Apa yang sedang dia lakukan sekarang? apa kelinci liar ku itu sudah tertidur?
Christian tersenyum, pria itu nampak melakukan peregangan pada tubuhnya sebelum akhirnya kembali meraih gawai miliknya.
Hai kelinci apa kau sudah tidur?
Aku merindukan mu,
Sebuah ketikan manis nampak ia kirimkan pada gadis yang membuat ia selalu nampak tersenyum selama seharian.
Apa maksudmu dengan kelinci? dasar serigala!
Christian kembali terkekeh, tatkala mendapati pesan balasan dari kelinci liar nya.
Bisakah kita bicara? aku ingin mendengar suara melengking mu itu,
"Kenapa dia semakin ngelunjak? tapi dia cukup manis." Claresta bergumam dan tersenyum seorang diri.
Sebuah ketukan pada pintu kamarnya membuat Claresta terperanjat, ia nampak melangkah malas serta membukakan pintu untuk seseorang.
"Nona Muda! makan lah terlebih dahulu, Nyonya meminta saya untuk memperhatikan Nona Muda."
"Akan saya makan nanti bi, bisakah bibi pergi sekarang?"
"Tapi Non ...,"
"Saya pastikan untuk menghabiskan semua makanan ini! sampaikan saja padanya! apa dia berada di meja makan?"
"Tidak Nona, Nyonya Clara sudah pergi tepat setelah meminta saya menghantarkan makan malam Nona kemari, saya permisi Nona Muda."
Pelayan akhirnya berlalu setelah mendapatkan sebuah anggukan dari Claresta.
Dia pergi sendiri? dia tidak lagi memaksakan kehendaknya? apa benar ini?
Suara nada dering dari gawai Claresta nampak memudarkan lamunan gadis bermata indah itu,
Tristan? haruskah aku menjawab teleponnya,
"Kenapa lama sekali?" suara Tristan terdengar begitu serius.
"Ada apa? aku baru saja ingin menyentuh makan malam,"
"Kau baik-baik saja bukan? maksud-ku, kau tak memperparah atau menambah luka ditangan mu kan?"
Dia masih mempertanyakan tentang luka ini?
Claresta tersenyum sembari mengusap perban pada tangan kirinya.
"Hei kelinci liar! apa kau mendengar ku?" suara berat itu kembali terdengar menuntut jawaban.
"I-iya, tentu saja! maksud ku, aku baik-baik saja! kau tak perlu khawatir Tristan."
"Baiklah, aku hanya ingin memastikan! selamat malam, makan dan tidur lah yang nyenyak! kelinci liar milik ku jangan sampai jatuh sakit! kau paham sayang? aku tutup sekarang ...,"
Entah mengapa? hati Claresta berdebar, gadis itu tersenyum dengan mengeratkan genggaman jemari tangan pada ponsel nya.
Malam itu Claresta terlelap dengan senyuman serta perut kenyang, Christian nampak memberikan sedikit warna dalan hidupnya yang semula terlihat begitu suram.
...******...
"Kau harus memperlakukan adik perempuan mu dengan baik jika ayah benar-benar telah menemukan nya Erdogan!"
Tuan Blare nampak menyapa putra nya dengan sebuah tuntutan pernyataan tatkala seorang pria melangkah memasuki ruang makan.
"Apa ayah yakin sudah menemukan nya?" pria yang baru saja kembali dari tugas nya di sebuah rumah sakit itu nampak serius memperhatikan sang ayah.
"Ayah hanya perlu melakukan tes DNA padanya!"
"Siapa namanya? apa ayah benar-benar telah menemui nya? atau masih dalam tahap menduga-duga?" Erdogan nampak menyambar handuk berwarna putih untuk menyeka wajah serta tangan basah nya.
Tuan Blare nampak kembali menampilkan senyuman, dan tak menghiraukan perkataan putra pertamanya.
"Sepertinya aku harus memeriksa kondisi kesehatan mu ayah? apa ayah terlalu banyak mengkonsumsi caffeine akhir-akhir ini? ayah seperti nya juga kurang tidur, itu bisa meningkatkan halusinasi ayah!"
"Kau pikir ayah mu ini seorang pecandu narkotika? dasar anak durhaka!" lelaki paruh baya itu kembali memicingkan matanya dan memukul perlahan kepala sang putra.
...******...
Langkah kaki seorang wanita nampak mengejutkan seorang Christian yang semula tengah menengadah kepala dan menutup mata.
"Aku tahu kau pasti menghabiskan waktu mu disini sayang!" Clara seketika mengalungkan tangannya pada bahu lebar sang kekasih.
"Kenapa tak menghubungi terlebih dahulu jika kau ingin kemari?" pria itu terdiam pasrah saat sang model dengan paras paripurna itu nampak mencumbu dirinya.
"Tak menghubungi mu? kau bahkan tak menghiraukan panggilan dariku Christian!" Nyonya Emili kembali menampilkan raut wajah kesalnya.
"Maaf, tapi diriku sungguh benar-benar sibuk akhir-akhir ini Clara! beberapa kejadian juga berhasil membuat ku sakit di kepala?"
"Kejadian? apa yang terjadi Christian? apa kau baik-baik saja?" wanita itu sibuk melontarkan pertanyaan sembari memeriksa suhu tubuh Christian.
"Kau tenang saja! ini bukan masalah yang begitu berat, ada seseorang yang telah lancang bahkan sangat lancang membuat diriku kewalahan untuk menangani nya ...," suara Christian nampak melirik.
Sang model ternama nampak bingung, ia tak memahami maksud dari kekasihnya.
"Apa kau butuh orang-orang ku untuk memberinya pelajaran? aku bisa mengirimkan mereka untuk membalas rasa sakit mu pada orang itu honey!"
Christian menggeleng, pria itu beranjak dan melepas perlahan belenggu tangan Clara Emilia,
"Aku bisa menangani nya!" pria itu tersenyum sembari melayangkan pandangan pada luar jendela kaca ruang kantornya.
Apa yang terjadi? siapa sebenarnya yang tengah ia bicarakan?
"Bagaimana jika kita ke Club setelah ini?" Clara Emilia kembali berucap dengan menyunggingkan senyuman.
"Maaf Clara! aku tidak bisa untuk malam ini, aku ingin segera istirahat di apartemen. Rasanya hanya ingin merebahkan diri."
"Apa dirimu tak merindukan ku Christian? aku sungguh merindukanmu!" wanita itu kembali merapatkan tubuhnya dan mencoba mencuri sebuah ciuman dari pria nya.
"Bisakah kita tidak membahas hal ini terlebih dahulu? aku sungguh sedang tak bersemangat untuk melakukan nya!" tangan Christian nampak mendorong tubuh wanita itu dan membuat jarak perlahan.
"Ada apa denganmu Christian? kenapa kau berbeda? apa dirimu memiliki perempuan lain?" Clara memicingkan matanya,
Christian terdiam,
Pikiran nya yang hanya bergulat dengan menampilkan senyum dari wajah Claresta membuat ia tak mampu lagi menyanggah ucapan sang model ternama yang telah beberapa bulan ini di kencani nya.
"Jawab Christian? apa itu benar? perempuan mana yang berani menggoda dirimu?" wanita itu kembali terdengar berbicara dengan nada menggebu.
"Tak bisakah kita bicarakan ini lain kali? aku sungguh lelah dengan semua sikap mu itu!"
Christian berlalu menyambar jas hitamnya dan seketika melangkah meninggalkan Clara seorang diri di ruang kerjanya.
Aku tahu dirimu sedang bermain api dibelakang ku, tapi tidak semudah itu Christian!
Akan ku buat perempuan itu menyesal karena mencoba merebut mu dariku.
Sedikit banyak wanita itu nampak curiga karena Christian selalu menghindar darinya belakangan ini,
Ya, itu bukan lah Christian! pria yang semula sangat agresif saat bersama model ternama itu kini sikapnya berubah 180°,
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments