Perlahan Cika mengintip dengan sudut matanya, nampak seorang wanita cantik yang jauh lebih muda darinya duduk disisi tempat tidur.
"Bangun lah kak, aku tahu jika kamu hanya pura-pura tidur!" ucap perempuan yang usianya masih tergolong ABG, dia tersenyum lembut menatap Cika.
Mau tidak mau, Cika akirnya membuka matanya perlahan. sambil menatap jijik wanita yang berpakaian seksi dan dandanan yang menor, tidak sesuai dengan usianya.
"Tolong lepaskan aku, dari belenggu kalian, aku wanita baik-baik. dan tidak akan pernah sudi mengikuti jejak kalian yang berlumur dengan dosa ini." ucap Cika dengan air mata yang tiba- bercucuran membasahi pipinya, meskipun dia pernah menjatuhkan harga dirinya dihadapan Alex, tapi Cika tidak rela jika tubuhnya harus diperjualbelikan seperti ini, apalagi jika banyak pria yang akan menikmati tubuhnya nanti.
"Aku mengerti perasaanmu, kak. dulu aku juga mengalami nasib sepertimu. dipaksa dan dijual oleh ayah tiriku sendiri, namun akirnya aku menerima takdir hidupku dengan ikhlas. Karena melawanpun percuma, mereka jauh lebih kuat dari kita." ucapnya tersenyum kearah Cika yang masih terlihat ketakutan.
"Kenapa kamu tidak berusaha untuk kabur dari tempat terkutuk ini, dek?" tanya Cika setelah melihat kejujuran dari mata gadis itu.
"Percuma kak, karena mereka selalu berhasil menemukanku, bahkan mereka memiliki banyak orang-orang yang tega berbuat kasar, terhadap perempuan lemah seperti kita.”
"Apa mereka sekejam itu?"
"Ya, makanya kita harus berpikir panjang jika ingin kabur dari tempat ini, kak."
"Apapun alasannya, aku tidak ingin tinggal disini.”
Cika kembali menangis sambil memeluk kedua lututnya.
"Tenang dan sabarlah, kalau kakak Panik, tidak akan bisa untuk berfikir mencari jalan keluar dari permasalahan dan belenggu tempat yang selalu dikelilingi orang-orang kepercayaan mami Jessi."
Cika tercekat menatap gadis di hadapannya, dia yakin jika gadis itu sesungguhnya adalah wanita yang baik.
"Siapa namamu Dek? dan aku melihat kamu masih terlalu remaja untuk terjun ke dunia hitam ini!"
"Namaku Bella, aku hanya lulusan SMP dan langsung dijual ketempat ini. Setelah ibu meninggal aku tidak punya siapa-siapa lagi." wajah Bella berubah muram dan sedih.
"Aku paham dan sangat mengerti perasaanmu, dek. seharusnya kamu bisa menikmati masa remajamu dengan bersekolah, bukanya terjun kelembah dosa, semoga kita berdua bisa keluar dari tempat ini secepatnya."
"Ya kak, mulai dari sekarang kita harus hati-hati dan waspada setiap mengambil tindakan." bisik Bella.
"Tapi bagaimana caranya Bella? Tempat ini terlalu bahaya bagi kita, aku juga berharap kamu bisa ikut keluar bersamaku. aku ingin kamu menjalani kehidupan yang normal. diusiamu yang masih tergolong remaja." bujuk Cika.
"Iya, aku ingin sekali bebas kak, tapi apa kakak yakin kita bisa selamat. karena mereka punya banyak jaringan."
"Bella yang penting kita harus berusaha, jika tidak. apa kamu mau jadi budak nafsu mereka. dan mengorbankan kehidupan ditempat kotor dan hina ini selamanya, ditambah lagi penyakit yang mungkin bisa saja mereka tularkan padamu." ucap Cika, Spontan Bella bergidik negeri membayangkan, tapi dia juga tidak bisa berbuat lebih. Selain datangnya keajaiban membantu mereka berdua.
Bella terdiam cukup lama, nampak gadis itu perang batin dengan perasaannya sendiri. Cika masih menunggu dan menatap lekat wajah gadis manis itu. berharap Bella juga memiliki semangat yang sama dengan dirinya.
"Ya aku mau ikut kamu, kak. kita akan sama-sama pergi meninggalkan tempat ini." Bella tiba-tiba bersemangat dan mengangguk mantap. mereka berdua berpelukan layaknya saudara.
Satu jam berlalu, Bella kembali menghampiri kamar Cika. wajahnya pucat seraya ngos-ngosan mengatur pernafasannya.
"Bella, kamu kenapa?"
"Kak gawat, malam ini aku harus mendadanimu dengan pakaian ini. karena kakak harus segera mengikuti lelang." Bella mengeluarkan bungkusan pakaian yang sangat terbuka dan seksi.
"Apa dilelang? tidak....tidak...aku tidak mau, Bella tolong aku.... tidak ingin mereka menjualku.”
Tubuh Cika bergetar, dia terlihat sangat ketakutan, air mata tidak pernah berhenti membasahi wajah cantiknya.
“Tuan Alexander, kenapa Anda tidak datang menolongku ..aku dalam bahaya tuan, semua ini gara-gara tuan." rintih Cika ditengah-tengah kesedihan nya yang mendalam.
"Maaf kak, kali ini aku tidak bisa membantumu, hidupku juga dalam bahaya."
Cika hanya bisa menangis, bahkan dia mengatupkan kedua belah tangannya. saat Bella membantu membuka pakaian dan mendadaninya.
"Aku tidak tega melihatmu seperti ini kak, apa sebaiknya aku membujuk mami Jessi, agar kakak tidak ikut dalam pelelangan malam ini.” ucap Bella.
"Lakukan cara apapun Bella, yang penting aku selamat."
"Aku punya ide, kakak buat alasan dengan mengatakan jika sedang datang tamu bulanan." Bella terlihat antusias dengan ide nya.
"Tapi takutnya mereka akan memeriksanya secara langsung, Bella."
"Kita akan bermain cantik, aku yakin dengan cairan ini mereka akan percaya."
Bella mengambil sebuah pembalut wanita, dan menuangkan cairan tersebut. sehingga berbentuk dan sama persis dengan darah datang bulan. dan memberikan pada Cika untuk dikenakan.
"Pakailah ini kak, semoga usaha kita ini berjalan lancar, dan mereka tidak curiga.”
“Baiklah Bella, aku tidak akan pernah melupakan kebaikanmu dek.”
Tanpa pikir panjang lagi, Cika memakainya. lalu Bella langsung menyembunyikan bekas sisa cairan tersebut, saat mendengar pintu kamar diketuk dari luar.
Bella berjalan kearah pintu, lalu membukanya. nampak empat orang laki-laki bertubuh besar. salah satu diantaranya adalah Papi Sugiono, suami dari mami Jessi, yang sedang memainkan kumis tebalnya. dia menyeringai penuh kekaguman menatap kecantikan Cika.
"Papi, maaf. gadis ini sedang datang bulan. aku telah memeriksanya sendiri." ucap Bella ketakutan.
"Apa?"
Plakk.... pukulan singgah dikedua pipi Bella.
"Ampun Pi, aku tidak berbohong...hu...hu..."
Melihat hal itu, nyali Cika semakin menciut, dia memeluk kedua lututnya yang terus bergetar ketakutan.
Sugino tertawa puas melihat Cika, dia berjalan mendekati gadis itu yang terus ngesot mundur kebelakang, hingga tubuh kecil Cika tidak berdaya itu terbentok dinding, sekarang dia hanya bisa menagis ketakutan.
“Jangan..jangan sakiti aku, tuan.”
“Ha...ha... cantik, aku tidak akan pernah menyakitimu, sayang. melainkan memberikanmu kenikmatan dunia yang begitu indah ha...ha..."
"Aku tidak mau, lepaskan!"
Cika diseret paksa memasuki sebuah lorong gelap, kemudian dia dikurung dalam kerangka besi. Cika meronta-ronta dan menangis namun tidak seorang pun yang mendengarnya, Cika menundukkan kepalanya dalam-dalam seraya memeluk tubuhnya berusaha untuk melindungi dirinya sendiri.
"Aku dimana dan tempat apa ini?"
Cika mengangkat kepalanya begitu mendengar suara ribut-ribut, aroma alkohol yang menyengat, diiringi suara dentuman musik yang memekakkan telinga. dua orang penari erotis wanita tengah disuguhkan sebagai tanda dibukanya acara lelang malam ini.
"Astaga, aku telah dikelilingi para lelaki hidung belang." gumam Cika begitu melihat tatapan liar penuh gairah dari mereka, seakan ingin memakannya hidup-hidup.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
Nur Lizza
duh Alex kemana ni
2024-05-01
0