Devan sudah berangkat ke perusahaannya. Saat ini Fara lah yang menemani Ainsley, gadis kecil itu tidak banyak bicara setelah Devan pergi.
“Ley … kamu kenapa, Sayang?” tanya Fara dengan sangat lembut.
Ainsley menggeleng-gelengkan kepalanya, ia tampak tak bersemangat.
“Hum, Mommy sedih deh dicuekin begini,” kata Fara memasang wajah sedih.
Hal itu berhasil membuat gadis kecil berparas cantik dan imut yang tadinya diam menjadi bicara.
“Mommy jangan sedih, Ley diam karena sebal dengan daddy yang lebih sayang sama paman Jhon,” tutur Ainsley dengan wajah tak berdosa.
“Pfft, buaha-ha-ha. Ley, ha-ha-ha. Kamu kok bisa berpikir daddy lebih sayang sama sekretaris Jhon.” Fara tertawa terpingkal-pingkal.
Bahkan sangking tak tahannya, Fara sampai memegangi perutnya yang terasa keram. Ainsley terlihat bingung dengan kelakuan mommy-nya. Gadis kecil itu menggaruk kepalanya yang tak gatal.
“Kenapa mommy tertawa? Ley lucu ya, Mom?” tanya Ainsley dengan pecaya diri. Namun, ekspresinya terlihat polos.
Fara menghentikan tawanya dengan perlahan, ia mengusap puncak kepala sang anak karena merasa gemas.
“Kamu lucu banget, uhh Mommy jadi teringat kamu yang tidak mau pakai celana yang baru sekali pakai hanya karena sudah terkena kentut.” Fara tersenyum saat ingatan itu berputar di kepalanya.
Ainsley mengedip-ngedipkan mata berulang kali, gadis kecil itu masih tidak mengerti di mana letak hal lucu yang diceritakan oleh mommy-nya. Namun, karena ia begitu menyayangi Fara, gadis kecil itu pun turut tersenyum dengan lebar.
Flashback On
Devan merasa tidak nyaman berada di dekat Fara, ingin sekali rasanya pria itu menarik diri dari pelukan mantan karyawannya.
Semua itu tidak terlepas dari permintaan Ainsley yang saat ini dipeluk oleh kedua orang tuanya. Tubuh Fara terasa seperti tersengat listrik saat tangan kekar sang suami menyentuh pinggang atasnya.
Sementara Devan dengan wajah datar dan dinginnya berusaha untuk tetap tenang. Sangat berbeda dengan Ainsley yang tersenyum lebar di sisa-sisa isak tangis gadis cerdik itu.
Tiba-tiba suara dering ponsel yang berasal dari saku celana Devan memecahkan ketegangan antara dirinya dengan Fara.
Ia menarik tangannya menjauh dari pinggang Fara dan segera mengangkat panggilan yang ternyata dari sekretaris sekaligus orang kepercayaannya, siapa lagi orangnya jika bukan Jhon yang sama datarnya dengan Devan.
Akan aku naikkan gaji mu, Jhon. Batin Devan merasa lega.
Devan merasa Jhon menghubunginya disaat yang tepat sehingga ia memiliki alasan untuk kabur.
“Ya?” tanya Devan dengan mimic wajah yang serius.
“…”
“Mendadak sekali, siapkan semuanya tanpa ada kekurangan sedikit pun. 30 menit lagi saya tiba di kantor!”
Tut!
Devan langsung memutus sambungan panggilan itu dengan sepihak yang membuat Jhon keheranan akan tingkah bosnya.
Padahal sedari tadi Jhon hanya diam dan belum memiliki kesempatan untuk berbicara karena begitu panggilan tersambung, tuannya bicara tanpa ditanya.
“Baru pertama kali tuan terdengar aneh seperti ini.” Jhon menggeleng-gelengkan kepala atas perubaham Devan yang aneh dalam tempo waktu singkat.
Tangan Devan mengusap kepala putri kecilnya, ia berpamitan pada sang anak untuk pergi bekerja. Ainsley tampak sebal mendengar alasan daddy-nya. Tapi, tampaknya Devan tidak peka dan tetap pergi meninggalkan kedua wanita beda generasi itu di dalam kamar.
Flashback Off
Perputaran waktu terasa begitu lambat, Fara yang sudah terbiasa bekerja dan melakukan banyak aktifitas kini merasa bosan karena hanya berdiam diri tanpa melakukan apa pun.
Wanita itu memperhatikan Ainsley yang sedang bermain dengan buku sains. Fara hanya bisa menatap kagum Ainsley yang berbeda dengan anak kecil seumurannya.
“Hoamm, masih jam 2 siang. Bosan juga ya jadi orang kaya.” Keluh Fara.
Di tengah kebosanan yang melanda dirinya, Fara tersentak karena sebuah notifikasi pesan yang masuk.
Kening Fara mengernyit saat mendapati pesan dari mantan bosnya, dengan enggan ia membuka pesan itu.
‘Lima belas menit lagi nanny baru untuk Ley datang, kau hanya perlu memperkenalkan Ainsley dengan nanny baru itu.’ – Bos Kejam.
Fara merasa heran dengan suaminya, ia berpikir untuk apa menyewa jasa nanny? Bukan kah keberadaanya di sini untuk merawat Ainsley? Pikir wanita itu bingung.
Ia mulai mengetik balasan pesan ke pada Devan.
‘Kan sudah ada saya, Pak. Untuk apa menyewa nanny?’ – Fara.
Tanpa diduga, Devan langsung membalas pesan Fara dengan huruf-huruf yang di Caps Lock.
‘BUKAN URUSAN MU! LAGI PULA SAYA TIDAK INGIN LEY TERLALU BERGANTUNG DENGAN MU.’ – Devan.
Fara merasakan sakit pada hatinya. Ada sesuatu yang menusuk perasaan wanita itu saat membaca balasan pesan dari Devan.
“Keterlaluan sekali pria yang satu ini, akan kubuat mulut yang selalu mengeluarkan kata-kata tajam itu menjadi kalimat cinta,” ucap Fara dengan tekad yang kuat dan semangat menggebu-gebu.
Seperti yang disampaikan oleh Devan, kini nanny baru yang Jhon pilihkan sudah berada di ruang tamu. Fara memperhatikan nanny yang duduk di hadapannya, nanny itu terlihat masih muda.
“Nama kamu siapa?” tanya Fara penasaran.
“Saya Regita Yasmin, Nyonya.” Nanny itu menjawab dengan tersenyum ramah.
Fara merasa jika wanita yang menjadi nanny baru untuk putri sambungnya adalah wanita yang baik.
“Umm, kalau boleh tau umur kamu berapa? Terlihat masih muda sekali,” kata Fara tanpa sadar.
“Umur saya 24 tahun, Nyonya,” jawab Regita dengan sedikit menganggukkan kepala.
“Wahh, kita seumuran loh,” ucap Fara dengan riang.
Nanny baru itu hanya menanggapinya dengan senyuman yang terlihat sangat lembut. Sementara itu, Ainsley yang duduk di sebelah Fara hanya memandangi nanny nya dengan tatapan tak suka.
“Sayang, ini nanny baru kamu, ayo sapa dong sayang.” Fara mengusap kepala sang anak.
Gadis kecil itu mau tak mau menuruti apa yang dikatakan oleh mommy-nya.
***
Devan baru saja pulang, ia sampai di kediamannya tepat saat jam makan malam. Begitu masuk ke dalam rumah, Fara sudah menyambutnya dengan senyuman hangat.
“Sini saya bawakan tas, Bapak.” Fara mengambil tas kerja yang berada di dalam genggaman tangan Devan tanpa persetujuan dari pria itu.
Rasa lelah membuat Devan diam saja dan tidak ingin mengeluarkan sepatah kata pun. Ia melangkah maju menuju anak tangga. Namun, langkahnya terhenti saat Regita si nanny baru menunduk hormat ke padanya.
Devan berhenti dan bertanya dengan wajah dingin, “di mana Ley?”
“Ada di ruang makan, Tuan.”
Fara yang berada di belakang suaminya diam-diam memperhatikan ekspresi malu-malu Regita.
His, padahal dari tadi Ley bersamaku karena Ley belum mau dengannya, kenapa dia menjawab seolah-olah sudah menjaga Ley seharian ini. Rutuk Fara kesal dalam hati.
Devan meninggalkan nanny itu dan kembali menaiki tangga rumahnya, Fara yang tidak ingin ketinggalan turut mengikuti sang suami.
Regita memandangi kepergian tuan dan nyonyanya dengan tatapan yang sulit untuk diartikan, hanya dirinya yang tau arti dari tatapan tersebut.
Bersambung ….
Hai zeyeng-zeyengku yang paling asemelehoyy, othor mau tanya dung. Boenda-boenda syantik lebih suka othor update pagi atau malam?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 108 Episodes
Comments
Runik Runma
seru
2025-02-28
0
Ristiana Wang
uhhhh,, keknya bakal jadi bibit2 pelakor nih
2024-05-30
0
Ney Maniez
mkny cari pengasuh yg benerr,,, liat dlu,,, UMR jga ngaruh 🤭
2024-01-23
0