"Bukanya aku menolak tuan, tapi aku masih bau karena belum mandi seharian ini. tolong beri aku waktu beberapa menit saja." bujuk Cika sambil mengedipkan matanya berkali-kali mencoba untuk meluluhkan hati Alex.
"Baiklah, aku akan memberikan kamu waktu dalam Lima belas menit paling lama. Jika tidak aku akan menerkammu disana." ancam Alex tidak sabaran lagi.
"Apa menerkamku, tuan anda seperti seekor macan saja." gurau Cika yang mengabaikan tatapan tajam tidak suka dari Alex.
Dalam kamar mandi, Cika menumpahkan tangisan tanpa suara. dia merasa tidak lebih dari seorang wanita bayaran bagi Alex, namun disisi lain dia berusaha untuk berdamai dengan perasaan dan keadaanya sendiri.
"Aku harus kuat dengan keputusan yang sudah aku ambil dari awal, ini adalah konsekuensi yang harus aku terima. malu dan menolak tidak akan mendatangkan apapun, ingat! ibu sembuh juga berkat uang dari Alex. sebaiknya aku jalani semua ini seperti air mengalir, toh tuan Alex sangat tampan...ingat Cika, Alex sekarang mesin ATMmu, yang akan mendatangkan uang.. uang dan uang, ingat ibumu yang masih membutuhkan perawatan terbaik." berusaha menyemangati dirinya kembali.
"Cika, kenapa kamu lama sekali didalam?"
Tok!Tok!Tok!
"Cika buka, atau aku dobrak pintunya."
"I...iya tuan, maaf aku ketiduran." pura-pura menguap seperti habis bangun tidur, agar terhindar dari terkaman sang bos malam ini.
"Cika... Cika, bisa-bisanya sih kamu ketiduran dalam kamar mandi, sementara aku dibiarkan menunggu, kamu sengaja ya." Alex menggelengkan kepalanya tidak habis pikir pada Cika yang suka tidur sembarangan.
"Tuan, boleh ya malam ini aku langsung tidur saja, badanku rasanya capeek... semua." dengan tampang memelas minta untuk dikasihani.
"Kok bisa capek, aku tidak pernah memberikanmu pekerjaan yang berat-berat?"
"Capek hati dan pikiran tuan, apalagi habis menghadapi siapa tuh namanya Na...aku lupa."
"Ariana, kamu cemburu padanya?" Alex tersenyum bahagia paling tidak, dia merasa dicintai.
"Ya, Ariana." ulang Cika.
"Kamu tidak perlu kawathir, Ariana ataupun Ariana lainya tidak akan pernah datang lagi. cuma kamu satu-satunya wanitaku."
"Benarkah tuan, aku senang sekali."
"Baiklah, malam ini kita tidurnya sambil berpelukan saja." Alex akhirnya luluh.
"Yeah, terimakasih tuan. mmuach..mmuach." ciuman lembut mendarat dikedua pipi Alex. Pandangan mereka seketika bertemu, Alex tersenyum seraya membelai pipi Cika, baru kali ini dia merasa benar-benar bahagia bersama seorang perempuan penghangat ranjangnya.
"Ah.... sebaiknya, malam ini kita menikmati keindahan sinar bulan dan bintang yang bersinar terang dibalkon, tuan." ajak Cika antusias.
"Katanya kamu ngantuk?"
"Sudah nggak lagi, tapi kalau diajak wkwk jelas aku ngantuk dan capek." jawab Cika nyengir kuda.
"Alasan!"
Sebelah tangan Alex membimbing Cika menuju balkon. Disaksikan bulan dan bintang kedua insan ini mulai saling mencurahkan isi hati, meskipun sama-sama belum mengakui perasaan masing-masing.
"Sekarang aku mau mengajukan beberapa pertanyaan, kamu harus jawab dengan jujur."
"Baiklah tuan." dengan ekspresi siap layaknya murid memperhatikan guru yang tengah menerangkan pelajaran.
"Apa kamu tidak sedih ataupun merasa kecewa, karena sudah menyerahkan kesucianmu padaku?"
"Sedih!"
"Alasannya?"
"Karena aku sudah menjaganya selama ini. dan selalu bercita-cita akan menyerahkannya pada orang yang aku cintai, suami misalnya." jawab Cika sendu.
"Lalu kenapa kamu berikan padaku?"
"Demi uang dan kesembuhan ibu." jawab Cika jujur teringat tujuannya semula, meskipun dia merasa tidak memiliki harga diri lagi sebagai seorang perempuan. Senyuman Alex seketika memudar, ketika mendengar Cika melakukannya demi uang bukan karena menyukainya.
"Misalkan aku tidak memiliki apa-apa lagi, ataupun tidak memberikanmu uang, apakah kamu masih mau denganku, maksudku menjadi wanitaku."
"Mau!"
"Kenapa?"
"Pertama tuan sangat ganteng, alasan ke-dua. aku yakin dibalik sikap tuan yang dingin dan kejam, tuan sesungguhnya pria yang baik." terang Cika panjang lebar.
"Hanya itu?"
Alex masih belum puas dengan jawaban Cika, dia ingin mendengar kata-kata romantis yang bisa membuatnya melayang. sangat mustahil seorang Alex yang terkenal tidak mempunyai perasaan tiba-tiba menjadi lembut seperti ABG baru jatuh cinta dengan dirinya yang baru.
"Sebenarnya, aku sayang sama tuan." balas Cika malu-malu dengan wajah merah merona. Alex langsung menarik Cika kedalam pelukannya.
"Banyak hal, tentang diriku yang tidak kamu ketahui Cika."
"Tuan, bolehkah aku tahu sedikit saja tentang masa lalumu? ucap Cika hati-hati takut akan memancing kemarahan Alex.
"Belum saatnya Cika, aku yakin kamu tidak akan sanggup mendengar kisahku." Alex merangkul pinggang Cika, mereka saling tatap seakan saling berbicara dari hati ke hati, Alex memeluknya erat tubuh Cika dari belakang.
"Kamu mikirin apa?" Alexander lebih mengeratkan pelukannya, karena udara malam yang terasa semakin dingin.
"Mikirin kita berdua."
Alex semakin melambung, dengan kata-kata romantis yang terlontar begitu saja dari mulut Cika.
"Cika, lihat itu bintang jatuh!"
Alex menunjuk ke langit, sebenarnya dia hanya ingin menggoda Cika saja. Cika yang sama sekali tidak melihat bintang jatuh, namun dia langsung berdoa dalam hatinya.
"Tuhan! salahkan jika aku berharap lebih, menginginkan Tuan Alex menjadi suami sah ku, ayah dari Anak-anakku kelak, karena sejujurnya aku tidak pernah bisa melupakan dan membencinya meskipun sikap tuan Alex susah untuk ditebak." doa Cika.
"Kamu pasti berdoa, minta apa?" bisik Alex yang melihat Cika memejamkan mata seperti meminta sesuatu dengan khusyuk.
"Ada deh, rahasia!" ucap Cika sambil tersenyum manis.
Detik demi detik, menit pun berlalu keduanya masih saling berpelukan dan saling tatap. Alex menempelkan hidungnya pada hidung mancung milik Cika. saling bertukar nafas dan kelembutan sentuhan tangan yang membelai anak rambut Cika yang tergerai bebas dihembus semilir angin malam.
Perlahan tangan Alex menarik dagu Cika, mengarahkan padanya. membiarkan sang CEO menatap kagum pada wajahnya. pelan namun pasti Alex kembali memagut bibirnya, menghisap dalam-dalam, berciuman dengan Cika benar-benar membuatnya tergila-gila ingin dan menginginkannya lagi.
Dibalik pintu, Lisa meremas tangannya murka menyaksikan pemandangan yang menurutnya sangat menjijikkan. tangannya gatal ingin sekali menarik patuk pistol laku diarahkan pada kepala Cika.
"Cika, tunggu disini aku angkat telpon dulu." Alex melepaskan pelukannya begitu ponselnya terus bergetar.
"Iya."
Melihat Alex masuk kedalam, Lisa langsung keluar dan menarik kasar tangan Cika menghempaskan kasar kedinding.
"Lisa, apa-apaan ini?" ucap Cika tergagap mendapatkan serangan tiba-tiba. sedangkan moncong pistol menancap ditelinga.
"Aku ingin bermain-main dengan nyawamu."
"Jangan Lisa, nyawaku bukan mainanmu." pucat ketakutan.
"Kenapa tidak, kamu begitu berani ingin merebut kak Alex dariku." tersenyum sinis.
"Kamu salah Lisa, justru aku ingin bebas dari pria mesum itu."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
Nur Lizza
semoga ke busukan Lisa ke bongkar dn Alex murka
2024-05-03
0
Katherina Ajawaila
lisa dasar lucifer
2023-10-25
0
Diana Resnawati
dasar lisa😡
2023-09-27
0