muka menggemaskannya, Shenzen bangun sembari menoleh kesana-kemari karena memastikan pengliahatannya yang menurutnya merasa asing.

Shenzen yang otak dan matanya akhirnya tersadar membuat langsung memeluk sang adik karena takut di tempat asing sembari meminta adiknya untuk kabur dikarenakan dia takut jika adiknya kenapa-kenapa.

“Guang, kita ada di mana?” tanya Shenzen yang langsung memeluk dan mendusel-dusel pipinya ke dada adiknya yang cukup bidang namun tidak sebidang calon suaminya sementara Liang Chen yang kembali ke kamarnya mendapati jika istrinya memeluk adiknya sendiri membuat dirinya mendekati istrinya dan mengendong dengan lengan kokohnya membuat Shenzen terkaget ada orang lain.

“My Quenn, sudah bangun? Mengapa kau main peluk pria lain?” tanya Liang Chen dengan lembut membuat Shenzen terkejut dan menoleh ke arah pria yang menggendongnya dengan tatapan yang menggemaskan.

”Kamu siapa? Guang, selamatkan aku dari pria tampan ini,” ucap Shenzen berteriak meronta karena tidak mengenal pria tampan tersebut membuat Guang dan suaminya tertawa.

“Kakak, Kakak itu sekarang digendong sama pria tampan yang merupakan suami Kakak dan kemarin Kakak tidur berdua,” ucap Guang yang melihat tingkah kakaknya yang amat menggemaskan dan imut ketika berusaha meronta melepaskan gendongan suami kakaknya.

“Suamiku?” beo Shenzen dengan tatapan bingung yang imut nan menggemaskan ditambah dengan aura kepolosan dan keluguan membuat Liang Chen langsung menyosorkan bibirnya untuk mencium pipi tembem sang istri.

“Iya kesayanganku, aku adalah suamimu, tampan bukan suamimu ini?” ucap Liang Chen yang gemas dengan sikap istrinya yang sangat menggemaskannya.

“Aku bukannya punya tunangan ya? Mengapa jadi suami? Guang, kamu membohongiku,” ucap Shenzen dengan muka marahnya yang sangat menggemaskan menatap adiknya dengan tatapan polosnya membuat Liang Chen tersenyum melihat keimutan istri mungilnya.

”Iya dia tunangan Kakak namun dia ngebet pingin nikahi Kakak dengan cepat,” ucap Guang yang menjelaskan mengenai status pria yang menggendong kakaknya kepada kakaknya membuat kakaknya semakin tidak paham.

”Nanti kesayanganku akan tahu jadi nanti panggil aku terserah kesayanganku, aku akan menerima dengan senang hati tetapi di rumah saja panggil aku seperti itu kalau kesayanganku nanti main di markasku panggil suamimu ini Kapten Liang ya,” ucap Liang Chen yang ingin pernikahannya dirahasiakan agar dirinya tidak kecolongan dalam melindungi istri kecilnya dari musuhnya yang ingin membalas dendamnya.

Sementara perkataan Liang Chen membuat Shenzen tidak paham namun berbeda dengan Guang yang memahami dengan pahaman yang berbeda dengan pemikiran Liang Chen.

”Mengapa seperti itu? Memangnya harus memanggil dengan sebutan Kapten Liang?” tanya Shenzen yang menatap wajah tampan suaminya dengan tatapan menggemaskan dengan nada tanya yang polos namun sangat imut membuat suaminya menatap dengan lekat membuat pipi tembam istrinya mengeluarkan rona merah semu akibat ditatap begitu dekat dan lekat oleh suami tampannya.

”Tidak apa-apa, kesayanganku tidak perlu tahu ya, biarkan suami tampanmu ini yang akan mengurusnya, nah sekarang kamu mandi dan bersiap-siap dengan cantik karena sebentar lagi ayah dan ibumu akan datang ke kediaman ini,” ucap Liang Chen menurunkan istrinya sembari mengelus puncak rambut istrinya lalu meninggalkan istrinya yang sudah diturunkan di pintu kamar mandi kamarnya dan langsung melangkah dimana Guang berada dengan tatapan dan nada tajam.

”Apa yang kakak katakan? Mengapa dengan mudahnya Kakak tidak ingin mengakui kakaku di hadapan tentaranya kakak? Apa Kakak hendak berniat menyelingkuhi kakakku?” tanya Guang dengan nada amarah namun ditahannya dengan menahan suaranya agar suaranya tidak naik beberapa oktaf supaya kakaknya tidak tahu jika dia marah.

”Aku tidak pernah berniat menyelingkuhi kakakmu, kakakmu adalah wanita yang paling aku cintai dan akan aku lindungi meski nyawaku adalah taruhannya tetapi aku akan melindungi kakakmu segenap kekuatanku agar kakakmu tidak dalam bahaya jadi serahkan kepadaku mengenai keselamatan kakakmu namun aku tidak melarangmu jika kamu ingin menjaganya tetapi aku mengijinkannya dari jarak jauh,” ucap Liang Chen dengan tegas dan tajam menatap Guang, adik istrinya membuat Guang ingin percaya namun dia ingin bukti yang kuat jika Liang Chen tidak akan pernah menghianati kakaknya.

”Baiklah, aku akan mempercayai kakakku kepadamu namun buatlah aku mempercayaimu jika kau tidak akan pernah menghianati kakakku yang lugu dan polos,” ucap Guang yang meminta bukti jika Liang Chen tidak akan pernah menyelingkuhi kakaknya.

”Aku nanti akan meminta kakakmu untuk mendatangi kontrak mengenai pernikahan agar aku bisa melindungi kakakmu karena kondisi saat ini sangat berbahaya jika orang tahu bahwa kakakmu adalah istriku dan aku tidak mau jika kakakmu dalam bahaya hanya karena dia adalah istriku,” ucap Liang Chen dengan tegas membuat Guang mendengar rencana suami kakaknya.

”Karena itu aku mengizinkanmu ikut dengan kakakmu karena aku ingin meminta bantuanku sebagai informasiku,” ucap Liang Chen dengan tegas membuat Guang mendengarkan dengan seksama agar bisa melindungi kakaknya dan membantu meringankan suami kakaknya membuat mereka berdua hampir tidak menyadari jika Shenzen berteriak dari dalam kamar mandi.

”Suamiku, Guang, kalian ini kemana sih? Shenzen tidak punya baju ganti jadi bawakan aku baju ganti dong,” teriak Shenzen dari dalam kamar mandi setelah membilas tubuhnya sehingga tubuhnya bersih membuat Shenzen akhirnya memutuskan keluar dari kamar mandi dengan membalut tubuh mungilnya yang mengggoda dengan handuk yang berukuran besar yang dia temukan di lemari yang menyimpan peralatan mandi suaminya.

Shenzen yang selesai mandi memutuskan untuk keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju ke tempat yang ada kasurnya yang dimana ada suami dan adiknya yang bercakap-cakap dengan rasa penasaran Shenzen langsung mendekati keduanya dan ketika sudah berada di dekat mereka berdua dengan pertanyaan lugu dan polosnya langsung bertanya.

“Suamiku dan Guang, kalian berdua sepertinya percakapannya serius sekali dan apa yang kalian katakan?” tanya Shenzen dengan tatapan bingung yang polos serta suara yang menggemaskan membuat kedua pria sama-sama menoleh dan bertapa terkejut kedua pria tersebut membuat Liang Chen segera menarik selimutnya dan langsung membungkus tubuh mungil istrinya yang terlihat menggoda dengan selimut dan ditutup secara rapat-rapat.

......................

Waduh tubuh mungil istrinya terekspos nih membuat suaminya panik ya… panik gak masak gak panik?

Sorry ya man-teman kalau digantung sama Author.

Note : Selama novel ini berlangsung Author tetap akan menggunaka bahasa Indonesia setiap percakapan walaupun latar negara sedang berada di negara Taiwan.

Dukung karya Auhtor selalu ya dengan cara rate 5, like, vote, gift, dan comment. Xie xie dan pay pay.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!