Alexander tersenyum melihat bahasa tubuh Cika, yang menikmati setiap cumbuanya, sehingga dia semakin bersemangat memainkan bibir dan elusan lembut tangannya. seraya mengeratkan pelukan dan menatap wajah ayu tersebut dengan jarak yang begitu dekat, penuh gairah, seakan-akan ingin menelan gadis itu utuh-utuh. deru nafas Alex yang memburu menyentuh kulit wajah Cika yang juga balas menatapnya dengan tatapan sayu penuh gairah.
"Tuan Alex....kamu sangat tampan, aku suka kamu."
Cika yang masih berusaha untuk mengumpulkan setitik kesadarannya dari pengaruh obat perangsang. menatap nanar wajah kekar yang tengah terbakar gairah didepannya, benar-benar mempesona dan tampan dengan tahi lalat di daun telinga yang seperti berlian. tangan Alex begitu lincah, tidak butuh waktu lama mereka sudah sama-sama terbawa suasana romantis.
"Kamu juga cantik Cika, sehingga aku begitu bergairah."
Alex tertegun menatap lama kecantikan alami Cika yang terpampang jelas dihadapannya, beda dengan para wanita sebelumnya yang pernah menjadi penghangat malam-malamnya.
Alex berusaha menyangkal perasaan aneh yang mulai mengusik sisi lain dalam hatinya, yang biasanya terkenal sadis dan tidak punya perasaan, wanita baginya tidak lebih sebagai pemuas nafsu, begitu juga dengan Cika.
"Mulai sekarang, cuma kamu perempuan satu-satunya, Cika."
Alex memutar tubuh Cika, hingga posisi mereka saling berhadapan memperdalam ciumannya, cukup lembut namun memabukkan. selangkah, demi selangkah mereka melakukannya, bahkan saatnya tiba Alex tidak ingin terburu-buru.
"Semua wanita tergila-gila padaku, aku harap kamu tidak menjadi wanita yang munafik Cika." menarik tubuh Cika dengan ciuman lembut bibir yang manis rasa strawberry membuat Alex merasa tidak pernah puas memainkannya.
Setelah itu, dia memutar posisi Cika saling berhadapan dengan tubuh tinggi dan bentuk perut yang sixpack. Alex sengaja tidak memakai pengaman seperti biasanya.
"Kenapa susah sekali!" umpat Alex dan kembali mencobanya, Cika tiba-tiba berteriak kesakitan meskipun kesadarannya tidak sepenuhnya pulih.
"Ini yang pertama kalinya bagimu, kan? awalnya akan sedikit sakit, tapi selanjutnya kamu bakal seperti ini lagi." Alex tersenyum menimpali.
Cika yang lemas merasa tidak bertenaga lagi untuk menolak, tubuhnya terlentang pasrah. seraya memejamkan mata rapat saat merasakan bagian intinya terbelah, saat sesuatu memasukinya dengan sedikit dipaksakan, sorot matanya yang sayu seakan meminta Alex untuk lebih pelan-pelan lagi. Cika hanya bisa berteriak, mendesah ataupun menikmati dalam hati tanpa berani bersuara, meskipun sesekali ******* tertahan nya terdengar oleh Alex. tidak pernah terbayangkan oleh Cika sebelumnya, jika melepas keperawanan akan sesakit ini.
"Jangan panggil aku, tuan lagi disaat seperti ini, sebut namaku...!!"
"Aleexx!!"
Alex tersenyum puas, mendengar namanya disebut Cika disela-sela desahannya.
"It feels good...., amazing...yes. ternyata bercinta dengan seorang perawan begitu nikmat, aku belum pernah merasakan ini sebelumnya Cika, kamu wanita pertama yang masih perawan bercinta denganku." ceracau Alex panjang lebar merasa beruntung.
Perlahan rasa perih dan sakit mulai berkurang, berganti rasa nikmat yang tiada tarra. perlahan tangan Cika mulai meraba dada bidang diatas tubuh nya.
Sedangkan Alex makin menggila, Cika merasa seluruh tubuhnya bergetar dengan sensasi yang luar biasa, seakan ingin meledak saat itu juga, beberapa detik kemudian Cika dan Alex sama-sama mencapai puncak kenikmatan.
"**** YESS!?."
Puas bercinta, Cika tertidur begitu saja
dia tidak peduli jika Alex tidak pernah bosan-bosannya menatap wajah cantiknya yang sudah tertidur pulas. ada rasa yang sulit diartikan, namun dia menyangkal jika itu cinta ataukah rasa sayang. karena belum pernah ada di kamus seorang Alexander yang namanya jatuh cinta, yang ada hanya kepuasan dan nafsu. Semenjak bertemu Cika, Alex merasa tidak mengenali dirinya lagi.
Pagi harinya Cika merasakan seluruh tubuhnya remuk redam, seakan digebuki orang setengah kampung. dia meringis menahan perih dibagian sensitifnya. kilasan beberapa adegan percintaannya bersama Alex semalam kembali berputar, refleks Cika menutup wajahnya seakan tidak percaya jika dirinya sudah tidak perawan lagi.
"Dasar CEO sableng, dia telah memanfaatkan ketidakberdayaanku semalam, awas kamu aku akan membalas perlakuan semena-menamu ini di kehidupan lain." mengumpat Alex, lalu menenggelamkan tubuhnya polosnya dalam balutan selimut tebal.
"Untuk apa juga aku harus marah, sedih bahkan menagis seperti ini. bukankah dari semula aku sudah tahu jika akan berakhir seperti ini, tuan Alexander sudah membeli tubuhku, bahkan aku sudah menerima bayaran yang setimpal...demi kesembuhan ibu." Cika berusaha menghibur hatinya.
Alex membuka matanya begitu mendengar suara isakan tertahan dari balik selimut, perlahan dia menyibak selimut dan menatap wajah Cika yang sudah berlinangan air mata.
"Kenapa harus ada air mata, apa kamu menyesal bercinta denganku, bukankah hal ini akan terjadi juga?"
"Tid... tidak tuan." menghapus cepat air matanya, berusaha tersenyum.
"Oke, kalau begitu kita lanjutkan ke ronde kedua." Alex tersenyum mesum.
"Jangan tuan, aku mohon."
"Kenapa kamu menolakku, bukankah hal ini sudah termasuk bagian dari pekerjaanmu sebagai sekertaris plus-plus untukku, jangan sok jual mahal Cika, palingan setelah puas denganku, kamu akan mencari pria lain." ucap Alex yang sengaja ingin merendahkan Cika, yang masih terbayang dendam masa lalunya terhadap para wanita yang dianggapnya murahan, meskipun dia tahu Cika berbeda dari mereka.
Cika terdiam berusaha menerima semua perkataan Alex yang menghina dan merendahkannya terang-terangan, hatinya sakit mendapat penghinaan itu.
"Lakukanlah tuan, aku siap." Cika memejamkan matanya, dia tidak mau menatap Alex.
Kami ini Alex kembali memulai permainannya, Cika sempat berteriak kesakitan karena tidak ada lagi kelembutan, melainkan percintaan yang brutal dipenuhi nafsu. tidak ada lagi ******* selain makian untuk Alex. kali ini Alex kembali menyemburkan benih-benih percintaannya kerajinan Cika, seringai puas terpancar dari wajah tampannya.
"Kamu membuatku tergila-gila, Cika." puji Alex tersenyum mengelus wajah Cika, namun gadis itu langsung memalingkan wajahnya.
"Kamu kembali menangis, maaf jika permainan ku barusan sedikit kasar."
"Bukan karena itu?" tangis Cika semakin jadi.
"Lalu apa?" Alex mulai meninggalkan suaranya kesal.
"Perkataan bapak telah merendahkan aku hick...hick..."
"Saya bukan murahan yang bercinta dengan sembarang pria, cuma bapak yang pertama dan mungkin yang terakhir.. hick...hick.."
Alex terdiam, ada rasa bersalah menghentak hukum hatinya, kenapa selalu Cika yang menjadi landasan kemarahannya. sebelumnya Alex selalu merendahkan wanita yang merangkak keranjangnya demi uang, lalu apa bedanya Cika dengan mereka.
"Aku dilema dengan perasaanku sendiri." umpat Alex merendam seluruh tubuhnya dalam bathtub terisi air penuh, berharap gejolak didadanya bisa berkurang. setelah otak kembali tenang Alex kembali teringat Cika yang masih menagis diranjang.
"Cika!"
Suara Alex melunak, dengan penuh kelembutan dua mengangkat tubuh Cika menuju kamar mandi.
"Mandi bareng ya," ucap Alex, Cika hanya mengangguk sambil mengalungkan kedua tangannya dileher Alex takut jatuh.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
Nur Lizza
semoga cepat hamil
2024-05-03
0
Nami chan
tp kok ba nerima adik cewe kalo benci cewe
2023-11-02
2
Katherina Ajawaila
semoga aja Alex jadi sadar diri dan belajar menghargai wanita😢😢😢
2023-10-25
1