ROTI ENAM PACK

Suara teriakan Fara mengagetkan seseorang yang sudah melepas pakaian dan celananya. Pria yang hendak memakai handuk kimono itu langsung berbalik untuk menutupi tubuhnya yang hanya mengenakan segi tiga pengaman.

“Hei apa yang kau lakukan?! Pergi!” Bentak Devan.

Fara la ngsung melarikan diri dari kamar suaminya. Wanita dengan lesung pipi itu kembali turun ke ruang makan.

“Mommy kenapa?” tanya Ainsley, saat melihat Fara datang dengan napas tersenggal-senggal.

Fara menjawab pertanyaan sang anak dengan menggelengkan kepal karena napasnya masih belum beraturan.

“Loh, Nyonya kenapa?” tanya bik Sani yang datang membawa menu tambahan ke atas meja makan.

Wanita paruh baya itu menuangkan segelas air untuk istri majikannya, dengan telaten bik Sani memberikan minuman mineral itu ke pada Fara.

Fara menyambut uluran tangan bik Sani dengan senang hati dan meneguk air di dalam gelas hingga tandas.

Gluk, gluk.

“Ah! Terima kasih, Bik.”

“Sama-sama, Nyonya. Saya kembali ke dapur ya.” Bik Sani pamit undur diri.

Mata bulat Ainsley menatap mommy-nya dengan seksama, gadis kecil itu seperti sedang memikirkan sesuatu.

“Mom, kenapa wajah mommy terlihat merah? Apakah mommy demam seperti Ley yang kemarin?” Ainsley yang duduk bersebelahan dengan Fara bergegas berdiri di atas kursi, gadis kecil itu menempelkan tangannya tepat di atas kening Fara.

Fara menyelipkan tangannya di antara ketiak sang anak, lalu membawa anak itu ke atas pangkuannya.

“Mommy tidak sakit, Sayang,” ucap Fara seraya mengusap kepala Ainsley.

Bayang-bayang akan perut Devan yang mirip seperti bantalan keras meracuni pikiran Fara. Bahkan, Fara sangat ingat berapa jumlah bantalan yang bentuknya seperti roti sobek.

Enam petak, fix sih itu dada sama perutnya padat berisi. Paha pak Devan juga kelihatan—. Astaga! Enyahlah kau pikiran kotor! Fara merutuki dirinya sendiri di dalam hati.

Di kamar, Devan baru menyelesaikan acara membersihkan diri. Pria itu tampak malas untuk turun makan malam bersama. Hal itu disebabkan karena wanita kurang ajar dan tidak tau sopan santun yang masuk ke dalam kamarnya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.

Jadilah Devan merasa enggan untuk bertemu dengan wanita yang sudah menjadi istrinya. Tapi, pria itu memikirkan putri kecil satu-satunya yang sedang menunggu dirinya untuk makan malam bersama.

“Aku harus memberinya peringatan setelah makan malam usai!” Devan bermonolog, setelahnya ia keluar dari kamar dan memutuskan untuk bergabung ke meja makan.

Derap langkah kaki Devan saat menuruni tangga terdengar, hal itu tentunya membuat jantung Fara berdegup kencang. Wanita itu masih belum berani untuk menunjukkan wajahnya di depan sang mantan bos.

Hu mati aku, mau kabur gak bisa. Keluh Fara dalam hati.

“Yeay! Daddy sudah datang.” Ainsley mengangkat tangannya dengan senyum ceria.

Fara hanya mampu duduk dengan memeluk gadis kecil yang ada dalam pangkuannya.

“Ley, kembali ke tempat dudukmu dan mari kita makan malam.” Devan menyeru putri satu-satunya, dan dengan patuh Ainsley langsung berpindah ke kursi yang berada di sebelah Fara.

Sementara Devan berjalan ke kursi yang bersebrangan dengan istrinya. Fara yang awalnya menundukkan kepala, perlahan mengangkat kepalanya. Ia penasaran bagaiaman ekspresi pria di hadapannya.

Datar dan tetap dingin, sepertinya yang tadi bukan masalah untuk pak Devan. Mungkin saja tubuh pak Devan sudah sering dilihat sama wanita lain. Hisss rugi sekali yang menjadi istrinya. Fara berbicara di dalam hati seolah-olah ia bukanlah istri dari pemilik perusahaan besar itu.

Mereka memulai makan malamnya, Fara mengambilkan makanan yang diinginkan gadis kecil itu. Barulah ia mengambil lauk untuk dirinya sendiri.

Jangan tanyakan Devan, karena pria itu menolak saat Fara menawarkan pelayanan di atas meja makan.

“Ley sudah kenyang, mata Ley berat seperti ada gajahnya,” ujar anak bersuai 5 tahun itu dengan polosnya.

Fara menggelengkan kepala begitu mendengar penuturan sang anak yang terdengar lucu.

“Ayo mommy antar ke kamar, mau dinyanyikan lagu pengantar tidur?” Fara menawarkan hal itu ke pada Ainsley dengan alis naik turun.

“Mauuu,” sahut si gadis kecil secepat kilat.

Diam-diam Devan memperhatikan kedua wanita berbeda generasi itu, ia berniat akan membicarakan soal batasan selama masih dalam ikatan pernikahan pada Fara setelah anaknya tidur.

Mereka kembali ke kamar, Fara masuk ke dalam kamar anak sambungnya. Sementara Devan berada di dalam kamar pribadinya.

Devan duduk di bibir ranjang, ia menunggu beberapa waktu untuk bisa bicara dengan Fara. Tiba-tiba pria itu teringat akan sesuartu.

Dirinya segera menggapai smartphone miliknya yang berada di atas nakas, jari Devan menekan salah satu nomor yang sering ia hubungi, siapa lagi orangnya jika bukan Jhon.

“Selamat malam, Tuan. Ada yang bisa saya bantu?” tanya Jhon saat panggilan dari tuannya sudah tersambung.

“Saya hanya ingin menanyakan soal nanny untuk Ley,” kata Devan pada orang kepercayannya.

“Urusan nanny saya sudah mendapatkannya, Tuan. Sepupu saya mengatakan jika nanny yang dia pilih sangat kompeten dalam mengurus anak, umurnya juga masih muda. Saya akan mengirimkan berkas-berkas milik nanny itu pada tuan,” jelas Jhon.

“Baiklah kalau begitu,” ucap Devan sebelum mengakhiri panggilannya.

Menit demi menit terus bergulir, tak terasa Devan sudah menunggu selama dua jam. Pria itu mumutuskan untuk memeriksa ke kamar Ainsley.

Begitu dirinya sampai di depan kamar sang anak, Devan dengan perlahan menekan handle pintu kamar putri kecilnya. Pintu itu terbuka sedikit. Namun, sangat cukup baginya untuk mengintip.

Mata Devan menangkap Fara yang sedang membelai kepala Ainsley yang sudah terlelap. Sekelebat kekaguman terucap dalam hati pria itu. Namun, dengan cepat ia menggelengkan kepala dan menyangkal pikiran positifnya.

Tangan Devan mendorong pintu kamar lebih lebar dengan gerakan perlahan agar tidak membangunkan putri kecilnya yang sudah bergelung dalam mimpi.

Suasana yang hening membuat wanita yang tengah membelai kepala Ainsley mendengar suara langkah kaki Devan yang sedang menuju ke arahnya. Terlihat pria itu berjalan dengan badan tegap dan dilengkapi dengan wajahnya yang selalu dingin terhadapa Fara.

Sekelebat bayangan Devan tanpa baju dan celana menyerang pikiran Fara saat dirinya memperhatikan Devan yang kini berada di hadapannya.

“Ada yang ingin saya bicarakan,” kata Devan datar.

“Saya juga, Pak.” Fara turut membalas dan berdiri dari posisi duduknya.

Mereka saling tatap. Namun, kepala Devan langsung beralih ke arah lain, dengan menegakkan tubuhnya pria itu berbalik dan keluar dari kamar Ainsley.

“Saya di ruang kerja,” kata Devan, lalu pria itu menutup pintu kamar putrinya.

 

Bersambung ….

Wah nanny nya masih muda, Fara pasang kuda-kuda! Awas keserobot. Eh, nanny baru untuk Ainsley baik tidak ya?

Hai zeyeng-zeyengku, jangan lupa jempol nya ya zeyeng-zeyengku. Lope-lope sekebon readers.

 

 

 

Terpopuler

Comments

Ristiana Wang

Ristiana Wang

awas bahaya pelakor

2024-05-30

0

Ney Maniez

Ney Maniez

💪💪fara

2024-01-23

0

Evy

Evy

Nanny baru . semoga tidak menjadi ulat bulu..

2024-01-17

0

lihat semua
Episodes
1 CEO GALAK
2 MOMMY
3 MOMMY 2
4 PROMISE MOM?
5 BABAK TERBERAT
6 JATUH TERTIMPA TANGGA
7 PENAWARAN
8 ISTRI KEDUA?
9 SUAMI DADAKAN
10 BURUNG HANTU
11 SUAMI SENSI
12 CIUM-CIUM
13 CAPER
14 ROTI ENAM PACK
15 BATASAN DAN PERJANJIAN
16 ANAK GENIUS
17 NANNY BARU
18 GENIT
19 !!!
20 USAHA DUO CIWI
21 GODAAN
22 NGINTIP
23 RENCANA JAHAT
24 BESAR?
25 KEGANASAN DUGAN
26 SELEPAS MALAM PANJANG
27 DIPATUK BURUNG
28 GANJARAN
29 I LOVE U
30 SATU RANJANG
31 PARKIR ILEGAL
32 PRIA ASING
33 BERTEMU KEMBALI
34 DI BALIK SIFAT DINGIN DEVAN
35 TERULANG LAGI
36 KESALAHAN YANG KESERINGAN
37 KELUARGA KECIL
38 KESIALAN DEVAN
39 KIKUK
40 ZACK
41 CEMBURU
42 KEANEHAN DEVAN
43 SELENA
44 RESAH
45 KETEGANGAN MELANDA
46 DICULIK
47 BAB 47
48 BAB 48
49 BAB 49
50 BAB 50
51 BAB 51
52 BAB 52
53 BAB 53
54 BAB 54
55 BAB 55
56 BAB 56
57 BAB 57
58 BAB 58
59 BAB 59
60 BAB 60
61 BAB 61
62 BAB 62
63 BAB 63
64 BAB 64
65 BAB 65
66 BAB 66
67 BAB 67
68 BAB 68
69 BAB 69
70 BAB 70
71 BAB 71
72 BAB 72
73 BAB 73
74 BAB 74
75 BAB 75
76 BAB 76
77 BAB 77
78 BAB 78
79 SECRET BABY
80 BAB 79
81 BAB 80
82 BAB 81
83 BAB 82
84 BAB 83
85 BAB 84
86 BAB 85
87 BAB 86
88 BAB 87
89 BAB 88
90 BAB 89
91 BAB 90
92 BAB 91
93 BAB 92
94 BAB 93
95 BAB 94
96 BAB 95
97 BAB 96
98 BAB 97
99 MELAHIRKAN TANPA SUAMI
100 BAB 98
101 Pelampiasan Hasrat Suami Kejam
102 BAB BONUS 1
103 BAB BONUS 2
104 TAMAT
105 Istri penebus Hutang Milik Duda Kejam
106 Belenggu Cinta Mafia Depresi (Author : AdlanAdam)
107 Menikah Dengan Hot Daddy (Author : Kacan)
108 Dosen With Benefit (Author v d_viamy)
Episodes

Updated 108 Episodes

1
CEO GALAK
2
MOMMY
3
MOMMY 2
4
PROMISE MOM?
5
BABAK TERBERAT
6
JATUH TERTIMPA TANGGA
7
PENAWARAN
8
ISTRI KEDUA?
9
SUAMI DADAKAN
10
BURUNG HANTU
11
SUAMI SENSI
12
CIUM-CIUM
13
CAPER
14
ROTI ENAM PACK
15
BATASAN DAN PERJANJIAN
16
ANAK GENIUS
17
NANNY BARU
18
GENIT
19
!!!
20
USAHA DUO CIWI
21
GODAAN
22
NGINTIP
23
RENCANA JAHAT
24
BESAR?
25
KEGANASAN DUGAN
26
SELEPAS MALAM PANJANG
27
DIPATUK BURUNG
28
GANJARAN
29
I LOVE U
30
SATU RANJANG
31
PARKIR ILEGAL
32
PRIA ASING
33
BERTEMU KEMBALI
34
DI BALIK SIFAT DINGIN DEVAN
35
TERULANG LAGI
36
KESALAHAN YANG KESERINGAN
37
KELUARGA KECIL
38
KESIALAN DEVAN
39
KIKUK
40
ZACK
41
CEMBURU
42
KEANEHAN DEVAN
43
SELENA
44
RESAH
45
KETEGANGAN MELANDA
46
DICULIK
47
BAB 47
48
BAB 48
49
BAB 49
50
BAB 50
51
BAB 51
52
BAB 52
53
BAB 53
54
BAB 54
55
BAB 55
56
BAB 56
57
BAB 57
58
BAB 58
59
BAB 59
60
BAB 60
61
BAB 61
62
BAB 62
63
BAB 63
64
BAB 64
65
BAB 65
66
BAB 66
67
BAB 67
68
BAB 68
69
BAB 69
70
BAB 70
71
BAB 71
72
BAB 72
73
BAB 73
74
BAB 74
75
BAB 75
76
BAB 76
77
BAB 77
78
BAB 78
79
SECRET BABY
80
BAB 79
81
BAB 80
82
BAB 81
83
BAB 82
84
BAB 83
85
BAB 84
86
BAB 85
87
BAB 86
88
BAB 87
89
BAB 88
90
BAB 89
91
BAB 90
92
BAB 91
93
BAB 92
94
BAB 93
95
BAB 94
96
BAB 95
97
BAB 96
98
BAB 97
99
MELAHIRKAN TANPA SUAMI
100
BAB 98
101
Pelampiasan Hasrat Suami Kejam
102
BAB BONUS 1
103
BAB BONUS 2
104
TAMAT
105
Istri penebus Hutang Milik Duda Kejam
106
Belenggu Cinta Mafia Depresi (Author : AdlanAdam)
107
Menikah Dengan Hot Daddy (Author : Kacan)
108
Dosen With Benefit (Author v d_viamy)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!