Luapan Aira

Seketika suami Putri terdiam tidak bisa menjawab apa ucapan Ryan barusan,

ya... dia langsung terdiam membisu di kala Ryan memberi pertamyaam pada Robi Suami Putri,

Ya nama suami putri adalah Robi, yang kerjanya hanya ngegame saja, munggu toko tanpa mau melayani, dan membantu usaha mertuanya

Usaha orang tua Ryan bangkrut juga gara gara gak ada yang megelola karena yang di pasrahi tidak tau diri

Zula sebenarnya sudah tau  tentang hal itu,

Berawal dari situ tentu kebangkrutan mulai terjadi dengan bosannya pelanggan yang datang dan juga cueknya pedagang serta tidak terminit usaha yang di lakukan,

Awalnya Zula mengingatkan apa lagi dia pembisnis sukses dan mengajari, tapi sekali dua kali di ajari dan di ingatkn gak  didengarkan ya buat apa? dan justru Robbi semakin memarah dan semakin seenaknya aja serta menyepelekan

zZula kira awalnya bosen dengan bisnis itu, sampai Zula ngaish pegangan dengan bisnis lainnya, tapi ternyata memang dasar Robbinya yang males

Dan Zula juga gak ada banyak waktu lagi untuk mengingatkan apa lagi dengan suaminya yang gak bisa ngatur wktu dan gak bisa ngatur jadwal serta berfikiran dobel jadi Zula memilih diam dan mengabaikannsaja, dan bagi dia aapa sih arti uang puluhan juta untuk  ibu mertua dan saudaranya dari pada terus terusan kasih modal dan akhirnya bangkrut lagi dan lagi

JJadi pikiran Zula kala itu fokus dengan kerjaannya dan bisnisnya sendiri, dari pada mikir usaha yang gak menghasilkan itungnitung sedekah aja lah sama keluarga dari suaminya

Hingga akhirnya pertengkaran pun terjadi di kala Zula telatkirim uang sekali, ya karena setahu Ryan mereke juga usaha sendiri, dan punya uang sendiri karena Zula gak pernah cerita apa apa tentang ini ke Ryan

"" Elo enak jadi lelaki gak pernah tau gimana susahnya usaha bareng, hanya numpag hidup aja" ucap Ryan pada Robbi

Putri tentu mendengar ucapan Abangnya yang merendahkan suaminya dia tentu gak terima dong dengan suaminya yang di kira hanya numpang hidup saja sama kakaknya

" Jaga ucapanmu bang! " teriak Putri dengann nada gak terimanya

" Suamiqu bukan seperti istrimu penikmat hartamu saja" ucap Putri justru menyalahkan Zula yang jelas harta Zula jauh lebih berlimpah dibanding harta abangnya

" Elo yang harus jaga ucapanmu" jawab Ryan dengan berteriak

Ibu Ryan langsung bangkit yang awalnya duduk sambil menahan rasa sakit dan malu dalam dadanya

Tentu ibu Ryan mendapat PR terberat baginya untuk nanti selain menghaap pada msyarakat, besannya dan juga Zula sendiri yang gek pernah punya salah padanya

Apa lagi dia juga menyurug anak laki laki yang sudah beristri untuk nikah lagi jutru itu ajaran yang sangat salah karena menentunya juga gak berbuat salah

" Sudah, semua salah Emak... " teriak emak Ryan pada mereka yang sedang bertengkar di balik ponsel maing masing

" Emak yang salah," tambah emanya Ryan lagi

'Emak gak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah, semua salah Emak, kalian bedua jamgan buat ayah kalian menangis di kuburan gara gara anaknya berdua bertengkar, " Ucap emaknya sambil menangis

Dan Aira yang mendengar juga gak terima kalau sampai nenek kesayangannya menangis hanya karena mamanyanyang juga pergi seenaknya

" Jelas yang salah mama, Kenapa Papa gak boleh bahagia sedangkan mama boleh pergi dengan laki laki lain," Ucap Aira menyaut sambil merebut ponsel Papanya

" Aira ..." teriak Ryan sembari mengambil dan memutuskan panggilannya dari panggilan Robbi tadi

" Kenapa Pa?, " Papa masih mau belain mama yang jelas jelas salah?" tanya Aira lagi dengan nada nyolot

" Kamu gak tau apa apa nak" jawab Ryan masih dengan nada halusnya

" Gak tau apa lagi Pa? Jelas Aira lihat dari awal apa yang terjadi, mulai saat papa jautuh sampai papa kembali ke sini" jawab Aira seolah gak terima Papanya membela mamanya

Lagian Aira yang sedari kecil di pesantren dan hidup jauh dair kedus orang tuanya tentu dia jarang ngerti dan bahkan gak pernah tau tentang kedekatan mamanya maupun papanya dekat dengan siapa saja,dan hubungan kedekatan mereka

Apa lagi sama si Ucup yang justru selama Zula dan Ryan menikahnatau mereka menjalin rumah tangga sendiri mereka sibuk dengan dunianya sendiri dan jarang bertemu hanya lewat sosial media maupun WA saja

Dan Aora hanya sekedar mengerti siapa itu Ucup saja dia merasa gak terima tentang ketidsk adilan antara mama dan juga papanya

" Kamu salah nak!" jawab Ryan lagi

Ryan ingin bercerita tentang masa lalu mamanya , cuman Zula pernah berpesan agar Hal itu jangann dulu di smaikan pada anak anaknya, biar itu menjadi pengalaman pahit dalam hidupnya

" Apa papa mau ikut nyalahin Aira juga?" ucap Aira menyolot

' Hanya mama yang benar dan gak pernah berbuat salah? mama yang bisa segalanya? Mama yangserba bisa? mama yang paling mengerti tentang hidup? mama yang paling menderita? mama yang maha benar iya? yang semua bisa ngurus sendiri tanpa bantuan siapapun, pondok sendiri perusahaan sendiri tanpa bantuan siapapun bisa? yang merasa tersakiti dan ter dzolimi sendiri? " cerocos Aira seolah tidak memberi peluang papanya untuk berbicara kepadanya

" Aira STOP" ucap Ryan keras

" Enggak.... Papa kenapa? Papa malah nyalahkan tante dan nenek, yang mana mereka jelas yang membantu Papa, papa sakit mereka yang merawat, nenek tante Putri dan Bunda Fatma, mana balas budi papampada mereka, kenapa Papa justru menyakiti dan menyalahkan mereka, Mereka berjasa besar Pa" Jawab Aira pada Papanya lagi

" Ryan menggelengken kepalanya pada Aira yang justru di luar dugaannya...

" Kamu salah besar" jawab Ryan membentak..

' Apa lagi? Masih Aira yang salah? " bentak Aira

" Sebenrnya Aira ini siapa? anak Siapa? " bentak Aira balik

Seketika Ryan melotot tajam pada Aira

" Pertanyaan macam apa itu Aira?" bentak Ryan makin tajam

" Jawab Pa, Aira anak siapa? ' tanya Aira lagi

' Anak Papa sama Mama, anak siapa lagi?" jawab Ryan apa adanya

kalau sampai pertanyaan itu terdengar oleg Zula apa gak makin sakit hati si Zula

' Dangan lontaran yang sangat kasar Aira bertanya dan meragukan nkeberadaan orang tuanya

" Terus mana peran mama sebagainorang tua? mana peran mama sebagi ibu? mana pa? .....?" ucap Aira lagi makin menggebu gebu

" Ada pean mama untuk Aira yang sedari kecil Aira sudah dibuang ke pesantren? pernah mama datang membewa masakan untuk Aira? pernah mama memberi masakan untuk Aira? Pernah mama datang di tangisan Aira? pernah mama hadir dalam kesedihan Aira? apa justru sebaliknya? hanya uang saja yang datang? uang yang mama papa pikir bisa membuat Aira bahagia, uang yang kalian pikir bisa mengobati kekecewaan hati Aira? anak mama sama papa hanya perusahaan" tambahnya makin menjadi

Sebenarnya itu terlalu berlebihan Airanya, Zula bisa menempatkan dirinya sebagai ibu dan juga wanita karir

Klau Zula gak sanggup, Zula pasti gak sampai ,mengiyakan untuk mengurus pondok pesantren

" Kedua anak Papa Mama semua di buang ke pesantren, bisa ngurus anak orang tapi tidak bisa ngurus anak sendiuri" ucap Aira lagi

padahala niat orang tua bukan seperti itu, orang tua ingin yang terbaik untuk anak anaknya,karena dia merasa kurang mampu, dan merasa masih banyak kurangnya ilmunya, makanya memilih untuk menitipkan anaknya ke pesantren lain, karena kebanyakan anak akan bangkang kalau belajar sama orang tuanya sendiri

Terpopuler

Comments

Wina Kusuma

Wina Kusuma

dasar anak g tau diri ...aira2 umur udah dewasa tp otak nol.

2023-10-04

0

manda_

manda_

lanjut thor semangat buat up aira kamu pasti menyesal udah nyelekin mama kamu anak macem apa km aira dari kecil di sayang dibesarkan di didik dipensanter tp gak ada ahlak yg baik udah km tinggal aja sana sama tante km tuh cocok mulutnya kayak bisa aja hidup tampa duit

2023-10-03

0

Heni Yuhaeni

Heni Yuhaeni

sumpel tuh mulut si aira, anak durhaka k, sebaiknya Ryan terus terang ja, biar si aira menyesal tuh

2023-10-01

0

lihat semua
Episodes
1 Datang kepernikahan
2 Tangisan
3 Penyelesaian
4 3 Hari
5 Hantaman
6 Kondisi Zula
7 menggebu gebu
8 Ucup datang
9 Gak peduli lagi
10 Mulai tersenyum
11 Nostalgia
12 Aira aneh
13 Luapan Aira
14 kondisi Zula
15 Menahan
16 Gak bisa cuek
17 Kedatangan Mertua
18 Dimana Anakku
19 Apa Kurangnya?
20 Dmana Aira
21 Tangisan pecah
22 Semua Bucin
23 IL harus gimana?
24 Abang Rindu
25 Pasrah
26 Di obati
27 Pamit
28 Alasan kenapa?
29 Terus terang
30 Izinkan
31 Tunggu Tenang
32 Jomblo
33 Gak bisa dulu
34 Mengkek
35 Mental emak emak
36 Dimana kalian
37 Plis tolong anakmu
38 Jangan bang
39 Gue harus apa?
40 Kenapa sih Kak
41 Kedatangan tamu
42 Gak Mau
43 Maaf
44 Pelakor
45 Diamnya Zula
46 Kurang Yakin
47 Hubungan kalian
48 Semua salahku
49 Mau apa?
50 Pulang
51 Gak Mudah
52 Aku Harus gimana?
53 Why Mati?
54 Kembali bersama
55 Gak Ngaruh
56 Okey
57 Stop Semua
58 Semua Di Blokir
59 Sengaja
60 Mulung duit
61 Pemburu restu
62 Mama Mana?
63 Was was
64 Terhenti tiba tiba
65 Senjata makan Tuan
66 Emosi Aira
67 Habis kesabaran
68 Menyakitkan
69 Salah dan sadar
70 Pindah
71 Sepi
72 Kembali
73 Pulang
74 Waras
75 Dendam
76 Minta izin
77 Lega
78 Selevel
79 Kaget
80 Kesempatan
81 Izinkan
82 Dingin
83 Mohon doa dan Maaf
84 TAMAT
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Datang kepernikahan
2
Tangisan
3
Penyelesaian
4
3 Hari
5
Hantaman
6
Kondisi Zula
7
menggebu gebu
8
Ucup datang
9
Gak peduli lagi
10
Mulai tersenyum
11
Nostalgia
12
Aira aneh
13
Luapan Aira
14
kondisi Zula
15
Menahan
16
Gak bisa cuek
17
Kedatangan Mertua
18
Dimana Anakku
19
Apa Kurangnya?
20
Dmana Aira
21
Tangisan pecah
22
Semua Bucin
23
IL harus gimana?
24
Abang Rindu
25
Pasrah
26
Di obati
27
Pamit
28
Alasan kenapa?
29
Terus terang
30
Izinkan
31
Tunggu Tenang
32
Jomblo
33
Gak bisa dulu
34
Mengkek
35
Mental emak emak
36
Dimana kalian
37
Plis tolong anakmu
38
Jangan bang
39
Gue harus apa?
40
Kenapa sih Kak
41
Kedatangan tamu
42
Gak Mau
43
Maaf
44
Pelakor
45
Diamnya Zula
46
Kurang Yakin
47
Hubungan kalian
48
Semua salahku
49
Mau apa?
50
Pulang
51
Gak Mudah
52
Aku Harus gimana?
53
Why Mati?
54
Kembali bersama
55
Gak Ngaruh
56
Okey
57
Stop Semua
58
Semua Di Blokir
59
Sengaja
60
Mulung duit
61
Pemburu restu
62
Mama Mana?
63
Was was
64
Terhenti tiba tiba
65
Senjata makan Tuan
66
Emosi Aira
67
Habis kesabaran
68
Menyakitkan
69
Salah dan sadar
70
Pindah
71
Sepi
72
Kembali
73
Pulang
74
Waras
75
Dendam
76
Minta izin
77
Lega
78
Selevel
79
Kaget
80
Kesempatan
81
Izinkan
82
Dingin
83
Mohon doa dan Maaf
84
TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!