"Baiklah, tapi saya minta bayaran lebih." Ucap Cika.
"Sudah aku duga!"
"Berapa?"
"Setengah miliar."
Cika mengucapkan nominal uang tersebut sambil menutup matanya, dia tidak punya pilihan lain, kondisi kesehatan ibunya tidak bisa ditawar lagi, gadis itu telah putus asa dan rela menjatuhkan harga diri nya dihadapan Alex, yang penting nyawa sang ibu terselamatkan.
"Kamu tahu, jika tidak ada yang gratis di dunia ini!" Ucap Alex seraya tersenyum sinis.
"Ya, anggap saja sebagai hutang, aku akan mencicilnya setiap bulan."
"Kamu tidak akan sanggup membayarnya."
"Tolong aku, tuan. saat ini aku tidak tahu harus minta bantuan pada siapa lagi, ibuku harus dioperasi secepatnya
Hick... hick..."
"Apa jaminan yang akan kamu berikan padaku? Bahkan kamu baru satu hari bekerja tapi sudah berani meminjam uang dengan jumlah yang tidak sedikit." Alex kembali duduk di kursinya sambil menyilangkan sebelah kakinya keatas.
"Aku tidak punya apa-apa, tapi aku berjanji akan membayarnya dengan bekerja keras di perusahaan tuan."
"Cika.... Cika, kamu tidak perlu membayarnya. Bahkan aku bisa memberikanmu uang satu miliar atau lebih. asalkan bersedia menuruti semua keinginanku." Alex mengeluarkan kartu tanpa limit dari dalam dompetnya.
"Maaf Tuan, aku tidak bisa."
"Silahkan, aku tidak memaksamu. tapi aku tidak akan memberikanmu uang sepersen pun untuk biaya pengobatan ibumu. Tapi jika kamu bersedia, pagi ini juga ibumu akan langsung mendapatkan pengobatan dan fasilitas terbaik dariku."
"Baiklah, aku bersedia menerima tawaranmu tuan. Keselamatan nyawa ibuku lebih penting dari segalanya." Cika mengigit bibir bawahnya seakan tidak percaya dengan apa yang barusan terucap dari bibirnya.
***
Alexander menepati janjinya, ibu Cika sudah selesai dioperasi oleh tim dokter terbaik. Sebelum pergi ke Surabaya Cika pamit dan mengecup kening sang ibu yang masih terbaring lemah diruang ICU.
"Maafkan Cika, ibu. yang harus pergi ke Surabaya tanpa menunggu ibu siuman dulu." Bisik Cika seraya mengusap air matanya.
"Nona Cika tidak perlu khawatir, kami akan menjaga ibu nona sebaik mungkin." Ucap Rani, pelayan khusus yang diperintahkan Alex untuk menjaga ibunya.
"Aku titip ibuku ya!" Pesan Cika sebelum melangkah pergi.
"Tentu nona, selamat berlibur di pulau Bali." Ucap pelayan sambil menundukkan kepalanya hormat.
"Aku pergi ke Surabaya bukan pulau Bintan, dan tujuan kami bukan untuk liburan tapi dalam rangka tugas pekerjaan." Terang Cika menjelaskan karena merasa ada kesalahpahaman dari ucapan Rani.
"Tidak nona, tuan Alex sudah menyewa sebuah villa dekat pantai, sebagai tempat untuk liburan."
"Apa?"
Cika tidak menyangka jika Alex sudah merubah jadwal mereka tanpa persetujuan darinya, bahkan dia harus menemani pria itu selama tiga hari di Bintan.
"Mau tidak mau aku harus bersedia menerima, Alex sudah menanggung semua biaya pengobatan ibu, sudah sepantasnya aku membayar sesuai keinginannya." Batin Cika menyemangati dirinya.
Tidak lama, Alex menghubungi Cika dan mengatakan sudah mengirimkan seorang sopir pribadi untuk menjemput Cika di rumah sakit.
Begitu keluar dari lobby, Cika melihat pria paruh baya sudah menunggunya. sambil membukakan pintu mobil seraya menundukkan kepalanya hormat.
"Silahkan masuk, nona. Saya sopir tuan Alex yang diperintahkan untuk menjemput nona."
"Ya terimakasih pak."
Sopir jemputan membawa Cika kembali ke Perusahaan, untuk menjemput Alex. yang juga sudah menunggu di lobby. Pria itu terlihat begitu percaya diri, karena sudah ada Cika didekatnya. yang membuat semangat nya bertambah berkali-kali lipat dari sebelumnya.
Cika melongo sesaat menatap ketampanan sang bos besar, dia merasa beruntung sekali dapat menjadi sekretaris Alex, meskipun dia sering dibuat kesal dengan sifat mesumnya.
Dada Cika berdebar-debar tak menentu, kala Alex mulai duduk disampingnya. tercium aroma wangi parfum dari tubuh Alex, Cika merasa seperti baru jatuh cinta dan dikelilingi berjuta bunga-bunga yang bermekaran, layaknya nya gadis remaja yang baru pertama kali mengenal cinta.
"Hey, kamu kenapa terpana begitu menatapku?" ujar Alex.
Cika yang masih terpesona tidak menyadari bahwa Alex berbicara kepada nya. dia masih asyik menatap wajah tampan itu, pikiran Cika mulai berkelana kemana-mana, dia merasa tengah dibimbing Alex berjalan di red karpet menuju pelaminan.
"Chess!!"
Cika Kembali tersadar, tak kala Alex menjentikkan jarinya tepat ke depan wajahnya sambil tertawa.
"Mmmmhhh...maaf tadi Tuan bicara apa?" ucap Cika terbata dan gugup.
"Kamu melamun menatap ketampanan ku?" ujar Alex.
Muka Cika langsung memerah, karena malu ketahuan terpesona memandang wajah Alex. Refleks dia langsung mengalihkan pandangannya keluar jendela mobil yang membawa mereka
menuju bandara.
Cika belum terbiasa berpergian jauh, sehingga selama perjalanan, dia lebih memilih tidur.
"Bagun, kita sudah sampai."
Alex menyikut lengan Cika, gadis itu langsung terbangun. Seraya mengucek matanya yang masih berat.
"Tuan, kita sudah sampai ya?" Tanya Cika sambil melongo bingung karena masih berusaha mengumpulkan nyawanya yang bertebaran saat tidur nyenyak barusan.
"Cepat, jika tidak aku akan tinggalkan kamu disini."
"Jangan tuan, aku baru pertama kalinya datang ke daerah ini. Aku bisa kesasar."
Alex melangkahkan kakinya tanpa peduli Cika yang kewalahan mengikutinya, sambil menarik dua buah koper Alex dan kopernya sendiri.
"Dasar bos kejam, dia tega memperlakukan aku semena-mena." Gerutu Cika dalam hatinya, sambil mengepalkan tinjunya dari arah belakang tepat ke kepala Alex.
"Lakukan saja tugasmu dengan baik, apa perlu aku tambahin lagi."
"Tidak tuan, terimakasih." Ucap Cika pura-pura memijid tangannya yang kibas akibat menarik dua koper bersamaan. Alex menyembunyikan senyumnya melihat tingkah polos Cika, dia semakin penasaran apakah Cika benar-benar polos. atau malah sengaja dibuat-buat seperti kebayangkan gadis yang mendekatinya selama ini.
"Silahkan masuk tuan, nona." Ucap sopir jemputan yang telah disediakan.
Ini pertama kali nya bagi Cika menginjakan kakinya di pulau Bintan. dia terpesona dengan keindahan alamnya, senyum manis tidak berhenti menghiasi bibir Cika. apalagi setelah mendapat kabar jika kondisi sang ibu sudah kembali stabil pasca operasi, dan tinggal masa pemulihan saja.
Mobil membawa mereka, ke salah satu penginapan ternama di kota itu. Resort kelas Dunia Pesona Cristal Lagooon. yang terletak tidak jauh dari Negara Singapura. dikelilingi kawasan hutan yang bisa juga. dijadikan Alternatif Situs Glamor Jlamping.
Pulau Bintan memiliki posisi yang sangat strategis, yang dekat dengan selat Malaka dan selat Philipina. serta Negara Asia lainnya, seperti Malaysia dan Singapura. yang dijadikan kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan bebas.
Membuat Alex tanpa berpikir panjang lagi, membuka salah satu cabang Perusahaan nya di pulau ini. dia tidak tanggung-tanggung, dengan mengaet para investor luar dan dalam negeri. untuk mendukung usahanya agar semakin maju.
Setelah memasuki resort paling mewah, pelayan datang menghampiri dan membantu membawakan koper yang dipegang Cika. Lalu menyerahkan satu buah card kunci kamar Presidensial ketangan Alexander.
"Kunci kamarku mana?" tanya Cika pada pelayan sambil merentangkan sebelah tangannya.
"Maaf Nona, kami memberikan card sesuai bookingan saja"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
Nur Lizza
kykny si Alex jatuh cinta SM Cika
2024-05-01
0
Mimik Pribadi
Waduhh!! Alex bener2 niat bngt ngajak Cika dngn modus liburan smpe2 pesen kamarnya cuma 1 untuk berdua 😱😱
2023-12-03
1
🌈Yulianti🌈
ngancem Mulu nih s bosss
2023-10-01
0