Dmana Aira

Setelah Bibi memberi pweringatan pada Santri putra maupun santri putri, Bibi krembali ke rumah Ryan untuk mengambil tujuan utamanya yang tadi bekum jadi di ambil olehnya

" Assalamualaikum" Ucap Bibi saat masuk

Dan Ryan termenung duduk di sofa sendirian

Berbrda dengan Zain di masalah yang sama, Ryan terlihat gak ada usahanya sama sekali dan bahkan sama sekali gak berusaha untuk mengembalikan ke utuhan rumah tangganya

"' Waalaikumsalam" jawab Ryan menoleh ke arah Bibi

Tanpa permisi dan lainnya atau menyapa Ryan, Bibi lanjut naik ke atas untuk mencari apa yang dia cari sesuai permintaan Zula dan juga arahan dari Zula

Ryan yang melihat juga diam aja, dan gak mau tau apa yang di lakukan Bibi karena dia masih kosong dan masih galau apa yang akan di lakukan selanjutnya untuk ke utuhan rumah tangganya

Di kamar Zula, tepatnya di ruang kerja Zula dulu , Bibi sudah menemukan apa yang di cari olehnya dan kini Bibi kembali turun ke bawah dengan membawa berkasnya

Melihat     Bibi turun bawa berkas Ryan langsung berdiri karena Bibi bawa map

" Apa itu Bi" tanya Ryan akhirnya bertanya dan penasaran

" yang  penting gak surat tanah atau aset elo" jawab Bibi santai dan lanjut berjalan ke luar

Ryan kembeli terdiam dan membiarkan Bibi  keluar tanpa pamit dengannya

Ya namanya sedang tidak baik baik saja masak pake pamit ssegala

Dan kini Bibi lanjut ke arah pondok pesantren untuk melihat semua kesiapan para santri

Yang mana dia memilih menghubungi pondok pusat dulu untuk menyiapkan amar di pondok putri dan putra

" Assalamualaikum kang" Ucap Bibi pada pengurus pondok pusat

" Iya gus gimana?" tanya Kang santri lagi yang sudah kenal dengan Bibi akrab

" Kang asrama masih muat gak nampung 200 santri?" tanya Bibi karena dia juga gak pernah ngecek langsung ke asrama  karena bukan ranahnya juga untuk mengenai hal itu

" Wduh santri usiran dari mana gus?" tanya pengurus tersebut kaget

" Usiran usiran" Omel Bibi

" Lha 200 lho, kan kesannya kayakdi usir" jawab kag santri santai

" Ada dan Bisa gak ini perintah abah sama Umi " Ucap Bibi lagi

" Wah kalau perintah pusat harus ada" jawab Kang santri yang begitu tawaduk pada abah dan Umi nyainya

"" Siap ini" jawab Bibi yang selalu sat set kalau berurusan sama yang  lainnya juga

" Ya udah tolong kondisikan,untuk santri putri sekitsr 100 putra seratus, " Ucap Bibi lagi

" Siap Gus" jawabnya dengan penuh khidmat dan taat,

: Sejam lagi nyampek" ucap Bibi lagi

" Santrinya?" tanya Kang santri lagi

" Iya" jawab Bibi singkat

" Biyooh mak, yo wes ko neh tak siapke disek" jawab kang santri lalu memetikan panggilannya tanpa salam

dan tak lama dia menelfon lagi dan berkata

" " Lupa salam gus, assalamualaikum" Ucap Kang santri lalu kembali mematikan

" Waalaikum salam, dasar wong gemblong" Ucap Bibi saat panggilan di matikan kembali

Lalu Bibi lanjut  menemui pengurusnya yang masih menggudaki para santrinya

Terlihat jelas keriwehan santri tersebut seperti laron yang bingung mencari temannya dan Bibi hanya bisa beristigfar dan ikut prihatin gara gara masalah kakaknya mereka harus jadi korban juga

Kini Bibi kembali menghubungi pihak Bus yang tadi semoet dia telfon dan ternyata sudah akan masukke komplek

Dan satu persatu santri mulai kumpul dengan barang bawaan masing masing dan Bibi sudah berada di posisi yang tepat ditengah lapangan santri

Tak lama bus mulai berparkir dan Bibi masih mengarahkan dan juga masih di tempat yang sama

Setelah semua kumpul Bibi mulai bnersuara dengan menyampaikan maafnya kalau mereka kini harus dimpindahkan untuk batas yang gak bisa di tentukan bahkan mungkin kalau lebih kerasan di pusat biar jadi santri pusat aja

Semua santri untungnya mengerti dan lanjut satu persatu untuk masuk ke bus masing masing

Dan Bibi jalan duluan dengan menggunakan motornya Tapi Ryan yang mendengar kegaduhan itu hanya bisa melihat, dia makin gak bisanmencegah bahkan gak bisa apa apa, karena apa yang bisa di perbuat coba, kalau dia hanya sendirian di sini tanpa Zula

Padahal kemaren selama Ryan oergi Zula bisa bergeak sendiri, walaupun di bantu sama Bibi, dan Ryan pasrah mau dibawa kemana para santrinya dari pada di sini gak kerumat

" Gue nitip Bi" Ucap Ryan tiba tiba saat melihat Bibi yang hendak mengendarai motornya

" Anda merasa punya santri ?" tanya balik Bibi dan spontam Ryan terdiam

" Kalau merasa tanggung jawab, jangan diem aja" jawab Bibi dan Ryan tetap diam

" 3 bulan ngapain aja? mikir istri muda? istri tua dan para sanrinya masuk daftar pikiran gak?" tambah Bibi makin menyindir dan Ryan hanya tetap diam tanpa bisa menjawab apa apa

Lalu Bibi pergi dan lanjut untuk pulang dengan membawa berkas dan juga para santri dari kakaknya

Setelah perjalanan lama kini mereka sampai dan di sambut oleh para pengurus yang sudah di breafing sebelumnyanuntuk mengarahkan oara santri baru yang sudah di siapkan kamarnya

Dan setelah itu setelah mereka  masuk baru Bibi lega dan ikut masuk ke kamarnya dan ternyata saat dia sampai di lantai 2 udah ada Aliza yang berada di sana karena memang mulai semalam dia di sana karena ke sana kemari karena dia juga punya santri

" Lho Bi, kamu bawa kesini semua santrinya?" tanya Aliza

" Ya kasian juga kalau di sana mbak, gak Yakin gue kalau Ryan bisa mengatur" jawab Bibi

" Iya juga sih," jawab Aliza lagi

" Ini tadi yang minta abah sama Umi mbak" tambah Bibi lagi

" Jadi abah Umi udah tau?" tanya Aliza lagi dan cukup kaget

" Udah, gue juga kaget kalau Umi dan abah ternyata sudah sampai di Indonesia lagi ytadi jumpa di rumah Ryan" jawab Bibi mula bercerita

" Jumpa gimana maksudnya?" tanya Aliza lagi

" Umi sama Abah kayanya tadi langsung ke rumah Ryan deh, ya hati orang tuan mbak, paling terasa banget dengan keadaan anaknya yang tidak baik baik saja, jadi mereka langsung ke rumah kak Zula" jawab Bibi lagi

" Terus gimana saat abah sama umi tau kalau Zula sedang gak baik baik saja?" tanya Aliza kepo

'" Habis Ryan sama abah, kemaren belum sembuh setelah kami hajar ini di tambah abah lagi, salah siapa sih berani berani gangguin putri kesayangan AL Musthofa" jawab Bibi yang sangat membela kakaknya

Aliza tersenyum dan mengerti kalau Zula dari dulu memang kesayngan keluarg , dan wajib serta patut untukmdi sayang dan di prioritaskan

" Sekarang Umi abah mana?" tanya Aliza mencari keberadaan mertuanya

' Langsung terbang lagi ke malang" jawab Bibi ap adanya

" Lha gimana Bi, kapan kita juga nyusul kemalang?' tanya Aliza lagi yang juga pengen bertemu dengan Zula dan memberi semangat pada Zula juga

" Nanti dulu lah mbak, aman itu biar dia benar benar tenang dulu, biar kelar dulu urusan di sini" jawab Bibi masih banyak kerjaan juga

" Oh ya mbak, Gue tadi gak melihat keberadaan Aira lho, kemana tuh anak?" ucap Bibi Curiga

Terpopuler

Comments

manda_

manda_

lanjut thor semangat buat up aira tuh sama kayak putri gak punya otak ini jg riyan gak guna kok cuma diem aja bukanya jd suami itu gimana gitu

2023-10-07

0

Kasih Bonda

Kasih Bonda

next Thor semangat

2023-10-06

0

Siti Fathonah

Siti Fathonah

lanjuuuuttt

2023-10-06

0

lihat semua
Episodes
1 Datang kepernikahan
2 Tangisan
3 Penyelesaian
4 3 Hari
5 Hantaman
6 Kondisi Zula
7 menggebu gebu
8 Ucup datang
9 Gak peduli lagi
10 Mulai tersenyum
11 Nostalgia
12 Aira aneh
13 Luapan Aira
14 kondisi Zula
15 Menahan
16 Gak bisa cuek
17 Kedatangan Mertua
18 Dimana Anakku
19 Apa Kurangnya?
20 Dmana Aira
21 Tangisan pecah
22 Semua Bucin
23 IL harus gimana?
24 Abang Rindu
25 Pasrah
26 Di obati
27 Pamit
28 Alasan kenapa?
29 Terus terang
30 Izinkan
31 Tunggu Tenang
32 Jomblo
33 Gak bisa dulu
34 Mengkek
35 Mental emak emak
36 Dimana kalian
37 Plis tolong anakmu
38 Jangan bang
39 Gue harus apa?
40 Kenapa sih Kak
41 Kedatangan tamu
42 Gak Mau
43 Maaf
44 Pelakor
45 Diamnya Zula
46 Kurang Yakin
47 Hubungan kalian
48 Semua salahku
49 Mau apa?
50 Pulang
51 Gak Mudah
52 Aku Harus gimana?
53 Why Mati?
54 Kembali bersama
55 Gak Ngaruh
56 Okey
57 Stop Semua
58 Semua Di Blokir
59 Sengaja
60 Mulung duit
61 Pemburu restu
62 Mama Mana?
63 Was was
64 Terhenti tiba tiba
65 Senjata makan Tuan
66 Emosi Aira
67 Habis kesabaran
68 Menyakitkan
69 Salah dan sadar
70 Pindah
71 Sepi
72 Kembali
73 Pulang
74 Waras
75 Dendam
76 Minta izin
77 Lega
78 Selevel
79 Kaget
80 Kesempatan
81 Izinkan
82 Dingin
83 Mohon doa dan Maaf
84 TAMAT
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Datang kepernikahan
2
Tangisan
3
Penyelesaian
4
3 Hari
5
Hantaman
6
Kondisi Zula
7
menggebu gebu
8
Ucup datang
9
Gak peduli lagi
10
Mulai tersenyum
11
Nostalgia
12
Aira aneh
13
Luapan Aira
14
kondisi Zula
15
Menahan
16
Gak bisa cuek
17
Kedatangan Mertua
18
Dimana Anakku
19
Apa Kurangnya?
20
Dmana Aira
21
Tangisan pecah
22
Semua Bucin
23
IL harus gimana?
24
Abang Rindu
25
Pasrah
26
Di obati
27
Pamit
28
Alasan kenapa?
29
Terus terang
30
Izinkan
31
Tunggu Tenang
32
Jomblo
33
Gak bisa dulu
34
Mengkek
35
Mental emak emak
36
Dimana kalian
37
Plis tolong anakmu
38
Jangan bang
39
Gue harus apa?
40
Kenapa sih Kak
41
Kedatangan tamu
42
Gak Mau
43
Maaf
44
Pelakor
45
Diamnya Zula
46
Kurang Yakin
47
Hubungan kalian
48
Semua salahku
49
Mau apa?
50
Pulang
51
Gak Mudah
52
Aku Harus gimana?
53
Why Mati?
54
Kembali bersama
55
Gak Ngaruh
56
Okey
57
Stop Semua
58
Semua Di Blokir
59
Sengaja
60
Mulung duit
61
Pemburu restu
62
Mama Mana?
63
Was was
64
Terhenti tiba tiba
65
Senjata makan Tuan
66
Emosi Aira
67
Habis kesabaran
68
Menyakitkan
69
Salah dan sadar
70
Pindah
71
Sepi
72
Kembali
73
Pulang
74
Waras
75
Dendam
76
Minta izin
77
Lega
78
Selevel
79
Kaget
80
Kesempatan
81
Izinkan
82
Dingin
83
Mohon doa dan Maaf
84
TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!