Kini Ryan dan kedua anaknya sudah berada di jet pribadi milik pakdenya itu
Ya mereka bukan membawa milik Zain atau punya perusahaan, melainkan milik El dan Henny
Gak peduli lagi apa amukan keluarganya yang penting dia sampai dulu dan bertemu dengan istrinya
Di rumah Zula perlahan mulai membuka matanya dan suster langsung menanggapinya
" Mbak Zula" ucap Suster dan Zula masih bisa tersenyum walaupun tubuhnya berat dan lemas banget
Posisi Zula yang ganya tidur di kasur matras, tentu membuat suster an dokter kesulitan karnw harus sambil jongkok dan duduk di lantai kalau menangani Zula
" Lepas" ucap Zula tapi gak di dengar mereka
Zula memberi isyarat untuk dokter biar melepas ogsigen yang menutupi mulut dan hidungnya
Karena dia merasa gak bisa ngomong aja
" Baik mbak, tapi nanti gimana" tanya Suster lagi
Zula dengan lemas melambaikan tangannya dan menganguk
Dia berisyarat kalau dia baik baik saja dan tidak apa apa
Lalu suster segera melepas oksigennya dan menggantikan dengan selang saja yanf masih tertempel di gidungnya
Zula melirik ke arah jam dinding di depannya
Dan sudah menunjukkan jam 12:00 WIB,
Itu artinya Ryan sudah selesai menikah dengan Fatma, tetesan air mata kembali membasahi pipinya dengan dia kembali memejamkan matanya
" Ya Allah... Kalau memang Aku harus kembali sendiri, kuatkan hatiku, jaga anak anakku, dan jaga sikapku serta hatiku untuk bisa tetap ber prasangka baik kepada suamiku, " batin Zula dengan hati yang sudah hancur lebur
Zula menekan dadanya dan kembali meneteskan air matanya
" Kalau memang bang Ryan sudah bukan jodohku, kuatkan aku dan jaga hatiku untuk tidak membencinya ya Allah" pinta Zula lagi tanpa ngomong apa apa
Zula hanya terpejam matanya dan hanya menangis
Suster dan dokter tau apa yang di lakukan Zula, dan ini bukan sakit biasa dokter juga tau, apa lagi yang El suruh menangani ada juga dokter skeater atau dokter psikolog yang tau dari sikap atau gerakan Zula dia bisa menebak gimana rasanya jadi Zula saat ini
Dan kebetulan Zula saat ini sedang datang bulan dan tidak sholat,
Sedangkan kini di jam 13:00 Pesawat telah mendarat di bandar udara SRG, Ryan dan anaknya langsung di antar kerumah mereka
Ryan sedari tadi hanya diam tanpa kata, dia sama sekali tidak ngomong pikirannya sudah melayang dan memikirkan surat dari Zula tadi
Memikirkan kondisi Zula yang sekarang tidak baik baik saja
Pikirannya penuh dengan penyesalan, telah mengabaikan istrinya hidup sendirian
Dia sangat merasa bersalah, tidak seharusnya dia mengalahkan 21 tahun dengan 3 bulan
Terakhir melihat Zula sebenarnya sudah menjadi tamparan bagi dia
Tapi egonya dan gengsinya terlalu tinggi sehingga membutaka hatinya untuk menutup tanpa melihat sosok wanita yang menemaninya setiap hari
Sejahat jahatnya Zula, sesibuk sibuknya Zula, dia selalu ada di sebelahnya
Se tidak pandainya Zula dalam hal kuliner, Zula tidak pernah membuat dia kelaparan, semua salah dia semua salah Ryan yang terlalu kemakan omongan Adek dan ibunya
Ryan pun tanpa pamit dan ngomong apa apa sama keluarganya di saat tau apa yang terjadi sebenarnya
Dan kini mereka dalam perjalanan kerumah mereka
Sesampainya di depan gerbang anak anak mereka langsung turun dan berlari kerumah mereka tapi Ryan justru ke rumah sebrangnya
" Mama di sana " ucap Ryan setelah berjam jam puasa bicara
Dan akhirnya tanpa memedulikan adanya santri mereka langsung berlari dan masuk ke rumah Zula atau ke kamar Zula
Zula di dalam kamar masih meneteskan air mata, dan memejamkan matanya
Tak lama ada suara dari luar yaitu teriakan dari kedua anaknya yang masuk bersama papanya
" Mama....." Teriak Syifa berlari ke arahnya
Zula seketika membuka matanya dan kaget saat Syifa memeluknya yang sedang terpejam matanya
Suster yang awalnya mencegahnya tapi sudah telat karena Syifa sudah spontan memeluk mamanya
" Putri Mama" ucap Zula lirih dan membalas pelukan Syifa yang ada di atasnya
Seperti biasa Syifa kangen dengan hal itu, langsung naik saja ke atas tubuh mamanya dan memeluknya
Zula makin menjadi tangisannya, dia rindu dengan anak anaknya, dia kangen dengan anak anaknya dia terharu melihat kedatangan anaknya yang langsung memeluknya
Aira tercengang saat melihat kondisi mamaknya yang jauh dari pikirannya
Aira selama ini berfikir mamanya sudah gak peduli sama dia dan juga adek dan papanya
Aira selalu berfikir mamanya terlalu sibuk dengan kerjaan dan kantornya
Aira berfikir kalau mamanya justru gak peduli sama dia dan sekarnag hidup foya foya
Tapi ternyata salah, dia tercengang melihat kondisi mamanya yang jauh dari kata bahagia, yang justru jauh dari bayangan kebahagiaannya
Mamanya terbaring lemah di kasur matras 25 Cm, dengan tabung oksigen yang berdiri di sebelahnya, selang infus di kedua tangannya, dan ada alat juga yang terpasang di hidung di jari telunjuk mamanya
Itu tandanya mamanya bukan pura pura sakit, dan bukan sakit biasa, justru sudah sangat drop banget, terlihat dari pergelangan tangan mamanya yang mengering dan mengecil
Jauh dari sebelum dia pergi, jauh dari sebelum dia meninggalkan mamanya
Hatinya runtuh seketika rasa bersalah makin menjadi saat dia melihat kondisi mamanya yang seperti itu
Bukan Mama Zula yang dia punya, yang sehat cantik bersinar, tapi justru pucat kering dan kurus kurang gizi
Perlahan Aira ikut berjalan ke arah mamanya, yang masih memeluk erat adeknya, mamanya yang krempeng, mamanya yang sakit dan tak berdaya saat ini
" Adek kangen gak sama mama?" ucap Zula sambil mengelus dan tidak melepas pelukan Syifa sama sekali
" Adek kangen mama, mama kenapa mama sakit apa?" jawab Syifa bertanya balik pada mamanya
" Mama gak kenapa napa sayang, mama baik baik saja, mama gak sakit apa apa" jawab Zula dan menatap serta mengeluz lembut pipi Syifa
" Mama baik baik saja nak, putri mama sekarang makin endut, sehat ya nak ya" ucap Zula saat mengelus wajah gembul Syifa yang memang makin gemukan dia saat ini
Jauh dari kehidupannya yang penuh makan hati dari suaminya itu
Ryan masih berdiri di depan pintu, mendengar ucapan Zula yang bilang kalau dia baik baik saja, cukup menggores hatinya
Dia melihat sendiri Zula bukan baik baik saja, Zula sakit Zula menderita karenanya
" Mama sakit kan suster?" ucap Aira masih tanya pada suster yang ada di sebelahnya
" Mama baik baik saja sayang" jawab Zula kembali menarik Syifa dengan bertahan menopang tubuh Syifa yang gembul di atas tubuh nya yang kerempeng
Demi anak, yang selama ini dia rindukan
Aira mendekat pada mamanya dan berkata
" Mama..." Ucap Aira pada Zula
" Putri Mama" ucap Zula menoleh dan memeluk Aira yang langsung jatuh di sampingnya
" Maafkan Aira mama" ucap Aira pada Zula
" Mama kangen nak, mama minta maaf" ucap Zula lagi sambil kembali meneteskan air mata
Cukup lama mereka menangis dan berpelukan hingga akhirny keduanya duduk di sebelah matras Zula
" Kak Aira.. Setelah ini kakak harus belajar apa arti hidup ya nak, " ucap Zula pada anak sulungnya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
Heni Yuhaeni
duuuh.. thor g tahan nih, sakit dadaku, bahan tangis.
2023-09-16
0
Umi Jasmine
penyesalan datang di akhir, mumpung blm berakhir, mari kita menyempurnakan nya....
2023-09-14
0
༅🌠luͣcᷫy hiatus🐼
lnjut thor
2023-09-13
0