"Kenapa? Apa ini sedikit tidak pantas aku pakai?" Afika bertanya dengan mengerucutkan bibirnya memberi kesan imut yang membuat Tata tertawa melihatnya.
"Astaga Afika, saking kerennya aku sampe gak bisa berkata kata. Kamu bilang gak bagus, ah.. ya ampun kamu itu sebenarnya apa si? Kenapa menggemaskan seperti ini?" Tata memutar tubuh Afika dan takjub akan buatan tangannya sendiri yang kini membalut indah di tubuh Afika.
"Serius?" Afika kembali bertanya hingga sebuah huruf O tergambar di tangan kanan Tata.
"Ini sempurna sayang, keren!" Tata mengangkat jempolnya membuat Afika sedikit tersipu, karena dia tahu bila yang memujinya kini adalah seseorang yang ada dalam hatinya.
Afika tahu dengan jelas tujuan Atta melakukan penyamaran sebagai Tata, itu semua dia lakukan semata mata hanya demi melindunginya. Namun, dulu dia malah di bodohi dengan kedatangan Atta palsu.
"Jalan jalan yu." Ajak Tata dengan senyum memuji dan mata berbinar, Afika terkejut bukankah sebelumnya dia kemari hanya ingin melihat koleksi Tata tapi kenapa malah jadi jalan jalan. Afika tak ingin membantah dia ingin membiarkannya mengalir sewajarnya.
"Kita mau kemana?" Afika bertanya dengan wajah yang bersemangat, Tata mengangkat jari telunjuknya, seakan dia menemukan sebuah harta karun yang harus mereka kunjungi.
Tata menarik tubuh Afika mereka pergi tanpa membawa tas dan hanya membawa sebuah dompet kecil milik Tata saja yang di bawa. Mereka bahkan meninggalkan ponsel mereka di kediaman sederhana itu.
Tata kembali mengendarai mobilnya menuju sebuah tempat yang lumayan jauh, bahkan nampak matahari sudah tenggelam. Mata Afika terbelalak saat melihat bagaimana hutan ilalang menari di sekitar jalan, di ujung pandangannya nampak pantai dan matahari tenggelam.
"Indah." Bisik Afika membuat seulas senyum terukir di bibir Tata dan merasa bila kejutannya kini akan berakhir menyenangkan.
Memang sangat indah, saat hari ini berlalu seperti senja, Afika aku juga berharap kita bisa bersama seperti senja. Aku tahu mungkin ini terlalu berat bagi kita, ingatan mu tantang ku juga sudah tidak ada. Afika, aku mohon izinkan aku melindungi mu sebagai Tata. Batin Tata mencoba menelan semua kepahitan dalam dadanya.
Beberapa bulan lalu saat kecelakaan terjadi, hari itu Tata baru saja mendapatkan hadiah luar biasa dari Naura, ibunda Afika. Hari itu dirinya di pasangi sebuah alat di bagian belakang kepalanya bernama IT.
IT akan aktif saat Atta menginginkannya dan akan mati saat dia tidak membutuhkannya, bisa di katakan benda itu adalah benda canggih yang sangat keren.
Atta sempat bertanya mengapa tidak Afika yang di pasangi alat itu, hingga sebuah jawaban mencengangkan menjadi sebuah kata terakhir sebelum mata Atta tertutup akibat obat bius.
"Kak Kenapa aku, kenapa gak Afika saja?" Sebelum operasi itu di lakukan Atta sempat bertanya.
"Para pembunuh sudah bergerak sekarang, bila aku memasangnya pada Afika nyawanya akan dalam bahaya, dia juga seorang gadis yang cukup cerdas pasti suatu hari mengerti. Dan maaf bila ini yang terakhir dari kakak, tolong lindungi Afika." Itulah kata kata terakhir yang di ucapkan Naura sebelum Atta kehilangan kesadarannya secara penuh.
Hingga akhirnya operasi besar di lakukan di mana otak Naura yang sebenarnya telah menyatu dengan sebuah alat canggih bernama IT di pindahkan secara paksa pada kapal Atta.
Apa Naura meninggal saat itu? Jelas tidak, setelah selama satu minggu Naura tak sadarkan diri akhirnya Naura tersadar dan di hari itu pula sebuah kejadian mengerikan terjadi.
Saat itu Deon, ayah dari Afika. Dia baru saja menerima kabar dari bawahannya bila beberapa pasukan khusus sudah datang. Identitas Naura yang tidak biasa membuat seluruh manusia di bumi menjadi mengetahui siapa dirinya.
Sebagian ingin melindungi namun tidak banyak pula yang iri dan mengakibatkan benci berkepanjangan, Naura seorang mata mata yang memiliki banyak identitas namun dia sudah berhenti dalam dunia itu dan memilih menjadi manusia biasa dengan mengabdikan diri bagi orang lain.
Naura menjalani hidupnya dengan riang di sebuah desa kecil nan sederhana. Semua orang di sana baik dan selalu menolong satu sama lain, hingga tanpa sengaja dia bertemu Deon seorang Dokter yang tengah melakukan survei ke desa tersebut.
Meski tidak mudah namun mereka akhirnya berhasil menyatu, hingga identitas Deon yang agak tidak sederhana membuat identitas Naura terbongkar dan semua rahasianyapun akhirnya terungkap membuat beberapa organisasi terlarang mencari informasi tentang Naura.
Naura beberpa kali sempat mengalami hal yang hampir merebut nyawanya melayang, dan akhirnya benar mereka memang menargetkan Naura demi mengambil sebuah chif yang di pasang di otak Naura oleh seorang profesor yang kini sudah tidak di ketahui keberadaannya.
Waktu berlalu hingga kejadian memilukan itu terjadi, dan saat itu Atta masih belum sadarkan diri dan masih berada di sebuah lab dimana semula dia di operasi di temani dua pengawal andalan Naura.
Selama berbulan bulan Atta pingsan hingga saat dirinya terbangun dan sadar dari tidur panjangnya hanya satu hal yang dirinya tanyakan dan hanya itulah yang saat itu ada dalam benaknya.
"Afika.. Afika.." Itulah gumaman yang terong terucap hingga akhirnya dia mampu membuka mata, dan sebuah monitor tiba tiba terlihat di depan matanya.
Apa ini? Bisik Atta dalam hati, dia mengibaskan tangannya ke tempat monitor nampak, namun sayang tidak ada yang terjadi hanya sebuah kata yang kini terlihat dalam monitor tersebut.
WELCOME
Itulah kata yang terlihat dari matanya, Atta mengedipkan matanya dan melirik ke samping hingga nampak sesosok pria bertubuh tinggi tegap, menatapnya dengan senyum dan bahagia.
Sebuah data tiba tiba keluar hinga menampakkan identitas pria di hadapannya itu, Atta berusaha memperjelas pandangannya dan lensa matanya seperti mikroskop dia melihat setiap detil dari wajah pria itu, bahkan sebuah luka kecil di leher bagian kiri pria itu dapat terlihat.
Atta kemudian merasakan kepala bagian belakangnya berdenyut hingga bermasalah sebuah perban masih menempel, Atta menatap sekeliling dan sadar saat itu dirinya berada di mana.
"Afika!" Atta terperanjat saat teringat akan gadis itu, dia bangkit dan berusaha berjalan dia sedikit kesulitan namun dia akhirnya berhasil bangkit dan melangkah keluar.
Seorang wanita nampak hendak masuk ke ruangan tersebut dan Atta yang akan keluar terkejut saat monitor di kepalanya memperlihatkan tanda bahaya, sebuah ledakan tiba tiba tersebar tidak jauh dari tempat semula mereka berada.
"Mereka datang!" Wanita yang baru masuk itu bergegas ke sebuah pintu, pria yang semula bersama Atta langsung menyeret kursi roda untuk di duduki Atta.
"Siapa mereka?" Tanya Atta lirih yang sudah sangat mengetahui pria yang kini bersamanya itu.
Bersambung...
Ilustrasi Atta
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 23 Episodes
Comments
Ani
visualnya bikin mata ngantuk😫😫😫😫 langsung terbelalak 😲😲😲😲😲😆😆😆😆😆
2024-04-22
1
🦂⃟ᴍɪʟᷤᴀᷤʜᷫ ᶜᵘᵗᵉ ✹⃝⃝⃝s̊S
visual Atta bikin ngiler 😀
2023-09-24
1