“M-menikah?” tanya Fara.
Ekspresi wanita berusia 24 tahun itu menujukkan rasa ketidakpercayaan atas apa yang didengarnya barusan.
Bukannya menjawab pertanyaan Fara, Devan malah menatap wanita itu dengan tatapan yang lebih tajam. Fara yang merasa tersudut akan tatapan setajam pedang itu merasa sangat takut dan gugup hingga tanpa sadar kakinya melangkah mundur memperbesar jarak antara dirinya dengan Devan.
“Jika kau menolak … kau harus membayar penaltinya hari ini!” Devan memasang wajah datar. Namun, terlihat begitu serius.
“Kalau tidak bisa bayar bagaimana, Pak?” Fara memasang wajah memelas.
“Kau akan tinggal di balik jeruji!” jawab Devan dengan ketus.
Kepala Fara menggeleng. “Orang tua dan adik saya di kampung makan apa kalau saya di penjara. Bapak pasti orang yang hatinya baik, jangan penjarakan saya ya, Pak.” Fara mengatupkan tangannya.
“Menikah dan jadi mommy putriku itu solusinya.”
Dalam hati Fara berteriak, itu bukan solusi dasar bos kejam!!!.
“S-saya jadi istri kedua bapak?” Fara bertanya dengan suara pelan.
Devan tidak menjawab pertanyaan dari Fara. Jika bukan karena sang putri, mungkin saat ini dirinya tidak akan mau menjadikan wanita ceroboh dan aneh seperti Fara sebagai istri.
“Kau terlalu banyak membuang waktuku,” kata Devan.
Pria itu membalik badannya berniat meninggalkan tempat kediaman Fara. Baru dua langkah terlaksana, suara Fara menghentikan langkahnya.
“Berapa lama jangka waktu menjadi istri bapak?”
“Tidak ditentukan, semua keputusan ada di tanganku!” jawab Devan tanpa berbalik badan.
Pikiran Fara yang sudah buntu membuatnya mau tak mau menerima tawaran dari Devan. Hingga keluarlah kalimat setuju dari bibir wanita itu. “Baiklah saya bersedia, Pak.”
“Sekarang ikut denganku ke rumah sakit!” Seru Devan.
“Saya bersiap bentar ya, Pak.” Tanpa menunggu jawaban dari pria berwajah datar itu, Fara langsung berlari ke kamarnya untuk mandi dan mengganti pakaiaan.
Devan menoleh ke belakang, ia tidak melihat keberadaan Fara yang sudah mengeluarkan jurus kaki seribu.
Tangan pria itu terkepal, baru bertemu sebentar saja sudah semengesalkan ini. Ia tidak dapat membayangkan bagaimana hidupnya setelah Fara tinggal di bawah atap yang sama dengannya.
Devan memutuskan untuk menunggu di dalam mobil, pria berdarah Italia-Meksiko itu bersandar dengan memejamkan mata sejenak, pikirinnya melalang buana ke beberapa tahun silam. Waktu sebelum ia pindah ke negara Indonesia.
“Jika kau mendengarkan aku, mungkin semuanya tidak akan jadi seperti ini.”
Tok! Tok!
“Pak,” panggil Fara.
Devan yang mendengar kaca jendelanya diketuk dari luar segera menyudahi acara mengingat kejadian masa lalunya.
“Apa kau pikir aku supir?!” hardik Devan dengan ketus.
Fara yang belum sempat mendudukkan bookoongnya di kursi belakang, memilih untuk berpindah ke depan.
“Siapa yang menyuruhmu duduk di sini?” Devan menatap tak suka ke arah Fara.
Wanita itu tampak bingung dan merasa serba salah, entah apa mau Devan. Begini salah, begitu juga salah.
“Loh, jadi saya duduk di mana, Pak? Kalau di belakang gak boleh, di depan gak boleh, Masa duduk di atap mobil.” Balas Fara dengan sewot.
“Naik kendaraanmu sendiri.”
Mata Fara mengerjap tak percaya, bahkan mulutnya menganga sangking kagetnya. Merasa geram dan kesal, Fara menutup pintu mobil milik Devan dengan cukup kuat.
“Kaya-kaya pelit! Top one bos terkejam di dunia!” Fara menggerutu sepanjang ia mengeluarkan kendaraan beroda duanya.
Saat wanita itu sudah selesai mengeluarkan sepeda motornya, Devan mulai menyalakan mesin dan berjalan lebih dulu. Sementara itu, Fara mengikutinya dari belakang.
Untuk menutupi kekesalan yang dirasakannya hari ini, Fara memilih berkendara sembari bernyanyi lagu yang belakangan ini viral di toktok.
“Diputusin pacarmu, ditinggalin pacarmu, jangan curhat denganku, lebih parah akuuuu.” Fara tak perduli dengan pengendara lain yang memperhatikannya karena suara serak-serak gersangnya mengganggu pendengaran orang lain.
Tidak terasa, 25 menit berlalu. Akhirnya mobil mewah Devan berbelok dan berhenti di rumah sakit terbesar yang ada di kota tempat ia merantau.
“Eh aku mana bisa ikut parker di tempat pak Devan,” kata Fara pada dirinya sendiri melihat Devan memarkirkan mobilnya di basemant khusus kendaraan beroda 4.
Fara berbalik dan memarkirkan sepeda motornya di tempat parkir yang sudah di tentukan. Ia kembali ke tempat di mana Devan memarkirkan mobilnya. Namun, batang hidung pria itu tidak kelihatan sama sekali.
“Mana bos durjana itu? Kok gak kelihatan.” Fara berkacak pinggang seraya memperhatikan sekitarnya.
“Ehm! Bos durjanamu ada di sini!” Devan berdeham kasar dengan ekspresi datar serta mata tajam yang menyudutkan nyali Fara.
“Eh, p-pak. Saya niatnya mau nyari bapak loh, takut bapak kenapa-kenapa.” Fara mengeles layaknya bajai.
Devan yang tampak muak itu melengos begitu saja meninggalkan Fara. Wanita berusia 24 tahun itu menepuk jidatnya sendiri. “Ampun deh kalau sudah begini.”
“Pak tunggu!” Fara menyusul Devan dengan berlari demi menyamakan langkah pria yang dianggapnya sebagai bos paling kejam di dunia.
Setibanya di depan ruang inap tempat Ainsley di rawat, Devan mempersilahkan Fara untuk masuk terlebih dahulu lewat gerakkan matanya.
“Masuk!” geram Devan dengan suara tertahan saat melihat Fara yang masih diam menatapnya dengan wajah bingung.
“E-eh iya, Pak.” Fara masuk menuruti perintah calon suami dadakkannya.
“Hai anak cantik,” sapa Fara pada Ainsley yang belum menyadari kehadirannya.
Kepala Ainsley menoleh ke sumber suara. “Mom.” Panggil gadis kecil itu dengan riang seakan sakit yang sedang dideritanya hilang entah kemana saat melihat kedatangan Fara.
“Suster lihat itu mommy Ley sudah datang, sekarang boleh deh suntik tangan Ley. Tapi sambil di peluk mommy ya,” ujar Ainsley dengan bijak.
Fara merasa sedih mendengar ucapan anak bosnya, ia bingung kenapa Ainsley begitu menginginkan dirinya sebagai mommy? Memangnya kemana mommy Ley pergi? Hal itu menjadi tanda tanya di kepalanya.
“Sini mommy peluk, wah Ley pintar banget ya. Gak takut disuntik.” Fara membawa anak berusia 5 tahun itu ke dalam dekapannya. Sehingga, Ley tidak dapat melihat perawat yang sedang menyuntik tangannya.
“Sudah selesai,” ucap perawat itu dengan tersenyum lembut.
“Sudah selesai? Tidak sakit ya mom. Apa karena mom peluk Ley ya?” tanya Ainsley dengan wajah lucunya.
“Kamu bisa aja.” Fara terkekeh pelan seraya menjawil pelan hidung mancung anak berusia 5 tahun yang sebentar lagi menjadi anak sambungnya.
Devan yang berada di luar ruangan sang putri, sedang menelfon orang kepercayaanya untuk menyiapkan pernikahannya dengan Fara hari ini juga.
“Siapkan berkas dan dokumen apapun yang diperlukan untuk pernikahanku, dan jangan sampai ada yang mengetahui tentang pernikahan ini,” ucap Devan pada seseorang di seberang sana.
“Baik, Tuan.”
Devan memutuskan sambungan telfon, lalu memasukkan benda pipih itu ke dalam saku jasnya. Ia memutuskan untuk masuk dan melihat putri kecilnya.
Bersambung ….
Pak Devan bagaimana sih, kode-kodean lewat mata gak semuanya paham keleus. Hadeuhh Othor heran lihat DUTAR (Duda Datar) yang satu ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 108 Episodes
Comments
💐aurora_rachmazya💐
langkah seribu maksudny kali yaa 😭😭
2024-02-08
0
Ney Maniez
duda durjana,,, nnt km bucin loh,,, jgn glk2
2024-01-21
0
Nurjannah Rajja
Dudur thor. Duda durjana hehehe...
2023-12-26
5