BAB 18 DILEMA

Akamaru memperhatikan hakim Kendo bicara dengan pemilik kedai, yang terang - terangan ingin membeli tanah kedai Akira yang habis terbakar karena ulahnya. Kepala polisi Hayate dan Kubo juga menyimak pembicaraan mereka.

Disela - sela membersihkan puing - puing kedai Akira, Akamaru mendatangi pak Hayate dan Akamaru berdiskusi atau olah TKP di kedai Akira

"pak Hayate, apa kita tidak menaruh kecurigaan dengan hakim Kendo?" tanya Akamaru

"benar, saya juga mencurigainya. akan tetapi kita tidak ada bukti yang kuat" jawab Hayate

"adik saya menceritakan semua masalah kedai, walikota Haku yang menyukai pekerja kedai dan hakim Kendo yang memaksa membeli kedai Akira. Tapi ditolak oleh nyonya Nakata Asamiya (pemilik kedai)" ujar Akamaru

"kita lihat saja nanti Akamaru" ucap Hayate

Tak lama datang Sakhi ke kedai dan dia mendatangi pemilik kedai.

"nyonya, saya turut sedih akan musibah ini" ucap sakhi

" terima kasih atas perhatiannya" ucap pemilik kedai

Sakhi melihat Kubo Hayate sedang mengangkat kayu puing - puing kedai Akira, sakhi langsung mendekati Kubo dan sekali lagi dia menggodanya didepan Akane.

"Kubo Hayate, kenapa anda tidak pernah datang ke tempat kerja saya lagi, saya rindu dengan anda!" ucap sakhi sambil memegang tangan kubo

Akane yang kebetulan sedang membuat teh dan kue melihat mereka sedang berduaan, dan Kubo menatap Akane dari kejauhan.

"sudahlah, hentikan semua ini! saya tidak mencintai anda, jangan ganggu hidup saya lagi" tegas Kubo Hayate

"benarkah begitu?!, setelah anda meniduri saya di tempat kerja?" teriak sakhi

Ayah Kubo dan Akamaru juga para pekerja kedai sontak terdiam dan memperhatikan mereka berdua, Kubo yang merasa malu langsung memarahi sakhi

"apa yang anda bicarakan? Anda ingin menjatuhkan saya didepan semua orang?" marah Kubo

"tidak, saya hanya ingin memilikimu saja, itu saja" ucap sakhi

Ayah Kubo yang mendengar perkataan sakhi langsung mendatangi mereka berdua.

"permisi nona, apa benar yang anda katakan tadi?" tanya Hayate ayah Kubo

"benar, Anda siapa?" tanya balik sakhi

"saya ayah Kubo Hayate, jika memang benar saya minta maaf dan saya akan mendidik anak saya dengan baik, juga saya akan menyuruh Kubo untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya dengan anda" tegas Hayate

Sakhi langsung terdiam, karena sakhi baru tahu ayah Kubo kepala polisi kota. Hayate mendekati putranya Kubo dan menampar pipi kanan Kubo.

"apa yang kamu lakukan?! kamu tidak memikirkan Akane dan kehormatan keluarga kita? Tanggung jawab perbuatanmu dengan nona ini" tegas Hayate

"ayah, Kubo tidak melakukan apa - apa" ucap Kubo hayate

"apa benar kamu tidur dengan nona ini?" tanya Kubo

"benar, tapi saya tidak ingat karena sedang mabuk" jawab Kubo

"diamlah! bertanggung jawablah sebagai laki - laki dan menikahlah dengan nona ini!" marah Hayate

Hayate lalu pergi meninggalkan putranya dan sakhi, Hayate mendatangi Akane yang sedang menyeduh teh untuk orang - orang yang membantu membersihkan puing sisa kebakaran.

"Akane, Mohon maafkan anak saya dan maafkan saya karena tidak bisa mendidiknya dengan baik" berlutut kepala polisi Hayate ke Akane

Semua orang memandang pak Hayate, kepala polisi berlutut didepan pelayan kedai pikir mereka.

"Pak Hayate, bangunlah pak! Tolong jangan lakukan ini, saya tidak apa - apa. Bangun pak!" paksa Akane bangunkan pak Hayate

"Akamaru, Akane.. saya mohon maafkan saya dan anak saya, karena saya telah gagal mendidik putra saya dengan baik" ucap Hayate dengan meneteskan air mata

Hayate telah menganggap Akamaru dan Akane adalah keluarga mereka. Hayate merasa bersalah karena kelakuan putranya yang tidak pantas dilakukan oleh wakil kepala polisi, Hayate juga tahu bahwa Kubo berpacaran dengan Akane.

Setelah selesai pekerjaan membersihkan puing - puing sisa bangunan kebakaran, mereka semua pulang kerumah masing - masing dan besok mulai membeli peralatan masak dan makan yang baru. Untuk memulai bisnis mereka kembali.

Hakim Kendo yang sedang dikantornya, sedang berfikir bagaimana untuk membeli tanah kedai akira. Sedangkan pemilik kedai tidak mau menjual tanah itu. Hakim Kendo berfikir untuk menghabisi semua orang kedai seperti walikota Haku lakukan. Tetapi masih ragu.

..........................

Dikantor pusat, Hayate sedang mengadakan rapat darurat. Karena pasukan khusus yang menyamar dan memata - matai perdagangan opium telah satu persatu ditemukan tewas dan ada yang menghilang tanpa jejak.

"ini tidak bisa dibiarkan!" ucap Hayate

"Kita harus segera memberantas pengedaran opium di kyoto"

"kerahkan semua pasukan untuk menangkap dan merazia semua warga yang mencurigakan" perintah Hayate

Beberapa orang sudah dikantongi identitasnya oleh kepolisian, dan kepolisian berniat menyapu bersih warga yang dicurigai. semua polisi turun serentak dari rumah ke rumah dan gang gang sempit juga pelabuhan, perbatasan keluar masuk dijaga ketat oleh polisi.

Sehingga para bandar dan pengedar susah memasarkan barangnya, berita razia dan para pengedar yang ditangkap terdengar oleh ketua Arashi. dia tidak segan - segan mengirim anak buahnya ke Kyoto untuk membunuh Hayate.

"Hayate, mulai membuat masalah dengan saya, saya akan layani apa maunya" ucap ketua Arashi

"jika dia membuat Bisnisku hancur, saya akan menghancurkan kota dan warganya" geram Arashi

"lihat saja nanti Hayate, pasti kita akan bertemu lagi!" marah Arashi

Sisi lain di kota, walikota Haku mendatangi club malam hayaka untuk bertemu sakhi, dia mau mempertanyakan perkembangannya menghancurkan Kubo Hayate dan Akane.

"sakhi, sudah sejauh mana hubunganmu dengan wakil kepala polisi itu?" tanya Haku

"apakah ada kemajuan?" Haku sambil memangku sakhi

"iya tuan, saya berhasil menghancurkan hubungan mereka. Tapi saya kaget, karena Kubo adalah putra kepala polisi Kyoto!" ucap sakhi sambil menggoda dan memeluk walikota Haku

"bagus, memang kamu bisa diandalkan. Tidak peduli anak siapa! Saya akan habisi jika macam - macam dengan saya" sahut walikota Haku

"ini bayaranmu" walikota Haku memberi imbalan atas kerja sakhi

"terima kasih tuan, tapi saya sebenarnya suka dengan Kubo" ucap sakhi

"Hahhahahahahaha..... benarkah?! Bagus, rebut dia dan saya akan ambil kekasihnya" senang Haku mendengar perkataan sakhi

"itu saja tugasmu dari saya, dan khusus malam ini kamu harus menemani saya tidur" ajak Haku

Merekapun berpesta minum - minuman keras bersama untuk merayakan keberhasilan sakhi menghancurkan hubungan kubo dengan Akane.

Malam yang kelam untuk kedai Akira dan Akane, semua seakan berubah dan tidak sama seperti dulu lagi. Hanya kehangatan dari Akamaru kakaknya yang selalu menyambut Akane pulang dan makan bersama.

Kota dilanda gawat darurat opium dan para pejabat korup dan semena - mena dengan masyarakat, Hayate mengemban tugas berat karena masa jabatannya yang penuh akan masalah. Akankah Kepala polisi Hayate sanggup menyelesaikannya?

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!