Bagian 16_terungkap

Baru saja keluar dari kelas terakhirnya untuk hari ini, Shikamaru mengembuskan napas panjang dan berat. Kedua tangannya bertengger di belakang kepala dengan malas. Dia kelelahan dan merasakan sedikit pusing, mungkin penyebab utamanya adalah karena kurang tidur. Tangan laki-laki itu bergerak, beralih untuk memijat pangkal hidungnya dengan harap dapat meredakan rasa pusingnya. Setelahnya, dia kembali mengembuskan napas berat.

Di sampingnya, terdapat Sai si pemilik kulit pucat. Dia hanya berjalan di sisi Shikamaru dalam diam.

"Kau masih tidak mendapatkan apa-apa selain yang waktu itu?" tanya Shikamaru.

"Tidak ada."

Satu pekan lebih telah terlewati sejak Shikamaru dan Sai menerima 'tugas' dari si bungsu Uchiha. Namun, sampai saat ini mereka berdua belum menemukan apa pun selain nama lengkap yang mereka ketahui dari Sasuke, tempat menuntut ilmu dan foto yang mereka ambil diam-diam dua hari yang lalu.

Awalnya Shikamaru dan Sai mengerjakannya masing-masing. Sangat memuaskan dan menyenangkan menyimpan dua mobil imbalan untuk diri sendiri. Namun, karena tidak kunjung menemukan informasi apa pun, akhirnya kedua laki-laki itu memutuskan untuk bekerja sama. Kalau berhasil, masing-masing dari mereka akan menyimpan satu mobil imbalan yang dijanjikan oleh Sasuke.

"Kau mau menyerah?" Sai bertanya tanpa menoleh pada Shikamaru.

"Entahlah." Untuk kesekian kalinya, laki-laki berambut nanas itu mengembuskan napasnya. Dia tampak tidak bersemangat. "Kita temui saja Uchiha itu," ujarnya kemudian seraya melangkah menghampiri mobilnya.

Sai menurut dan ikut menghampiri mobil miliknya. Dia masuk dan segera menyalakan mesin mobil, setelah itu mengikuti jejak Shikamaru yang sudah lebih dulu melajukan mobilnya meninggalkan tempat parkir kampus mereka.

Seperti biasa, jalanan untuk menuju ke sana tidak terlalu ramai dengan kendaraan. Itu membuat Shikamaru dan Sai bisa sampai lebih cepat di kediaman Uchiha. Para pekerja yang sudah menghafal teman dari tuan muda mereka, langsung membukakan gerbang untuk mobil-mobil itu melintas.

Berhenti dan memarkirkan mobil mereka di sebuah lahan luas yang ada di sisi garasi besar penampung kendaraan-kendaraan mahal milik para Uchiha, Shikamaru dan Sai kemudian segera melangkah memasuki rumah besar keluarga Uchiha.

Bersamaan dengan munculnya si bungsu Uchiha dari arah tangga, Shikamaru dan Sai langsung diberi arahan tanpa suara untuk mengikuti Sasuke ke ruang santai yang ada di lantai dua rumah. Maid yang melihat tuannya kedatangan tamu pun bersegera membuatkan suguhan.

Mendudukkan dirinya di sofa tunggal, Sasuke tidak melepas pandangannya dari kedua laki-laki itu yang bertamu tanpa memberi kabar terlebih dulu.

"Ada perkembangan atau kabar baik yang kalian bawa?" Akhirnya Sasuke bertanya langsung tanpa ada niatan untuk berbasa-basi.

"Kau mempermainkan kami, bukan?" Shikamaru bersuara. "Tidak ada seorang pun yang tidak memiliki asal-usul. Kau sudah lebih dulu menyembunyikan semuanya, 'kan?"

"Tidak ada informasi apa pun." Sai ikut membuka suara, menimpali Shikamaru yang sudah lebih dulu. "Gadis itu seperti tiba-tiba muncul di Bumi."

"Dengan fotonya pun masih tidak ada informasi yang bisa ditemukan." Shikamaru melempar foto Reyana, yang didapat bawahannya secara diam-diam, ke atas meja yang ada di depan mereka. Sasuke hanya melihat foto itu sekilas kemudian mendengkus pelan.

Sama seperti Shikamaru, walaupun sudah menyerahkan foto pada orang suruhannya, tidak ada informasi yang didapatkan. Mereka hanya mengetahui nama, sekolah dan wajah Reyana. Hal itu membuat Sasuke semakin curiga dengan Reyana.

"Kalau aku sudah menemukan informasi mengenai gadis itu, aku tidak akan mempertaruhkan mobil-mobil yang sudah susah payah aku dapatkan."

Akhirnya ketiga laki-laki itu sama-sama terdiam di tempat masing-masing. Membiarkan hening menyelimuti dan memenuhi atmosfer di sana.

Selang beberapa saat, terdengar suara langkah kaki yang mendekat, kemudian sosok laki-laki berambut kelam memasuki ruang santai itu. Uchiha Itachi, putra sulung keluarga Uchiha.

"Hei, adik kecil!" Itachi melangkah mendekat kemudian mengusak rambut Sasuke. Dia terkekeh ketika adiknya itu menampakkan raut kesal disertai mengeluarkan decakan. Rasanya menyenangkan ketika dia menggoda adik kecilnya itu.

"Pekerjaanmu sudah selesai? Ini masih terlalu awal untuk pulang," ujar Sasuke setelah Itachi mendudukkan diri di sofa lainnya.

"Tidak ada hal mendesak, jadi aku bisa pulang lebih awal." Itachi membalas dengan santai. "Ada apa kalian berkumpul di sini? Tumben sekali bocah rubah itu tidak ikut."

"Bukan urusanmu." Sasuke menjawab dengan ketus.

Lagi, Itachi terkekeh geli melihat tingkah adiknya. Padahal dulu mereka begitu dekat, bahkan Sasuke selalu ingin melekat ke mana pun Itachi pergi. Sekarang bungsu Uchiha itu malah lebih dingin dari ayah mereka.

Melihat kedua teman adiknya sekilas. Lalu, lembaran foto yang tergeletak di atas meja menarik perhatiannya. Keningnya mengkerut ketika melihat sosok gadis di dalam foto itu.

Itachi mengulurkan tangannya untuk meraih foto itu. "Kalian mendapatkan foto ini dari mana?" Dia bertanya sembari mengangkat foto itu.

"Sasuke sedang mencari informasi mengenai gadis itu. Kelihatannya dia dekat dengan Sakura sehingga Sasuke ingin tahu tentangnya." Shikamaru mengambil alih untuk menjawab. "Namun, sampai sekarang kami tidak mendapatkan informasi apa pun."

"Kalian tahu siapa gadis ini?" Itachi kembali bertanya seraya kembali meletakkan foto itu di atas meja. Jarinya mengetuk-ngetuk di atas foto itu.

"Kami hanya tahu namanya, Miyaki Yana." Kali ini Sasuke yang menjawab.

"Aha, pantas saja." Itachi mendengkus seraya tertawa kecil. Semuanya menjadi lebih terang sekarang. "Pantas saja gadis itu sulit ditemukan, ternyata dia mengubah namanya."

Ketiga laki-laki lainnya yang ada di ruangan itu memandang Itachi dengan lekat. Pertanyaan muncul di benak mereka ketika mendengar ucapan si sulung Uchiha.

"Apa maksudmu? Kau ... mengenal gadis ini?"

"Bukan mengenalnya. Aku tahu gadis ini," balas Itachi. "Dia putri tunggal pengusaha asal Inggris, namanya Reyana Axelton. Kita sedang menjalin hubungan kerja sama dengan mereka, Ayah memintaku untuk mencarinya karena menurut informasi yang didapat keluarga Axelton, Reyana berada di Jepang."

Hening kembali memenuhi atmosfer ruang santai itu. Sasuke, Shikamaru dan Sai terdiam di tempat mereka setelah mendengar penjelasan tentang Reyana dari Itachi.

"Maksudmu Axelton ini?" Sai menunjukkan layar ponselnya yang menampilkan laman pencarian mengenai pengusaha asal Inggris yang bermarga Axelton itu. "Bahkan kekayaan mereka lebih banyak dari milik kalian, untuk apa dia ke Jepang dan menyamar seperti orang biasa?"

"Dia melarikan diri dari rumah."

"Sialan. Alasan sepele yang membuat orang-orang kesulitan." Sasuke mengumpat pelan seraya memijat pelipisnya.

"Ya, urusan orang-orang seperti mereka lebih memusingkan."

"Jadi, di mana dia sekarang? Aku harus segera memberitahukan hal ini kepada Ayah," imbuh Itachi.

"Gadis itu tinggal di rumah Naruto sekarang." Sasuke menjawab dengan malas. "Oh ya, sepertinya kalian harus cepat. Beberapa waktu lalu dia dikejar beberapa orang."

Itachi menatap adiknya dengan kening yang mengkerut, tidak lama, kemudian ekspresinya kembali santai. "Sepertinya itu orang-orang dari keluarga Axelton yang sudah lebih dulu tiba dan mencari gadis itu."

"Ck! Sialan." Tangannya mengepal di atas pangkuan. Membatin bahwa seharusnya hari itu dia tidak menolong Reyana dari orang-orang asing itu. Dengan begitu Reyana bisa segera kembali ke negaranya dan tidak lagi mencuri perhatian Sakura darinya. Pun dia tidak perlu berpura-pura baik padanya di depan Sakura. Jangan lupakan kejadian ketika mereka tidak sengaja bertemu di restoran yang berada di daerah Shibuya.

"Kalau begitu aku akan beritahu Ayah dulu." Itachi berujar seraya bangkit dari duduknya. Dia menepuk pundak sang adik sebelum beranjak dari ruang santai itu.

"Jadi, apa kami tetap mendapatkan mobilmu?" Sai bertanya beberapa saat setelah kepergian Itachi. Wajahnya menampilkan senyum khas yang selalu tampak memuakkan di mata Sasuke.

"Kalian tidak memberiku apa-apa. Lebih baik kalian pulang sekarang!" Sasuke berdecih seraya membuang wajahnya ke arah lain. Suasana hatinya memburuk saat ini.

...* * *...

Kedua orang itu keluar dari mobil lalu melangkah masuk ke bangunan tinggi yang merupakan hotel itu. Kabuto mengikuti langkah sang atasan dari belakangnya. Namun, tiba-tiba dia harus menghentikan langkahnya karena ada pesan yang masuk ke dalam tablet yang ada di genggamannya. Dia memutuskan untuk membacanya karena tidak menutup kemungkinan itu berisi sesuatu yang penting.

"Uchiha-sama," Kabuto segera mempercepat langkahnya untuk menyusul atasannya, "Tuan Muda Itachi telah menemukan keberadaan putri Axelton."

Fugaku menghentikan langkahnya dan memandang sang sekretaris. "Kapan pertemuan selanjutnya dengan Axelton diadakan?"

"Besok, Anda memiliki janji temu dengan Axelton pukul dua siang."

Mengangguk singkat, kemudian Fugaku kembali melanjutkan langkahnya menuju menuju lift untuk segera ke kamar hotelnya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!