16 : Paket Hemat Berobat

Lima hari syuting berturut-turut, Ojan dilarikan ke rumah sakit. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, Ojan yang meriang parah dan sampai tidak kuat untuk sekadar bicara, ternyata terkena tipes. Excel, Helios, apalagi Azzam, tidak bisa untuk tidak menertawakan Ojan.

“Orang enggak pernah kerja, dan biasanya jadi beban hidup Sepri, eh mendadak kerja rodi. Ya hasilnya nginep di hotel sambil diinfus!” ucap Azzam dari seberang sana.

Jailnya Helios yang merasa bahagia atas sakitnya Ojan, memang sengaja menghubungi Azzam yang paling jago mengh*ina Ojan.

“Awas kamu ya Jam. Ini yang penting aku bayar. Enggak ngutang apalagi pakai jaminan kuta*ng janda orang,” ucap Ojan benar-benar lirih. Matanya sangat sayu. Karena terbuka dan tertutup kelopak matanya saja, membuatnya tampak makin mengenaskan.

“Ngapain kut*ang janda orang dibawa-bawa buat jaminan bayaran, Jan!” Di seberang sana, Azzam sampai terpingkal-pingkal. Namun, Ojan juga mendadak tertawa gagah sambil refleks duduk ketika di seberang sana, Azzam terjungkal dari kursi pria itu duduk.

Excel dan Helios yang ditugasi menjaga Ojan, langsung syok melihat perubahan emosi drastis dari orang yang sedang mereka jaga.

Karena usia Adam, juga usia Kim yang masih belum diizinkan beraktivitas bebas di rumah sakit termasuk itu menjaga Ojan yang sedang sakit, Chole termasuk Rere, belum bisa turut menjaga Ojan.

“Mas, ngapain?” tanya Excel yang juga jadi menertawakan Azzam.

“Kebanyakan dosa itu kamu. Tahu-tahu aku lagi sakit, ngomong pun sesak napas lemes gini, eh sengaja banget dihina level neraka!” keluh Ojan yang kemudian kembali meringkuk sambil tetap menatap Azzam. Di seberang sana, meski sampai jatuh dari tempat duduk, Azzam tetap saja cekikikan.

“Tapi Jan, itu kamu sudah dapat gaji belum? Kalau belum, kamu mau bayar pakai apa?” tanya Azzam yang sudah kembali duduk.

“Lah, ngapain bingung. Aku kan punya papi mami sultan. Makanya kamu jadi orang yang pinter beripentasi, paksa orang kaya buat angkat kamu jadi anak, biar kamu dapat warisan atau setidaknya pasilitas mewah!” ucap Ojan sekalian menasehati.

“Iya kalau dapat, kalau yang ada kamu dijadikan tumb*al pesugihan, gimana? Diserahin kamu ke j*in atau malah dakj*al sekalian!” balas Azzam.

“Nah itu gunanya jadi orang pinter, Jam. Kalau sampai ketemu yang begitu, ajak temenan. Lagian harusnya bukan aku yang takut, tapi justru mereka yang takut ke aku!” yakin Ojan lagi.

“Si Ojan diam-diam licik banget ya, orangnya!” bisik Helios kepada Excel.

Berbeda dari menjaga orang sakit pada kebanyakan, menjaga Ojan yang sedang sakit malah menjadi ajang lawak bagi Excel maupun Helios yang notabene merupakan mantan mafia.

“Jan, ini Rere WA, katanya lagi ke sini bawa makanan. Sama, ... Adam katanya kangen banget ke kamu,” ucap Excel sambil membaca WA dari Rere, tak lama setelah telepon videonya dengan Azzam, berakhir.

“Bentar deh Mas Excel. Ini ngomong-ngomong biaya rumah sakit, ... aku bisa dirawat di lantai atau kolong tangga saja? Biar biayanya murah. Impusnya dikasih air keran saja, enggak usah diganti-ganti lagi. Sama ... obatnya juga minta dikit-dikit saja. Intinya, aku jangan di ruangan pace ini. Karena seperti kata Jam-Jam, aku kerja rodi sampai nyaris mampus, buat bayar inpus hasilnya hangus. Lah ... aku apalagi anak istriku dapat apa? Sia-sia dong aku kerja diomeli pak Ratadata, eh hasilnya buat nginep di sini?” ucap Ojan lagi. Namun, bukannya menyimak dengan serius, Excel dan Helios malah sibuk menahan tawa. Keduanya sampai lemas dan berakhir jongkok.

“Ini kalian kenapa, sih? Kok malah ngakak sampai nangis gitu?” tanya Ojan terheran-heran. “Aku serius ini loh ... rasa sakitku takut ke duit. Nanti aku mau bilang sudah sembuh, takutnya biayanya mahal. Mau bayar pakai apa? Kut*ang janda tetangga mana laku!” Ojan benar-benar bingung.

Kedatangan seorang suster maupun seorang dokter untuk kontrol rutin, menjadi puncak dari keinginan Ojan yang tidak mau keluar biaya mahal. Ojan mengatakan semua paket hemat versinya dalam menjalani pengobatan, layaknya apa yang sudah sempat ia katakan kepada Excel dan Helios.

“Enggak apa-apalah Sus. Asal biayanya lebih murah, saya dirawat di wece, enggak usah ada tempat tidur enggak apa-apa, yang penting biayanya lebih murah. Sama sekalian, infusnya enggak usah diganti-ganti, diisi ulang saja pakai air dari wece, kan hemat. Ekonomi global sedang semakn pailit, hingga dampaknya bikin hidup ini makin sulit. Bukan hanya ibu-ibu yang menjerit. Karena para bapak juga hampir koid karena tiap saat cari duit!” ucap Ojan.

Helios yang sudah sampai menangis karena kesibukannya menahan tawa, menjadi orang pertama yang keluar meninggalkan Ojan. Kemudian, yang selanjutnya menyusul ialah Excel. Sementara terakhir, yang melakukannya ialah sang dokter. Sebab tak lama setelah kepergian Excel, sang suster juga sampai nangis lemas akibat menertawakan Ojan.

“Loh, ini kok aku malah ditinggal. Terus, kenapa juga mereka malah pada ketawa ngakak sampai nangis gitu. Diminta solusi malah bikin aku bingung sendiri. Ya sudahlah nunggu maiwaifi. Memang cuma maiwaifi yang paling ngerti. Sekelas dokter saja kalah. Memangnya apa salahnya kalau pasien dirawatnya di lantai atau wece saja. Kan biar hemat karena ekonomi global sedang pailit!” gerutu Ojan yang kemudian memutuskan untuk kembali berbaring. Ia melakukannya dengan hati-hati, mengingat tifus yang ia alami, membuat tubuhnya terasa sangat lemas. Ojan merasa tubuhnya tak memiliki tulang.

“Tapi kayaknya kalau aku dipeluk maiwaifi, aku langsung gagah dan perkasa lagi. Duh Adam, daddy juga kangen berat ke kamu. Lebih berat dari berat badannya mbak Septi, pas mbak Septi hampir operbody,” gerutu Ojan benar-benar lemas.

Sekitar satu jam kemudian, Ojan terbangun karena sentuhan dari bahan lembut agak basah yang terasa hangat. Ternyata, itu Rere yang tengah menyeka tubuh Ojan.

“Maiwaifi ... kamu sudah bikin bidadari iri hati. Karena kamu selalu cantik fisik maupun hati. Istri istimewa, calon penghuni Surga yang selalu memuliakan suaminya. Saranghiyu pokoknya!” ucap Ojan masih lemas, tapi ia sengaja memuji sang istri.

Ketulusan sekaligus kesabaran Rere, seolah menjadi cahaya sekaligus penerang tersendiri untuk kehidupan seorang Ojan. Kadang, yang awalnya sangat berat, menjadi agak ringan, jika Ojan melakukannya dengan Rere dan segala dukungan wanita itu.

“Habis ini makan yang banyak yah, Dad. Biar cepat sembuh,” lembut Rere sambil menuntun Ojan untuk duduk. Ia menyeka punggung Ojan, sementara Adam yang duduk di sebelah kaki Ojan, juga tak mau kalah merawat sang daddy.

“Daddy cepat sembuh, ya!” ucap Adam di tengah kesibukan kedua tangannya memijit-mijit kaki sang daddy.

“Masya Allah. Sesempurna ini keluarga kecil kami. Daddy janji akan cepat sembuh, biar kita bisa sama-sama lagi. Biar Daddy bisa kerja lagi!” ucap Ojan merasa sangat bersyukur memiliki Rere dan Adam. Meski ketika ia mengutarakan paket hemat biaya berobat di sana kepada Rere, istrinya itu juga langsung tertawa lemas.

Terpopuler

Comments

Naji Ihsan Ahmad

Naji Ihsan Ahmad

sumpah deh kak di episode ini AQ ngakak abis sampai terkencing 2 dan sakit perut untungnya sempet ke wc ada2 aja tingkah Paojan dan idenya lemes huhh fresh banget pokoknya lelah hilang hati riang makasih yang banyak KK banget semoga tambah eksis dan seru terus Thor cerita nya

2025-01-19

0

Lina Suwanti

Lina Suwanti

baca bab ini bikin pegel mulut,, ketawa mulu

2025-01-20

0

Isma Isma

Isma Isma

aslii sakit perut ketawa gara gara ojjan😄😄

2025-01-05

0

lihat semua
Episodes
1 1 : Ancaman, Kecelakaan, Dan Juga Nazar
2 2 : Benar-Benar Langsung Menikah
3 3 : Ojan, Pria yang Berbeda
4 4 : Rere yang Mengapresiasi Usaha Ojan
5 5 : Ngemal
6 6 : Merasa Sangat Bahagia
7 7 : Keramas
8 8 : Romantisnya Ojan dan Rere
9 9 : Penghasilan Pertama
10 10 : Besta*i
11 11 : Rencana Resepsi Dan Hajatan Sunat
12 12 : Saranghiyu~
13 13 : Kedatangan Keluarga Cikho
14 14 : Misteri Kecelakaan Rere Dan Adam
15 15 : Syuting Hari Pertama
16 16 : Paket Hemat Berobat
17 17 : Mendapatkan Banyak Cinta
18 18 : Makin Cinta Ke Suami
19 19 : Debut Ojan Menjadi Influencer
20 20 : Memulai Bisnis
21 21 : Narik
22 22 : Akhirnya Pulang Kampung!
23 23 : Dampak Viral Dan Kesuksesan Ojan
24 24 : Bunga Ibu Septi
25 25 : Beberapa Kebiasaan Ojan yang Mulai Rere Ketahui
26 26 : Ter—Ojan-Ojan
27 27 : Bunga Pengganti
28 28 : Ngevlog
29 29 : Hamil Dan Melahirkan
30 30 : Mengenai Anak
31 31 : Muyen Dan Bapak Rumah Tangga yang Baik
32 32 : Di Antara Kolam Lele dan Pohon Kelapa Hijau
33 33 : Secuil Masa Lalu Ojan
34 34 : Suami Kumis Lele dan Daun Kelor
35 35 : Kemajuan yang Positif
36 36 : Mendadak Nyekar
37 37 : Masa Lalu
38 38 : Belajar Dari Kisah Mereka
39 39 : Spesial
40 40 : Kejutan Manis Untuk Ojan
41 41 : Rasa yang Pernah Ada
42 42 : Perpisahan, dan Kabar Film
43 43 : Keluarga Kecil Kami
44 44 : Penayangan Film
45 45 : Adam VS Chiko
46 46 : Menyiapkan Masa Depan Mapan
47 47 : Penyesalan Dan Rencana Cikho
48 48 : Pria Gundul yang Terus Mengikuti
49 49 : Kesedihan Rere
50 50 : Ceraikan Ojan!
51 51 : DASAR PEMB-U-NUH!
52 52 : Pasca Kecelakaan Ojan
53 53 : Siapa Dalangnya?
54 54 : Gagal Hemat
55 55 : Rere Jatuh Sakit
56 56 : Donor Ginjal
57 57 : Terpaksa Berbohong
58 58 : Kunjungan Orang Tua Angkat Ojan
59 59 : Setia Dan Tanggung Jawab
60 60 : Nyaman, Bucin, dan Ala—y
61 61 : Saking Bingungnya
62 62 : Kosa Kata Ajaib Ojan
63 63 : Pol In Lop
64 64 : Waktu yang Berputar Sangat Cepat
65 65 : Lika-Liku Anak Pertama
66 66 : Kontraksi
67 67 : Pernikahan Manis
68 Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
69 Novel : Mendadak Menikahi Mantan
70 Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
71 Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
72 Novelnya Rain : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Sampa-h
73 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
74 Novel Kakeknya Ojan
75 Novel Cucunya Ojan : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
76 Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
77 Novel : Giliran Kamu yang Kejar Aku (Tuan Mafia Dan Wanitanya)
78 Novel Anaknya Azzam : Kau Selingkuh Dengan Istriku, Kuratukan Istrimu
79 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 79 Episodes

1
1 : Ancaman, Kecelakaan, Dan Juga Nazar
2
2 : Benar-Benar Langsung Menikah
3
3 : Ojan, Pria yang Berbeda
4
4 : Rere yang Mengapresiasi Usaha Ojan
5
5 : Ngemal
6
6 : Merasa Sangat Bahagia
7
7 : Keramas
8
8 : Romantisnya Ojan dan Rere
9
9 : Penghasilan Pertama
10
10 : Besta*i
11
11 : Rencana Resepsi Dan Hajatan Sunat
12
12 : Saranghiyu~
13
13 : Kedatangan Keluarga Cikho
14
14 : Misteri Kecelakaan Rere Dan Adam
15
15 : Syuting Hari Pertama
16
16 : Paket Hemat Berobat
17
17 : Mendapatkan Banyak Cinta
18
18 : Makin Cinta Ke Suami
19
19 : Debut Ojan Menjadi Influencer
20
20 : Memulai Bisnis
21
21 : Narik
22
22 : Akhirnya Pulang Kampung!
23
23 : Dampak Viral Dan Kesuksesan Ojan
24
24 : Bunga Ibu Septi
25
25 : Beberapa Kebiasaan Ojan yang Mulai Rere Ketahui
26
26 : Ter—Ojan-Ojan
27
27 : Bunga Pengganti
28
28 : Ngevlog
29
29 : Hamil Dan Melahirkan
30
30 : Mengenai Anak
31
31 : Muyen Dan Bapak Rumah Tangga yang Baik
32
32 : Di Antara Kolam Lele dan Pohon Kelapa Hijau
33
33 : Secuil Masa Lalu Ojan
34
34 : Suami Kumis Lele dan Daun Kelor
35
35 : Kemajuan yang Positif
36
36 : Mendadak Nyekar
37
37 : Masa Lalu
38
38 : Belajar Dari Kisah Mereka
39
39 : Spesial
40
40 : Kejutan Manis Untuk Ojan
41
41 : Rasa yang Pernah Ada
42
42 : Perpisahan, dan Kabar Film
43
43 : Keluarga Kecil Kami
44
44 : Penayangan Film
45
45 : Adam VS Chiko
46
46 : Menyiapkan Masa Depan Mapan
47
47 : Penyesalan Dan Rencana Cikho
48
48 : Pria Gundul yang Terus Mengikuti
49
49 : Kesedihan Rere
50
50 : Ceraikan Ojan!
51
51 : DASAR PEMB-U-NUH!
52
52 : Pasca Kecelakaan Ojan
53
53 : Siapa Dalangnya?
54
54 : Gagal Hemat
55
55 : Rere Jatuh Sakit
56
56 : Donor Ginjal
57
57 : Terpaksa Berbohong
58
58 : Kunjungan Orang Tua Angkat Ojan
59
59 : Setia Dan Tanggung Jawab
60
60 : Nyaman, Bucin, dan Ala—y
61
61 : Saking Bingungnya
62
62 : Kosa Kata Ajaib Ojan
63
63 : Pol In Lop
64
64 : Waktu yang Berputar Sangat Cepat
65
65 : Lika-Liku Anak Pertama
66
66 : Kontraksi
67
67 : Pernikahan Manis
68
Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
69
Novel : Mendadak Menikahi Mantan
70
Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
71
Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
72
Novelnya Rain : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Sampa-h
73
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
74
Novel Kakeknya Ojan
75
Novel Cucunya Ojan : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
76
Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
77
Novel : Giliran Kamu yang Kejar Aku (Tuan Mafia Dan Wanitanya)
78
Novel Anaknya Azzam : Kau Selingkuh Dengan Istriku, Kuratukan Istrimu
79
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!