15 : Syuting Hari Pertama

Syuting hari pertama, Ojan begitu sering melakukan kesalahan lantaran Ojan tak kunjung hapal dialognya.

“Cut, cut ... cut! Istirahat dulu ... istirahat dulu!” sergah sang sutradara yang jadi makin emosional. Ia langsung menghampiri Ojan. Beruntung, suasana sekitar puncak tempat mereka menggelar syuting, adem. Tak terbayang andai mereka menggelar syuting di gurun dan dari tadi—hampir satu jam lamanya, tak ada satu pun dialog yang Ojan hapal.

Dari semuanya, hanya dialog yang tidak bisa Ojan lakukan. Rere sampai tidak tega melihat suaminya dimarahi habis-habisan. Andai belum terikat kontrak, sudah Rere bawa pulang sang suami, kemudian ia beri pekerjaan yang mudah Ojan kerjakan layaknya biasa.

“Kalau sekali lagi kamu tetap tidak bisa, lebih baik kamu pulang!” omel pak Salim yang sampai berteriak-teriak tepat di depan wajah Ojan.

Ojan tak hanya menunduk sedih karena ia juga sampai menangis. Terlebih sejauh ini, tidak ada yang berani membentaknya bahkan itu ibu Septi yang memang bar-bar. Namun kini, di hadapan banyak orang bahkan anak dan istrinya, Ojan dibentak sekaligus dimak*i. Karena pekerjaan, demi sebuah bayaran sekaligus tanggung jawab, Ojan jadi belajar hal baru.

“Pantas Sepri selalu bilang agar aku lebih menghargai uang. Pantas Sepri selalu minta aku buat belajar. Pantas Sepri selalu perhitungan jika sudah berkaitan dengan uang. Ternyata memang enggak segampang yang aku pikirkan. Nyari uang memang sesulit ini. Apalagi disaksikan di depan anak dan istri. Maiwaifi sampai nangis, dan Adam pun jadi ikut sedih begitu,” batin Ojan sambil menghampiri anak dan istrinya yang memang masih sangat setia menemani sekaligus menyemangatinya. “Aku beneran harus bisa. Aku enggak boleh gagal biar anak dan istriku bisa makan. Biar aku bisa ajak mereka jalan-jalan. Apalagi kalau sudah jadi artis besar, pengin apa-apa pasti lebih mudah. Aku bahkan bisa hidup lebih enak melebihi Sepri dan yang lainnya,” batin Ojan menyemangati dirinya sendiri.

“Daddy minum air putih dulu. Daddy harus tetap semangat apalagi biar bagaimanapun, film ini akan jadi penentu kesuksesan Daddy! Ini kan, yang Daddy mau? Ya sudah sekarang Daddy minum, gini aku ajari dialognya ya. Santai saja yah, Dad. Kayak, ... kalau lagi ngobrol sama mas Azzam atau mas Sepri. Ini Daddy wajib ceria tapi bikin yang lihat, sedih banget!” Rere begitu sibuk menyiapkan apa yang harus suaminya jalani. Dari membuat Ojan memegang sebotol air minum bekal milik mereka kemudian meminumnya melalui sedotan stainles, selain ia yang mengarahkan cara sekaligus gaya yang harus Ojan lakukan.

“Ingat, dibawa santai saja. Soalnya konsep dialognya ini beneran mirip dialog sehari-hari Daddy!” yakin Rere lagi.

“Daddy, semangat Daddy. I love you. Saranghiyu!” ucap Adam tak mau ketinggalan kemudian memeluk Ojan. Ia yang awalnya mendekap tubuh Ojan, berangsur diemban oleh daddynya itu.

Pak Salim yang tak sengaja memergoki perhatian Rere dan Adam kepada Ojan, sampai jadi merasa bersalah sekaligus kasihan kepada Ojan. Pada kenyataannya, Ojan dan peran utama di film yang mereka garap memang sangat mirip.

Syuting hari pertama benar-benar penuh drama. Terlebih ketika Ojan sudah mulai hapal dialog, hujan deras beserta angin kencang mendadak mengacaukan jalannya syuting. Kendati demikian, pak Salim tetap meminta Ojan untuk bertahan, menjalani syuting layaknya ketika semuanya baik-baik saja.

“Biar lebih drama, Jan. Biar sedihnya lebih dapat!” teriak pak Salim sudah memakai payung. Ia memayungi dirinya sendiri meski sebelumnya, ia sempat dipayungi. Ia melakukannya agar bisa melangkah lebih leluasa, termasuk itu agar ia bisa berkomunikasi dengan Ojan lebih leluasa. Terlebih setelah ia amati, pada dasarnya Ojan memang berbeda dari orang normal pada kebanyakan. Kemampuan berpikir Ojan sangat pay*ah apalagi untuk urusan mengingat sekaligus berucap.

Di beberapa kesempatan, pak Salim sengaja membiarkan Ojan berdialog dengan versi Ojan, dan baginya emosinya jadi jauh lebih dapat.

“Ibu Paojan, tolong bisa perbaiki dialognya biar seperti dialog sehari-hari suami Ibu?” ucap pak Salim sampai meminta bantuan Rere.

Suasana sudah malam, tapi syuting terus lanjut. Ojan juga baru diperbolehkan ganti baju meski dari tadi pria itu sudah kuyup. Bukan pakaian bagus yang Ojan pakai karena sesuai perannya, Ojan tetap harus memakai pakaian kucel. Wajah Ojan yang sudah agak bersih terawat berkat rere saja sampai dirias menjadi makin buri*k.

Ojan mengawasi sekitar, mencari sang anak yang ternyata sudah tidur meringkuk di tempat duduk tengah mobil Rere. Rasa sayang sekaligus perhatiannya, membuatnya ingin memastikan keadaan sang putra secara langsung. Terlebih di sana terbilang banyak nyamuk sekaligus sangat dingin.

“Maiwaifi, besok kalian enggak usah ikut syuting ya. Dingin banyak nyamuk begini. Tuh lah, pipimu juga digig*it nyamuk!” Keluh Ojan yang baru saja menghampiri Rere.

“Enggak apa-apa, Pah. Enggak apa-apa. Yang penting Papah semangat syutingnya, hapalin dialog ini, terus ikuti arahan kru termasuk arahan aku, ya!” semangat Rere yang mencintai Ojan tanpa jeda. Demi masa depan keluarga kecil mereka, Rere sungguh akan menemani sang suami berjuang dari nol.

Setelah menyimak dan mengangguk-angguk sanggup, Ojan mendadak merasa tidak nyaman. Rasa tidak nyaman yang tidak bisa ia sembunyikan apalagi dari ekspresinya.

“Kenapa, Dad?” tanya Rere lantaran sang suami mendadak gelisah.

“Ini ada yang mau keluar, Maiwaifi. Tapi takut bikin yang lain pingsan. Mana tuh kru lagi pada makan. Eh—” Ojan yang kentut dan sampai dihiasi suara mirip gemuruh, yang di sebelah bahkan seberang, dan itu kru syuting, langsung kebingungan. Tak semata mereka yang mencari-cari sumber suara, tetapi juga aroma kentut Ojan yang luar biasa mirip wabah.

Rere yang juga ikut kebauan, sengaja pura-pura agar tidak membuat yang lain mencurigai suaminya, dan itu ia yakini bisa membuat sang suami kembali diomeli. Karenanya, ia malah sengaja tertawa hingga sang suami yang memasang wajah tak berdosa kebingungan harus bagaimana, ikut tertawa.

“Itu tadi apa, ya? Kok jadi mendadak bau ****** begini? Mau curiga itu kentut, tapi kayaknya bukan deh. Soalnya bau begini. Apa jangan-jangan, ada kucing koreng*en nyempil sambil ngeraung-raung mirip bunyi kentut?” ucap pak Saling sampai mencari-cari sumber suara maupun baunya. Terlebih, beberapa dari mereka yang awalnya tengah ngopi sekaligus menikmati mi seduh, jadi muntah-muntah.

“Maifaifi, kerokin punggung bentar yuk, kayaknya aku masuk angin.” Ojan sengaja membawa Rere masuk ke mobil untuk kerokan. Ia juga berbisik-bisik, jika masuk angin dan perut sampai kembung efek hujan-hujanan sekaligus kedinginan, kentutnya akan makin bersuara, sementara aromanya membahana.

“Ojan? Dia yang kentut?” pikir pak Salim curiga tapi tidak berani mengungkapkannya. Apalagi jika memang Ojan, harusnya Rere juga kebauan. Namun di dalam mobil sana, Rere malah ngakak bersama Ojan.

Terpopuler

Comments

Nendah Wenda

Nendah Wenda

kentut mu ajaib Ojan 😁🤣🤣🤣

2024-12-18

0

Salwa Antya

Salwa Antya

ojan ojan bikin orang sekampung pingsan 🤣🤣🤣

2024-05-02

1

Firli Putrawan

Firli Putrawan

🤣🤣🤣senjata ojan udah keluar bikin muntah muntah

2023-09-30

4

lihat semua
Episodes
1 1 : Ancaman, Kecelakaan, Dan Juga Nazar
2 2 : Benar-Benar Langsung Menikah
3 3 : Ojan, Pria yang Berbeda
4 4 : Rere yang Mengapresiasi Usaha Ojan
5 5 : Ngemal
6 6 : Merasa Sangat Bahagia
7 7 : Keramas
8 8 : Romantisnya Ojan dan Rere
9 9 : Penghasilan Pertama
10 10 : Besta*i
11 11 : Rencana Resepsi Dan Hajatan Sunat
12 12 : Saranghiyu~
13 13 : Kedatangan Keluarga Cikho
14 14 : Misteri Kecelakaan Rere Dan Adam
15 15 : Syuting Hari Pertama
16 16 : Paket Hemat Berobat
17 17 : Mendapatkan Banyak Cinta
18 18 : Makin Cinta Ke Suami
19 19 : Debut Ojan Menjadi Influencer
20 20 : Memulai Bisnis
21 21 : Narik
22 22 : Akhirnya Pulang Kampung!
23 23 : Dampak Viral Dan Kesuksesan Ojan
24 24 : Bunga Ibu Septi
25 25 : Beberapa Kebiasaan Ojan yang Mulai Rere Ketahui
26 26 : Ter—Ojan-Ojan
27 27 : Bunga Pengganti
28 28 : Ngevlog
29 29 : Hamil Dan Melahirkan
30 30 : Mengenai Anak
31 31 : Muyen Dan Bapak Rumah Tangga yang Baik
32 32 : Di Antara Kolam Lele dan Pohon Kelapa Hijau
33 33 : Secuil Masa Lalu Ojan
34 34 : Suami Kumis Lele dan Daun Kelor
35 35 : Kemajuan yang Positif
36 36 : Mendadak Nyekar
37 37 : Masa Lalu
38 38 : Belajar Dari Kisah Mereka
39 39 : Spesial
40 40 : Kejutan Manis Untuk Ojan
41 41 : Rasa yang Pernah Ada
42 42 : Perpisahan, dan Kabar Film
43 43 : Keluarga Kecil Kami
44 44 : Penayangan Film
45 45 : Adam VS Chiko
46 46 : Menyiapkan Masa Depan Mapan
47 47 : Penyesalan Dan Rencana Cikho
48 48 : Pria Gundul yang Terus Mengikuti
49 49 : Kesedihan Rere
50 50 : Ceraikan Ojan!
51 51 : DASAR PEMB-U-NUH!
52 52 : Pasca Kecelakaan Ojan
53 53 : Siapa Dalangnya?
54 54 : Gagal Hemat
55 55 : Rere Jatuh Sakit
56 56 : Donor Ginjal
57 57 : Terpaksa Berbohong
58 58 : Kunjungan Orang Tua Angkat Ojan
59 59 : Setia Dan Tanggung Jawab
60 60 : Nyaman, Bucin, dan Ala—y
61 61 : Saking Bingungnya
62 62 : Kosa Kata Ajaib Ojan
63 63 : Pol In Lop
64 64 : Waktu yang Berputar Sangat Cepat
65 65 : Lika-Liku Anak Pertama
66 66 : Kontraksi
67 67 : Pernikahan Manis
68 Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
69 Novel : Mendadak Menikahi Mantan
70 Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
71 Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
72 Novelnya Rain : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Sampa-h
73 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
74 Novel Kakeknya Ojan
75 Novel Cucunya Ojan : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
76 Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
77 Novel : Giliran Kamu yang Kejar Aku (Tuan Mafia Dan Wanitanya)
78 Novel Anaknya Azzam : Kau Selingkuh Dengan Istriku, Kuratukan Istrimu
79 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 79 Episodes

1
1 : Ancaman, Kecelakaan, Dan Juga Nazar
2
2 : Benar-Benar Langsung Menikah
3
3 : Ojan, Pria yang Berbeda
4
4 : Rere yang Mengapresiasi Usaha Ojan
5
5 : Ngemal
6
6 : Merasa Sangat Bahagia
7
7 : Keramas
8
8 : Romantisnya Ojan dan Rere
9
9 : Penghasilan Pertama
10
10 : Besta*i
11
11 : Rencana Resepsi Dan Hajatan Sunat
12
12 : Saranghiyu~
13
13 : Kedatangan Keluarga Cikho
14
14 : Misteri Kecelakaan Rere Dan Adam
15
15 : Syuting Hari Pertama
16
16 : Paket Hemat Berobat
17
17 : Mendapatkan Banyak Cinta
18
18 : Makin Cinta Ke Suami
19
19 : Debut Ojan Menjadi Influencer
20
20 : Memulai Bisnis
21
21 : Narik
22
22 : Akhirnya Pulang Kampung!
23
23 : Dampak Viral Dan Kesuksesan Ojan
24
24 : Bunga Ibu Septi
25
25 : Beberapa Kebiasaan Ojan yang Mulai Rere Ketahui
26
26 : Ter—Ojan-Ojan
27
27 : Bunga Pengganti
28
28 : Ngevlog
29
29 : Hamil Dan Melahirkan
30
30 : Mengenai Anak
31
31 : Muyen Dan Bapak Rumah Tangga yang Baik
32
32 : Di Antara Kolam Lele dan Pohon Kelapa Hijau
33
33 : Secuil Masa Lalu Ojan
34
34 : Suami Kumis Lele dan Daun Kelor
35
35 : Kemajuan yang Positif
36
36 : Mendadak Nyekar
37
37 : Masa Lalu
38
38 : Belajar Dari Kisah Mereka
39
39 : Spesial
40
40 : Kejutan Manis Untuk Ojan
41
41 : Rasa yang Pernah Ada
42
42 : Perpisahan, dan Kabar Film
43
43 : Keluarga Kecil Kami
44
44 : Penayangan Film
45
45 : Adam VS Chiko
46
46 : Menyiapkan Masa Depan Mapan
47
47 : Penyesalan Dan Rencana Cikho
48
48 : Pria Gundul yang Terus Mengikuti
49
49 : Kesedihan Rere
50
50 : Ceraikan Ojan!
51
51 : DASAR PEMB-U-NUH!
52
52 : Pasca Kecelakaan Ojan
53
53 : Siapa Dalangnya?
54
54 : Gagal Hemat
55
55 : Rere Jatuh Sakit
56
56 : Donor Ginjal
57
57 : Terpaksa Berbohong
58
58 : Kunjungan Orang Tua Angkat Ojan
59
59 : Setia Dan Tanggung Jawab
60
60 : Nyaman, Bucin, dan Ala—y
61
61 : Saking Bingungnya
62
62 : Kosa Kata Ajaib Ojan
63
63 : Pol In Lop
64
64 : Waktu yang Berputar Sangat Cepat
65
65 : Lika-Liku Anak Pertama
66
66 : Kontraksi
67
67 : Pernikahan Manis
68
Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
69
Novel : Mendadak Menikahi Mantan
70
Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
71
Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
72
Novelnya Rain : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Sampa-h
73
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
74
Novel Kakeknya Ojan
75
Novel Cucunya Ojan : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
76
Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
77
Novel : Giliran Kamu yang Kejar Aku (Tuan Mafia Dan Wanitanya)
78
Novel Anaknya Azzam : Kau Selingkuh Dengan Istriku, Kuratukan Istrimu
79
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!