Keesokan harinya, keluarga kecil Rere yang baru pulang kerja, sudah dibuat bertanya-tanya atas adanya mobil sedan putih. Mobil sedan dan Rere ketahui sebagai salah satu mobil keluaran terbaru itu terparkir di depan kediaman Excel yang memang menjadi tempat tinggal keluarga Rere.
“Itu mirip mobilnya mami Brokoli Chole kesayangan!” ucap Ojan yang memang mengemban Adam.
Di petang menuju malam kali ini, Adam tertidur pulas dalam dekapan Ojan.
“Maksudnya gimana, Dad?” lirih Rere sengaja menjaga suaranya agar tidak mengusik sang putra yang jadi gampang tidur jika sudah ditimang-timang oleh Ojan.
“Mami Brokoli Chole kesayangan, mami angkat aku. Istrinya papi Helios bukan Heli kuk kuk ... kuk. Anaknya mas Maheza sama mbak Aleya, ... adiknya si Cikho.” Ojan mengabsen setiap anggota keluarga Cikho hingga Rere beranjak paham.
Karena andai Ojan tak sampai menyebut Chole sebagai “mami brokoli” bahkan “orang tua angkat”, sebenarnya Rere juga sudah langsung paham.
“Aku maksa mereka buat angkat aku jadi anak loh, Mom. Soalnya aku kesepian. Aku pengin punya orang tua angkat juga, kayak Nina sama Malini yang diangkat sama orang tuanya mami brokoli Chole Kesayangan!” yakin Ojan.
Kesibukan seharian ini, yang telah membuat pikiran sekaligus fisik Rere lelah, membuat wanita itu harus berpikir keras hanya untuk mencerna ucapan suaminya. Karenanya, ia yang tak mau melukai hati sang suami, sengaja mengangguk-angguk sambil mengulas senyum. Terlebih hadirnya keluarga Cikho yang tak sampai ia kabari mengenai pernikahannya, sudah langsung menjadi beban tersendiri untuknya.
“Tolong taruh di sebelah pintu kamar saja yah, Mbak. Makasih banyak,” ucap Rere memberikan tas kerjanya maupun tas sekolah Adam.
Kini, Adam tak hanya sekolah sendiri. Sebab sembari menunggu jadwal syuting, Ojan sengaja ikut masuk kelas. Gara-gara itu juga, Ojan makin getol belajar bahasa Inggris.
“Dad,” lirih Rere yang memang degdegan akan bertemu keluarga Cikho, meski berbeda dengan Cikho, keluarga mantan suaminya itu justru sangat baik. Padahal, status Cikho hanya anak angkat—baca novel : Pembalasan Istri yang Terbunuh (Suamiku Simpanan Istri Bos!)
“Kenapa, Mom? Kok kelihatan enggak semangat gitu?” tanya Ojan sambil melangkah memasuki ruang tamu selaku ruang pertama di sana.
“Andai aku seperti Daddy yang setiap saat, batrenya selalu penuh!” keluh Rere, tapi ulahnya malah membuat sang suami bingung.
“Batrenya penuh gimana, Mommy? Aku kan enggak makan batre?” balas Ojan berbisik-bisik lantaran sang istri memintanya untuk tidak berisik.
Yang datang ke sana benar-benar keluarga Cikho dalam formasi lengkap. Hanya saja, tidak ada Cinta selaku adik kandung Cikho yang memang juga tengah dipenjara. Di sana ada orang tua angkat Cikho, juga kedua anaknya yang sudah sama-sama membawa pasangan sekaligus anak. Ada Chole dan Helioa yang Ojan katakan sebagai orang tua angkatnya. Selain itu, juga ada Chalvin dan Laras bersama sang anak, yang langsung menyapa dengan sangat ramah—baca novel : Mempelai Pengganti Ketua Mafia Buta yang Kejam.
Setelah melayangkan salam, Rere yang masih sangat santun terlebih dahulu menyalami tangan Tuan Maheza dan ibu Aleya dengan sangat takzim. Sementara Ojan, seperti yang Rere keluhkan dan memang membuat Rere iri. Karena meski tetap mengemban sekaligus mendekap Adam, Ojan sangat energik sekaligus rame. Ibarat berbatre, Ojan selalu memiliki batre dengan daya penuh.
“Salim Pih!” ucap Ojan yang sudah menjabat tangan Helios, tapi ia minta untuk menc*ium tangan kanannya dengan takzim.
“Enggak sopan banget kamu! Anak durhakem. Katanya aku bapakmu?!” semprot Helios lirih.
“Hahaha, asyikkkk. Aku sudah diakui jadi anak beneran!” girang Ojan karena ulahnya meminta Helios menc*ium punggung tangannya dengan takzim, memang agar ia diakui.
Kini, setelah kegirangan setengah hidup, Ojan sengaja mengabsen punggung tangan kanan Helios.
“Ya Alloh, Pih. Tangan kamu kok jadi putih mulus gini. Pengin jil*at jadinya! Setahuku kamu musuhan sama si pengusaha bedak. Kok tampaknya, sekarang Papi jadi blowing suka dandan! Gemes banget jadinya. Kiwoyo! Sun dikit!” rempong Ojan tak segan mengabsen pipi bahkan kening Helios menggunakan kec*upan gemas.
Helios yang telanjur geli sekaligus dongkol karena disamakan dengan pengusaha bedak atau itu Rayyan yang sudah jadi musuh bebuyu*tannya, hanya diam pasrah. Namun setelah Ojan berlalu dari hadapannya bersama semuanya yang kompak menertawakannya, Helios sengaja menghapus setiap jejak bibir Ojan, termasuk yang di tangannya, menggunakan tisu basah dari bekal tas bayi milik Kim sang putra.
“Sekali lagi kamu kayak tadi, aku kutuk kamu jadi lut*ung Jan!” ucap Helios masih mengelap wajahnya menggunakan tisu.
“Oh, lut*ung pakai sarung, yah, Pi?!” ucap Ojan sangat bersemangat, termasuk ketika ia hendak duduk di sebelah Rere dan berkata, “Mommy, coba tanya ke Mami Brokoli Chole Kesayangan, si Papi Helios bukan Heli kuk kuk kuk, dipakein apa. Kok bisa blowing lembut putih mulus dan ganteng gitu!”
Mendengar itu, hanya Helios yang tidak tertawa. “Dikiranya sebelum sama Chole, aku bur*ik banget apa gimana, Hah?” semprotnya. Kim maupun Adam yang awalnya masih tidur, jadi terbangun. Akan tetapi, itu menjadi awal anak-anak bertemu sekaligus berkumpul kemudian main bersama.
“Adam jadi ceria lincah gitu yah Re. Alhamdullilah,” ucap Tuan Maheza sengaja memuji. Apalagi ketika Adam yang mengeluarkan kontainer mainannya, memberi setiap bayi di sana mainan. Mesk tentu saja, baik itu anak Azzura dan Excel, maupun anak Helios dan Chole, juga anak Chalvin dan Laras, belum bisa memainkannya dengan leluasa. Terlebih anak Chole dan Chalvin yang memang masih bayi.
“Siapa dulu daddy-nya. Kim Oh Jan Paojan!” ucap Ojan dengan bangganya kemudian buru-buru melangkah sambil membungkuk demi menjaga sopan santunnya kepada Tuan Mahesa dan ibu Aleya yang ia lewati.
Ojan menemani Adam main, membuat keluarga Cikho berbisik-bisik memuji kepeduliannya kepada Adam. Terlebih sepanjang main, di depan sana, Ojan tak segan duduk sila di lantai mengimbangi Adam yang memang jadi lincah. Beda dengan Adam sebelum akhirnya Rere menikahi Ojan. Padahal, pernikahan Rere dan Ojan, baru berlangsung sebelas hari. Namun dampaknya kepada Adam, sangat luar biasa.
“Pak, Bu, ... sebelumnya saya minta maaf jika saya baru bisa mengatakan ini sekarang. Karena jujur saja, saya bingung untuk sekadar memulainya. Namun seperti yang semuanya lihat, Mas Ojan merupakan daddy pilihan Adam. Alhamdullilah, semuanya dilancarkan. Alhamdullilah, pernikahan ini juga menjadi berkah tersendiri bagi keluarga kecil kami,” lembut Rere sambil menatap santun setiap mata di sana.
Cara Rere bersikap sangat membuat keluarga angkat Cikho khususnya orang tua angkat Cikho bangga. Karena pada kenyataannya, Rere yang sekarang benar-benar luar biasa. Terlebih jika dibandingkan dengan Rere di masa lalu, hijrah wanita di hadapan mereka sungguh luar biasa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 79 Episodes
Comments
Nendah Wenda
sipat ojan di luar prediksi
2024-12-17
1
Firli Putrawan
🤣🤣🤣emang y kelakuan ojan konyol lucu tp ttp sopan
2023-09-30
3
Sarti Patimuan
Ojan banyak akal juga biar diakui oleh Helios
2023-09-27
2