“Jujur, sebelumnya saya sempat bingung. Kok bisa, apa yang sebenarnya terjadi padahal sejauh ini yang saya bahkan mungkin kami tahu tentang Ojan itu ... Namun, setelah menyaksikannya secara langsung. Ojan begitu perhatian sekaligus menyayangi Adam, saya sudah langsung paham,” ucap Helios.
“Nah, pas masih kecil saja, kalau di kampung, aku diasuh sama mas Ojan, Pah!” ucap Chole yang juga langsung mendapatkan lirikan sengit dari sang suami.
“Makanya kalian sama-sama berisik dan pinky,” singkat Helios yang tidak bisa untuk tidak sinis. Meski karena ucapannya barusan, ia jadi ditertawakan.
“Cikho tahu ini?” sergah Chalvin yang juga membuat tawa di sana redam. Semuanya jadi kompak menatap penasaran Rere, tanpa terkecuali keluarga Rere yang masih di sana, menjadi bagian dari kebersamaan.
Tak mau lagi bersandiwara apalagi menutupi kebu*ukan Cikho, Rere berkata, “Dia yang memintaku untuk menikah secepatnya, Mas!” Ia menatap sungguh-sungguh kedua mata Helios, kemudian beralih ke sekitar. Hanya itu, tanpa yang lain karena ia tak mau ribut. Namun Rere percaya, apa yang sudah Cikho lakukan kepadanya apalagi kepada Adam, akan kembali kepada Cikho. Cikho akan merasakan dampak semua itu, meski bukan karena Rere maupun Adam yang melakukannya.
“Aku beneran sudah enggak mau dendam-dendam lagi. Yang ingin aku lakukan sekarang ini, bahkan sampai akhir nanti, beneran hanya bahagia dengan keluarga kecilku,” batin Rere yang memang sudah menutup kisahnya dan Cikho. Kini satu-satunya yang ingin ia jalani ialah ingin fokus bahagia bersama keluarga kecilnya. Karenanya, Rere sengaja secara langsung mengabarkan pekerjaan baru Ojan kepada keluarga mantan suaminya, sekaligus meminta dukungan.
“Mohon doa dan dukungannya,” santun Rere.
“Si Ojan? Yang setiap saat jadi bayi tuanya Sepri? Jadi artis?” Saking tak percayanya, sekelas pak Helios jadi tidak bisa berkata-kata. Lain dengan Chole yang malah jadi sibuk tertawa.
“Piii, kamu kenapa, Pi? Kamu panggil-panggil namaku ya Pi. Makanya telingaku panas?” seru Ojan dari depan sana.
Ojan masih bertahan main dengan sang putra, tapi karena Adam mengajaknya mandi, ia sengaja pamit.
“Yakin itu Ojan beneran mandiin Adam?” Helios makin tak percaya, terlebih kenyataan Rere yang jadi senyum-senyum sendiri seolah sudah membenarkan dan menepis keraguannya.
“Beneran. Mandi, pakein pakaian ... semuanya, Mas Ojan bisa. Adam kan sudah serba milih. Termasuk mau pakai baju atau parfum mana. Ya tinggal ikutin saja, selain mereka berdua yang memang cocok kayak bestie,” yakin Rere.
“Didikannya mas Sepri dan ibu Septi,” ucap Chalvin jadi senyum-senyum sendiri.
“Tapi kok aku mendadak merasa terzalimi ya?” keluh Helios yang kemudian tertawa kepada Excel.
“Adanya begitu. Dan rumah beneran jadi rame banget semenjak ada dia. Jadi, berasa hidup banget suasananya,” komentar Excel sambil memangku Aurora.
“Lah, di tenggorokannya saja seolah ada soun sistem!” komentar Helios lagi dan membuat istrinya makin sulit menyudahi tawanya.
“Kenapa Cikho sampai minta Rere buat cepat-cepat menikah, sementara Rere seolah langsung terdorong untuk melakukannya? Firasatku enggak enak loh,” lirih Azzura sambil menatap suaminya. Excel tengah membuat kedua anak mereka duduk di tempat duduk khusus untuk ikut serta makan bersama keluarga angkat Cikho dan memang bukan orang lain untuk mereka.
Acara kunjungan dari keluarga Cikho memang akan mereka tutup dengan makan malam bersama. Sebagai kakak dari Rere, Excel dan Azzura sengaja memesan jamuan secara khusus, untuk acara tersebut agar Rere tak perlu repot-repot. Karena andai mereka jadi Rere, didatangi keluarga mantan setelah memulai lembaran baru dan belum sempat mengabari, menjadi beban tersendiri.
“Jujur, aku juga ingin membahas ini—” Helios yang diam-diam sengaja datang, sudah langsung bingung untuk berkomentar. Terlebih setelah tatapan Azzura dan Excel tertuju kepadanya.
Helios merasa berat untuk mengutarakan pendapatnya, meski pada akhirnya, ia tetap menyampaikannya. “Meski truk itu meminta maaf, itu bekas tabraknya berasa niat. Aku beneran langsung cek ke TKP. Ya ke jalan layang, ya ke mobil Rere yang ringsek. Di bagian belakang sama samping, itu seperti ada pergesek*an karena gagal melakukan penabra*kan. Andai sopir truk mengakui tak sengaja dan kini sudah sedang diproses secara hukum, definisi tidak sengaja itu kalau dia hanya sekali menyenggol, tapi bekasnya bukan hanya sekali. Ini sudah sangat direncanakan.”
Kekhawatiran Azzura perlahan menjadi ketakutan setelah menyimak penjelasan dari Helios. “Memang sudah direncanakan yah, Mas Heri? Termasuk pengakuan dan permintaan maaf biar dapat hukuman ringan.”
Namun dengan tegas, Excel berkata, “Enggak apa-apa. Semuanya kita kembalikan ke Yang Punya Kehidupan karena melihat Rere yang sekarang saja sudah lebih dari cukup.”
Detik itu juga, baik Helios apalagi Azzura, merasa tert*ampar. Mereka tak lagi berani berkomentar karena tampaknya, sebenarnya Excel sudah tahu. Hanya saja, Excel yang sekarang sengaja melihat segala sesuatunya dari banyak sisi. Sebab meski apa yang mereka yakini yaitu kecelakaan Rere sudah direncanakan oleh pihak khusus dan mereka yakini masih berkaitan Cikho, sisi baik dari kecelakaan tersebut ialah pernikahan Rere dan Ojan yang membuat Rere apalagi Adam sangat bahagia.
“Tanpa kecelakaan itu, adik dan keponakanku enggak mungkin sebahagia sekarang. Semuanya tetap punya hikmah termasuk kecelakaan itu. Semoga, Cikho juga jadi manusia lebih baik lagi. Syukur-syukur, dia enggak nangis ketika nanti dia lihat dengan mata dan kepalanya sendiri, bahwa orang termasuk darah daging yang sempat ia eiseku*si, bahagia bersama pria lain,” ucap Excel lagi. “Namun aku yakin, Cikho punya alasan khusus.”
“Saat aku dan Chole menemuinya, dia bilang tidak ingin membuat Adam malu. Dia ingin Adam memiliki ayah yang layak. Namun jika melihat keadaan sekarang, itu enggak sesuai dengan keinginannya. Karena ketimbang dia mencela*kakan Adam, lebih baik dia mengakhiri hidu*pnya sendiri. SECARA, dia yang bikin malu, kenapa anaknya yang dia habi*si?” ucap Helios yang lagi-lagi berpegangan kepada cocok logi dan selama ini ia jalani khususnya ketika ia masih terlibat dalam dunia mafia.
Terlepas dari apa yang terjadi dan itu mengenai kecelakaan Rere, hikmah dari semua itu ialah Rere yang akhirnya memiliki pendamping tepat. Karena bagaimanapun keadaan Ojan, pria itu selalu memuliakan Rere maupun Adam. Layaknya di acara makan malam kini, meski pasangan baru itu tampak alay gara-gara kelakuan Ojan, sementara Rere jadi ikut-ikutan karena tampak sengaja mengimbangi, keduanya jelas menjalani pernikahan dengan kebersamaan manis.
Rere dan Ojan sama-sama mencintai kekurangan mereka tanpa memperkarakannya. Keduanya tampak saling melengkapi, tak mau kalah dari pasangan lain yang ada di sana.
“Mamah, Mamah, Mamah enggak mau nikah lagi? Mamah kan masih muda!” ucap Ojan pada ibu mertuanya. Wanita yang menghabiskan sebagian waktunya di kursi roda itu jadi gelagapan. Antara bingung, gugup, sekaligus kesal kepadanya.
“Jan, yang sopan ke mertua!” semprot Helios karena yang lain, termasuk Excel dan adik-adiknya justru tertawa.
“Ya enggak apa-apa. Meski kami menantu dan mertua, tapi kami bakalan jadi besta*i. Ya, Mah, ya. Besok kalau aku soting, Mamah wajib ikut. Terus nanti Mamah dadah-dadah ke kamera!” yakin Ojan dan sukses membuat mertuanya jadi ikut tertawa.
“Terus si Elena, Papi ... jodohin saja si Elena sama pengusaha bedak. Daripada tuh orang jadi jamur hubungan Papi sama Mami!” usul Ojan.
Untuk usul kali ini, Helios mendadak ingin mengakui jika otak anak angkatnya sedang agak berfungsi. Menjodohkan Elena dengan Rayyan?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 79 Episodes
Comments
Nendah Wenda
makin pintar ojan
2024-12-18
0
Ida Ulfiana
wah apakah beneran jodoh alrna si rayyan
2024-05-22
0
HAJRIATI 01
assalamualaikum kkk,,,,,,,,saya suka semua cerita kkk,,,sukses selalu ya kk,,,semangat
2024-01-09
1