Alex melepaskan ciumannya begitu melihat Cika yang tidak bisa mengatur pernafasannya dengan benar.
"Makanya, banyak-banyak lah belajar cara menyenangkan bosmu." Menyentil kening Cika, lalu berjalan menuju pintu yang terhubung langsung dengan pantai pasir putih.
"Aduuh sakiiit tuan!"
Cika mengusap keningnya yang perih, seraya menggigit bibir bawahnya. Pelupuk mata Cika mengembun seakan ingin tumpah.
"Demi uang dan kesembuhan ibu, tahan...tahan Cika, kamu pasti bisa melewati ini semua." Cika berusaha menyemangati dirinya sendiri.
Alexander berbalik menatap Cika yang masih meringis.
"Kenapa ekspresimu seakan ingin menggodaku?"
"Maksud bapak?"
"Sekali lagi kamu mengigit bibir bawahmu seperti ini, akan buat bibirmu bengkak hingga tidak bisa bicara lagi." Ancam Alex.
"Iya..iya tuan, aku tidak akan seperti ini lagi." Jawab Cika gugup, bahkan dia tidak berani menelan air ludahnya sendiri, takut dibilang menggoda lagi.
"Cepat jalanya, kenapa kamu seperti seekor kura-kura saja?" Bentak Alex.
"Kenapa sih tuan marah-marah melulu, kan liburan kita jadi tidak seru." berusaha untuk tersenyum ceria kembali.
"Kenapa tidak suka melihatku seperti ini?"
"Su... suka tuan, tapi lebih suka lagi jika tuan memperlakukan aku lebih lembut lagi."
Alex membimbing sebelah tangan Cika, mereka duduk berdampingan di atas pasir putih, sambil menikmati matahari terbenam. Desiran angin segar meniup rambut panjang Cika sehingga tergerai bebas. tangan Alex mulai nakal memainkan tali bikini Cika. Membuat gadis itu merasa sangat kesal namun tidak bisa berbuat apa-apa.
Sesekali Cika membetulkan bikini yang dikenakannya, dia benar-benar risih apalagi tatapan mata Alex yang tajam penuh gairah.
"Kenapa menatapku, kamu marah, mau protes aku perlakuan seperti ini?" Ucap Alex.
"Tuan sangat tampan!"
"Kamu mengatakan aku tampan?" Tanya Alex tersenyum nakal.
Cika reflek menutup mulutnya, menyadari keceplosanya barusan. Sejujurnya dari awal Cika sudah terpesona akan ketampanan Alexander.
"Mendekatlah dan berbaring di atas pangkuanku." Perintah Alex.
Alexander kembali mencium bibir Cika yang terasa manis, kali ini dia lebih lembut sehingga Cika ikut menikmati dengan getaran menghangatkan kalbunya. Hembusan nafas Alex terasa panas seiring tangannya yang tidak bisa dikondisikan lagi.
"Cika, aku menginginkanmu. Apa kamu sudah siap?"
"Degh!"
"Tuan tunggu!" Cika mendorong pelan tubuh Alex.
"Ada apa, jangan coba-coba mencari alasan lagi. Aku sudah tidak sabaran lagi untuk memakanmu, pasti rasanya enak dan gurih." Goda Alex.
"Iya...tuan benar, apa lagi setelah saya membersihkan diri dengan mandi susu, tentu akan lebih terasa manis." Ucap Cika yang ingin mengulur-ulur waktu dengan sikap manjanya.
"Oke, cepat lakukan karena aku paling tidak suka menunggu."
Cika segera berjalan menuju kamar, dia tidak menyadari jika gerak-geriknya telah dipantau oleh dua orang pria bertubuh besar.
"Bos pasti akan membayar mahal, kali ini kita telah menemukan wanita yang sangat cantik."
"Ya, wanita ini bisa dijadikan primadona di klub. Dia ibarat Berlian yang sangat berharga."
Mereka terus mengikuti langkah Cika, begitu ada kesempatan mereka langsung membekap mulutnya dengan obat bius, hingga Cika langsung terkulai lemas.
"Hati-hati, jangan sampai lecet. Jika tidak nilai jualnya bisa turun." Ucap salah satu dari mereka.
“Kita berhasil menangkap lalat imut ini dengan begitu mudah, tanpa seorang pun mengetahui dan mencari-cari gadis cantik ini. malam ini juga kita langsung mengirimkannya ke kota S." ucap ketua komplotan begitu mereka berhasil membawa Cika kedalam mobil dan langsung melajukan kencang pergi meninggalkan lokasi.
Mobil yang membawa tubuh mungil Cika, telah memasuki sebuah club malam. Dia dipapah masuk, sedangkan kedua belah tangannya diikat kebelakang. serta mulut tertutup lacban lalu dimasukkan kedalam sebuah kamar kosong.
“Alex, tolong aku, tuan. Aku tidak tahu siapa yang telah menculikku." Teriak Cika dalam hatinya mengingat selama ini dia tidak pernah memiliki seorang musuh.
Cika terus meronta-ronta, sambil berteriak namun suara tidak keluar, hanya air matanya yang terus membanjiri kedua belah pipinya. menyesali nasib buruk yang telah menimpanya.
Cika, merasakan sakit di sekujur tubuh. saat dia didorong paksa masuk kekamar kosong ini. tangan kekar terjulur membuka penutup lacban yang menyumbat mulutnya.
"Aww...sakiiiitt."
Cika meringis perih ketika laki-laki itu membuka paksa lacban penutup mulutnya. Pria itu menyeringai puas memperlihatkan gigi-gigi nya yang menghitam mungkin karena rokok.
"Aku mohon Tolong lepaskan aku, dan aku tidak mempunyai permasalahan dengan kalian." Rintih Cika mencoba meronta-ronta dengan tangan yang masih terikat kebelakang.
"Gadis itu menanyakan kita ini siapa? ha...ha..." mereka tertawa lepas.
"Perkenalkan kami dari komplotan agen perdagangan perempuan, terutama yang cantik-cantik seperti kamu...ha...ha..." mereka tertawa lepas seakan-akan mencemoohkan dirinya yang tidak berdaya.
"Gadis cantik, kamu jangan banyak bertanya dan memberontak. nanti tenagamu bisa habis percuma sayang." ucap seorang wanita satu-satunya diantara empat orang pria bertubuh besar yang mengelilinginya.
"Mulai sekarang, kamu tidak akan bisa lepas dari kami, patuh dan menurut lah jika ingin nyawamu selamat, karena kami telah menjualmu dengan harga yang sangat fantastis."
"Brengsek lepaskan, aku bukan wanita ******. kalian tidak bisa memperlakukanku seperti ini." Cika kembali meronta-ronta dan menagis.
Memancing kemarahan perempuan dihadapanya. sebelah tangannya terangkat dan melayang keatas pipi mulus Cika.
"Plaaacckk,, diam kau perempuan ******." menampar wajah Cika. yang membuat gadis itu kembali pingsan. mengingat kondisi tubuhnya yang masih sangat lemah akibat obat bius barusan.
Cika tidak tahu sudah berapa lama dia pingsan. saat terbangun, gadis itu langsung memegangi pipinya yang perih.
“Aduuuh..periih banget.”
Cika mengusap pipinya, sambil menatap sekeliling tempat yang sekarang sudah berbeda. dia berada disebuah kamar dengan pakaian tipis dan seksi melekat ditubuhnya.
“Siapa yang sudah memakaikan lingerie ini padaku?”
Tangan Cika, refleks menutup bagian dadanya yang sedikit terbuka, saat mendengar seseorang sedang berbicara diluar pintu kamar. Dia berjalan pelan, mendekatkan kupingnya pada pintu. Mencoba menguping pembicaraan mereka.
"Kali ini cara kerja kalian benar-benar bagus, aku puas melihat keberhasilan kalian yang sudah menemukan wanita paling cantik. Aku akan membayar mahal kali ini."
"Terimakasih mi."
"Bagaimana kondisi gadis itu, aku yakin jika dia masih perawan. Sehingga bisa langsung dilelang malam ini juga?"
"Sewaktu kami menganti pakaian nya, dia masih pingsan mi." terdengar suara wanita yang berbeda dari suara perempuan sebelumnya.
"Tolong kalian jaga dia terlebih dahulu, sebaiknya kita batalkan untuk melelangnya malam ini. dia barang bagus, sehingga bisa menjualnya dengan harga mahal pada para pengusah yang menyukai barang baru kita, apalagi jika dia sudah melihat kecantikan perempuan itu."
"Baik mi, aku akan menjaga gadis itu sebaik mungkin."
"Aku percaya padamu, aku pergi dulu."
"Iya mi."
Cika kembali keranjang dan berpura-pura tidur, sambil memikirkan cara agar terlepas dari tempat terkutuk ini.
"Tuan Alex, kamu dimana, tolong Cika." Teriaknya dalam hati.
Ceklek!!!
Pintu terbuka perlahan, Cika mendengar langkah kaki berjalan semakin mendekatinya, membuat tubuhnya gemetar ketakutan membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 68 Episodes
Comments
Nur Lizza
kasihn Cika di culik Alex mana ni kok ngk tau Cika di culik
2024-05-01
0
Nami chan
lhah keluar pake bikini bolong2?
2023-11-02
1
Katherina Ajawaila
plases thour, jgn ada penculikan lah, yg baca jadi tegang. plases thour biar cika selamat di tangan Alex🥵🥵🥵
2023-10-25
0