“Kalau dibikin iklan, berarti perlu biaya buat pemasaran kan? Kecuali kalau kita punya orang dalam yang berkecimpung di dunia iklan,” ucap Excel. “Tapi enggak ada salahnya kita mulai bikin akun khusus buat promosi sekaligus pemasaran produk tahu sama tempe kita.” Meski tidak begitu yakin, ia mulai memiliki gambaran apa yang harus ia lakukan.
Azura yang menatap sang suami dan kebetulan tengah sarapan di sebelahnya, berangsur mengangguk setuju. “Mulai bikin iklan dan penjualan online, tapi nanti aku minta mas Akala buat sekalian bantu promo ya Mas. Nanti kita minta dia buat bantu urus iklan secara online saja. Enggak usah masuk televisi, kecuali produk tahu sama tempenya dibikin makanan. Entah itu jadi keripik, atau malah makanan kekinian.”
Rere yang mendengar itu dan kebetulan baru kembali untuk memanggil Ojan maupun Adam yang digendong Ojan, tersenyum lembut sembari menatap kakak iparnya. Kakak ipar yang dulunya justru istri sah Cikho—baca novel : Muslimah Tangguh Untuk Sang Mafia.
“Maaf, Mbak Azzura. Sebelumnya—” Rere tak jadi meminta maaf apalagi melanjutkan ucapannya, lantaran sang suami mendadak melongok wajahnya.
“Dek Rere ngapain maaf-maaf. Memangnya sudah lebaran? Bukannya kemarin baru lebaran haji? Aku saja kembali korban perasaan soalnya pas itu, aku maji jadi jomvlo sejati dan belum ketemu Dek Rere Tertayang-tayang!”
Bukan hanya Rere yang langsung tertawa. Sebab Excel sudah langsung keselek, sementara Azzura malah menyemburkan makanan di dalam mulutnya.
“Sayang ....” Azzura yang masih susah payah mengakhiri tawanya dan telah membuat tubuhnya lemas, berangsur menuntun sang suami untuk minum. Segelas air minum miliknya, ia minumkan ke Excel yang wajahnya sampai merah karena pria itu jadi sulit bernapas setelah keselek gara-gara ocehan Ojan.
“Mas, duduk.” Rere yang masih menahan tawanya, berangsur menarikan kursi di sebelahnya dan itu tepat menghadap Excel.
“Mas, aku diturunin dulu, Mas,” rengek Adam yang sudah langsung membuat semuanya apalagi Ojan syok.
Sambil menurunkan Adam agar duduk di kursi yang Rere tarikan, Ojan berkata, “Mas? Kapan aku nikah sama mbakmu? Adam sayang, panggilnya jangan mas, tapi Daddy.”
“Bengek ... bengek!” lirih Azzura di sela tawanya. Namun, kejadian kini memang bagian dari pentingnya memanggil orang-orang di sekitar dengan panggilan yang lebih mengutamakan untuk anak-anak agar anak-anak yang belum begitu paham, akan lebih mengikuti dengan panggilan yang sudah dibiasakan.
“Re, manggilnya jangan mas lagi. Takutnya kebablasan Adam manggil gitu terus. Ibaratnya, kalau Adam panggil Daddy, berarti kamu juga manggil ke suamimu, Daddy,” ucap Excel lembut berusaha memberikan pengertian kepada Rere yang memang adik kandungnya. Hingga jika melihat masa lalu mereka, sebenarnya hubungan mereka jadi terasa aneh. Karena sebelum menikah dengannya, Azzura sang istri yang lebih dulu bertunangan dengan Cikho, malah menjadi istri kedua Cikho. Masalahnya, saat itu Azzura baru mengetahui hubungan Cikho dan Rere, tepat di hari pernikahannya ketika akhirnya, Cikho membawa Azzura pulang ke rumah bersama Cikho yang ternyata sudah ditinggali oleh Rere. Tak semata karena Rere sudah tinggal di rumah tersebut selama kurang lebih enam bulan yang mana wanita itu sudah dinikahi secara siri. Namun juga kenyataan Rere yang saat itu tengah hamil besar dan itu kehamilan yang akhirnya melahirkan Adam.
Tentu Excel juga tidak lupa, bahwa dulu, dirinya yang masih tergabung dengan kelompok mafia Helios, harusnya membunu*h Azzura, bukan malah jatuh cinta dan berakhir di ikatan pernikahan manis layaknya kini. Meski tanpa hubungan rumit tersebut pula, tabir kehidupan mereka yang sebelumnya belum terpecahkan, tak mungkin bisa terpecahkan dan membuat mereka memiliki kehidupan bahagia sekaligus tenang. Termasuk juga hubungan Rere yang malah dengan Ojan. Kendati demikian, tanpa memandang latar belakang keduanya, Ojan dan Rere apalagi Adam, justru terlihat sangat bahagia setelah keduanya menjadi keluarga kecil dalam sebuah pernikahan.
“Emang harusnya, Dek Rere. Eh, Mommy Rere manggil aku juga Daddy. Daddy Kim Oh Jan! Nah, kan jadi makin cimiwiw! Hahahaha!” ucap Ojan sambil memeluk-meluk gemas Adam yang juga langsung kegirangan.
Azzura dan Excel sampai bisa merasakan kebahagiaan Adam yang tampak jelas merasa bahagia karena pada akhirnya memiliki daddy yang sangat peduli. Yang mana, kelucuan Ojan juga tampaknya menjadi kebahagiaan sekaligus hiburan tersendiri untuk bocah itu.
“Melanjutkan yang tadi,” ucap Rere setelah ia, Ojan, dan juga Adam yang duduk di antara mereka, duduk. Ia menatap saksama Azzura, kemudian mengabarkan kepada wanita itu, bahwa ia dan Excel berencana membuat olahan kripik tempe maupun kerupuk dengan aneka rasa sekaligus level.
“Untuk pemasarannya, kita akan mencoba secara online. Banyak kan, usaha makro maupun mikro yang sudah memanfaatkan jual beli secara online, meski mereka belum punya perusahaan besar? Termasuk pemasarannya, kita juga bisa bikin secara online. Niatnya aku mau minta bantuan mas Akala karena kalau aku lihat, iklan-iklannya enggak pernah gagal. Malahan sekarang, mbak Nina sampai jadi artis buat setiap produk yang mas Akala pegang dan hasilnya beneran bagus. Bagus banget!” ucap Rere yang berucap pelan, tertata, sekaligus mudah dipahami.
Sekelas Ojan yang menyimak, langsung mengangguk-angguk paham. Meski sepanjang menyimak, pria itu melakukannya sambil melongo. Beruntung, lalat yang kebetulan melintas tak jadi masuk lantaran takut ke kumis Ojan yang mulai kembali tegar—baca novel : Pernikahan Suamiku (Istri yang Dituntut Sempurna), untuk mengetahui keseruan kisah kumis tegar Ojan.
“Oh, berarti nanti aku saja yang jadi artisnya, ya. Nanti aku yang jadi model buat iklan-iklan gitu. Kalian enggak perlu cari artis lain. Soalnya wajah ganteng sama cantik itu sudah terlalu banyak. Lain kalau wajah estitik kayak aku, dan ditambah aku bisa lucu-lucu, mereka pasti bakalan lebih tertarik. Yang penting juga, rasa keripik dan segala makanannya wajib dijamin enak. Pasti meledak! Kalau tetap enggak meledak, bantin*gin LPJ sira*am bensin, bakar. Pasti dijamin, meledak secara halal!” yakin Ojan.
Yang awalnya menyimak dengan serius, lagi-lagi langsung tertawa berjamaah.
“Nanti kayak gini, pokoknya jangan kasih wajah ganteng karena yang boleh lihat wajah Daddy Oh Jan ganteng, hanya Mommy Rere Tertayang-tayang!” Ucap Ojan lagi dan lagi-lagi membuat yang di sana lemas sekaligus menangis karena tawanya.
“Benar juga sih kata Daddy Ojan. Sejauh ini, kita sudah terlalu sering, terlalu biasa melihat model apalagi artis berwajah tampan. Kita beneran butuh yang beda. Unik, berkesan, enggak terlupakan pokoknya,” ucap Rere sudah langsung mendapatkan pencerahan.
“Namun bukan berarti, Daddy Kim Oh Jan, enggak ganteng loh, Mom!” ucap Ojan berusaha mendapatkan pengakuan.
Mendengar itu, dengan sabar sekaligus penuh kelembutan, Rere menatap suaminya. “Tentu. Daddy ganteng, Daddy bersinar dengan cara Daddy dan ... Daddy beneran spesial, apalagi Daddy sangat penyayang.”
“Cieee!” ucap Ojan yang sudah langsung berbunga-bunga sekaligus tersipu melirik nak*al Rere. “Tapi jujur yah, Mbak Azzura, Broder Excel. Kalau istriku si Maiwaifi sudah muji-muji. Yang ada aku juga langsung deg-degan takut. Takut malaikat Izrail lewat terus nyamperin dan aku enggak boleh delay-delay lagi!”
Azzura dan Excel sudah langsung mengaku kalah dengan keromantisan Ojan dan Rere.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 79 Episodes
Comments
Nendah Wenda
sweet banget Ojan
2024-12-17
0
Asmainiati Pelis
panggilannya "MOMMY DADDY"aja nggak usah diujungnya ada nama lagi,(mommy Rere,Daddy ojan)
2024-01-24
1
guntur 1609
brti aku oetnah baca karyamu thor. tapi aku belum baca kisah exel sm azura. hanya pernah baca sekilas ja
2024-01-08
1