5 : Ngemal

“Dek Rere, ... aku enggak mau main sulap, ya.”

“Main sulap gimana, Mas Ojan?”

“Itu loh, ngelip. Masuk situ tiba-tiba sampai mana. Rasanya kalau naik itu, dada sama perutku nyesss banget, Dek. Terakhir itu kemarin di rumah sakit, aku sama Sepri yang sama-sama enggak ngeh, enggak bisa keluar-keluar dari lip. Untung ada yang masuk dari luar, ya sudah, kami buru-buru keluar, terus lewat tangga. Pokoknya kalau enggak ada mbak Suci yang bisa ngelip, kami enggak coba-coba lah!”

Bukannya merasa pengalaman yang baru diceritakan oleh sang suami merupakan hal nor*ak, Rere yang level humornya sangat receh, jadi sibuk menahan tawa. Rere yang sekadar berucap saja sengaja dijaga, berakhir menangis karena tawanya.

“Eh, Mas ...,” ucap Rere ketika akhirnya mereka yang sudah mulai keliling mal, nyaris melewatkan salon potong rambut khusus pria. Di sana melaya*ni potong rambut untuk bayi hingga lansia.

Melihat Ojan yang gondrong karena poni rambutnya saja bisa diselipkan ke belakang telinga, Rere berinisiatif merapikannya di barbershop. Sekalian dengan Adam yang memang sudah gondrong.

“Barbershop ...? Ini tempat apa, Dek. Namanya saja susah diucapin. Bikin beban hidup manusia makin nambah. Dosa ini yang punya ini!” komentar Ojan.

Seperti sebelumnya, baik Adam yang masih Ojan emban, maupun Rere yang jadinya menuntun Ojan, langsung cekikikan. Semua yang Ojan katakan bahkan ketika pria itu mengomentari setiap hal yang mereka jumpai, sudah langsung membuat Rere dan Adam lemas karena tawa.

“Oalah, tempat potong rambut cowok. Ya ampun, dingin banget. Ada kulkas yang dibuka kelamaan apa gimana, ini? Kalau ketahuan sama mbak Septi, pasti sudah ditab*ok pakai gagang sapu ijuk tuh pelakunya. Enggak tahu apa listrik bahkan tarifnya makin hari makin mahal!” Setelah berkomentar demikian, Ojan yang baru dibawa masuk ke barbershop dan mengawasi suasana sekitar yang masih serba canggih sekaligus serba bagus, akhirnya mengetahui bahwa alasan di sana sangat dingin bukan karena ada yang membuka kulkas dalam waktu lama. Melainkan karena di sana memakai beberapa AC.

“Ternyata gara-gara pakai Pace, Dek. Makanya sedingin ini. Tuh, tuh ... tuh lihat, tuh di atas sana ada, sebelah sana juga ada. Kalau gini caranya, kita nginep di sini sekalian bawa selimut sama bantal yah Dek. Di ruang berpace kan bisa bikin cepet putih katanya!” bisik Ojan pada Rere yang makin cekikikan. Malahan, Rere sama sekali tidak terlihat fokus kepada arahan sekaligus informasi yang ia berikan.

Setelah drama pace atau itu AC, Rere dengan senang hati sekaligus pikiran yang benar-benar samai, sengaja mendaftarkan Ojan maupun Adam.

“Eh, Dek ... Dek. Ini di sini mahal enggak? Bayarnya boleh ngebon dulu, enggak, soalnya kan enggak ada Sepri. Siapa yang bayarin kalau enggak ada Sepri?” bisik Ojan sudah duduk antre sambil memangku Adam.

Rere yang baru datang setelah mengurus pendaftaran, memilih duduk persis di sebelah Ojan. Ia belum sempat berkata, menjawab pertanyaan suaminya. Namun, suaminya itu malah berinisiatif bekerja di sana untuk membayar biaya potong rambutnya.

“Jadi tukang sapu-sapu juga enggak apa-apa, Dek Rere. Sapu-sapu aku sudah pinter kok. Ibarat sekolah, sudah sarjana soalnya setiap pagi sudah diworo-woro sama mbak Septi buat sapu halaman depan rumah!” yakin Ojan sengaja berbisik-bisik karena dirasanya, apa yang ia katakan itu sangat rahasia.

Namun, dengan tegas Rere menggeleng. “Enggak, Mas. Aku ada uang buat bayar, kok. Mas tenang aja. Intinya, aku enggak mungkin ajak Mas buat beli apa melakukan apa pun, jika pada kenyataannya, aku enggak ada. Intinya hari ini, kita potong rambut Mas sama Adam, terus beli beberapa pakaian sama sandal dan sepatu buat Mas soalnya Mas enggak punya banyak stok.”

Ojan yang menyimak dengan baik dan memang langsung paham, berkata, “Minta Sepri buat kirim baju sama pakaian, dan semuanya dari rumah saja. Dipaketin gitu biar enggak buang-buang duit! Kalau beli lagi kan sayang duit!”

Lagi-lagi Rere menggeleng. “Enggak usah repot-repot. Yang di kampung ya buat kalau kita ke kampung.”

Beberapa saat kemudian, tak sampai membuat mereka menunggu lebih dari lima belas menit, Ojan dan Adam sudah langsung menjalani potong rambut. Keduanya duduk bersebelahan, dan Ojan yang sebelumnya belum pernah potong rambut di barbershop mahal dan ruangannya sangat dingin efek banyak pacenya alias Ac, merasa deg-degan. Ojan bahkan dengan bangga sekaligus bersemangat meminta sang istri untuk mengabadikan momen mereka.

“Poto sama pidio, ya, Dek! Biar kayak orang-orang!” pinta Ojan sambil tersenyum ceria.

Baru Rere sadari, bersama Ojan dan itu kebersamaan ke mal kali ini, sudah berulang kali membuatnya tertawa sekaligus tersipu. Entah kenapa, bersama Ojan, ia begitu mudah merasa tenang. Bersama Ojan, ia selalu merasa bahagia seolah tidak memiliki beban.

Setelah rambut Ojan dipotong rapi, pria itu tampak lebih keren dan cukup ganteng. Rere jadi merasa tertarik, selain wanita itu yang mengakui, ingin suami ganteng juga wajib diarahkan, didandani, dimodali, dan tentu saja di dukung.

“Ya ampun ... itu siapa, Dek?!” Ojan yang sampai ketiduran setelah dicreambath, langsung pangling dengan penampilan terbarunya.

Dan lagi-lagi, Rere maupun Adam yang sudah tampak jauh lebih segar dengan gaya rambut barunya, langsung tertawa.

Ketika akhirnya mereka membeli pakaian, ada satu permintaan Ojan yang menggelitik Rere. Ojan memilih gaun malam sekaligus sandal bulu warna pink. Rere pikir, dari semua belanjaan mereka, itu sengaja Ojan siapkan untuk Rere. Namun ternyata, Ojan memakai itu untuk Ojan sendiri padahal itu jelas pakaian wanita!

“Enggak boleh. Ini buat wanita, Mas.” Rere yang sempat syok, malah berakhir dengan tertawa. Ia tertawa sampai terduduk lemas di sebelah tempat tidur Ojan berada. Suaminya itu dengan bangganya menggunakan gaun malam pink, setelah berhasil menidurkan Adam.

“Pantas, aku cari-cari, itu gaun malam di mana. Mau aku siapin buat sku pake. Eh, dipake sendiri!” batin Rere di tengah tawanya.

“Berarti ini aku ganti, yah, Dek? Tapi aku suka banget loh, Dek. Warnanya pink begini. Bahannya tipis, buat tidur adem. Nyaman banget!” ucap Ojan seiring ia yang jongkok di hadapan Rere.

Rere berusaha menyudahi tawanya. Tawa yang sampai membuatnya menangis sekaligus lemas, selain perutnya yang berakhir kaku.

“Memangnya Mas enggak tahu kalau itu pakaian wanita?” tanya Rere.

“Lah, wanita sana pria kan enggak boleh dibeda-bedakan, Dek. Memangnya Dek Rere lupa kalau di negara kita ada yang namanya eman spasi-spasi yang dicetuskan oleh R.A Surtini?!” yakin Ojan.

Rere yang belum bisa sepenuhnya menepi dari tawanya, kembali tertawa sampai lemas. Tubuhnya yang awalnya duduk, sampai nyaris meringkuk. “Emansipasi wanita dan dicetuskan oleh R.A Kartini, Mas. Bukan Surtini!” yakinnya lembut sekaligus sabar.

Namun, Ojan yang tipikal ngeyel langsung berkata, “Loh, Dek. Memangnya sejak kapan ganti nama jadi Kartini? Sudah dibikinin bubur sama among-among buat selametan belum itu?”

“Hahaha ... astaga ini aku nyaris ngompol!” batin Rere tak kuasa menjawab dan terseok-seok masuk ke kamar mandi. Sebab terlalu banyak tertawa gara-gara Ojan, juga nyaris membuatnya ngompol.

Terpopuler

Comments

Nendah Wenda

Nendah Wenda

semoga bahagia re

2024-12-16

0

Sani Srimulyani

Sani Srimulyani

ojan emang sumber kebahagiaan kamu re. bersama ojan lah kamu bisa ketawa lepas dan tanpa beban.

2024-01-07

2

Maria Magdalena Indarti

Maria Magdalena Indarti

kapan nih Ojan malam pertama. pasti rusuh

2024-01-06

1

lihat semua
Episodes
1 1 : Ancaman, Kecelakaan, Dan Juga Nazar
2 2 : Benar-Benar Langsung Menikah
3 3 : Ojan, Pria yang Berbeda
4 4 : Rere yang Mengapresiasi Usaha Ojan
5 5 : Ngemal
6 6 : Merasa Sangat Bahagia
7 7 : Keramas
8 8 : Romantisnya Ojan dan Rere
9 9 : Penghasilan Pertama
10 10 : Besta*i
11 11 : Rencana Resepsi Dan Hajatan Sunat
12 12 : Saranghiyu~
13 13 : Kedatangan Keluarga Cikho
14 14 : Misteri Kecelakaan Rere Dan Adam
15 15 : Syuting Hari Pertama
16 16 : Paket Hemat Berobat
17 17 : Mendapatkan Banyak Cinta
18 18 : Makin Cinta Ke Suami
19 19 : Debut Ojan Menjadi Influencer
20 20 : Memulai Bisnis
21 21 : Narik
22 22 : Akhirnya Pulang Kampung!
23 23 : Dampak Viral Dan Kesuksesan Ojan
24 24 : Bunga Ibu Septi
25 25 : Beberapa Kebiasaan Ojan yang Mulai Rere Ketahui
26 26 : Ter—Ojan-Ojan
27 27 : Bunga Pengganti
28 28 : Ngevlog
29 29 : Hamil Dan Melahirkan
30 30 : Mengenai Anak
31 31 : Muyen Dan Bapak Rumah Tangga yang Baik
32 32 : Di Antara Kolam Lele dan Pohon Kelapa Hijau
33 33 : Secuil Masa Lalu Ojan
34 34 : Suami Kumis Lele dan Daun Kelor
35 35 : Kemajuan yang Positif
36 36 : Mendadak Nyekar
37 37 : Masa Lalu
38 38 : Belajar Dari Kisah Mereka
39 39 : Spesial
40 40 : Kejutan Manis Untuk Ojan
41 41 : Rasa yang Pernah Ada
42 42 : Perpisahan, dan Kabar Film
43 43 : Keluarga Kecil Kami
44 44 : Penayangan Film
45 45 : Adam VS Chiko
46 46 : Menyiapkan Masa Depan Mapan
47 47 : Penyesalan Dan Rencana Cikho
48 48 : Pria Gundul yang Terus Mengikuti
49 49 : Kesedihan Rere
50 50 : Ceraikan Ojan!
51 51 : DASAR PEMB-U-NUH!
52 52 : Pasca Kecelakaan Ojan
53 53 : Siapa Dalangnya?
54 54 : Gagal Hemat
55 55 : Rere Jatuh Sakit
56 56 : Donor Ginjal
57 57 : Terpaksa Berbohong
58 58 : Kunjungan Orang Tua Angkat Ojan
59 59 : Setia Dan Tanggung Jawab
60 60 : Nyaman, Bucin, dan Ala—y
61 61 : Saking Bingungnya
62 62 : Kosa Kata Ajaib Ojan
63 63 : Pol In Lop
64 64 : Waktu yang Berputar Sangat Cepat
65 65 : Lika-Liku Anak Pertama
66 66 : Kontraksi
67 67 : Pernikahan Manis
68 Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
69 Novel : Mendadak Menikahi Mantan
70 Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
71 Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
72 Novelnya Rain : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Sampa-h
73 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
74 Novel Kakeknya Ojan
75 Novel Cucunya Ojan : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
76 Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
77 Novel : Giliran Kamu yang Kejar Aku (Tuan Mafia Dan Wanitanya)
78 Novel Anaknya Azzam : Kau Selingkuh Dengan Istriku, Kuratukan Istrimu
79 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 79 Episodes

1
1 : Ancaman, Kecelakaan, Dan Juga Nazar
2
2 : Benar-Benar Langsung Menikah
3
3 : Ojan, Pria yang Berbeda
4
4 : Rere yang Mengapresiasi Usaha Ojan
5
5 : Ngemal
6
6 : Merasa Sangat Bahagia
7
7 : Keramas
8
8 : Romantisnya Ojan dan Rere
9
9 : Penghasilan Pertama
10
10 : Besta*i
11
11 : Rencana Resepsi Dan Hajatan Sunat
12
12 : Saranghiyu~
13
13 : Kedatangan Keluarga Cikho
14
14 : Misteri Kecelakaan Rere Dan Adam
15
15 : Syuting Hari Pertama
16
16 : Paket Hemat Berobat
17
17 : Mendapatkan Banyak Cinta
18
18 : Makin Cinta Ke Suami
19
19 : Debut Ojan Menjadi Influencer
20
20 : Memulai Bisnis
21
21 : Narik
22
22 : Akhirnya Pulang Kampung!
23
23 : Dampak Viral Dan Kesuksesan Ojan
24
24 : Bunga Ibu Septi
25
25 : Beberapa Kebiasaan Ojan yang Mulai Rere Ketahui
26
26 : Ter—Ojan-Ojan
27
27 : Bunga Pengganti
28
28 : Ngevlog
29
29 : Hamil Dan Melahirkan
30
30 : Mengenai Anak
31
31 : Muyen Dan Bapak Rumah Tangga yang Baik
32
32 : Di Antara Kolam Lele dan Pohon Kelapa Hijau
33
33 : Secuil Masa Lalu Ojan
34
34 : Suami Kumis Lele dan Daun Kelor
35
35 : Kemajuan yang Positif
36
36 : Mendadak Nyekar
37
37 : Masa Lalu
38
38 : Belajar Dari Kisah Mereka
39
39 : Spesial
40
40 : Kejutan Manis Untuk Ojan
41
41 : Rasa yang Pernah Ada
42
42 : Perpisahan, dan Kabar Film
43
43 : Keluarga Kecil Kami
44
44 : Penayangan Film
45
45 : Adam VS Chiko
46
46 : Menyiapkan Masa Depan Mapan
47
47 : Penyesalan Dan Rencana Cikho
48
48 : Pria Gundul yang Terus Mengikuti
49
49 : Kesedihan Rere
50
50 : Ceraikan Ojan!
51
51 : DASAR PEMB-U-NUH!
52
52 : Pasca Kecelakaan Ojan
53
53 : Siapa Dalangnya?
54
54 : Gagal Hemat
55
55 : Rere Jatuh Sakit
56
56 : Donor Ginjal
57
57 : Terpaksa Berbohong
58
58 : Kunjungan Orang Tua Angkat Ojan
59
59 : Setia Dan Tanggung Jawab
60
60 : Nyaman, Bucin, dan Ala—y
61
61 : Saking Bingungnya
62
62 : Kosa Kata Ajaib Ojan
63
63 : Pol In Lop
64
64 : Waktu yang Berputar Sangat Cepat
65
65 : Lika-Liku Anak Pertama
66
66 : Kontraksi
67
67 : Pernikahan Manis
68
Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
69
Novel : Mendadak Menikahi Mantan
70
Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
71
Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
72
Novelnya Rain : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Sampa-h
73
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
74
Novel Kakeknya Ojan
75
Novel Cucunya Ojan : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
76
Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
77
Novel : Giliran Kamu yang Kejar Aku (Tuan Mafia Dan Wanitanya)
78
Novel Anaknya Azzam : Kau Selingkuh Dengan Istriku, Kuratukan Istrimu
79
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!