11 : Rencana Resepsi Dan Hajatan Sunat

“Jan, kamu enggak bikin resepsi, kan? Soalnya meski kamu di kota, aku yakin hidupmu malah lebih susah karena kamu saja enggak kerja.”

Menyimak itu, Ojan langsung berpikir serius. Karena biar bagaimanpun, yang Azzam katakan tak sepenuhnya salah. “Tapi kan kemarin aku soting beneran, Jam. Gigiku bakalan masuk tipi!”

“Huahahaha ... hahahahah haaahhhhhhh! Paojan, Paojan, cuma gigi yang masuk tipi saja bangga. Kadal saja bisa, Jan!” Di seberang sana, Azzam dengan sangat puas menertawakan Ojan.

“Cingi*re ...,” lirih Ojan merasa sangat terzali*mi. “Ya sudah sekarang kamu ke sini. Kamu ke Jakarta dan praktik, gigimu disoting terus masuk tipi juga. Bisa enggak? Kalau kamu sampai enggak bisa, kamu wajib bayar denda ke aku, lumayan bisa buat beli beras. Buat makan istri dan anakku. Ya Jam yah. Wajib bisa pokoknya karena kamu bilang, soting gigi masuk tipi, kadal saja bisa!” Kal ini Azzam sengaja menantang Azzam. Tampak Azzam yang sudah langsung kebingungan.

“Eh, Jan. Kok sekarang kamu jadi agak pinter ya? Ah enggak seru ah!” protes Azzam.

“Ya iyalah ... kan belajar dari maiwaifi. Mai waipi kalau buat kamu yang enggak terbiasa ngomong Inggres, Jam! Ngerti enggak kamu? Jangan bingung-bingung gitu Jam, kelihatan orang susahnya. Kalau memang enggak tahu, tanya saja. Malu bertanya, jodoh lo aku sita. Hahahahaha.” Kali ini giliran Ojan yang tertawa puas.

“Cingr*mu, Jan! Sombong banget kalau ngomong giginya enggak pernah lewat jalan!” semprot Azzam.

“Ngapain gigi aku suruh lewat jalan, Jam. Kalau makanan saja banyak. Mohon maap, aku bukan orang susah. Apalagi efek gigiku yang agak maju, nasib gigiku pun lebih depan dari gigi kamu. Ih, sori ya, gigi kita beda kasta!” balas Ojan dengan gaya yang benar-benar julid.

Sekelas Azzam yang biasanya nyinyir, sampai menangis gara-gara menertawakan gaya Ojan.

“Gini yah, Jan. Kamu baru gigi yang masuk tipi saja sesombong itu. Nanti Alloh marah, terus kirim malaikat Izrail buat cabut semua gigi kamu!” ucap Azzam yang sampai detik ini masih saja tertawa.

“Ih jangan ih. Gigi ini aset. Ya Alloh, ampuni Ojan ya Alloh. Ojan anak baik,” yakin Ojan yang kemudian dialihkan oleh kemunculan Mas Aidan yang ada di sebelah Azzam.

“Mas Aidan kembaranku, how ayu?” sapanya sangat sopan, kemudian mengangsurkan tangan kanannya ke layar kaca.

Mas Aidan yang sudah langsung sibuk menahan tawa, menatap penuh tanya maksud Ojan.

“Ini maksudnya sungkem, Mas. Biasa, pengantin baru. Masih banyak rezeki, masih anget-angetnya!” ucap Ojan makin manis, beda ketika ia kepada Azzam.

“Pengantin baru apaan? Itu Rere besok kalau dibawa sini, aku bawa ke temat rukiah. Takutnya dia ditempel*in jin katarak atau malah penyuka laki-laki jel*ek sekasta kamu!” sergah Azzam.

Namun, Ojan dengan sabar menanggapi penuh senyum sambil mengangguk lembut. “Aku wajib lebih sabar dari biksu Tong kayaknya. Apalagi Azzam kan lebih enggak bisa diem dari Wokong!”

Mas Aidan mengangguk-angguk. “Intinya, Azzam takut kalau Mas Ojan sampai gelar resepsi. Soalnya kan, Azzam pernah bilang—”

“Mas, ... Mas jangan bilang-bilang ih. Eh, Jan. Kamu enggak usah bikin resepsi, ya. Biar uang kamu bisa buat keperluan yang lain. Buat beli beras kek, atau malah sekolah anaknya Rere. Iya, kan, aku gini-gini perhatiannya iiihhh pokoknya Jan. Lopyupul pokoknya!” sergah Azzam.

“Tapi kalau kamu baik ke aku biasanya ada maksud jahid alias jah*at bin julid loh, Jam. Coba Mas Aidan saudara kembarku, tolong dijelaskan sejelas-jelasnya untuk maksud yang tadi, biar aku semaret!” yakin Ojan. Hingga akhirnya, ia ingat atas nazar Azzam yang akan kondangan sebesar lima puluh juta andai Rere sampai mau nikah dengan Ojan. Mas Aidan lah yang menceritakannya, sementara Azzam justru menjerit panik dan sampai mengakhiri sambungan mereka secara sepihak.

“Awas kamu Jam. Tunggu pembala*sanku. Aku bakalan pulang, bikin resepsi sekaligus sunatan. Bukan sunatan buat aku karena punyaku saja mau habis mirip digerogotin rayap. Aku mau nyunat Adam biar sekalian. Sunat di kampung kan bisa sekalian liburan. Besok enggak usah ada hiburan, cukup nempelin mic saja ke mulutku biar rame. Yang penting semuanya termasuk pembaca wajib kondangan biar bisa buat modal usaha dan jadi bahan nafkah buat maiwaifi alias maiwaipi!” ucap Ojan yang sudah langsung buru-buru lari.

Belum sempat Ojan benar-benar keluar dari dapur, Rere dan Adam yang akan ia susul, sudah datang ramai-ramai bersama Azzura dan juga Excel. Ada juga mamahnya Rere yang masih di kursi roda dan didorong oleh Elena—bontot dari Excel bersaudara.

“Mbak Azzura, ini hapenya. Si Jamjam sutris alias setr*es karena teranc*am kondangan lima puluh juta ke aku!” ucap Ojan yang kemudian mengemban Adam.

“Dam, Adam mau sunat, kan? Besok kalau kita pulang kampung, rencananya kan Daddy mau gelar resepsi. Nah, Daddy mau sekalian sunat kamu. Nanti kamu naik jaran alias kuda, atau malah delman, ya. Mau yah? Sunatnya kan enggak sakit!” bujuk Ojan dan yang lain ia yakini langsung menyimak.

Sambil sarapan, rencana resepsi pernikahan Ojan dan Rere, serta sunatnya Adam pun dibahas. Semuanya setuju, dan siap mengadakan acara tersebut di kampung. Acaranya akan digelar jika urusan di Jakarta sudah selesai.

“Duh, butuh duit alias dana gede berarti ya. Gimana ya? Kita-kira, habis dana berapa? Coba nanti aku tanya Sepri. Apa bahas sama maiwaifi. Kayak yang di tipi-tipi kan, suami istri selalu bahas apa-apanya berdua,” pikir Ojan yang jadi mengakui, bahwa anggapan Azzam yang merasa Ojan makin pintar sejak tinggal di Jakarta, memang benar adanya.

“Enggak nyangka, urusan sunat sampai Mas Ojan pikirkan. Alhamdullilah, ibaratnya, ini buah dari kesabaranku. Selain akhirnya aku merasa jadi istri sekaligus wanita seutuhnya, bersama mas Ojan, Adam juga sudah langsung merasakan memori masa kecil indah,” batin Rere sembari menikmat*i nasi goreng di piringnya.

***

“Masalahnya, aku bingung sama biayanya, Pri.” Ojan yang belum berani membahas ke Rere sebelum ia mendapatkan dana untuk resepsi sekaligus hajatan sunatnya Adam, sengaja menghubungi Sepri.

Siang ini, Ojan kembali ikut ke pabrik. Layaknya sebelumnya, ia dijatah menjaga Adam. Mereka ada di depan pabrik, sementara Adam tengah main mobil-mobilan sekaligus robot-robotan. Ojan sengaja membawa mainan itu agar sembari menunggu Rere bekerja, putra sambungnya tidak bosan.

“Nah, itu kamu tahu masalahnya. Kamu enggak punya biaya, atau itu dana buat ngadain acara. Ngapain pengin ngadain?” balas Sepri dari seberang sana.

“Kamu ... ada tabungan, kan, Pri? Boleh pinjam dulu, enggak?” lirih Ojan sengaja agar tidak terdengar Adam.

“Aku ada tabungan, tapi beneran enggak boleh dipinjamkan. Soalnya ini memang tabungan yang enggak boleh diganggu gugat, dan kamu pun wajib punya juga. Jadi, ibaratnya kamu wajib punya yang buat sehari-hari, punya tabungan darurat, juga punya tabungan yang enggak bisa diganggu gugat buat masa depan anak. Sementara cara buat bisa adain semua itu, kamu wajib kerja!” jelas Sepri.

“Oh, gitu yah, Pri. Ya sudah deh. Ini aku berarti harus kerja dulu kumpulin dana. Wajib ba*nting batu ini sih soalnya kalau ban*ting tulang, encok jadi ancaman,” balas Ojan yang memutuskan untuk mengakhiri sambungan teleponnya dan Sepri.

Tatapan Ojan langsung berhenti pada Adam. Melihat bocah itu, ia merasakan kebahagiaan sekaligus tanggung jawab yang begitu besar. Ia menyayangi Adam layaknya rasa sayang seorang ayah pada anak kandungnya. “Daddy pasti akan melakukan yang terbaik, Dam!” batinnya benar-benar bertekad.

Bersama semilir angin yang berembus menorehkan nuansa basah, di luar sana, di depan gerbang pabrik, ada seorang pria gundul kinclong.

“Eh, Bapak suradata. Eh, sutrarata. Eh, sutladara!” ucap Ojan buru-buru lari untuk menghampiri.

Terpopuler

Comments

Nendah Wenda

Nendah Wenda

beneran jadi artisojan

2024-12-17

0

Bulan Bintang

Bulan Bintang

lucu

2023-12-25

1

Sarti Patimuan

Sarti Patimuan

Awal karir Ojan kah bertemu dengan sutradara

2023-09-27

1

lihat semua
Episodes
1 1 : Ancaman, Kecelakaan, Dan Juga Nazar
2 2 : Benar-Benar Langsung Menikah
3 3 : Ojan, Pria yang Berbeda
4 4 : Rere yang Mengapresiasi Usaha Ojan
5 5 : Ngemal
6 6 : Merasa Sangat Bahagia
7 7 : Keramas
8 8 : Romantisnya Ojan dan Rere
9 9 : Penghasilan Pertama
10 10 : Besta*i
11 11 : Rencana Resepsi Dan Hajatan Sunat
12 12 : Saranghiyu~
13 13 : Kedatangan Keluarga Cikho
14 14 : Misteri Kecelakaan Rere Dan Adam
15 15 : Syuting Hari Pertama
16 16 : Paket Hemat Berobat
17 17 : Mendapatkan Banyak Cinta
18 18 : Makin Cinta Ke Suami
19 19 : Debut Ojan Menjadi Influencer
20 20 : Memulai Bisnis
21 21 : Narik
22 22 : Akhirnya Pulang Kampung!
23 23 : Dampak Viral Dan Kesuksesan Ojan
24 24 : Bunga Ibu Septi
25 25 : Beberapa Kebiasaan Ojan yang Mulai Rere Ketahui
26 26 : Ter—Ojan-Ojan
27 27 : Bunga Pengganti
28 28 : Ngevlog
29 29 : Hamil Dan Melahirkan
30 30 : Mengenai Anak
31 31 : Muyen Dan Bapak Rumah Tangga yang Baik
32 32 : Di Antara Kolam Lele dan Pohon Kelapa Hijau
33 33 : Secuil Masa Lalu Ojan
34 34 : Suami Kumis Lele dan Daun Kelor
35 35 : Kemajuan yang Positif
36 36 : Mendadak Nyekar
37 37 : Masa Lalu
38 38 : Belajar Dari Kisah Mereka
39 39 : Spesial
40 40 : Kejutan Manis Untuk Ojan
41 41 : Rasa yang Pernah Ada
42 42 : Perpisahan, dan Kabar Film
43 43 : Keluarga Kecil Kami
44 44 : Penayangan Film
45 45 : Adam VS Chiko
46 46 : Menyiapkan Masa Depan Mapan
47 47 : Penyesalan Dan Rencana Cikho
48 48 : Pria Gundul yang Terus Mengikuti
49 49 : Kesedihan Rere
50 50 : Ceraikan Ojan!
51 51 : DASAR PEMB-U-NUH!
52 52 : Pasca Kecelakaan Ojan
53 53 : Siapa Dalangnya?
54 54 : Gagal Hemat
55 55 : Rere Jatuh Sakit
56 56 : Donor Ginjal
57 57 : Terpaksa Berbohong
58 58 : Kunjungan Orang Tua Angkat Ojan
59 59 : Setia Dan Tanggung Jawab
60 60 : Nyaman, Bucin, dan Ala—y
61 61 : Saking Bingungnya
62 62 : Kosa Kata Ajaib Ojan
63 63 : Pol In Lop
64 64 : Waktu yang Berputar Sangat Cepat
65 65 : Lika-Liku Anak Pertama
66 66 : Kontraksi
67 67 : Pernikahan Manis
68 Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
69 Novel : Mendadak Menikahi Mantan
70 Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
71 Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
72 Novelnya Rain : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Sampa-h
73 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
74 Novel Kakeknya Ojan
75 Novel Cucunya Ojan : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
76 Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
77 Novel : Giliran Kamu yang Kejar Aku (Tuan Mafia Dan Wanitanya)
78 Novel Anaknya Azzam : Kau Selingkuh Dengan Istriku, Kuratukan Istrimu
79 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 79 Episodes

1
1 : Ancaman, Kecelakaan, Dan Juga Nazar
2
2 : Benar-Benar Langsung Menikah
3
3 : Ojan, Pria yang Berbeda
4
4 : Rere yang Mengapresiasi Usaha Ojan
5
5 : Ngemal
6
6 : Merasa Sangat Bahagia
7
7 : Keramas
8
8 : Romantisnya Ojan dan Rere
9
9 : Penghasilan Pertama
10
10 : Besta*i
11
11 : Rencana Resepsi Dan Hajatan Sunat
12
12 : Saranghiyu~
13
13 : Kedatangan Keluarga Cikho
14
14 : Misteri Kecelakaan Rere Dan Adam
15
15 : Syuting Hari Pertama
16
16 : Paket Hemat Berobat
17
17 : Mendapatkan Banyak Cinta
18
18 : Makin Cinta Ke Suami
19
19 : Debut Ojan Menjadi Influencer
20
20 : Memulai Bisnis
21
21 : Narik
22
22 : Akhirnya Pulang Kampung!
23
23 : Dampak Viral Dan Kesuksesan Ojan
24
24 : Bunga Ibu Septi
25
25 : Beberapa Kebiasaan Ojan yang Mulai Rere Ketahui
26
26 : Ter—Ojan-Ojan
27
27 : Bunga Pengganti
28
28 : Ngevlog
29
29 : Hamil Dan Melahirkan
30
30 : Mengenai Anak
31
31 : Muyen Dan Bapak Rumah Tangga yang Baik
32
32 : Di Antara Kolam Lele dan Pohon Kelapa Hijau
33
33 : Secuil Masa Lalu Ojan
34
34 : Suami Kumis Lele dan Daun Kelor
35
35 : Kemajuan yang Positif
36
36 : Mendadak Nyekar
37
37 : Masa Lalu
38
38 : Belajar Dari Kisah Mereka
39
39 : Spesial
40
40 : Kejutan Manis Untuk Ojan
41
41 : Rasa yang Pernah Ada
42
42 : Perpisahan, dan Kabar Film
43
43 : Keluarga Kecil Kami
44
44 : Penayangan Film
45
45 : Adam VS Chiko
46
46 : Menyiapkan Masa Depan Mapan
47
47 : Penyesalan Dan Rencana Cikho
48
48 : Pria Gundul yang Terus Mengikuti
49
49 : Kesedihan Rere
50
50 : Ceraikan Ojan!
51
51 : DASAR PEMB-U-NUH!
52
52 : Pasca Kecelakaan Ojan
53
53 : Siapa Dalangnya?
54
54 : Gagal Hemat
55
55 : Rere Jatuh Sakit
56
56 : Donor Ginjal
57
57 : Terpaksa Berbohong
58
58 : Kunjungan Orang Tua Angkat Ojan
59
59 : Setia Dan Tanggung Jawab
60
60 : Nyaman, Bucin, dan Ala—y
61
61 : Saking Bingungnya
62
62 : Kosa Kata Ajaib Ojan
63
63 : Pol In Lop
64
64 : Waktu yang Berputar Sangat Cepat
65
65 : Lika-Liku Anak Pertama
66
66 : Kontraksi
67
67 : Pernikahan Manis
68
Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
69
Novel : Mendadak Menikahi Mantan
70
Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
71
Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
72
Novelnya Rain : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Sampa-h
73
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
74
Novel Kakeknya Ojan
75
Novel Cucunya Ojan : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
76
Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
77
Novel : Giliran Kamu yang Kejar Aku (Tuan Mafia Dan Wanitanya)
78
Novel Anaknya Azzam : Kau Selingkuh Dengan Istriku, Kuratukan Istrimu
79
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!