Bab 13 : Paksaan dan ancaman

Nadia baru saja sampai di rumah pamannya setelah menerima telepon dari Bima, salah satu bawahan Arief. Bima meminta Nadia untuk menemui Arief di rumahnya.

"Baiklah, aku akan menunggu paman Arief di ruang kerjanya."

Setibanya di rumah pamannya, Nadia memutuskan untuk menunggu di ruang kerja Arief. Sambil menunggu, ia mulai merasa bosan dan iseng melihat-lihat isi ruangan tersebut.

Nadia kemudian membuka laci di meja kerja Arief dan menemukan tiga carik foto yang terpotong. Di antara foto tersebut, ada Jia, Dika, dan Sua. Di setiap foto, terdapat cap stempel dengan tulisan "selesai."

 "Siapa mereka ini? Kenapa ada stempel 'selesai' di foto mereka?" tanya Nadia penasaran.

Namun, karena Nadia tidak mengenal orang-orang dalam foto itu, ia memilih untuk mengabaikannya dan kembali duduk di kursi, tetap menunggu kedatangan pamannya.

Beberapa menit kemudian, Bima masuk ke ruang kerja tersebut.

 "Nadia, maaf membuatmu menunggu. Paman Arief baru saja sampai di rumah. Dia akan segera ke sini."

"Tidak apa-apa, Bima. Aku tidak keberatan menunggu." ucap Nadia.

Sambil menunggu Arief, Nadia tidak bisa menghilangkan rasa penasaran tentang foto-foto yang ia temukan. Namun, ia memutuskan untuk menunggu saat yang tepat untuk menanyakan hal tersebut kepada Arief.

Setelah beberapa saat, Arief akhirnya masuk ke ruang kerja dan duduk di seberang Nadia.

Nadia dengan hati-hati bertanya, "Paman Arief, aku menemukan beberapa foto di laci meja kerjamu dan di setiap foto ada stempel 'selesai.' Apa maksudnya?"

Arief menghindar, "Oh, itu? Jangan khawatir tentang itu, Nadia. Kita ada urusan lebih penting untuk dibahas. Bagaimana kalau kita bicarakan tentang perjodohanmu?"

Nadia merasa tidak puas dengan jawaban Arief, tetapi memutuskan untuk mengikuti arahan pembicaraannya.

"Perjodohan? Paman tahu aku kabur dari rumah orang tuaku karena mereka tidak merestui hubunganku dengan kekasih lamaku. Aku takut mereka akan mengurungku selamanya di kamar. Dan bagaimana bisa mereka berpikir untuk menjodohkan ku?" tanya Nadia dengan rasa kecewa pada orang tuanya untuk kesekian kalinya.

 "Nadia, aku mengerti perasaanmu, tetapi orang tuamu hanya ingin yang terbaik untukmu. Mereka telah menemukan calon suami yang baik untukmu, dan mereka ingin kamu bertemu dengannya." ucap Arief dengan lembut, berusaha meyakinkan Nadia.

"Tapi, paman, aku bahkan belum mengenalnya. Bagaimana jika aku tidak bisa mencintainya?"

"Kadang cinta bisa tumbuh seiring waktu, Nadia. Aku yakin orang tuamu telah memilih seseorang yang baik untukmu. Beri dia kesempatan, dan siapa tahu, kamu mungkin menemukan kebahagiaan bersamanya." ucap Arief.

Nadia yang sudah muak, mengatakan dengan tegas,

 "Paman Arief, aku tidak bisa menerima perjodohan ini. Aku harus memilih jalan hidupku sendiri. Aku akan pergi lagi."

"Nadia, tunggu! Pikirkan lagi keputusanmu." usul Arief dengan khawatir.

Namun, Nadia sudah mantap dengan keputusannya. Ia beranjak dari kursi dan berlari keluar rumah pamannya. Namun, saat ia mencoba kabur, pengawal dari utusan orang tua Nadia muncul dan menangkap Nadia.

"Maaf, Nona Nadia. Kami tidak bisa membiarkan Anda pergi. Orang tua Anda mengkhawatirkan Anda dan ingin Anda kembali ke rumah." ucapnya

Nadia berteriak dengan kencang dan berkata, "Lepaskan aku! Aku tidak ingin kembali!" serunya.

Meskipun berusaha melawan, Nadia akhirnya ditangkap oleh pengawal dan dibawa kembali ke rumah orang tuanya. Selama perjalanan, Nadia merenung tentang apa yang akan terjadi padanya dan bagaimana ia bisa keluar dari situasi ini.

Sesampainya di rumah, Nadia di seret dengan paksa namun penuh kehati hatian agar tak ada yang terluka diantara tubuh Nadia.

Kini, berhadapan langsung dengan Rizal dan Lina, yang merupakan orang tuanya, membuat Nadia sedikit jengkel dan sangat ingin pergi dari sana.

Di ruang keluarga, Nadia duduk di sofa dengan ekspresi marah. Rizal dan Lina, orang tuanya, berdiri di depannya dengan wajah serius. Nadia, yang dikenal sebagai gadis yang berani dan pemberontak, sudah tidak tahan lagi dengan tekanan dari orang tuanya.

 "Nadia, kami sudah berbicara tentang ini berkali-kali. Kami telah menemukan pria yang baik untukmu, dan perjodohan ini akan sangat baik untuk masa depanmu."

 "Betul, sayang. Kami hanya ingin yang terbaik untukmu. Pria ini memiliki pekerjaan yang stabil dan kami yakin dia akan menjagamu dengan baik."

Nadia mengepalkan tangannya, merasa kesal dan frustrasi.

 "Tapi, Ayah, Ibu, saya tidak ingin dijodohkan! Saya ingin menemukan cinta dan kebahagiaan saya sendiri. Saya ingin menikah dengan seseorang yang saya cintai dan kenal dengan baik. Mengapa kalian tidak mengerti?!"

Rizal mencoba tetap tenang, namun terlihat jelas bahwa ia merasa tidak nyaman dengan sikap Nadia.

"Nadia, kami mengerti perasaanmu, tetapi kami tahu apa yang terbaik untukmu. Kami telah melalui banyak hal dalam hidup dan ini adalah cara terbaik untuk memastikan masa depanmu yang bahagia dan stabil."

Nadia bangkit dari sofa dengan tegas, menatap orang tuanya dengan tatapan tajam.

"Saya tidak peduli dengan apa yang kalian pikirkan terbaik untuk saya! Saya sudah cukup dewasa untuk membuat keputusan sendiri. Jika kalian tetap memaksa, saya akan meninggalkan rumah ini dan memulai hidup baru tanpa kalian!"

Lina menatap Nadia dengan sedih, sementara Rizal tampak terkejut. Mereka tidak menyangka Nadia akan begitu tegas dan berani dalam menentang keputusan mereka.

 Suasana tegang terasa di udara. Rizal, ayah Nadia, tampak kesal sementara Nadia, wajahnya penuh keberanian.

Rizal menatap Nadia dengan tajam, lalu berkata, "Nadia, aku sudah memberitahumu berkali-kali. Perjodohan ini sudah diatur oleh kedua keluarga kita. Jika kamu terus menolak, aku akan mengurung mu di rumah ini selamanya!"

Nadia menegakkan tubuhnya dan memandang ayahnya dengan tatapan tajam, "Ayah, saya tidak bisa menerima perjodohan ini. Saya ingin menentukan hidup saya sendiri. Saya akan melawan dan berusaha melarikan diri jika perlu!"

Rizal menghela nafas panjang, mencoba mengendalikan emosinya. "Nadia, aku hanya ingin yang terbaik untukmu. Apakah kamu tidak mengerti? Aku tidak ingin kamu menyesal di kemudian hari."

Nadia tersenyum sedih, "Ayah, yang terbaik bagi saya adalah membiarkan saya menentukan jalan hidup saya sendiri. Saya tahu Ayah mencintai saya, tapi tolong percayai saya untuk membuat keputusan yang benar untuk hidup saya."

Rizal terdiam sejenak, kemudian berkata dengan lembut, "Baiklah, Nadia. Aku akan memberimu waktu untuk memikirkan semuanya. Tapi ingat, aku hanya ingin kamu bahagia."

"Bahagia? Apa Ayah tahu apa yang akan membuatku bahagia? Dan ayah bilang ayah ingin aku bahagia, tetapi tak pernah mempertimbangkan untuk memberikanku sedikit kebebasan?!" ucap Nadia dengan nada tinggi di setiap ucapannya.

Setelah Nadia menolak perjodohan yang telah ditetapkan, Rizal merasa tak ada pilihan lain. Dengan berat hati, ia mendorong Nadia ke kamarnya dan mengunci pintu dari luar.

Rizal memandang pintu kamarnya dengan sedih, lalu berkata pada dirinya sendiri, "Aku tidak ingin melakukan ini, Nadia. Tapi demi kebaikanmu, aku harus melakukannya."

Di dalam kamar, Nadia terduduk di lantai, menahan air mata. Dia berteriak, "Ayah, tolong jangan lakukan ini! Saya tidak ingin perjodohan ini! Saya hanya ingin menentukan hidup saya sendiri!"

Rizal mendengar teriakan putrinya, dan hatinya semakin hancur. Namun, ia tetap yakin bahwa tindakannya benar. "Nadia, aku minta maaf. Aku hanya ingin yang terbaik untukmu. Semoga kamu mengerti suatu hari nanti," ujarnya pelan di balik pintu.

Beberapa hari berlalu, dan Nadia terkurung di kamarnya tanpa makan dan minum. Rizal merasa sangat bersalah, tetapi ia berusaha meyakinkan dirinya bahwa ini adalah cara terbaik untuk mengajarkan putrinya.

Terpopuler

Comments

R Suryatie

R Suryatie

Apkh paman Arif terlibat dg kematian Jia, Dika dan Sua????

2023-09-23

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!