"Bersiaplah, siang ini kita akan pulang."
"Sayang sekali liburannya sudah berakhir, padahal tempat ini sangat indah."
Cika memonyongkan bibirnya beberapa centi kedepan, berpura-pura sedih padahal dalam hatinya berlonjak kegirangan.
"Ada urusan bisnis yang harus aku selesaikan, seseorang telah meretas sistim perusahaanku."
"Tuan, bolehkah aku pergi berbelanja sebentar saja. aku ingin membelikan ibu dan sahabatku Anya oleh-oleh sebagai bentuk jika aku habis dari luar kota." mengedipkan ke-dua bola mata dengan wajah imut, sehingga Alex menjadi luluh.
"Silahkan, kamu bebas memakai kartuku sesuka hatimu. yang penting jangan buat aku marah-marah lagi."
Alex kembali melumat bibir Cika yang terasa manis, Cika mulai membalas mengikuti perasaannya yang mulai bergejolak, desahan lembut terdengar dari bibir Cika, dia benar-benar terbawa suasana romantis oleh permainan Alex.
"Berapa lama aku harus menunggu, aku sudah tidak sabaran lagi untuk menghabiskan malam bersamamu." bisik Alex dengan nafas memburu.
"Paling lama dua atau tiga minggu tuan!"
"Apa? jangan coba-coba untuk membohongiku lagi, jika tidak. aku akan membuatmu tidak bisa berjalan lagi." umpat Alex membuat Cika bergidik ngeri membayangkannya.
"Mendekatlah!"
Alex menarik sebelah tangan Cika, dia ingin menunjukkan sesuatu yang membuat dirinya bangga menjadi seorang pria sejati.
"Sangat luar biasa wow...? oh my good. aduuh... aku tidak bisa membayangkannya." Cika mulai berfantasi liar sambil cekikikan dalam hati dia mulai ketularan pikiran mesum Alex.
"Kenapa bengong, apa kamu menyukainya? lakukan apapun yang membuatku bisa terbang melayang." Alex melirik bibir mungil Cika.
"Jangan tuan, ba.... baiklah kita lanjutkan lagi." tangan Cika gemetaran, dalam hati dia terus mengumpat Alex, seraya memikirkan alasan apa yang akan dia utarakan untuk selanjutnya demi menyelamatkan keperawanannya agar tidak dikoyak Alex. tidak mungkin dia beralasan jika terus-terusan haid.
"Jika kamu berhasil menyenangkanku, aku tambahin bonus dua ratus juta."
Mata Alex mulai nakal saat menatap kearah Cika, apalagi melihat penampilan gadis itu yang hanya mengenakan pakaian serba pendek dan seksi.
"Pemandangan yang menggairahkan." gumam Alex, membuat wajah Cika merah merona karena malu dan gugup, setiap Alex melihat bagian sensitif dari tubuhnya. hal ini membuat Alex merasa semakin tertantang untuk menaklukkan dan menggoda Cika.
Cika kembali tersenyum ceria, seakan terlupa akan rasa sakit atas perlakukan semena-mena Alex. senyum mengembang disudut bibirnya membayangkan uang dua ratus juta yang akan dikirim langsung ke rekening pribadinya.
"Tuan, tidur sambil berpelukanya kita sudahi dulu ya, aku lapar." Cika memelas, dia merasa jika cacing-cacing diperutnya sudah pada demo minta diisi, dia yakin jika Alex mersakan hal yang sama dengannya.
"Baiklah, pesan makanan sesukamu, aku mandi dulu." Alex bangkit sebelum melangkah dia menarik hidung mancung Cika yang membuatnya gemas.
Kepahitan dimasa lalunya membuat Alex berubah menjadi pria yang kejam dan dingin, namun sejak bertemu Cika yang polos dan cerewet, sedikit banyak mulai membawa perubahan padanya, namun sejauh ini Alex masih berusaha untuk menjaga sikap.
Alex menyukai perempuan yang malu-malu, gugup dengan penolakan yang selalu ditunjukkan Cika. setiap dia menuntut haknya yang ingin dimanjakan dan dilayani. Setelah mengemasi barang-barang belanjaanya, Cika mengikuti langkah Alex menuju mobil.
"Silakan tuan, nona." sopir membukakan pintu untuk mereka berdua. setelah itu melaju kencang membelah jalanan.
Sebuah mobil hitam terus mengikuti mobil mereka dengan jarak tidak terlalu jauh, bahkan mereka sengaja ingin menyerempet mobil yang dinaiki Alex dan Cika.
"Tuan siapa mereka?"
"Mereka para anak buah Sugino agen penyelundupan perempuan yang sudah menyekapmu, team Macan. aku akan buat perhitungan dengan mereka."
"Tuan memiki musuh gara-gara aku?"
"Tidak juga, karena musuhku sangat banyak, bahkan maut selalu mengintai kemanapun aku pergi."
"Apa tuan seorang Mafia?" Cika mundur terperanjat kaget.
"Ya, kamu takut?"
"I..iya tuan."
"Selama ini aku selalu berhasil melumpuhkan musuh-musuhku, bahkan aku mampu menembak tepat dikepala mereka dari jarak seratus meter." balas Alex tersenyum bangga.
"Anda sudah pernah membunuh."
"Banyak, bagi lawan bisinisku yang suka membangkang, dan tidak mau diajak bekerjasama secara baik-baik."
"Tuan, apa anda tidak takut mati?"
"Tidak, kematian seakan sudah bersahabat denganku semenjak kecil."
Cika benar-benar syok mendengar penuturan Alex, namun dia bisa apa. dia sudah ikut terjerumus terlalu jauh dalam kehidupan Alex.
Aksi kejar-kejaran mulai berlanjut saat pasukan yang mengikuti mobil mereka bertambah banyak, bahkan mereka berusaha untuk menembaki ban mobil Alex.
Dooorr.... dooorr..!
"Tidak aku takuuut tuan."
"Cepat menunduk." perintah Alex begitu peluru menembus kaca dan lewat diatas kepala Cika. kejadian yang hampir mirip dengan film Action yang sering ditontonnya, bedanya Cika mengalami langsung di dunia nyata.
Sopir dan Alex mengeluarkan senjata masing-masing, aksi saling tembak terus berlanjut. Cika memejamkan matanya sambil berdoa dan menayangkan wajah lembut sang ibu yang selalu menyayanginya, dia merasa hidupnya akan berakhir ditangan para musuh Alex.
"Paling tidak aku sudah bisa membahagiakan ibu, sebelum aku mati." gumam Cika, dia sudah pasrah jika peluru menembus kulitnya.
"Hey Bagun, kita harus naik penerbangan khusus agar segera sampai."
"Apa kita masih hidup?" Cika mengedarkan pandangannya sambil mengerjapkan mata seakan tidak percaya dengan berbagai keanehan yang ditemuinya, sudah tidak nampak mobil yang mengikuti mereka, dan bunyi senjata api yang selalu meledak setiap saat.
"Ya! bahkan kita sedang berada di akhirat, cepat bangkit dan masuk kedalam helikopter. agar segera sampai di surga." ucap Alex seakan ingin tersenyum melihat tingkah konyol Cika.
Pesawat mulai mengudara menembus awan, berbagai pertanyaan tentang kejadian barusan masih membuat Cika tidak bisa tenang, dia ingin bertanya lagi pada Alex, tapi pria itu memberi kode jika dia sedang tidak ingin di ganggu, Alex sibuk dengan sebuah laptop dihadapanya. merasa diabaikan Cika memilih tidur kembali, berharap saat bangun nanti semua kembali baik-baik saja.
"Ibu, aku sudah tidak sabaran lagi untuk bertemu denganmu." gumam Cika lalu memejamkan matanya.
Melihat Cika yang sudah tertidur pulas, Alex menggeser posisi duduknya, menatap Cika dari jarak dekat membuatnya merasa senang. Perlahan tangan Alexandre melepas satu persatu kancing pakaian Cika. dia menarik saliva nya berkali-kali dengan tangannya gemetar, Alex merasakan sesuatu dibawah menegang dan mengembang. kemudian dia melepaskan pengait, dan terpampang jelas sesuatu yang seakan menantang kelelakiannya.
Alex yang sudah terbakar gairah, tidak tahan lagi, perlahan dia menyentuh bagian tubuh seksi tersebut. sedangkan matanya tidak lepas memandangi wajah Cika.
"Cantik!"
Kata yang terlontar dari mulutnya dan mulai menciumi wajah itu, mengulum dan melumat bibir Cika secara bergantian.
Cika mengeliat bangun meskipun matanya terasa berat untuk dibuka. dia merasakan ada sesuatu yang menarik dan bergerak gerak di dadanya.
"Aa aaahhgkk...."
Cika kaget spontan dia berteriak panik ketakutan, karena melihat ada penampakan seperti sebuah tangan besar yang bergerak melingkar dan bermain di dalam pakaiannya. sementara dia tidak melihat wujud dari tangan yang tengah bergerak-gerak tersebut. refleks Cika memukul benda itu dengan sekuat tenaganya.
"Aa...aw.. awas kau tangan jadi jadian." Cika menarik tangan itu, Alex yang berada dibawah Cika terkaget saat tangan kecil Cika memukuli dan menarik tangan nya, dia langsung mendongak kan kepalannya.
"Cika ini aku, Alex. hentikan kamu bisa melukai tanganku." Alex kembali duduk disamping Cika.
"Tuan, lagi nyari apaansih dalam pakaianku?" tanya Cika seraya memasangkan kancing bajunya kembali.
"Aku tadi hanya ingin membantu mengeluarkan serangga yang menyusup kedalam pakaianmu. aku takut dia akan menggigit tubuhmu."
"Masa helikopter semewah ini ada serangganya?" ujar Cika, sedangkan Alex tersenyum merasa lucu dengan ucapan Cika yang polos.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
Nur fadillah
Haahaaa...binatang kepala hitam...🤣🤣🤣
2024-06-06
0
Nur Lizza
😭😭😭
2024-05-01
0
Aidah Djafar
hahah modus Akex🤦🤣 serangga apa buaya darat wkwkwkwk
2023-12-17
1