Bab 11 : Jurnalis investigasi dan Novelis

Geo duduk di meja kerjanya yang penuh dengan catatan, dokumen, dan laptopnya yang terbuka di sebuah artikel yang sedang dia kerjakan. Dia sedang menyelidiki kasus korupsi di pemerintahan setempat, dan hari ini adalah hari yang sibuk baginya. Dinding di sebelah meja Geo dipenuhi dengan peta, foto, dan berbagai kliping berita yang terkait dengan kasus yang sedang dia selidiki.

Tiba-tiba, pintu ruangan terbuka dan atasan Geo, Lenny, berjalan masuk. Dia berhenti di meja Geo dan menatapnya dengan serius.

"Geo, aku punya tugas penting untukmu. Ada dugaan kasus penggelapan dana di salah satu perusahaan besar di kota ini. Aku ingin kamu menyelidiki lebih lanjut dan menggali informasi tentang keterlibatan pihak-pihak yang mungkin terkait." ucap Lenny dengan tegas.

"Baik, Lenny. Aku akan mulai menyelidiki segera." ucap Geo.

Lenny berjalan keluar dari ruangan, meninggalkan Geo dengan tugas baru yang menantang. Geo mengambil napas dalam-dalam dan mulai mengerjakan tugas yang diberikan Lenny.

Dia membuka laptopnya dan mulai mencari informasi awal tentang perusahaan yang disebutkan atasan. Geo juga mencatat beberapa sumber yang mungkin bisa dia hubungi untuk menggali informasi lebih dalam tentang kasus ini.

Saat Geo sedang sibuk dengan pekerjaannya, ponselnya berdering. Dia melihat layar dan melihat nama Raka muncul. Dia mengangkat telepon dan mendengar suara Raka di ujung sana.

"Hai, Geo. Aku baru saja berbicara dengan Mila, dan dia memberiku beberapa informasi menarik tentang dampak emosional yang mungkin dialami Jia sebelum kematiannya. Aku pikir kita harus bertemu untuk membahasnya."

"Baik, Raka. Mari bertemu di kafe dekat kantor dalam saat jam istirahat. Aku akan menyelesaikan beberapa pekerjaan terlebih dahulu."

Setelah mengakhiri panggilan, Geo kembali fokus pada pekerjaannya.

Raka menjelaskan, "Mila mengatakan bahwa Jia mungkin mengalami dampak emosional yang signifikan akibat kehamilan negatif. Hal ini bisa mempengaruhi perilakunya dan hubungannya dengan orang-orang di sekitarnya."

Geo merenung sejenak sebelum bertanya, "Jadi, apakah kita bisa mengaitkan dampak emosional ini dengan motif pembunuhan?"

Raka mengangguk, "Mungkin. Kita perlu menyelidiki lebih lanjut untuk melihat apakah ada hubungan antara keadaan emosional Jia dan pembunuhnya. Dan juga, kita harus menghubungi lebih banyak saksi dan mengumpulkan lebih banyak bukti. Aku akan terus menyelidiki dari sisi penegak hukum, sementara kamu bisa melanjutkan dengan sumber-sumber mu di dunia jurnalistik."

Setelah berbincang mengenai hal hal yang menegangkan, Geo dan Raka bersantai sepanjang jam istirahat mereka di kafe tersebut.

Begitu kembali ke kantor, Geo teringat jika dirinya menerima tugas dari atasan, Lenny, Geo mulai menyelidiki kasus penggelapan dana di perusahaan besar tersebut.

Selama beberapa hari, Geo mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, termasuk dokumen perusahaan, catatan keuangan, dan wawancara dengan karyawan yang bersedia berbicara.

Perlahan-lahan, Geo mulai menyadari bahwa ada pola yang mencurigakan dalam transaksi keuangan perusahaan. Sejumlah besar uang tampaknya dialihkan ke rekening pribadi beberapa eksekutif tingkat tinggi, sementara banyak proyek yang seharusnya dibiayai oleh dana tersebut mengalami penundaan atau kekurangan dana.

Geo juga menemukan bukti bahwa beberapa pihak di perusahaan telah membayar suap kepada pejabat pemerintah untuk menghindari penyelidikan dan memastikan kelancaran operasional perusahaan. Selain itu, dia menemukan bahwa beberapa karyawan yang mencoba mengungkap praktik ilegal ini telah diintimidasi atau dipecat.

Dengan bukti yang semakin kuat, Geo menyadari bahwa skandal ini jauh lebih besar dari yang dia bayangkan. Dia melaporkan temuannya kepada Lenny dan meminta dukungan untuk melaporkan kasus ini ke publik.

"Geo, ini adalah temuan yang sangat penting. Kita perlu mengekspos praktik-praktik ilegal ini dan membawa para pelaku ke pengadilan. Lanjutkan penyelidikanmu dan siapkan laporan lengkap yang akan kita terbitkan di surat kabar kita." ucap Lenny dengan antusias.

Setelah mendapatkan persetujuan dari Lenny, Geo melanjutkan penyelidikannya dengan semangat baru. Dia tahu bahwa dia harus bergerak cepat sebelum kabar penyelidikannya mencapai pihak-pihak yang terlibat dan mereka mencoba menghapus jejak mereka.

Geo menghabiskan hari-harinya berikutnya dengan melakukan serangkaian wawancara dengan sumber-sumber yang dapat dipercaya dan mengumpulkan lebih banyak bukti. Dia juga bekerja sama dengan tim IT di kantornya untuk mengumpulkan data digital yang dapat membantu kasusnya.

Selama proses ini, Geo menemukan bahwa skandal ini tidak hanya melibatkan eksekutif perusahaan, tetapi juga beberapa pejabat pemerintah yang tinggi. Dia menyadari bahwa dia sedang berhadapan dengan jaringan korupsi yang luas dan kompleks.

Namun, Geo tidak gentar. Dia tahu bahwa tugasnya adalah membawa kebenaran ke publik, tidak peduli seberapa besar tantangannya. Dia menyelesaikan laporannya, mencakup semua temuan dan bukti yang telah dia kumpulkan.

Setelah menyelesaikan laporannya, Geo mengirimkannya ke Lenny untuk ditinjau.

Hari hari terus berlalu, Geo merasa dirinya benar benar hampa. Tak seperti dulu, Geo merasa semangat bekerja dan menanti hari sore agar cepat pulang dan bisa bertemu Jia, istrinya.

Namun, kini rumah itu telah menjadi gua yang dingin tanpa penghuni. Tak ada lagi kata pulang ke rumah untuk bertemu cintanya.

Kini Geo duduk di kursi kantornya seraya menutup mata dan merasakan sengatan matahari dari balik tirai tipis jendela ruangan.

Untuk kesekian kalinya, Geo terus membayangkan dirinya kini di sentuh oleh tangan lembut Jia. Geo juga bisa melihat senyum Jia yang begitu manis, ingin sekali rasanya Geo memeluk erat istrinya yang sudah tak ada di dunia lagi.

Dia saat saat itu, Geo dibuat terkejut dengan halusinasinya sendiri. Untuk pertama kalinya Geo mendengar suara Jia yang memanggil namanya.

"Geo."

"Geo."

Samar samar, suara tersebut kian berubah.

"Bukalah matamu, aku ada keperluan penting yang membutuhkan bantuanmu. Geo, bangunlah."

Geo sadar dan membuka matanya perlahan. Sama seperti suara, Geo melihat sosok Jia, lalu perlahan lahan memudar, dan kini Geo melihat Nadia ada di depannya.

"Apa yang kau lakukan? Mengganggu hariku saja," ucap Geo lalu kembali menutup matanya.

Nadia menghela nafas, "Pikiranku buntu lagi. Aku tidak bisa melanjutkan isi cerita novelku tanpa bantuanmu," ucapnya dengan lesu seraya duduk di kursi lain dalam kantor Geo.

Geo membuka matanya lagi dan duduk dengan tegak seraya menatap Nadia dengan kesal, "Sepertinya aku sudah pernah mengatakan dengan jelas padamu bahwa, aku tidak mengerti apapun mengenai novel mu itu," ucap Geo tanpa mengalihkan tatapan matanya yang masih melekat pada Nadia.

Nadia mendekati Geo lalu membungkuk dan mensejajarkan tingginya dengan tinggi Geo saat duduk lalu berkata, "Walau kau tak mengatakannya aku tetap mengerti kalau kau tidak mungkin mengerti mengenai ini. Tapi, tidak bisakah kau membantuku menemukan ide konflik atau apapun. Kepalaku rasanya mau meletus, dan hanya kau saja yang aku pikirkan."

Apa yang Nadia ucapkan sedikit ambigu. Geo yang tadi merasa dirinya ingin di sentuh Jia, kini kembali berhalusinasi dan melihat Nadia sebagai Jia.

Tanda sadar, Geo memanggil nama wanita itu, "Jia."

Nadia sontak terkejut dan bingung...

Terpopuler

Comments

R Suryatie

R Suryatie

Aku bru tahu klo Geo itu seorang jurnalis, mgknkh kematian keluarganya ada hubungannya dg profesi Geo???

2023-09-23

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!