" Gue mah santai, Alwi dulu bang" jawab Bibi melempar ke Al karena anaknya juga ada seumuran Dengan Bibi
" Yang bener aja kali Bi? Nanti di duluin Alwi beneran lho" ucap Henny pada Bibi
" Gak apa apa mbak gak masalah" jawab Bibi santai
" Nanti Alwi punya anak elo di panggil embah jadinya" ledek Al gantian
" Gak apa apa, gue tuh santai bang, Elo tenang aja, kqlau Alqi mau nikah, sok silahkan nikah aja gak masalah" jawab Bibi tetap santai
" Lha terus elo kapan mau nikah?" tanya El lagi
" Belum kepikiran, gue lihat kak Ula rumah tangganya seperti ini gue malah jadi males nikah bang" jawab Bibi dengan sangat santai
" Alah Bi... Jadi maumu gimana??" tanya El lagi
" Lihatnya tuh seharusnya jangan yang seperti ini, ingat sebelum seperti ini kakakmu juga pernah bahagia, pernah rimantis yang seolah mereka tuh gak bisa di pisahkan" ucap Henny lagi
" Gue juga sempet mikir masalah itu, cuman gue yang seperti ini apa nanti bisa bahagiain perempuan" jawab Bibi yang sadar diri kalau dia itu cuek dan dingin banget
" Makanya di kurangi dinginnya sayang, jangan terlalu dingin seperti kulkas pintu 10" jawab Aliza memeluk Bibi
Ya Bibi gak pernah canggung kalau sama suadaranya ataupun iparnya itu
Karena Bibi mengenal mereka sejak dia masih kecil bahkan masih bayi Bibi udah sama mereka
" Dan menikah itu ibadah yang paling panjang, masak loe gak mau beribadah setiap hari" tambah Aliza lagi
" Iya kalau ibadahnya bareng sama orang yang tepat mbak, kalau sama orang yang salah?" tanya Bibi balik dan Aliza tersenyum manis
Dan ada venarnya juga ucapan Bibi pada nya
Tak lama ada pembantu Henny yang datang pada mereka
" Ibuk makanan sudah siap" ucap Pembantu tersebut
" Baik mbak trimakasih" jawab Henny dan ibu tersebut mengangguk lalu undur diri
" Yuk makan dulu yuk, belum terisi semua kan perutnya, " ucap Henny pada semuanya
" Huh... Tadi mah gak bakalan masuk Dek kalau makan, meluhat drama yang mengerikan" ucap Aliza sambil berdiri
" Amit amit mbak" jawab Henny lagi dan lanjut berdiri dan berjalan ke arah ruang makan
" Ayo makan, kondangan jauh jauh ke Aceh gak jadi makan kan kita tadi" jawab Al sambil berdiri juga
" Apanya yang mau di makan , Ryan" jawab El masih emosi
" Adeknya itu yang perlu di cemplungkan ke sunur buaya biar di makan sama buaya, heran ada juga manusia jahat seperti mereka" jawab Bibi ikut kakaknya untuk makan sore karena siang tadi juga gak nafsu makan
Selanjutnya mereka kumpul di meja makan dan para istri semua mengambilkan makanan pada suaminya
" Enaknya gini Bi kalau punya istri di ambilin makannya" ucap Al pada Bibi
" Gue nanti juga di ambilin sama mbak Liza" jawab Bibi santai dan Aliza tersenyum
" Pi... Kalau Papi seperti Ryan nanti jadinya seperti ini" ucap Henny dan El melihatnya
Henny lalu memotong lontong panjang dan di potong potong bulat bulat
Seketikan El menelan ludahnya pahit membayangkan lontongnya habis di potong sama istrinya
" Hahahahaha" tawa Al dan Bibi
" Abi juga" saut Aliza dan Seketika Al terdiam dan tinggal Bibi yang tertawa
" Habis habis" jawab Bibi dan lanjut menerima piring berisi nasi dan yang lain dari sang kakak ipar
Mereka lanjut makan dan sambil berbincang bincang
" Alwi udah semester berapa sekarang bang?" tanya Bibi karena dia sendiri sebagai om juga jarang menghubungi Alwi
Karen dari kecil mereka memang gak bersama sih, bahkan setelah Alwi pindah mereka bertemu karena Bibi juga lama di pondok dari kecil dan mereka jarang sepondok apa lagi sekelas
" Ck... Apa gak pernah kontekan sama Alwi?" keluh Henny
" Orang sibuk mah, begitu Dek, lupa sama ponakannya" jawab Aliza menyindir Bibi
" Bukan begitu mbak, Gue kan Omnya yang lebih tua, seharusnya Alwi yang ngubungi gue dong, dia aja diem diem mulu gak pernah WA Gue " jawab Bibi santai
" Dia orang sibuk lho Mi, pak bos kok, ouner Masyaallah Nikmat lho" jawab Al menyindir
" Berkat warisan" jawab Bibi sadar diri
" Kalau ngomongin warisan semua juga warisan Bi, mana ada yang dari 0, abah sama Umi ya yang dari 0" jawab El lagi
" Oh iya Abah sama Umi kapan katanya pulang?" tanya Henny lagi
" Ini lagi menantu durhaka," jawab Bibi lagi
" Eh... Bukannya gue gak pernah hubungi Umi ya, gue sering kok WA nan" jawab Henny membela diri
" Sering kok gak tau kabar mertuanya" ledek El
" Umi lho kalau di tanya kapan pulang gak tau, kan Mami juga gak tau dong Pi" jawab Henny lagi
" Abah sama Umi masih ngurus hartanya yang ada di Arab mau di bagi bagi sama kita" jawab Bibi lagi
" Yang bener??" tanya Henny dan Aliza
" Perempuan kalau bahas soal harta nomer satu" ucap Al dan Aliza serta Henny tersenyum
" Gue pengennya tuh, dapat istri yang gak mau harta" jawab Bibi menyaut
" Maunya apa cinta??" saut Henny lagi
" Mau makan Cinta dia hidupnya Bi?" saut Aliza lagi
" Eh dasar mbok mbok... Seneng banget ngomongin harta dan cinta" saut Al lagi
" Sekarang bukan hanya kita lah, alhamdulillah sampia detik ini kami gak pernah yang namanya kekurangan harta setelah menikah, tapi yang namanya hidup itu butuh makan, gak mungkin kan makan sama Cinta doang' jawab Henny lagi
" Jadi dulu mbak suka sama bang El karena harta?" tanya Bibi nyeplos
" Eh... Dulu mbak tuh gak pernah tau siapa sebenarnya abangmu Bi, mbak malah gak tau latar belakang keluarga bang El, taunya di ganteng dan pinter doang" jawab Henny malah nostalgia
" Dan asal loe tau, abangmu ini dulu pernah tinggalin mbak demi perempuan lain" tambah Henny lagi
" Kayak Ryan dong" saut El lagi
" Siapa? Gak pernah ya " jawab El lagi
" Kalau di tinggalin iya Papi pernah mi" jawab El membela
" Eleh... Lupa, dia ketemu Zula di medsos, terus lupa sama kakak" jawab Henny lagi
" Oh ... Itu mah jangan di bahas sayang, yang ada itu adalah jalan kuta semua menemukan Zula ya kan bang" tambah El pada Al
" Maksudnya?? Dulu kalian suka sama kak Ula?" tanya Bibi bingung dan belum mendengar ceritanya
Ya mendengar sekilas sih belum sepenuhnya karena dia memang sangat dekat dengan kakaknya sejak lahir dan saudara perempuan satu satunya
" Yees..... " jawab Al dan El
" Sekarang siapa sih yang gak kecantol sama cewek serba bisa kayak Ula itu" jawab El lagi membanggakan Zula yang gak bisa di pungkiri pesona dan kecerdasannya
" Dulu udah gue lamar sama Abah, Eh.. Taunya adek sendiri" jawab Al lagi
" Gue gak faham deh bang" jawab Bibi lagi
" Baca dulu di season ke 3 kisah keluarga kita, PERJALANAN CINTA 3 BERSAUDARA" jawab Al El dan istrinya kompak
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
Baidah Khanza
lanjuttttt
2023-09-24
0
manda_
lanjut thor semangat buat up lagi semoga kalian semua selalu kompak dan akur ya saling melengkapi dan mendukung satu sama lain nya 💪💪💪😘😘😘
2023-09-23
0
Umi Jasmine
lanjut thoor
2023-09-22
0