MOMMY 2

“Saya, maksud saya Ley ingin bicara denganmu,” ucap Devan.

Wajah Fara dipenuhi dengan tanda tanya. Namun, ia tetap diam sampai suara Ainsley yang tengah menangis semakin jelas.

Mungkin saat ini pak Devan sedang mendekat ke arah anaknya. Pikir Fara.

Kening Fara sedikit tertekuk saat mendengar suara bosnya yang tengah berbisik, ‘ini mommy, jangan menangis lagi ya sayang.’

Pada saat itu pula suara tangis Ainsley terhenti. “Mom, ini Ley,” ucap anak kecil berusia lima tahun itu dengan sesenggukkan.

Sebenarnya Fara merasa aneh saat dirinya dipanggil dengan sebutan mommy, apa lagi Ainsley yang biasanya sering mengganggu dirinya. Akan Tetapi, setelah insiden di kamar mandi itu membuat Ainsley menjadi aneh seperti sekarang ini.

“Mom, apa mommy sudah tidur?”

“Eh, iya Mommy belum tidur kok. Ley kenapa nangis?” Fara bertanya dengan suara yang lembut.

Devan yang duduk di sisi ranjang putrinya ikut menyimak percakapan dua perempuan beda generasi itu.

“Daddy bilang mom bukan mommya Ley,” kata Ainsley dengan wajah tertekuk.

“Ley jangan nangis lagi ya sayang, nanti Mommy pukul bokoong daddy biar tau rasa! Enak aja bilang Mom bukan Mommy-nya Ainsley,” ucap Fara dengan menggebu-gebu. Tangannya dibuat seakan-akan sedang memukul bokoong bosnya padahal dirinya dan Ainsley sedang melakukan panggilan suara, bukan video call.

Terdengar suara cekikikkan Ainsley dari seberang sana. Dalam hati, Devan merutuki Fara yang sudah berani mengatakan hal itu pada putrinya.

“Ley sudah gosok gigi belum?”

“Belum, Mom,” jawab Ainsley.

“Kalau begitu, Ley harus gosok gigi dulu. Ini sudah larut malam, habis gosok gigi, cuci muka, cuci kaki nanti Mommy nyanyiin lagu pengantar tidur,” ucap Fara memberi penawaran pada bocah berusia li. Atahun yang kini tengah asik mendengarkan setiap kata yang keluar dari bibir Fara.

“Oke mom, tapi … Ley maunya sambil video call sama mommy,” kata Ainsley dengan suara yang terdengar manja.

Fara mengalihkan panggilan suaranya menjadi video call. Saat panggilan sudah beralih mode, Ainsley menyodorkan handphone itu ke Devan yang membuat kedua insan berbeda jenis kelamin itu saling tatap.

“Dad, pegang HP-nya dulu ya, Ley mau gosok gigi,” ucap Ainsley dengan girang.

Suasana berubah jadi kikuk, Fara yang salah tingkah karena wajah tampan khas bule pak Devan memenuhi frame layar ponselnya.

“Saya mau menemani Ainsley dulu, jangan dimatikan,” ucap Devan bernada perintah yang membuyarkan suasana kikuk di antara mereka.

Fara menjawab ucapan bernada perintah dari bos nya itu dengan senyuman manis, sangat bertolak belakang dengan isi hati dan pikirannya. “Dasar otoriter,” umpat Fara dalam hati.

Sembari menunggu Devan dan Ainsley kembali, Fara memutuskan untuk mengganti bajunya dengan kaus longgar yang biasa ia kenakan saat malam hari karena ia tidak begitu menyukai daster. Maka kaus longgar dengan sedikit bolong pada bagian ketiaknya menjadi pilihan dirinya.

Wanita cantik dengan rambut panjang itu kembali mengambil smartphone-nya, pada saat itu pula Ainsley sudah kembali juga dengan memamerkan deretan gigi putihnya pada Fara.

Sementara Devan ikut berbaring di samping putrinya, Ainsley merubah posisi berbaring terlentangnya menjadi miring ke samping membelakangi daddy-nya.

“Sayang letakkan saja smartphone-nya biar Mom nyanyikan lagu pengantar tidur,” ujar Fara, ia takut tangan gadis kecil itu pegal karena terlalu lama memegang ponsel.

Terlihat kepala Ainsley menggeleng kuat.

“Tidak, Mom. Ainsley mau dengan mommy nyanyi sambil lihat wajah mommy,” kata Ainsley dengan mata bulat berkedip-kedip lucu.

Sama keras kepalanya dengan pak Devan. Batin Fara.

“Baiklah kalau itu mau Ley, tapi maaf ya kalau suara Mommy tidak bagus.”

Kepala Ainsley mengangguk seraya menatap lekat wajah Fara yang berada di layar

smartphone daddy-nya.

“Twinkle, twinkle little star ….”

Fara mulai menyanyikan lagu yang ia ketahui. Ainsley mendengarkan nyanyian dari wanita yang ia panggil dengan sebutan mommy dengan mata sayu karena rasa kantuk.

Berbeda dengan Ainsley yang nyaman ketika suara Fara memenuhi indera pendengarnya. Devan malah merasa suara Fara sangatlah tidak bagus, mirip seperti suara tikus terjepit.

Pria berusia 36 tahun itu heran dengan putrinya yang mulai memejamkan mata hanya karena suara cempreng Fara menjadi lagu pengantar tidur.

Mata Devan melirik pada layar smartphone-nya yang masih dalam genggaman sang putri.

Terlihat Fara yang juga terlihat mengantuk, wanita itu tidur dengan posisi memiringkan badan. Tanpa sengaja, mata Devan tertuju pada kerah baju kaus yang dikenakan Fara melorot ke bawah hingga dua gumpalan itu tertangkap oleh matanya.

Dasar wanita ceroboh, batin Devan.

Anehnya saat mengatakan hal itu dalam hatinya, mata Devan tidak berpaling dari penampakan dua bukit milik Fara.

Tiba-tiba, suara Fara membuyarkan fokus Devan.

“Ley sudah tidur?”

Tubuh Devan sedikit tersentak, ia segera mengambil smartphone-nya dari tangan sang putri yang sudah tertidur pulas. Dengan wajah merah dan datar Devan mengambil alih panggilan video call itu.

“Ley sudah tidur,” kata Devan singkat.

Tit ….

Mata Fara yang sudah redup itu berkedip tak percaya atas apa yang baru saja terjadi. Bos luknutnya mematikan panggilan secara sepihak tanpa mengucapkan kata ‘terima kasih’.

Ia bukannya haus akan ucapan terima kasih, akan tetapi dirinya geram melihat kelakuan bosnya yang selalu sesuka hati dan hal itu membuatnya geram setengah mati.

“Bos luknut, kalau bukan karena butuh pekerjaan dan uang sudah resign aku dari sana, huh bikin mood jadi jelek aja,” gerutu Fara dengan wajah masam.

Fara menarik napas dalam, lalu ia pergi untuk membersihkan diri. Sementara di kediaman Devan, Devan juga sedang membersihkan diri di bawah guyuran air yang mengucur dari shower.

Pria dengan mata biru itu mengusap wajah kasar kala bayangan gumpalan seputih susu milik Fara masih terngiyang-ngiyang di kepalanya.

“Siaalann! Aku jadi seperti pria mesum!” umpatnya kasar.

***

Matahari menyembul malu-malu, Devan dengan wajah bantalnya yang terlihat tampan itu keluar dari kamarnya menuju kamar mandi untuk bersiap berangkat ke kantor.

Saat dirinya sudah siap dan rapi, pria itu langsung melangkah menuju kamar putrinya. Devan membangunkan sang putri dengan cara menciumi wajah Ainsley sampai terdengar suara kikikkan geli keluar dari bibir mungil gadis berusia lima tahun itu.

“Daddy geli hi-hi.” Ainsley membuka matanya.

“Ayo bangun my princess, hari ini kamu sekolah,” ucap Devan seraya mengusap puncak kepala anaknya.

“Habis pulangg sekolah … Ley mau ke kantor daddy.” Ainsley memasang wajah imutnya.

Kepala Devan mengangguk tanda setuju, memang sudah biasa jika sang putri datang ke kantor, dan hal ini sudah menjadi pemandangan yang biasa di kantor milik Devan.

***

“Aduhh! Sepeda motor please jangan ngambek sekarang dong,” keluh Fara yang kepalang pusing karena sepeda motornya mogok di saat yang tidak tepat.

Bersambung ....

Terpopuler

Comments

Ney 🐌

Ney 🐌

hemmmm

2024-01-20

1

sherly

sherly

penasaran sapa yg ngunci ley dikamar mandi, anak bos loh ini kok bisa ada yg berani iseng gitu...

2024-01-14

1

zalifa rahmania

zalifa rahmania

wah" pie to boss🤦kui su" murni lo

2024-01-13

1

lihat semua
Episodes
1 CEO GALAK
2 MOMMY
3 MOMMY 2
4 PROMISE MOM?
5 BABAK TERBERAT
6 JATUH TERTIMPA TANGGA
7 PENAWARAN
8 ISTRI KEDUA?
9 SUAMI DADAKAN
10 BURUNG HANTU
11 SUAMI SENSI
12 CIUM-CIUM
13 CAPER
14 ROTI ENAM PACK
15 BATASAN DAN PERJANJIAN
16 ANAK GENIUS
17 NANNY BARU
18 GENIT
19 !!!
20 USAHA DUO CIWI
21 GODAAN
22 NGINTIP
23 RENCANA JAHAT
24 BESAR?
25 KEGANASAN DUGAN
26 SELEPAS MALAM PANJANG
27 DIPATUK BURUNG
28 GANJARAN
29 I LOVE U
30 SATU RANJANG
31 PARKIR ILEGAL
32 PRIA ASING
33 BERTEMU KEMBALI
34 DI BALIK SIFAT DINGIN DEVAN
35 TERULANG LAGI
36 KESALAHAN YANG KESERINGAN
37 KELUARGA KECIL
38 KESIALAN DEVAN
39 KIKUK
40 ZACK
41 CEMBURU
42 KEANEHAN DEVAN
43 SELENA
44 RESAH
45 KETEGANGAN MELANDA
46 DICULIK
47 BAB 47
48 BAB 48
49 BAB 49
50 BAB 50
51 BAB 51
52 BAB 52
53 BAB 53
54 BAB 54
55 BAB 55
56 BAB 56
57 BAB 57
58 BAB 58
59 BAB 59
60 BAB 60
61 BAB 61
62 BAB 62
63 BAB 63
64 BAB 64
65 BAB 65
66 BAB 66
67 BAB 67
68 BAB 68
69 BAB 69
70 BAB 70
71 BAB 71
72 BAB 72
73 BAB 73
74 BAB 74
75 BAB 75
76 BAB 76
77 BAB 77
78 BAB 78
79 SECRET BABY
80 BAB 79
81 BAB 80
82 BAB 81
83 BAB 82
84 BAB 83
85 BAB 84
86 BAB 85
87 BAB 86
88 BAB 87
89 BAB 88
90 BAB 89
91 BAB 90
92 BAB 91
93 BAB 92
94 BAB 93
95 BAB 94
96 BAB 95
97 BAB 96
98 BAB 97
99 MELAHIRKAN TANPA SUAMI
100 BAB 98
101 Pelampiasan Hasrat Suami Kejam
102 BAB BONUS 1
103 BAB BONUS 2
104 TAMAT
105 Istri penebus Hutang Milik Duda Kejam
106 Belenggu Cinta Mafia Depresi (Author : AdlanAdam)
107 Menikah Dengan Hot Daddy (Author : Kacan)
108 Dosen With Benefit (Author v d_viamy)
Episodes

Updated 108 Episodes

1
CEO GALAK
2
MOMMY
3
MOMMY 2
4
PROMISE MOM?
5
BABAK TERBERAT
6
JATUH TERTIMPA TANGGA
7
PENAWARAN
8
ISTRI KEDUA?
9
SUAMI DADAKAN
10
BURUNG HANTU
11
SUAMI SENSI
12
CIUM-CIUM
13
CAPER
14
ROTI ENAM PACK
15
BATASAN DAN PERJANJIAN
16
ANAK GENIUS
17
NANNY BARU
18
GENIT
19
!!!
20
USAHA DUO CIWI
21
GODAAN
22
NGINTIP
23
RENCANA JAHAT
24
BESAR?
25
KEGANASAN DUGAN
26
SELEPAS MALAM PANJANG
27
DIPATUK BURUNG
28
GANJARAN
29
I LOVE U
30
SATU RANJANG
31
PARKIR ILEGAL
32
PRIA ASING
33
BERTEMU KEMBALI
34
DI BALIK SIFAT DINGIN DEVAN
35
TERULANG LAGI
36
KESALAHAN YANG KESERINGAN
37
KELUARGA KECIL
38
KESIALAN DEVAN
39
KIKUK
40
ZACK
41
CEMBURU
42
KEANEHAN DEVAN
43
SELENA
44
RESAH
45
KETEGANGAN MELANDA
46
DICULIK
47
BAB 47
48
BAB 48
49
BAB 49
50
BAB 50
51
BAB 51
52
BAB 52
53
BAB 53
54
BAB 54
55
BAB 55
56
BAB 56
57
BAB 57
58
BAB 58
59
BAB 59
60
BAB 60
61
BAB 61
62
BAB 62
63
BAB 63
64
BAB 64
65
BAB 65
66
BAB 66
67
BAB 67
68
BAB 68
69
BAB 69
70
BAB 70
71
BAB 71
72
BAB 72
73
BAB 73
74
BAB 74
75
BAB 75
76
BAB 76
77
BAB 77
78
BAB 78
79
SECRET BABY
80
BAB 79
81
BAB 80
82
BAB 81
83
BAB 82
84
BAB 83
85
BAB 84
86
BAB 85
87
BAB 86
88
BAB 87
89
BAB 88
90
BAB 89
91
BAB 90
92
BAB 91
93
BAB 92
94
BAB 93
95
BAB 94
96
BAB 95
97
BAB 96
98
BAB 97
99
MELAHIRKAN TANPA SUAMI
100
BAB 98
101
Pelampiasan Hasrat Suami Kejam
102
BAB BONUS 1
103
BAB BONUS 2
104
TAMAT
105
Istri penebus Hutang Milik Duda Kejam
106
Belenggu Cinta Mafia Depresi (Author : AdlanAdam)
107
Menikah Dengan Hot Daddy (Author : Kacan)
108
Dosen With Benefit (Author v d_viamy)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!