6 : Merasa Sangat Bahagia

Setelah drama gaun malam pink yang dipakai oleh Ojan, sekitar sepuluh menit kemudian, Ojan keluar dari dalam kamar mandi. Pria itu memakai piyama lengan panjang warna biru pilihan Rere layaknya piyama lengan panjang yang dipakai Adam. Ojan tak lagi memakai gaun malam pink, dan di mata Rere menjadi terlihat jauh lebih menenangkan. Apalagi berbeda dengan Cikho ketika hubungan terlarang mereka di masa lalu akhirnya terungkap dan Cikho jadi selalu menyikapinya dengan bengis, Ojan sudah langsung menyapanya dengan senyum bahagia.

“Nah, gitu dong. Kan jadi makin cakep!” ucap Rere sengaja memuji suaminya, tapi yang di puji.malah panik cenderung ketakutan. Ojan jadi kerap menengok ke belakang setelah sebelumnya, langsung lari menghampirinya.

“Dek Rere,” ucap Ojan sembari meraih sebelah tangan Rere. Ia masih aktif mengawasi sekitar di tengah jantungnya yang berdebar karena takut.

“Kenapa, Mas?” tanya Rere jadi khawatir. Di tengah suasana sana yang sudah ia buat remang dan hanya menjadikan satu lampu meja di nakas sebagai penerang, ia juga jadi turut mengawasi sekitar. Di matanya, tidak ada yang aneh apalagi perlu dikhawatirkan sekaligus takutkan.

“Tadi Dek Rere bilang apa?” tanya Ojan dengan suara lirih. Karena baginya, apa yang tengah mereka bahas memang sangat rahasia.

“Yang mana, Mas? Memangnya aku bilang apa? Ada, perkataanku yang telah melukai Mas? Jika memang benar-benar ada, saya sungguh minta maaf, yah, Mas!” Rere mulai merasa takut. Sebab bagaimanapun keadaan Ojan, ia menghormati pria itu selayaknya seorang istri kepada suaminya. Apalagi sejauh ini, ia tak memandang kekurangan Ojan. Yang ia lakukan ialah mengarahkan Ojan agar bersikap layaknya manusia normal sesuai harapannya, atau malah ia yang mengimbangi Ojan karena pada kenyataannya, sebelumnya dunia sekaligus cara pikir mereka berbeda.

Rere tidak mau egois karena di masa lalu, ia pernah merasakan hancur luar biasa akibat hidup dengan penuh keegoisan. Puncaknya, setelah sebelumnya sempat mendekam di penjara, kecelakaan mobil dan terlempar dari jalan layang padahal ia tengah bersama Adam, menjadi alasan Rere untuk menjadi orang lebih baik lagi. Orang lebih baik yang lebih memuliakan orang lain apalagi sang suami.

“Tadi Dek Rere bilang kalau aku jadi makin cakep, padahal sejauh ini, satu-satunya yang bilang begitu sekaligus mau memuji diriku, ya diriku sendiri Dek! Curiga ini, malaikat Izrail emang sudah deket, makanya aku dikasih pujian dari selain diriku sendiri!” ucap Ojan yang masib berbisik-bisik.

Rasa haru membuncah dari hati Rere yang juga sampai menitikkan air mata. Dikiranya apa, dikiranya, ia yang salah. Namun selain efek masa lalu kurang beruntung dan itu tetap membuatnya tertawa karena suaminya benar-benar lucu, memikirkan jika ia harus tanpa Ojan, rasanya sungguh berat. Ia benar-benar sedih, hingga air matanya tak kuasa berbohong.

“Dek Rere kok malah nangis?” lirih Ojan kali ini bingung.

Rere menggunakan jemari tangannya yang tidak digenggam Ojan untuk menghapus air matanya. “Ya sedih saja kalau harus tanpa Mas Ojan. Ini kan kita baru bahagia.”

“Enggak ... enggak akan. Aku bakalan terus sama Dek Rere. Andai pun usiaku makin membuatku renta, jiwaku akan tetap jiwa muda, Dek! Buktinya, Binar anaknya Sepri saja, seneng banget panggil aku ‘kak Ojan’, walau awal-awalnya memang agak aku paksa. Hahaha!” Setelah sempat haha hehe, Ojan sengaja menghapus sekitar mata Rere yang memang basah oleh air mata. Selanjutnya, yang ia lakukan ialah memeluk Rere, menyandarkan kepalanya itu ke bahunya yang kurus. Karena meski cara makannya bisa membuat raksasa minder saking rakusnya Ojan, pada kenyataannya, semua daging malah lari ke perut hingga perutnya mirip orang hamil 9 bulan.

Dipeluk Ojan layaknya sekarang, Rere merasa tenang luar biasa. Sekali lagi, Rere merasa memiliki sandaran sekaligus pelindung. Apa pun yang terjadi nanti, Rere merasa semuanya terasa jauh lebih mudah, asal mereka selalu bersama-sama. Meski jujur saja, Rere masih sangat takut kepada ancaman Cikho.

“Dek, ... Dek, Sepri bilang, aku enggak boleh bantin*g duren dulu, sebelum aku kerja dan bisa kasih kamu uang,” ucap Ojan.

“Bant*ing duren? Apalagi ini?” batin Rere yang merasa mendadak lemot, bahkan Rere merasa otaknya seperti jongkok, jika sedang membahas hal-hal baru dari Ojan.

Namun karena tak kunjung paham, Rere akhirnya menanyakannya kepada Ojan.

“Loh, Dek Rere enggak ngerti ‘banti*ng duren’? Banti*ng duren ya kikuk-kikuk, Dek!” bisik Ojan yang lagi-lagi cekikikan.

Lain dengan Ojan yang justru cekikikan, Rere justru tersipu. Namun, ada kekhawatiran yang mendadak muncul. Ini mengenai andai mereka memiliki anak, apakah Ojan akan tetap sayang kepada Adam layaknya sekarang? Bagaimana jika karena memiliki anak justru membuat Adam kembali kekurangan kasih sayang seorang papah.

“Tapi tahan deh, Dek. Takut ditel*uh Sepri Dek. Sepri bilang, wajib kerja dan dapat gaji dulu, baru boleh. Kalau enggak, aku bakalan ditel*uh sama Sepri. Tapi, andai aku kalungan tasbih, kira-kira bisa menolak telu*h enggak, ya?” ucap Ojan lagi dan sudah langsung membuat Rere menepi dari kekhawatirannya.

“Mas beneran mau kerja?” tanya Rere, meski yang ia mau, Ojan cukup menjaga Adam karena Rere sendiri memiliki pekerjaan mentereng di perusahaan Excel sang kakak.

Ojan langsung buru-buru mengangguk. “Meski Dek Rere juga sudah kerja, kan lebih baik lagi kalau aku juga kerja. Jadi, kita sama-sama kerja biar kita bisa punya banyak anak. Sepri bilang kalau mau punya banyak anak, wajib punya banyak uang buat biaya hidup. Itu uang ditabung buat biaya hidup. Jadi, sebagian dipake, sebagian ditabung. Biar yang pagi dijalani enggak kekurangan, dan buat nanti pun masih ada. Tapi bukan berarti kita berhenti kerja. Tuh kaya Sepri, duitnya bisa buat kasuran!”

“Ternyata Mas Ojan sudah punya pandangan masa depan. Mas Ojan pengin punya banyak anak?” lembut Rere yang mendadak jadi sedih.

Namun berbeda dengan Rere, Ojan yang tak lagi merangkul Rere dan kembali menatapnya dengan saksama, buru-buru mengangguk.

“Iya, Dek. Soalnya aku ngerasain sendiri, enggak punya saudara, ada pun jauh, rasanya sepi banget. Bayangkan andai aku enggak punya Sepri, atau keluarga dari temannya mbahku seperti keluarganya Jam-Jam, mas Aidan, Akala. Duh, enggak tahu sesepi apa. Jadi, andai nanti kita punya banyak anak, kita juga didik mereka buat tetap jaga silaturahmi. Kalau bisa ya, kita kumpulin banyak uang, terus pake buat beli tanah, nah kita bangun rumah sekalian buat setiap anak kita. Biar kita selalu kumpul!” yakin Ojan.

“Masya Alloh, Mas. Aku sampai terharu dengarnya. Iya, nanti sama-sama ikhtiar, ya.” Rere menghapus setiap air matanya yang mengalir. Sebab rencana masa depan dari Ojan, sangat menyejukkan hatinya. “Namun, andai kita punya anak lagi. Mas tetap sayang kan, ke Adam?”

“Lah, ya pasti! Aku sayang banget ke Adam apalagi ke mamahnya! Tetap sayang dan makin sayang. Biar nantinya Adam juga sayang ke adik-adiknya!” yakin Ojan yang buru-buru merangkul sekaligus mendekap tubuh sang istri penuh sayang.

Sebagai wanita yang sempat menjadi istri kekurangan perhatian, Rere yang sebenarnya masih sangat trauma suaminya kembali bengis layaknya Cikho, tak kuasa untuk tidak menangis apalagi sedih. Kesedihan yang bercampur dengan kekhawatiran bahkan takut.

“Ya Allah ... Ya Rabbb, ... semoga Mas Ojan beneran beda dari yang sudah-sudah. Dan semoga, kami bisa mewujudkan impian kami. Iya, kami akan bekerja lebih keras lagi agar kami memiliki banyak anak. Agar kami bisa memberi anak-anak kami kehidupan layak. Akan menjadi kebahagiaan tersendiri bagi anak-anak kami karena punya daddy selucu ini!” batin Rere masih bertahan dalam dekapan Ojan.

“Ya Allah, makasih banyak. Makasih banyak-banyak pokoknya karena aku sudah dikasih istri cantik level bidadari, bersahaja, lemah lembut dan pastinya enggak takut ke aku. Apalagi sejauh ini jangankan bisa nyentuh, aku dekati saja sudah langsung kompak kabur. Lah ini, ini sekarang beneran aku lagi peluk istriku yang cantiknya miri bidadari!” batin Ojan meronta-ronta. Namun berbeda dari biasanya, alasan ia merasa tak percaya karena kini, ia merasa sangat bahagia.

Terpopuler

Comments

Nendah Wenda

Nendah Wenda

semoga langgeng ojan

2024-12-17

0

Salwa Antya

Salwa Antya

selamat ya ojan,semoga samawa sll

2024-05-01

0

guntur 1609

guntur 1609

wlaupun ojan kurang se ons otaknya. tapi pandangam hidup nya patit di acungkan jempol....salut sama ojan

2024-01-08

4

lihat semua
Episodes
1 1 : Ancaman, Kecelakaan, Dan Juga Nazar
2 2 : Benar-Benar Langsung Menikah
3 3 : Ojan, Pria yang Berbeda
4 4 : Rere yang Mengapresiasi Usaha Ojan
5 5 : Ngemal
6 6 : Merasa Sangat Bahagia
7 7 : Keramas
8 8 : Romantisnya Ojan dan Rere
9 9 : Penghasilan Pertama
10 10 : Besta*i
11 11 : Rencana Resepsi Dan Hajatan Sunat
12 12 : Saranghiyu~
13 13 : Kedatangan Keluarga Cikho
14 14 : Misteri Kecelakaan Rere Dan Adam
15 15 : Syuting Hari Pertama
16 16 : Paket Hemat Berobat
17 17 : Mendapatkan Banyak Cinta
18 18 : Makin Cinta Ke Suami
19 19 : Debut Ojan Menjadi Influencer
20 20 : Memulai Bisnis
21 21 : Narik
22 22 : Akhirnya Pulang Kampung!
23 23 : Dampak Viral Dan Kesuksesan Ojan
24 24 : Bunga Ibu Septi
25 25 : Beberapa Kebiasaan Ojan yang Mulai Rere Ketahui
26 26 : Ter—Ojan-Ojan
27 27 : Bunga Pengganti
28 28 : Ngevlog
29 29 : Hamil Dan Melahirkan
30 30 : Mengenai Anak
31 31 : Muyen Dan Bapak Rumah Tangga yang Baik
32 32 : Di Antara Kolam Lele dan Pohon Kelapa Hijau
33 33 : Secuil Masa Lalu Ojan
34 34 : Suami Kumis Lele dan Daun Kelor
35 35 : Kemajuan yang Positif
36 36 : Mendadak Nyekar
37 37 : Masa Lalu
38 38 : Belajar Dari Kisah Mereka
39 39 : Spesial
40 40 : Kejutan Manis Untuk Ojan
41 41 : Rasa yang Pernah Ada
42 42 : Perpisahan, dan Kabar Film
43 43 : Keluarga Kecil Kami
44 44 : Penayangan Film
45 45 : Adam VS Chiko
46 46 : Menyiapkan Masa Depan Mapan
47 47 : Penyesalan Dan Rencana Cikho
48 48 : Pria Gundul yang Terus Mengikuti
49 49 : Kesedihan Rere
50 50 : Ceraikan Ojan!
51 51 : DASAR PEMB-U-NUH!
52 52 : Pasca Kecelakaan Ojan
53 53 : Siapa Dalangnya?
54 54 : Gagal Hemat
55 55 : Rere Jatuh Sakit
56 56 : Donor Ginjal
57 57 : Terpaksa Berbohong
58 58 : Kunjungan Orang Tua Angkat Ojan
59 59 : Setia Dan Tanggung Jawab
60 60 : Nyaman, Bucin, dan Ala—y
61 61 : Saking Bingungnya
62 62 : Kosa Kata Ajaib Ojan
63 63 : Pol In Lop
64 64 : Waktu yang Berputar Sangat Cepat
65 65 : Lika-Liku Anak Pertama
66 66 : Kontraksi
67 67 : Pernikahan Manis
68 Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
69 Novel : Mendadak Menikahi Mantan
70 Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
71 Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
72 Novelnya Rain : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Sampa-h
73 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
74 Novel Kakeknya Ojan
75 Novel Cucunya Ojan : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
76 Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
77 Novel : Giliran Kamu yang Kejar Aku (Tuan Mafia Dan Wanitanya)
78 Novel Anaknya Azzam : Kau Selingkuh Dengan Istriku, Kuratukan Istrimu
79 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 79 Episodes

1
1 : Ancaman, Kecelakaan, Dan Juga Nazar
2
2 : Benar-Benar Langsung Menikah
3
3 : Ojan, Pria yang Berbeda
4
4 : Rere yang Mengapresiasi Usaha Ojan
5
5 : Ngemal
6
6 : Merasa Sangat Bahagia
7
7 : Keramas
8
8 : Romantisnya Ojan dan Rere
9
9 : Penghasilan Pertama
10
10 : Besta*i
11
11 : Rencana Resepsi Dan Hajatan Sunat
12
12 : Saranghiyu~
13
13 : Kedatangan Keluarga Cikho
14
14 : Misteri Kecelakaan Rere Dan Adam
15
15 : Syuting Hari Pertama
16
16 : Paket Hemat Berobat
17
17 : Mendapatkan Banyak Cinta
18
18 : Makin Cinta Ke Suami
19
19 : Debut Ojan Menjadi Influencer
20
20 : Memulai Bisnis
21
21 : Narik
22
22 : Akhirnya Pulang Kampung!
23
23 : Dampak Viral Dan Kesuksesan Ojan
24
24 : Bunga Ibu Septi
25
25 : Beberapa Kebiasaan Ojan yang Mulai Rere Ketahui
26
26 : Ter—Ojan-Ojan
27
27 : Bunga Pengganti
28
28 : Ngevlog
29
29 : Hamil Dan Melahirkan
30
30 : Mengenai Anak
31
31 : Muyen Dan Bapak Rumah Tangga yang Baik
32
32 : Di Antara Kolam Lele dan Pohon Kelapa Hijau
33
33 : Secuil Masa Lalu Ojan
34
34 : Suami Kumis Lele dan Daun Kelor
35
35 : Kemajuan yang Positif
36
36 : Mendadak Nyekar
37
37 : Masa Lalu
38
38 : Belajar Dari Kisah Mereka
39
39 : Spesial
40
40 : Kejutan Manis Untuk Ojan
41
41 : Rasa yang Pernah Ada
42
42 : Perpisahan, dan Kabar Film
43
43 : Keluarga Kecil Kami
44
44 : Penayangan Film
45
45 : Adam VS Chiko
46
46 : Menyiapkan Masa Depan Mapan
47
47 : Penyesalan Dan Rencana Cikho
48
48 : Pria Gundul yang Terus Mengikuti
49
49 : Kesedihan Rere
50
50 : Ceraikan Ojan!
51
51 : DASAR PEMB-U-NUH!
52
52 : Pasca Kecelakaan Ojan
53
53 : Siapa Dalangnya?
54
54 : Gagal Hemat
55
55 : Rere Jatuh Sakit
56
56 : Donor Ginjal
57
57 : Terpaksa Berbohong
58
58 : Kunjungan Orang Tua Angkat Ojan
59
59 : Setia Dan Tanggung Jawab
60
60 : Nyaman, Bucin, dan Ala—y
61
61 : Saking Bingungnya
62
62 : Kosa Kata Ajaib Ojan
63
63 : Pol In Lop
64
64 : Waktu yang Berputar Sangat Cepat
65
65 : Lika-Liku Anak Pertama
66
66 : Kontraksi
67
67 : Pernikahan Manis
68
Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
69
Novel : Mendadak Menikahi Mantan
70
Novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam
71
Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
72
Novelnya Rain : Pembalasan Tuan Muda yang Dianggap Sampa-h
73
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Hamil Anak Bos
74
Novel Kakeknya Ojan
75
Novel Cucunya Ojan : Gadis Berisik Kesayangan CEO Pembaca Pikiran
76
Novel : Bukan Mauku Hamil Di Luar Nikah
77
Novel : Giliran Kamu yang Kejar Aku (Tuan Mafia Dan Wanitanya)
78
Novel Anaknya Azzam : Kau Selingkuh Dengan Istriku, Kuratukan Istrimu
79
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!