Kericuhan Keluarga Adam

"Apa kau menyukainya?" Christian tersenyum, tangannya nampak sibuk merapikan dan menyelipkan rambut Claresta pada daun telinga gadis itu.

Resta hanya tertunduk dengan pipinya yang telah memerah bagaikan buah tomat.

"Kau mengambilnya dengan paksa! seharusnya aku marah padamu Tristan!" gadis itu kembali berucap tanpa menghiraukan tatapan Christian yang semakin dalam.

"Kau bisa memukul atau menendang ku jika kau mau!" pria itu menyentuh dagu Claresta dan kembali menghilangkan jarak diantara wajah mereka.

Apa yang telah kulakukan? kenapa diriku tak marah padanya?

"Katakan sayang! ciuman itu, apa ini yang pertama kalinya?" perlakuan lembut serta suara berat Christian membuat Claresta semakin kehilangan kesadaran.

"A-aku ..., aku harus turun sekarang! tolong buka pintunya!"

"Kenapa terburu-buru sayang? apa kau malu?"

Claresta tak menanggapi ucapan Christian, tangan gadis itu kini nampak sibuk untuk mencoba membuka pintu mobil.

"Tolong, turunkan aku sekarang Tristan!" Claresta seketika gugup karena mendapati mobil Tuan Adam yang nampak terparkir di halaman rumahnya.

"Ingat kau milikku sekarang! jangan melakukan hal yang macam-macam! kau paham sayang?"

Rasa gugupnya membuat Claresta mengangguk seketika,

"Sampai jumpa!" Christian nampak sedikit meninggikan suara saat Claresta berlalu dan semakin menjauh dari pandangannya.

Apa itu orang tua Claresta? sepertinya mereka terlihat begitu harmonis,

tapi kenapa Claresta terlihat begitu tertekan? bahkan memiliki masalah kecemasan,

Christian menatap sekilas Nyonya Anne yang tengah bercengkrama dengan Tuan Adam, pria itu kembali melajukan kendaraannya setelah mendapatkan sebuah panggilan masuk pada ponselnya.

Satu dua kali Christian menolak panggilan seseorang, sebelum akhirnya menjawab panggilan itu dengan nada kesal.

"Aku masih dijalan! tak bisakah kau memberikan diriku sedikit ketenangan?" pria itu nampak kembali memutus sepihak panggilan dari seberang.

Aku harus mengakhiri nya, diriku tak bisa bermain-main seperti ini lagi,

Aku sungguh tak ingin kehilangan Claresta.

Christian meremas kuat setir mobilnya, pikiran nya nampak kacau semenjak kehadiran Resta, pria itu nampaknya telah menjatuhkan hatinya begitu saja pada gadis tengil yang selalu membuat rusuh saat tak sengaja ia temui.

"Masih ingat pulang ternyata? darimana saja dirimu? apa kau tahu hampir sepanjang malam mommy mu mengomel padaku?"

"Maaf!"

"Jangan hanya selalu mengulangi kata maaf, jika kau tak tahu artinya Claresta!" suara Tuan Adam kembali terdengar memekakkan telinga.

Bukankah seharusnya dia masih beruntung karena diriku mengenal kata maaf?

Ia bahkan sama sekali tak peduli dengan semua sayatan luka ditubuh putri nya ini,

bukan! sejak kapan kau menjadi putri nya,

Claresta menghela nafas, ia tertunduk dan melanjutkan langkah dengan cepat menuju ruang kamarnya.

"Kakak aku merindukanmu! kemana saja kak? kami mencemaskan mu," Rensi seketika memeluk tubuh Claresta begitu ia mendapati sosok kakak perempuannya.

"Maaf Rensi karena aku telah membuat mu khawatir, ada sedikit kesalahpahaman antara diriku dengan seseorang jadi aku mencoba menyelesaikan nya sehingga tidak bisa pulang semalam."

"Apa kau menginap di kantor polisi? katakan" suara itu kembali terdengar menggertak.

Tuan Adam menarik lengan Resta dan seketika membuat gadis itu melangkah mundur dari hadapan Resta dan berpaling menatapnya.

"Apalagi yang kau perbuat anak sialan?"

Tubuh Resta kembali tersungkur, siku nya nampak terantuk anak tangga.

"Adam! kau benar-benar keterlaluan!" Nyonya Anne berteriak dan seketika melayangkan tangannya pada pipi sang suami.

"Kau lebih membela anak sialan ini Anne? aku suamimu! aku bahkan rela mempertahankan hubungan kita dan mengakhiri rumah tangga ku demi dirimu Anne! tapi bisa-bisanya sekarang kau membela anak dari wanita ****** itu!"

Percekcokan akhirnya kembali pecah,

Tuan Adam dan Nyonya Anne terlihat beradu mulut dihadapan kedua putrinya.

Rensi hanya menangis terdiam menatap kericuhan antara ayah dan ibunya.

Sementara Resta,

Masih dengan wajah datarnya, gadis itu mengacuhkan luka memar pada siku nya dan memilih berlalu menuju ruang kamarnya.

Ternyata mom sudah membawa semuanya?

Tatapan kosong kembali terpancar dari mata indah Resta, beberapa barang pokok kebutuhannya sudah tak lagi nampak di ruangan kamar, hal itu menandakan Resta harus pulang ke rumah ibu kandungnya.

Dua hari berlalu,

Claresta duduk diam memandangi minuman jus anggur susu yang telah disuguhkan oleh seorang pelayan di meja pesanan nya.

Aku merindukan mereka! terutama Vivian, tapi bagaimana caranya untuk bisa memperbaiki kesalahanku?

Pikiran Claresta melayang,

"Bolehkah diriku bergabung Nak?" suara lembut dari seorang lelaki paruh baya nampak mengejutkan nya.

"Silahkan Tuan!"

"Aku lupa memesan kursi sebelum nya, diriku lupa kalau ini mendekati jam makan siang! jadi diriku tak mendapat tempat duduk!" pria paruh baya itu nampak tersenyum dengan canggung.

"Ooh tak apa Tuan! silahkan duduk! kebetulan saya juga seorang diri." Claresta seketika berdiri dan menyambut hangat pria paruh baya dihadapannya.

Dia manis sekali,

Pria itu tersenyum hangat dan nampak begitu memperhatikan raut wajah Claresta.

"Apa Tuan ingin memesan?" Claresta dengan santun menyampaikan buku menu,

"Aaah bisakah kau memilih kan minuman untuk ku Nak?"

"Cappuccino?" jemari Resta nampak menari kesana-kemari atas buku menu.

"Tentu saja!"

"Apa Tuan bersedia menyantap makanan berat?" Resta kembali berujar tanya,

"Tidak Nak! cukup itu saja, terima kasih!" pria itu tak berhenti tersenyum saat menatap Resta yang begitu ramah berbicara pada seorang pelayan atas tambahan menu pesanan nya.

"Apa Tuan sedang diet? ini sudah memasuki jam makan siang Tuan! kenapa hanya menikmati cappucino?"

"Tak apa Nak, aku sudah makan siang lebih awal. Apa kau selalu datang kemari?"

"Begitulah Tuan! untuk sekedar melepas penat pada pikiran. Bagaimana dengan Tuan? apa Tuan juga sering mengunjungi tempat ini?" Claresta tersenyum menanggapi kalimat lelaki paruh baya yang kini nampak akrab dengannya.

Dia nampak ramah? dan sikapnya juga tak sedingin raut wajahnya. Aku harus memastikan semuanya,

Episodes
1 Sambutan Keluarga
2 Sungai Lucia
3 Kenapa Diriku Mendapat Perlakuan Berbeda?
4 Teman Tambun Berkacamata
5 Sang Psikiater
6 Ibu Peri?
7 Si Nona Lucia
8 Tak Ada Salahnya Untuk Bermimpi
9 Wanita Tanpa Etika
10 Rute Bus Kota
11 Gadis Incaran Sang Casanova
12 Rasa Sayang Atau Penebusan Dosa Masa Lalu?
13 Boneka Si Wanita Berparas Paripurna
14 Kaleng Soda Kosong
15 Dokter Hidung Belang
16 Sarang Pria Mesum
17 First Kiss,
18 Kericuhan Keluarga Adam
19 Sahabat Tak Sederajat
20 Sang Pemilik Hati Christian,
21 Inner Child Erdogan Yang Terluka
22 Langit Orange Selalu Memberi Ketenangan
23 Impian Sederhana,
24 Kencan Sang Penguasa
25 Luapan Emosi Nyonya Emili
26 Permohonan Seorang Christian
27 Kamar Rawat Yang Telah Kosong
28 Sembuh Tanpa Bercerita
29 Luka Dan Air Mata Masa Lalu,
30 Badai Pasti Berlalu
31 Baku Hantam Di Tengah Gerimis Malam
32 Kasih Sayang Sang Pelayan
33 Si Dokter Buaya,
34 Gadis Topi Hitam
35 Kesalahpahaman Erdogan
36 Traktiran Makan Malam
37 Sugar Daddy?
38 Gaun Hitam Yang Cantik Elegan
39 Impian Kebahagiaan Rensi
40 Bisik-bisik Pelayan
41 Ketulusan? Atau Rasa Iba?
42 Claresta, Bukan Lucia!
43 Kekasih Pura-pura Di Mansion Tuan Buaya
44 Air Mata Sang Model Cantik Paripurna
45 My Ello
46 Aku Tak Salah! Aku Tak Akan Minta Maaf!
47 Kekhawatiran Sang Dokter Tampan
48 Ukiran Indah Pada Pergelangan Tangan,
49 Sang Pembalut Luka,
50 Dalamnya Luka Hati, Siapa Yang Tahu?
51 Resep Obat Dari Dokter Kesayangan
52 Bayangan Seseorang Yang Kian Nyata
53 Kecurigaan Christian
54 Kadar Glukosa,
55 Greek Yogurt
56 Tragedi Anak Tangga
57 Sandaran Hati Claresta
58 Pelita Dalam Kesunyian
59 Wajah Chubby Yang Menggemaskan Bagi Erdogan
60 Pengkhianat Atau Pecundang?
61 Hatiku Sakit!
62 Liontin
63 Sahabat Masa Muda
64 Hangat Senja Membaur Dengan Kecemasan
65 My Mom My Enemy
66 Fitting Room
67 Musuh Ku, Sahabat Ku
68 Kebenaran Yang Terucap Tanpa Sadar
69 Kecemburuan Yang Merusak Segalanya
70 Berhati-hatilah! Ucapan Adalah Sebuah Do'a
71 Senyum Kebahagiaan Claresta,
72 Mawar Putih Untuk Sang Kekasih Hati
Episodes

Updated 72 Episodes

1
Sambutan Keluarga
2
Sungai Lucia
3
Kenapa Diriku Mendapat Perlakuan Berbeda?
4
Teman Tambun Berkacamata
5
Sang Psikiater
6
Ibu Peri?
7
Si Nona Lucia
8
Tak Ada Salahnya Untuk Bermimpi
9
Wanita Tanpa Etika
10
Rute Bus Kota
11
Gadis Incaran Sang Casanova
12
Rasa Sayang Atau Penebusan Dosa Masa Lalu?
13
Boneka Si Wanita Berparas Paripurna
14
Kaleng Soda Kosong
15
Dokter Hidung Belang
16
Sarang Pria Mesum
17
First Kiss,
18
Kericuhan Keluarga Adam
19
Sahabat Tak Sederajat
20
Sang Pemilik Hati Christian,
21
Inner Child Erdogan Yang Terluka
22
Langit Orange Selalu Memberi Ketenangan
23
Impian Sederhana,
24
Kencan Sang Penguasa
25
Luapan Emosi Nyonya Emili
26
Permohonan Seorang Christian
27
Kamar Rawat Yang Telah Kosong
28
Sembuh Tanpa Bercerita
29
Luka Dan Air Mata Masa Lalu,
30
Badai Pasti Berlalu
31
Baku Hantam Di Tengah Gerimis Malam
32
Kasih Sayang Sang Pelayan
33
Si Dokter Buaya,
34
Gadis Topi Hitam
35
Kesalahpahaman Erdogan
36
Traktiran Makan Malam
37
Sugar Daddy?
38
Gaun Hitam Yang Cantik Elegan
39
Impian Kebahagiaan Rensi
40
Bisik-bisik Pelayan
41
Ketulusan? Atau Rasa Iba?
42
Claresta, Bukan Lucia!
43
Kekasih Pura-pura Di Mansion Tuan Buaya
44
Air Mata Sang Model Cantik Paripurna
45
My Ello
46
Aku Tak Salah! Aku Tak Akan Minta Maaf!
47
Kekhawatiran Sang Dokter Tampan
48
Ukiran Indah Pada Pergelangan Tangan,
49
Sang Pembalut Luka,
50
Dalamnya Luka Hati, Siapa Yang Tahu?
51
Resep Obat Dari Dokter Kesayangan
52
Bayangan Seseorang Yang Kian Nyata
53
Kecurigaan Christian
54
Kadar Glukosa,
55
Greek Yogurt
56
Tragedi Anak Tangga
57
Sandaran Hati Claresta
58
Pelita Dalam Kesunyian
59
Wajah Chubby Yang Menggemaskan Bagi Erdogan
60
Pengkhianat Atau Pecundang?
61
Hatiku Sakit!
62
Liontin
63
Sahabat Masa Muda
64
Hangat Senja Membaur Dengan Kecemasan
65
My Mom My Enemy
66
Fitting Room
67
Musuh Ku, Sahabat Ku
68
Kebenaran Yang Terucap Tanpa Sadar
69
Kecemburuan Yang Merusak Segalanya
70
Berhati-hatilah! Ucapan Adalah Sebuah Do'a
71
Senyum Kebahagiaan Claresta,
72
Mawar Putih Untuk Sang Kekasih Hati

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!