" Jangan Gue gak rela” ucap Ryan melarang
“ Gue gak peduli” jawab Ucup kuat dengan tatapan kebencian
“ Cepet Sus” ucap Ucup lagi
“ Buk Jihan lemes pak” ucap Suster membantah
“ Kalau tau gitu tangani, dan siapkan apa yang di perlukan, dia di sini gak aman dan gak baik baik saja “ ucap Ucup pada Suster yang membantahnya
“ Gak bisa pak” jawab Dokter lagi
“ Kenapa gak bisa? Kalian bisanya apa?” Bentak Ucup gak sabar lagi dia
“ Gak usah bawa istri gue” elak Ryan mendekat dan mencengkeram kerah baju Ucup
“ Elo bisa apa?? Bisa menyakiti doang??” tanya Ucup ikut menarik kerah baju Ryan lagi
“ Dari Awal elo bilang sama gue mau mendekati Zula, udah gue bilang gue nitip dan jaga dia baik baik, jangan sakiti dia, jangan buat dia menangis dan sakit hati kedua kalinya, sekarang lihat istri loe seperti ini mau loe lanjut lagi, mau loe makin buat dia sakit, ?” Ucap Ucup membalikkan ucapan Ryan
" Elo itu laki laki brengsek Ryan, apa janji Elo, mana Janji elo, gak tanggung jawab Elo" ucap Ucup makin emosi dan memukul Ryan
Dug......
Pukulan emosi langsung mengenai Ryan dan langsung tersungkur ke belakang
" Papa" teriak kedua anaknya mendekat pada papanya
Tanpa nunggu lama Ucup segera mengangkat Zula dan membawa selang infusnya sekalian untuk di bawa keluar
Dan saat di luar termyata rombonga El dan yang lain datang dan melihat Ucup membawa Zula keluar
" Maaf bang.. Zula gak baik di sini, gue bawa Zula agar lebih baik lagi" ucap Ucup cepat dan menggendongnya lagi
Mereka syok dong dengan ucapan Ucup, tapi mereka percaya Ucup tau yang terbaik untuk adeknya itu
Dan tak lama Ryan datang dan mengejar Zula
" Jangan bawa istri Gue" teriak Ryan sambil menekan dadanya yang masih sakit
Mereka kembali beralih ke Ryan dan Ucup tidak mempedulikan Ryan langsung membawa Zula pergi naik di mobilnya
" Jangan bawa Zula" teriaknya lagi
" 3 bulan elo kemana aja?? Kenapa teriak istri loe di bawa pergi sahabatnya?" kesal Al pada Ryan dan menghadang Ryan untuk mengejar Zula
" Dia istriqu bang" jawab Ryan sambil menangis
" Yang loe abaikan " jawab Bibi ikut maju
Sedangkan Aliza dan juga Henny ikut mengejar Mobil Ucup yang akan membawa Zula
" Cup jaga adek kami baik baik, bawa dia pulang setelah sembuh" ucap Henny pada Ucup
" Siap mbak" jawab Ucup buru buru
" Mbak Nitip Syifa, tolong kembalikan ke pondok lagi" ucap Zula lirih dan masih di dengar oleh Hennya dan Aliza
Kenapa Zula menitipkan hanya Syifa, sedangkan anaknya ada juga Aira
Itu pasti ada alasan tertentu, biar Aira bisa mikir mana yang terbaik untuknya apa arti kehidupannya Aira sudah besar seumuran Aira dia dulu sudah kerja di perusahaan papanya
" Nanti mbak bawa kerumah mbak aja" jawab Henny karena dia juga punya pondok anak anak
Dan kemaren memang sengaja Zula taruh di pondok lain biar Sgifa gak manja sama pakde budenya
" Zula pergi dulu ya mbak" ucap Zula pada kedua kakaknya dan Heny membenahkan selang infus yang di bawa Zula dan Ucup
Di dalam rumah Ryan makin habis babak belur di hajar oleh ketiga saudara Zula
Mereka melampiaskan kekesalannya pada Ryan yang mereka tahan sejak 3 bulan yang lalu
Sedangkan Aira sudah di tarik dan di bawa masuk oleh santri Ndalem yang sangat kaget dengan kejadian huru hara ini
Semua santri gak ada yang keluar semua pada panik dan langsung naik dan masuk ke asrama masing masing
Keahlian Jihan menyembunyikan dan merahasiakan permasalahan tidak di warisi oleh ke 3 putranya, mereka tidak bisa mengendalikan emosinya dan langsung berteriak dan menghantam Ryan habis habisan
" Gue minta maad bang.. Gue salah gue minta maaf" tangisan penyesalan Ryan di bawah Mereka, dan bersujud pada mereka bertiga
" Terlambat, adek gue udah habis makan hati karena Elo" jawab El sinis dan gak peduli dengan wajah Ryan
Sedangkan Aliza dan Henny tampak berdiri di belakang
" Ambil Syifa di santri putri" ucap Al pada Aliza yang langsung kembali kebelakang untuk ke asrama putri
" Gue bawa Syifa, seperti permintaan Zula, gantian Elo urus perusahaan Elo sendiri, dan urus semua santri Elo sendiri" ucap Bibi pada Ryan
" Aira ikut Pakde" saut Aira
" Enggak.... " tolak El cepat
" Temani papamu, biar sekalian kamu belajar apa arti dari kehidupan, betapa pentingnya ilmu pengetahuan , betapa beruntungnya kamu di besarkan oleh Umimu" ucap Bibi menjawab
Dan mereka langsung pergi meninggalkan Ryan yang masih terpuruk di lantai
" Pakde ikut" teriak Aira lagi dan di abaikam oleh pakdenya
El pernah menjadi seperti Aira, yaitu menyakiti hati Jihan di kala Zula pertama kali di temukan oleh dia
Dan sampai sekarang dia merasakan rasa bersalah hingga detik ini masih terasa
Zula sebagai ibu itu juga pasti merasakan hal yang sama seperti yang Jihan rasakan dulu
Sakit hati perempuan selain di sakiti oleh suami, dia makin sakit bila di sakiti oleh anak
Anak yang di kandungnya, yang di besarkannya justru malah mwnjadi pedang baginya
Pedih rasanya, Sebagai orang ibu dan istri, Zula sudah sakit di buat Ryan di tambah dukungan busuk dari Aira yang justru mendukung papanya yang sangat menyakiti hati Mamanya
" Kalian jahat kalian gak mau menemani Aira lagi, kalian jahat, kalian tinggalin Aira sendiri" teriak Aira pada semua yang pergi meninggalkan Aira dan yang lain
Bini gerem kalau Aira berteriak seperti itu, pasalnya Aira apa gak sadar kalau kemaren dia juga ninggalin ibunya sendiri
Dia apa tuli kalau Mamanya itu habis mengeluarkan unek uneknya di hadapannya
" Heh... Noh.. Itu bapak Elo, " ucap Bibi kesal sambil menunjuk muka Ryan
Lalu di hadapkannya wajah Aira ke muka Ryan
" Itu bapak Elo, Papa kesayangan Elo, ada kan??" ucap Bibi makin kesal
" Bilang Kami ninggalin?? Kemaren Loe kemana aja??? Loe ninggalin Mama loe, gak lihat Loe mamamu sampai mau sekarat begitu?" ucap Bibi lagi saking kesalnya
" Urus papamu yang babak belur" tambah Bibi lanjut keluar pergi dari rumah Ryan
Mereka sepakat kalau semua gak akan kerumah itu lagi, biar Ryan merasakan apa yang Zula rasakan, dan menanti apa Ryan akan memepertahankan apa diam saja tanpa usaha
Mereka pernah merasakan masalah dalam percintaan, dan mereka semua tau gimana rasanya di sakiti, mereka juga merasakan gimana sakitnya perjuangan untuk kembali, makanya mereka juga gak terima kalau saudara perempuan satu satunya mereka di sakiti hingga seperti itu
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
Wati Rosmawati
hayo zula semangat kamu pasti bisa melewatinya semua cobaan inidan jangan pedulikan lagi si rian dan si aira
2023-09-20
0
ALE BRAMASTRA
bukan Jihan tapi zula kakak
2023-09-20
0
Siti Fathonah
lanjuuuuttt thooorr
2023-09-20
0