9 : Penghasilan Pertama

Sejauh ini bersama keluarga barunya di Jakarta, Ojan mendadak merasa ada yang kurang dalam diri bahkan hidupnya. Membuat rasa semangat sekaligus kebahagiaannya, menjadi berkurang.

“Aku kenapa, ya? Kok jadi linglung lemes gini,” pikir Ojan yang sudah langsung dikejutkan oleh seruan dari Adam.

“Daddy, sini ... Daddy sudah lihat pembuatan tahu belum?” seru Adam lagi dan kali ini sambil menghampiri Ojan. Adam sudah langsung menggandeng Ojan, menuntunnya ke ruangan sebelah hingga sang daddy juga menyaksikan pembuatan berbagai jenis tahu dan baginya sangat keren.

“Lihat itu, Daddy. Keren banget, kan? Dari semuanya, aku paling suka yang tofu!” ucap Adam yang kemudian bertanya, “Kalau Daddy, suka yang apa?”

Bertepatan dengan itu, Rere yang tampak mencari-cari, datang dan langsung tersenyum menyaksikan kebersamaan sekaligus interaksi antara Adam dan Ojan.

“Yang paling Daddy suka ya mommy Adam. Dan bahasa Inggrisnya itu, Maiwaifi!” yakin Ojan belum tahu jika sang istri sedang di sana.

“Itu, si Daddy lagi bahas apa? Kok kasih jawabannya gitu? Manis bener,” batin Rere yang kemudian memutuskan untuk menyapa. Ojan yang awalnya tersenyum yakin kepada Adam setelah memberikan jawabannya, langsung syok ketakutan.

“Daddy kenapa?” tanya Rere tetap tidak bisa membuat Ojan lebih baik. Namun, Adam yang mulai paham kondisi malah tertawa.

Adam sengaja meraih sebelah tangan Rere kemudian menggandengkannya dengan tangan Ojan yang sudah lebih dulu ia gandeng. Selanjutnya, yang bocah itu lakukan setelah sukses membuat kedua orang tuanya tersipu akibat ulahnya, ialah mendorong pelan punggung keduanya. Adam menjadi makcomblang kedua orang tuanya, agar keduanya makin saling sayang.

“Mommy sayang ke Daddy, kan? Terus, Daddy juga sayang ke Mommy kan?” ucap Adam yang begitu ceria.

Setelah keliling pabrik termasuk itu meninjau pembuatan keripik tempe dan keripik tahu, Rere membawa keluarga kecilnya ke kebun kedelai di belakang pabrik. Cuaca yang sedang agak mendung dengan semilir angin yang berembus agak kencang, membuat keadaan di sana benar-benar asri. Mirip suasana sawah jika Ojan sedang ikut Sepri dan tentu saja bukannya membantu, tapi justru rusuh.

“Jadi kangen suasana kampung. Kangen Sepri, Binar, Ojin, Hyojin ... Eyang Fatimah. Mbak Septi, Mas Andri. Jam-Jam yang sok ganteng meski memang ganteng, tapi juga berisik,” ucap Ojan lirih kelepasan kesedihannya.

Rere yang awalnya sedang mengelus kepala Adam penuh sayang, tak sengaja mendengarnya. Rere bisa merasakan kerinduan mendalam Ojan, kepada kampung halaman sekaligus orang terdekatnya. Terlebih sejauh ini, tampaknya Ojan belum pernah benar-benar jauh dari semua yang ditinggalkan dalam jangka waktu lama.

“Mas kangen kampung sama orang-orang di sana?” tanya Rere.

Ojan yang sangat sulit bohong sudah langsung mengangguk sambil mengelus tengkuknya. Keadaan tersebut merupakan tindakan refleksnya ketika ia sedang merasa berat karena kesedihan mendalamnya. Kesedihan mendalam yang ia rasa akibat kerinduannya kepada kampung halaman dan juga orang-orang terdekatnya yang ada di sana.

Rere berangsur menggunakan kedua tangannya untuk merangkul lengan suaminya, kemudian memijatnya. “Tunggu bentar lagi, yah, Mas. Masih ada beberapa pekerjaan yang harus aku bereskan dulu. Namun nanti pasti ada waktu, buat kita berkunjung sekaligus tinggal cukup lama di kampung.” Rere meyakinkan dan detik itu juga, sang suami sudah kembali tersenyum girang.

“Tapi enggak usah buru-buru juga enggak apa-apa, Mommy. Apalagi kan, Mommy saja belum sehat banget!” yakin Ojan yang sudah langsung mengkhawatirkan Rere setelah ia kembali ingat bahwa keadaan sang istri belum baik-baik saja.

Selain masih meminum obat, Rere yang tangan dan kaki kirinya masih kerap kebas, juga masih harus kontrol rutin. Rere menjalani terapi khusus untuk mengobati tangan dan kaki kirinya. Hingga Ojan makin yakin, memang sedang banyak pekerjaan besar sekaligus penting yang harus istrinya selesaikan. Malahan kini, Ojan sudah kembali memasuki dapur produksi keripik dan letaknya ada di bagian ruang paling belakang di pabrik.

“Ah ... seenak ini, serenyah ini, senagih ini. Kriuk-kriuk, laek it!” ucap Ojan sudah langsung bergaya mempraktikkan gaya promosi layaknya model andal.

Rere sudah langsung sibuk menahan tawanya. Apalagi ketika Ojan praktik foto untuk ditaruh di bungkus atau label bungkus kripiknya. Bukannya bergaya ganteng, Ojan malah sengaja memamerkan giginya yang agak tonggos.

“Itu iklan biar banyak yang beli, atau malah nakut-nakutin, Dad?” ucap Rere di sela tawanya sambil membekap mulutnya menggunakan kedua tangan guna meredam tawanya.

Omong-omong tentang syuting dan jadi artis, Ojan yang sengaja membawa Adam main ke depan pabrik yang lokasinya cukup dengan puncak, malah tak sengaja melihat kehebohan syuting di jalan depan pabrik.

“Dam, Dam, itu ada soting, Dam. Daddy ikut nyempil apa yah, Dam? Lumayan meski cuma divideo kaki, atau suaranya suruh ketawa mirip hantu yang sedang radang!” sergah Ojan berbisik-bisik kepada sang putra.

Namun, Adam yang tidak paham dengan maksud daddynya, hanya melongo sekaligus menatap Ojan penuh terka. Meski pada akhirnya, Adam mau-mau saja digendong Ojan untuk ikut nyempil ke acara syuting.

“Wah ... soting sampo ketombe, Dam!” lirih Ojan melongok persis di sebelah kamera. Padahal, syuting masih berlangsung yang mana ia sengaja nyengir, hingga giginya yang putih berkilau sukses membuat sutradara yang awalnya akan mengomel, jadi terpesona.

Gokilnya, sekitar dua puluh menit kemudian, Ojan disuruh kembali nyengir di depan kamera yang fokus mengarah kepadanya, dan posisi kembali menyamping.

“Wahhhh!” batin kameramen maupun sang sutradara langsung suka dengan gaya Ojan yang pinter gaya.

“Cut! Nanti tinggal diganti wajah sama tubuhnya pakai si Jefri!” ucap sang sutradara yang mengacungkan kedua jempol tangannya kepada Ojan.

Detik itu juga Ojan kegirangan, meski beberapa kemudian, setelah iklannya kembali disempurnakan oleh model utama, ia hanya bisa memasang wajah pasrah.

“Ini buat kamu. Bayaran syuting tadi. Sudah sana pergi,” ucap seorang kru yang memberikan selembar uang lima ribu lusuh kepada Ojan.

Uang lima puluh ribu juga yang membuat Ojan seolah mendapat rezeki nomplok. Ojan menerimanya dengan perasaan tak percaya. Kemudian, ia juga memamerkannya kepada Adam yang tetap ia pangku, meski kini ia tengah duduk sila di pinggir jalan aspal yang agak basah. Dan beberapa menit kemudian, kenyataan Ojan yang lari kegirangan sambil menggendong Adam, malah mengusik konsentrasi sang sutradara.

“Tuh orang ... kok jadi pengin bikin film tentang bapak berkeb*utuhan khusus yang ditinggal istrinya dan harus mengurus anaknya, persis gambaran dia dan anaknya, ya? Andai sudah ada ide, wajib dia juga sih yang jadi pemeran utamanya,” pikirnya mendadak menemukan inspirasi brilian.

Di lain sisi, Ojan yang memang sangat berisik dan sampai menularkannya kepada Adam, membawa sang putra ke alfa terdekat. Ojan yang tak memegang uang selain uang lima puluh ribu yang baru ia terima sebagai bayaran syutingnya, membeli dua es krim contong pilihan Adam. Adam memilihnya dengan sangat antusias di tengah kenyataan bocah itu yang terus saja kegirangan.

“Ini buat Adam, satu lagi buat Mommy! Ayo kita ke Mommy!”

“Makasih banyak Daddy!” girang Adam yang kembali bersemangat karena Ojan menggendongnya sampai berlari.

Berbeda dengan Adam yang kegirangan, apa yang Ojan dapatkan untuk hari ini justru membuat air mata Rere tak hentinya berlinang. Terlebih setelah Ojan menceritakan semuanya, juga nota maupun kembalian dari uang selaku penghasilan pertama Ojan, yang Ojan berikan semuanya kepadanya.

“Suamiku ... ya Allah ... Masya Allah, aku seberuntung ini punya suami yang beneran pengin kerja agar dia bisa kasih nafkah terbaik buat keluarga kecilnya!” batin Rere sampai tersedu-sedu hingga Ojan termasuk Adam yang awalnya asyik menikmati es krim contongnya, jadi bingung sendiri.

Terpopuler

Comments

Nendah Wenda

Nendah Wenda

Ojan waras juga dari sikap nyelenehnya

2024-12-17

0

Ida Ulfiana

Ida Ulfiana

ternyata d samping sifat ojan yg agak gesrek dia sangat bertanggung jawab salut bngt

2024-05-21

0

guntur 1609

guntur 1609

salut aku sm ojan

2024-01-08

2

lihat semua
Episodes
1 1 : Ancaman, Kecelakaan, Dan Juga Nazar
2 2 : Benar-Benar Langsung Menikah
3 3 : Ojan, Pria yang Berbeda
4 4 : Rere yang Mengapresiasi Usaha Ojan
5 5 : Ngemal
6 6 : Merasa Sangat Bahagia
7 7 : Keramas
8 8 : Romantisnya Ojan dan Rere
9 9 : Penghasilan Pertama
10 10 : Besta*i
11 11 : Rencana Resepsi Dan Hajatan Sunat
12 12 : Saranghiyu~
13 13 : Kedatangan Keluarga Cikho
14 14 : Misteri Kecelakaan Rere Dan Adam
15 15 : Syuting Hari Pertama
16 16 : Paket Hemat Berobat
17 17 : Mendapatkan Banyak Cinta
18 18 : Makin Cinta Ke Suami
19 19 : Debut Ojan Menjadi Influencer
20 20 : Memulai Bisnis
21 21 : Narik
22 22 : Akhirnya Pulang Kampung!
23 23 : Dampak Viral Dan Kesuksesan Ojan
24 24 : Bunga Ibu Septi
25 25 : Beberapa Kebiasaan Ojan yang Mulai Rere Ketahui
26 26 : Ter—Ojan-Ojan
27 27 : Bunga Pengganti
28 28 : Ngevlog
29 29 : Hamil Dan Melahirkan
30 30 : Mengenai Anak
31 31 : Muyen Dan Bapak Rumah Tangga yang Baik
32 32 : Di Antara Kolam Lele dan Pohon Kelapa Hijau
33 33 : Secuil Masa Lalu Ojan
34 34 : Suami Kumis Lele dan Daun Kelor
35 35 : Kemajuan yang Positif
36 36 : Mendadak Nyekar
37 37 : Masa Lalu
38 38 : Belajar Dari Kisah Mereka
39 39 : Spesial
40 40 : Kejutan Manis Untuk Ojan
41 41 : Rasa yang Pernah Ada
42 42 : Perpisahan, dan Kabar Film
43 43 : Keluarga Kecil Kami
44 44 : Penayangan Film
45 45 : Adam VS Chiko
46 46 : Menyiapkan Masa Depan Mapan
47 47 : Penyesalan Dan Rencana Cikho
48 48 : Pria Gundul yang Terus Mengikuti
49 49 : Kesedihan Rere
50 50 : Ceraikan Ojan!
51 51 : DASAR PEMB-U-NUH!
52 52 : Pasca Kecelakaan Ojan
53 53 : Siapa Dalangnya?
54 54 : Gagal Hemat
55 55 : Rere Jatuh Sakit
56 56 : Donor Ginjal
57 57 : Terpaksa Berbohong
58 58 : Kunjungan Orang Tua Angkat Ojan
59 59 : Setia Dan Tanggung Jawab
60 60 : Nyaman, Bucin, dan Ala—y
61 61 : Saking Bingungnya
62 62 : Kosa Kata Ajaib Ojan
63 63 : Pol In Lop
64 64 : Waktu yang Berputar Sangat Cepat
65 65 : Lika-Liku Anak Pertama
66 66 : Kontraksi
67 67 : Pernikahan Manis
68 Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
69 Novel : Mendadak Menikahi Mantan
70 Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
71 Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
72 Novelnya Rain : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Sampa-h
73 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
74 Novel Kakeknya Ojan
75 Novel Cucunya Ojan : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
76 Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
77 Novel : Giliran Kamu yang Kejar Aku (Tuan Mafia Dan Wanitanya)
78 Novel Anaknya Azzam : Kau Selingkuh Dengan Istriku, Kuratukan Istrimu
79 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 79 Episodes

1
1 : Ancaman, Kecelakaan, Dan Juga Nazar
2
2 : Benar-Benar Langsung Menikah
3
3 : Ojan, Pria yang Berbeda
4
4 : Rere yang Mengapresiasi Usaha Ojan
5
5 : Ngemal
6
6 : Merasa Sangat Bahagia
7
7 : Keramas
8
8 : Romantisnya Ojan dan Rere
9
9 : Penghasilan Pertama
10
10 : Besta*i
11
11 : Rencana Resepsi Dan Hajatan Sunat
12
12 : Saranghiyu~
13
13 : Kedatangan Keluarga Cikho
14
14 : Misteri Kecelakaan Rere Dan Adam
15
15 : Syuting Hari Pertama
16
16 : Paket Hemat Berobat
17
17 : Mendapatkan Banyak Cinta
18
18 : Makin Cinta Ke Suami
19
19 : Debut Ojan Menjadi Influencer
20
20 : Memulai Bisnis
21
21 : Narik
22
22 : Akhirnya Pulang Kampung!
23
23 : Dampak Viral Dan Kesuksesan Ojan
24
24 : Bunga Ibu Septi
25
25 : Beberapa Kebiasaan Ojan yang Mulai Rere Ketahui
26
26 : Ter—Ojan-Ojan
27
27 : Bunga Pengganti
28
28 : Ngevlog
29
29 : Hamil Dan Melahirkan
30
30 : Mengenai Anak
31
31 : Muyen Dan Bapak Rumah Tangga yang Baik
32
32 : Di Antara Kolam Lele dan Pohon Kelapa Hijau
33
33 : Secuil Masa Lalu Ojan
34
34 : Suami Kumis Lele dan Daun Kelor
35
35 : Kemajuan yang Positif
36
36 : Mendadak Nyekar
37
37 : Masa Lalu
38
38 : Belajar Dari Kisah Mereka
39
39 : Spesial
40
40 : Kejutan Manis Untuk Ojan
41
41 : Rasa yang Pernah Ada
42
42 : Perpisahan, dan Kabar Film
43
43 : Keluarga Kecil Kami
44
44 : Penayangan Film
45
45 : Adam VS Chiko
46
46 : Menyiapkan Masa Depan Mapan
47
47 : Penyesalan Dan Rencana Cikho
48
48 : Pria Gundul yang Terus Mengikuti
49
49 : Kesedihan Rere
50
50 : Ceraikan Ojan!
51
51 : DASAR PEMB-U-NUH!
52
52 : Pasca Kecelakaan Ojan
53
53 : Siapa Dalangnya?
54
54 : Gagal Hemat
55
55 : Rere Jatuh Sakit
56
56 : Donor Ginjal
57
57 : Terpaksa Berbohong
58
58 : Kunjungan Orang Tua Angkat Ojan
59
59 : Setia Dan Tanggung Jawab
60
60 : Nyaman, Bucin, dan Ala—y
61
61 : Saking Bingungnya
62
62 : Kosa Kata Ajaib Ojan
63
63 : Pol In Lop
64
64 : Waktu yang Berputar Sangat Cepat
65
65 : Lika-Liku Anak Pertama
66
66 : Kontraksi
67
67 : Pernikahan Manis
68
Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
69
Novel : Mendadak Menikahi Mantan
70
Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
71
Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
72
Novelnya Rain : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Sampa-h
73
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
74
Novel Kakeknya Ojan
75
Novel Cucunya Ojan : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
76
Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
77
Novel : Giliran Kamu yang Kejar Aku (Tuan Mafia Dan Wanitanya)
78
Novel Anaknya Azzam : Kau Selingkuh Dengan Istriku, Kuratukan Istrimu
79
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!