Keesokan harinya, Raka menelepon Geo dengan berita tragis tentang Sua. Suara Raka yang patah dan terisak membuat Geo merasa takut, merasakan sesuatu yang mengerikan telah terjadi.
"Geo... Aku... Aku minta maaf. Aku tidak bisa... Sua... dia..."
Geo merasakan denyut nadi di telinganya, seolah dia tidak bisa mendengar dengan benar. "Apa? Raka, apa yang terjadi pada Sua?"
Raka memberi tahu Geo tentang apa yang terjadi, tentang bagaimana dia hampir menyelamatkan Sua, tetapi gagal. Dia menceritakan tentang pria misterius dan bagaimana dia mendorong Sua ke sungai.
Geo merasa seolah-olah tanah di bawahnya runtuh. Dia merasa sesak napas, seolah-olah dia tenggelam dalam air sungai bersama Sua. "Tidak... Tidak mungkin... Sua..."
Geo merasa marah, bingung, dan hancur. Dia merasa kehilangan yang tak terukur dan tidak bisa memahami bagaimana ini bisa terjadi. Dia merasa seolah-olah dia telah gagal sebagai kakak laki-laki, bahwa dia seharusnya ada di sana untuk melindungi Sua.
Namun, meskipun dia merasa marah dan kecewa, Geo tahu bahwa ini bukan salah Raka. Dia tahu bahwa Raka telah melakukan yang terbaik untuk melindungi Sua, dan bahwa dia juga merasakan rasa sakit dan kehilangan yang sama.
"Ini bukan salahmu, Raka. Kita... Kita harus mencari tahu siapa pria misterius itu. Kita harus memastikan bahwa dia membayar untuk apa yang telah dia lakukan." jelas Geo dengan bertindak tegas meskipun situasinya ia sedang hancur.
Sementara Raka, dari sebrang sana ia merasa sangat sedih dan pecah dalam tangisnya. Begitu mengingat wajah Sua, tangis pria itu pecah untuk kesekian kalinya. Kehancuran ini, rasa sakit ini, benar benar membuat Geo dan Raka hampir gila.
Geo dan Raka, meski berduka, tahu bahwa mereka harus bertindak cepat untuk mencari tahu siapa pria misterius yang mendorong Sua ke sungai. Mereka merencanakan strategi dan memutuskan untuk memulai pencarian mereka dengan mengumpulkan sebanyak mungkin informasi.
Mereka kembali ke jembatan sungai, tempat Sua terakhir kali terlihat. Mereka mencari bukti apa pun yang mungkin ditinggalkan oleh pria misterius itu. Mungkin ada jejak kaki, benda yang jatuh, atau bahkan kamera pengawas di dekatnya yang mungkin menangkap kejadian tersebut.
Setelahnya, mereka berbicara dengan orang-orang di sekitar area tersebut. Mungkin ada saksi mata yang melihat Sua atau pria misterius itu pada malam itu. Setiap detail, sekecil apa pun, bisa menjadi petunjuk penting.
Lalu, mereka mencoba mencari tahu apakah Sua mungkin memiliki masalah dengan seseorang atau apakah dia mungkin tahu sesuatu yang tidak seharusnya dia ketahui. Mereka mencoba mengingat percakapan atau peristiwa terakhir mereka dengan Sua yang mungkin memberikan petunjuk.
Dan pada akhirnya, mereka berkoordinasi dengan polisi dan berbagi semua informasi yang mereka miliki. Mereka tahu bahwa mereka tidak bisa menyelesaikan ini sendiri dan membutuhkan bantuan dari pihak berwenang.
Setelah beberapa hari melakukan penyelidikan intensif, Geo dan Raka akhirnya menemukan petunjuk penting yang bisa membantu mereka. Mereka menemukan sebuah kalung kecil di tepi sungai, dekat lokasi Sua ditemukan. Kalung itu tidak milik Sua, dan mereka berdua tidak mengenalinya.
"Ini bukan milik Sua. Dia tidak pernah memakai kalung seperti ini." ucap Geo dengan yakin.
Raka mengangguk, memegang kalung itu di tangan dan memandanginya dengan seksama. "Ini mungkin milik pria misterius itu. Mungkin terjatuh saat dia berjuang dengan Sua."
Mereka memutuskan untuk membawa kalung itu ke polisi, berharap ini bisa menjadi petunjuk penting dalam kasus ini. Mereka juga berbicara dengan orang-orang di sekitar area tersebut, menunjukkan kalung itu dan bertanya apakah mereka mengenalinya.
Meski petunjuk ini kecil, ini adalah langkah maju pertama dalam penyelidikan mereka. Mereka merasa sedikit harapan, percaya bahwa mereka akhirnya dapat menemukan pria yang selama ini membantai keluarganya.
Setelah menemukan kalung itu, Geo dan Raka memutuskan untuk segera menyerahkannya ke polisi. Mereka tahu bahwa setiap petunjuk, sekecil apa pun, bisa membantu dalam mengungkap identitas pria misterius itu. Mereka pergi ke kantor polisi setempat dan meminta untuk berbicara dengan detektif yang menangani kasus Sua.
Di kantor polisi, mereka diperkenalkan kepada Detektif Sari, seorang detektif berpengalaman yang telah bekerja pada kasus ini sejak awal. Geo dan Raka menjelaskan bagaimana mereka menemukan kalung itu dan mengapa mereka percaya itu mungkin milik pria misterius.
Detektif Sari mendengarkan dengan penuh perhatian dan mengambil kalung itu untuk diperiksa lebih lanjut.
"Terima kasih telah membawa ini kepada kami. Kami akan memeriksa kalung ini dan melihat apakah ada sidik jari atau bukti lain yang dapat membantu kami mengidentifikasi si pria misterius ini." ucap Detektif Sari.
Setelah menyerahkan kalung itu, Geo dan Raka diberi tahu bahwa polisi akan mengabari mereka jika ada perkembangan penting dalam kasus ini. Mereka juga diberi tahu untuk tetap waspada dan melaporkan segala informasi atau petunjuk tambahan yang mungkin mereka temukan.
Dalam beberapa hari berikutnya, polisi menganalisis kalung itu dan menemukan sidik jari yang cocok dengan seorang pria yang memiliki catatan kriminal sebelumnya. Dengan informasi ini, polisi mulai menyelidiki lebih dalam dan mengumpulkan bukti tambahan untuk membangun kasus mereka.
Sementara itu, Geo dan Raka terus melakukan penyelidikan mereka sendiri, bekerja sama dengan polisi dan berbicara dengan lebih banyak saksi untuk mengumpulkan informasi.
Sebagai detektif berpengalaman, Raka memiliki akses ke sumber daya dan alat yang dapat membantu dalam penyelidikan. Dia menggunakan keterampilan dan pengetahuannya untuk membantu Geo memahami proses penyelidikan dan membantu mereka memahami apa yang perlu mereka lakukan selanjutnya.
Raka juga memiliki hubungan dengan rekan-rekannya di kepolisian. Dia bisa berbicara dengan mereka, berbagi informasi, dan meminta bantuan mereka dalam mencari petunjuk dan bukti.
Selain itu, Raka menggunakan keterampilan detektifnya untuk membantu memahami apa yang mungkin terjadi pada malam Sua hilang. Dia membantu mencari tahu siapa pria misterius itu dan apa motifnya.
Geo, setelah menghabiskan hari yang panjang dalam penyelidikan, memutuskan untuk pergi ke toko buku lokal untuk mencari buku tentang teknik penyelidikan. Dia merasa lelah dan frustrasi, tetapi bertekad untuk tidak menyerah.
Sua, Dika, begitu juga dengan Jia. Meninggal dengan cara yang tidak wajar. kenyataan itu terus saja membangunkannya bahwa lelah dan frustasi tak layak untuk dirinya yang sudah tidak bisa menyelamatkan mereka.
Sementara itu, wanita yang bernama Nadia, seorang penulis muda yang baru saja pindah ke kota, juga berada di toko buku yang sama. Dia sedang mencari buku untuk novel terbarunya dan tanpa sengaja mengambil buku terakhir yang Geo inginkan.
Geo, yang sudah merasa frustrasi, merasa sedikit kesal melihat buku yang dia inginkan di tangan orang lain. Dia mendekati Nadia dan berbicara dengan nada yang agak keras.
"Maaf, sepertinya itu buku terakhir dan aku sudah mencarinya sepanjang hari." ucap Geo
Nadia, terkejut dan sedikit tersinggung, menatap Geo dengan tajam.
"Yah, aku menemukannya lebih dulu. Aku juga membutuhkan buku ini. Mengapa aku harus memberikannya padamu?" tanya Nadia dengan ketus.
Geo, merasa tidak adil, menjawab dengan nada yang semakin meninggi.
"Kamu tidak mengerti, ini sangat penting bagiku! Aku sedang mencoba memecahkan kasus yang melibatkan seluruh keluarga ku!" Bentak Geo
Nadia, yang juga keras kepala, tidak mau kalah.
"Aku juga punya alasan penting untuk membutuhkan buku ini! Aku tidak bisa menyerah begitu saja hanya karena kamu merasa lebih berhak." sentak Nadia.
Mereka terus berdebat, saling melemparkan argumen tentang mengapa masing-masing berhak atas buku tersebut. Namun, setelah beberapa menit, keduanya menyadari bahwa pertengkaran ini tidak akan membawa mereka kemana-mana.
Geo, mengambil napas dalam-dalam, mencoba menenangkan diri.
"Maaf, aku tahu kita sama-sama ingin buku ini. Mungkin kita bisa mencari cara untuk berbagi atau bekerja sama?"
Nadia, melihat bahwa Geo telah menenangkan diri, juga merasa bersalah dan memutuskan untuk mencari solusi yang adil.
"Baiklah, bagaimana kalau kita berbagi buku ini? Aku bisa membacanya dulu, dan setelah aku selesai, aku akan memberikannya padamu. Atau kita bisa membacanya bersama dan saling membantu." ucap Nadia.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 48 Episodes
Comments
R Suryatie
akhirnya melibatkan polisi dlm mengungkapkan kasus ini, itu yg slalu ada dlm benakku sjk awal, pdhl ini kasus besar yaitu pembunuhan,,, trs bayi siapa yg disembunyikan Jia??? klo mmg itu anak mereka mengapa suaminya tdk merasa kehilangan???
2023-09-20
1