"Tuan, begitu sampai aku ingin langsung pulang kerumahku. boleh ya!" ucap Cika dengan tampang memelas.
"Tidak bisa, karena kamu belum berhasil memuaskan aku diranjang." ucap Alex kembali sibuk dengan ponsel ditangannya.
"Tapi saya masih lama datang bulanya, tuan."
"Pakai ini." Alex menyentuh mulut Cika dengan jari telunjuknya.
"Mulut saya tuan?" Cika syok seakan tidak percaya.
"Menurutmu mulut siapa lagi?"
"Rambo misalnya." jawab Cika asal, dan langsung mendapatkan sentilan keras di dahinya.
"Aduuh sakiiit tuan."
"Makanya pikir dulu sebelum bicara, kamu pikir aku apa?"
"Maaf, tapi saya pulangnya sebentar saja tuan, karena sudah sangat merindukan ibu."
"Ibumu sudah dijaga dengan baik, sekarang tugasmu fokus belajar bagaimana caranya menyenangkanku, mengerti! jika tidak pengobatan ibumu akan aku hentikan!" ancaman Alex selalu ampuh membuat Cika tidak berkutik, patuh pada setiap perkataannya.
Tidak lama heli mendarat disebuah lapangan luas halaman mewah rumah Alex, nampak para pengawal dan pelayan berbaris rapi untuk menyambut kedatangan tuan muda mereka.
"Selamat datang tuan muda." teriak mereka serempak, Alex menghentikan sejenak langkahnya membiarkan mereka menundukkan kepalanya hormat.
Cika menatap takjub, lalu kembali mengikuti langkah panjang Alex memasuki sebuah aula gedung, dari kejauhan dia melihat seorang gadis berlari kearah Alex, sudut matanya melirik sinis menyiratkan aura persaingan pada Cika.
"Selamat datang kak Alex, aku sudah dua hari ini menunggu kedatangan kakak." memeluk hangat lengan Alex dengan sikap manjanya.
"Lisa, bagaimana pendidikanmu diluar negeri, apa sudah selesai."
"Sudah kak, aku berhasil lulus dengan nilai terbaik."
"Oya kak, siapa perempuan ini?" Lisa menunjuk kearah Cika.
"Sekretaris kantor."
"Hanya seorang sekretaris." tanya Lisa sinis.
"Apa pedulimu, jangan ikut campur."
"I..iya kak." Lisa menundukkan kepalanya, dia tidak ingin Alex memarahinya setelah sekian lama mereka tidak bertemu.
Cika penasaran dengan sosok Lisa, yang terlihat semakin kecentillan dihadapan Alex, sehingga dia berfikir jika Lisa adalah perempuan pemuas nafsu juga, sama seperti dirinya.
"Tuan, siapa perempuan yang bernama Lisa? apa dia juga wanitamu?" bisik Cika semakin kacau pada Alex.
"Dasar otak mesum, Lisa itu adik angkatku, kami dulu pernah hidup susah di jalanan bersama mendiang adikku Ellena." terang Alex tanpa sadar membuka sedikit tentang memori masa lalunya yang sudah lama dia kubur dalam-dalam.
"Maaf tuan, saya pikir sama seperti saya yang harus jadi sekretaris plus-plus, Oya bolehkah jika aku menjadi adik angkat tuan juga." balas Cika pelan, nyaris tidak terdengar.
"Tidak bisa! kamu adalah milikku."
Alex melanjutkan langkahnya menuju kursi kebesarannya.
"Ayo nona, kita harus ikut dalam rapat dadakan ini." ucap asisten Rambo membukakan kursi untuk Cika duduk disebelah Alex. dalam ruangan luas tersebut, Cika hampir mati berdiri begitu melihat beberapa orang sudah babak belur dengan kondisi kedua tangan mereka diikat kebelakang.
"Tu...tuan siapa mereka?"
"Anak buah Sugiono gabungan dari geng Macan alias Naga, mereka jugalah yang telah mengikuti dan menembaki mobil kita. mereka salah memilih lawan, tidak butuh waktu lama anak buahnya berhasil menangkap mereka." Alex tersenyum puas dengan aura mata membunuh.
Alex mengeluarkan pistol dari balik pinggangnya, mengisi penuh dengan peluru.
"Tuan, mau apa dengan benda itu?" Cika masih trauma melihat pistol, apalagi Alex pernah mengancamnya dengan benda tersebut.
"Aku ingin main-main dengan benda ini."
"Jangan tuan, itu bukan mainan."
"Diam! jangan banyak tanya dasar cerewet." Alex mengarahkan moncong pistol kearah Cika, refleks gadis itu terlonjak kaget sambil menahan nafas takut pistol tersebut tiba-tiba meledak di kepalanya. Alex sengaja mengertak Cika yang terus-menerus bertanya. sedangkan Lisa tersenyum puas menyaksikan.
"I..iya saya akan diam tuan."
Cika mengunci mulutnya rapat-rapat, menyadari jika nyawanya ikut terancam, dia sudah terlanjur masuk kedalam kandang singa, mau tidak mau dia harus mengikuti permainan mereka terutama dalam menjinakkan singa buas seperti Alexander agar bisa selamat.
"Hanya segini, pasukan mereka yang berhasil kalian tangkap?"
"Iya tuan, tapi kami telah berhasil merusak barang-barang mereka, sehingga geng Macan akan mengalami kerugian besar." lapor Rambo.
"Bagus, biar mereka sadar telah berhadapan dengan siapa." Alex tersenyum puas.
Alex berjalan mendekati beberapa pria bertubuh besar, namun sudah bakal belur dengan wajah yang dipenuhi luka. hantaman keras dilayangkan Alex secara bertubi-tubi ketubuh mereka, terdengar suara teriakan kesakitan dan minta ampun dari mereka, dimana mulutnya sudah berdarah bahkan ada sebagian gigi-giginya yang copot karena pukulan keras Alex yang tanpa bekas kasih.
"Aku peringatkan, jangan pernah berani-berani lagi melawanku, ataupun melakukan penyerangan secara tiba-tiba, karena kalian tidak akan pernah bisa menang melawanku." hardik Alex.
"I.. iya tuan, ampuni kami."
"Kakak jangan mudah percaya pada kata-kata mereka, sebaiknya kita habisi saja mereka." ucap Lisa menimpali, Cika menggelengkan kepalanya, dia tidak menyangka sama sekali jika Lisa yang terlihat lembut, memiki hati yang kejam tidak jauh beda dengan Alex.
"Dooorr!"
"Aaaagghhh..ampun tuan." suara peluru dan teriakan kesakitan dari seseorang, membuat Cika tidak berani membuka matanya lagi, dia benar-benar ketakutan semua yang pernah dua tonton dalam film Action terjadi dalam kehidupan nyatanya. sangat mengerikan sehingga Cika ingin pergi ke alam lain agar tidak mendengar dan melihatnya lagi.
"Hentikan! aku mohon hentikan kekerasan ini." teriak Cika. membuat suasana seketika hening dan menoleh kearahnya.
"Cika, berani-beraninya kamu menghentikanku."
Para pengawal dan Lisa terlonjak kaget, mereka tidak menyangka jika Cika memiliki keberanian yang begitu besar pada Alex, melebihi keberanian yang mereka miliki dalam menghadapi musuh-musuhnya.
"Lihatlah sekertarismu ini hanya menyusahkan saja. sebaiknya kita apakan dia?" ucap Lisa tersenyum sinis.
"Maaf aku tidak bermaksud menghalangimu tuan, ta ..tapi kasihan mereka sudah kesakitan dan minta ampun padamu." Cika mundur beberapa langkah melihat kilatan api kemarahan Alex.
"Kamu tidak tahu dunia hitam yang kami jalani, sudah aku peringatkan untuk tetap diam, kenapa kamu masih saja bawel."
"Tuhan selamatkan aku, sekarang singa ini telah berbalik menyerangku."
Cika melirik kiri dan kanan, namun semua pintu dan jendela sudah tertutup rapat dan dikelilingi para pengawal Alex yang berwajah sangat dan menakutkan. baru saja dia melihat sisi lembut sikap Alex, namun dalam sekejap mata sudah kembali menjadi jelmaan mafia iblis yang kejam tanpa bekas kasih.
"Tolooong.... siapapun tolooong aku, selamatkan aku dari orang-orang yang kejam ini." teriak Cika.
"Bertetiaklah sekencang-kencangnya, tidak akan ada seorangpun yang akan menokongmu, lalat kecil ha...." teriak Alex dengan tawa yang begitu mengerikan, diikuti oleh yang lainya.
"That's right! biarkan aku saja yang menyiksa perempuan ini kak." Lisa muncul dengan seringai iblisnya, sambil memainkan jemarinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
Nur Lizza
Lisa jgn main main SM Cika .Cika itu milik Alex
2024-05-03
0
Mimik Pribadi
Lisa kayanya punya hati sm Alex makanya dia begitu sinis sm Cika,,,,,
2023-12-03
2
Katherina Ajawaila
ampun thour cerita, kaya jinak2 merpati. tapi sadis🤭🤭🤭🤭
2023-10-25
0