Menahan

Seketika semua terdiam menatap Ucup yang menggebrak meja sambil berteriak karena Jengkel

Ya siapa yang gak jengkel kalau di tanya bukannya di jawab malah mereka ngomong sendiri dan malah mengabaikan pertanyaan dari Ucup

" Maaf ya pak sebelumnya, kalau kami diskusi sendiri karena gak mungkin kami dari dalam diskusi pak karena ada pasiean disana" jawab Dokter mewakili dan tau kalau Ucup juga sebel kepadanya

" Dasar bapak bapak gak sabaran " kesal suster pada Ucup yang seenaknya sendiri main gebrak meja, ya habisnya kayak orang gak ounya etika

" Iya pak, saya tau mbok bilang kalau mau diskusi, kita samoaikan keluhannya ya pak, kan bisa ,a apa sebentsr ya pak, kami bahas dulu apa yang kami dapat dari penanganan tadi, saya siapmendengarkan pak, bukan karena saya marah dan bahkan sampai gebrak meja, tadi yang nyuruh  saya duduk di sini dan dokter juga, saya udah duduk dokter semua malah pad ngobrol sendiri kan saya jadi ,makin jengkel dan maaf saya memang gak sabar dok ini mengenai sahabat saya" jawab Ucup mengutarakan apa yang terjadi sebenarnya krena dia juga jengkel banget pada para dokter yang gak menghargai kehadiarannya

" Baik pak sekali lagi kami minta maaf ya pak" jawab salah satu dokter yang mewakili

" Dan baik dari sasya yang akan memulai penjelasan dari kondos pasien ya pak...." Ucap salah satu dokter yang menangani tentang kondisi Zula yang sebenarnya

' Jadi begini pak, Bu Zula ini bisa di katakan sudah komplikasi" Ucap ndokter umu tersebut terus terang

" Komplikasi apanya maksudnya? " Tanya Ucup kaget kalau masalh komplikasi

' Komplikasi penyakit maksudnya?" Ta,banya Ucup lagi

' Iya betul pak, saya sendiri juga Syok pak saat mengetahui begitu beratnya apa yang di derita oleh bu Zula" jawab dokter lainnya yang juga ikut memeriksa Zula

Karena bukan 1 atau 2 dokter yang memeriksa ada beberapa, dan El sudah mengetahui sebenarnya, cuman Zula parah gak mau di rawat dan di obati sama kaka dan abangnya sendiri

Zula selalu bilang dia baik baik saja dan terus bilang dia gak apa apa, tapi El mengerti kondisi Adeknya yang sebenarnya

dan sampai akhirnya makin parah dan Zula masih tetap kekeh baik baik dan baik baik saja hingga akhirnya sampai tumbang seperti ini dan Zula harus segera di tangani saat Ucup membawanya pergi sebelum terlambat

" Dan bapak tau, untung saja bapak segera bawa dan langsung kami tangani, sebenarnya dokter El sudah menyampaikan kepada kami saat bapak belum sampai sini, beliau ,menjelaskan apa yang di alami oleh bu Zula, Dan penanganan seperti apa yang harus kami lakukan, soalnya beliau yang lebih mengerti karena baliau ini senior kami, dan awalnya kamijuga syok, seorang adek dari dokter ternama, bukan adek saja ya, soalnya kami  juga kenal dengan dokter Jihan yang masyaallah beliau motifator saya saat saya masih dibangku kuliah hingga saat ini walaupun sudah pensiun kami masih melihat begitu sehatnya beliau, dan sekarang kami kaget ding dengan kondisi bu Zula yang seperti ini, dan benar kalau sudah yang namanya sakit hati ada aja komplikasi penyakitnya" ucapnya panjang dan malah bercerita

" Jadi kondisi Zula sekarang sakit apa aja?  dan komplikasi apa aja dok?" tanya Ucup sambil menahan emosi dan menghembuskan nafas kasarnya

" Oh ya maaf pak, " jawab dokter tersebut sadar denga emosi Ucup yang sudah di tahan

" Jadi begini pak, " ucap dokter umum mulai menjelaskan

" Bu  Zula kini menderita gangguan di lambing, pernafasan, teknan darah, dan juga Gizi" Ucap dokter terdsebut menjelaskan

" Lambung beliau gak pernah makan dan gak peduli dengan selera makannya yang mungkin sudah hancur dari pertama masalah itu ada, dan gak peduli kalau dia gak makan apa enggak, di tambah tangisa yang gak ada hentinya membuat kurang ancarnya pernafasannya dan mengganggu pernafasan tersebut, di tambah lagi badannyayang gak ada tenaga tapi maksaain diri untuk terus bekerja, dan tanggung jawab membuat beliau makin drop dan lemes karena gak ada tenaga dan maksaain diri jadi tekanandarah makin menurun karena gak bisa menahan atau melampiaskan keadaannya" tambahnya

' Dan untuk pesikologinya, udah di ambang pintu gerbang depresi, kalau dibiarkan udah pak... Sulit, dan semua itu pak     El sudah mengetahui semuanya" Tambah dokter skater yang ikut menangani Zula

Ucup juga hanya manggut manggut saja toh dia sendiri juga gak faham apa yang di obrolkan dan juga di sampaikan oleh para dokter tersebut

' Okey baik dokter trimakasih, saya juga kurang faham cuman saya minta tolong berikan penanganan terbaik untuk Zula" jawab Ucup gak mau ambil pusing juga

" Dan boleh saya menemui Zula?" tanya Ucup lagi

" Boleh pak silahkan" jawab dokter dan Ucup berdiri lalu permisi untuk menemui Zula

Kemudian para dokter lanjut istirahat dan lanjut membahas tentang apa yang di lakukan atau penanganan pada Zula selanjutnya

Ucup berjalan menuju kamar Zula yang mana di sana Zula juga di temani dengan suster yang merawatnya

Ceklek..... Pintu terbuka dari luar

'" Assalamualaikum..." Ucap Ucup saat masuk kamar Zula

" Waalaikum salam" jawab Zula lirih dan menoleh kearah pintu kamarnya

Susterpun ikut menoleh dan berdiri mengangguk pada Ucup

"  Silahkan pak" jawab Suster pada Ucup dan suster tersebut memilih untuk keluar karena mengira kalau  Ucup adalah suaminya Zula

" Astagfirullah, kok jauh banget ya" pikir suster karena melihat penampilan uvup dan wajah Ucup sangat jauh dari Zula, lalu bergabung dengan teman lannya sambil terus beristigfar

Para dokter yang awalnya bercengkrama heran melihat suster itu terus beristigfar dan terus berdzikir

" Kenapa?" tanya suster lainny yang heran melihatnya

" Itu tadi suaminya pasien, jauh kali ya" jawabnya sambil berbisik

' " Eh.... Bukan" jawab suster tersebut dan ikut nahan tawa

" Lha jadi?" kagetnya suster yang bertanya

" itu teman dekatnya" jawab suster yang mengetshui ksrena habis dibahas sama dokter lainnya sebelumnya

" maksudnya dia selingkuh?" tamya suster lagi kurang faham dan mengira Zula yang selingkuh karena sebelumnya dengar tentang kata kata selingkuh juga

" Bukan, itu bukan dia yang selingkuh, bapakmitu tadi yang menolongmya dan membawanya kesini agar bu Zula segera menapat ennsnganan, soalnya bu Zula sedang ada masalah besar " jawab suster lainnya

" Eh udah...nanti agi merumpimpinya" ucap dokter lainnya mengingatkan mereka karena takut nanti ada CCTV ataupun apa  yang mengawasi karena mereka berhubungan dengan keluarga Zain dan juga Jihan yang sangat berpengaruh

Seketika mereka nyengir dan terdiam karena ada benarnya juga mereka salah ucap nanti malah berbahaya, tugas mereka merawat Zula bukan malah ngerasani Zula

Sedangkan di kamar Ucup terus memandang Zula dengan muka prihatin, sahabatnya yang serba ada ternyata bisa bia mengalami hal yang semiris ini

" Elo kenapa     CUP ada apa dengan gue? apa kata dokter? gue kenapa? apa gue udah mau mati??" tanya Zula panjang banget

Terpopuler

Comments

manda_

manda_

lanjut thor semangat buat up lagi kenapa sih abang2 sama adeknya zula gak ngasih tau org tua mereka ya harus kumpul buat ngasih semangat bukannya dibiarin

2023-10-03

0

༅🌠luͣcᷫy hiatus🐼

༅🌠luͣcᷫy hiatus🐼

lnjut thot

2023-10-02

0

Siti Nurjanah

Siti Nurjanah

ma'af bgt, kok dsn banyak sekali typo nya ya, gak seperti sebelum sebelum nya, ma'af kak 🙏🙏🙏🙏🙏

2023-10-02

0

lihat semua
Episodes
1 Datang kepernikahan
2 Tangisan
3 Penyelesaian
4 3 Hari
5 Hantaman
6 Kondisi Zula
7 menggebu gebu
8 Ucup datang
9 Gak peduli lagi
10 Mulai tersenyum
11 Nostalgia
12 Aira aneh
13 Luapan Aira
14 kondisi Zula
15 Menahan
16 Gak bisa cuek
17 Kedatangan Mertua
18 Dimana Anakku
19 Apa Kurangnya?
20 Dmana Aira
21 Tangisan pecah
22 Semua Bucin
23 IL harus gimana?
24 Abang Rindu
25 Pasrah
26 Di obati
27 Pamit
28 Alasan kenapa?
29 Terus terang
30 Izinkan
31 Tunggu Tenang
32 Jomblo
33 Gak bisa dulu
34 Mengkek
35 Mental emak emak
36 Dimana kalian
37 Plis tolong anakmu
38 Jangan bang
39 Gue harus apa?
40 Kenapa sih Kak
41 Kedatangan tamu
42 Gak Mau
43 Maaf
44 Pelakor
45 Diamnya Zula
46 Kurang Yakin
47 Hubungan kalian
48 Semua salahku
49 Mau apa?
50 Pulang
51 Gak Mudah
52 Aku Harus gimana?
53 Why Mati?
54 Kembali bersama
55 Gak Ngaruh
56 Okey
57 Stop Semua
58 Semua Di Blokir
59 Sengaja
60 Mulung duit
61 Pemburu restu
62 Mama Mana?
63 Was was
64 Terhenti tiba tiba
65 Senjata makan Tuan
66 Emosi Aira
67 Habis kesabaran
68 Menyakitkan
69 Salah dan sadar
70 Pindah
71 Sepi
72 Kembali
73 Pulang
74 Waras
75 Dendam
76 Minta izin
77 Lega
78 Selevel
79 Kaget
80 Kesempatan
81 Izinkan
82 Dingin
83 Mohon doa dan Maaf
84 TAMAT
Episodes

Updated 84 Episodes

1
Datang kepernikahan
2
Tangisan
3
Penyelesaian
4
3 Hari
5
Hantaman
6
Kondisi Zula
7
menggebu gebu
8
Ucup datang
9
Gak peduli lagi
10
Mulai tersenyum
11
Nostalgia
12
Aira aneh
13
Luapan Aira
14
kondisi Zula
15
Menahan
16
Gak bisa cuek
17
Kedatangan Mertua
18
Dimana Anakku
19
Apa Kurangnya?
20
Dmana Aira
21
Tangisan pecah
22
Semua Bucin
23
IL harus gimana?
24
Abang Rindu
25
Pasrah
26
Di obati
27
Pamit
28
Alasan kenapa?
29
Terus terang
30
Izinkan
31
Tunggu Tenang
32
Jomblo
33
Gak bisa dulu
34
Mengkek
35
Mental emak emak
36
Dimana kalian
37
Plis tolong anakmu
38
Jangan bang
39
Gue harus apa?
40
Kenapa sih Kak
41
Kedatangan tamu
42
Gak Mau
43
Maaf
44
Pelakor
45
Diamnya Zula
46
Kurang Yakin
47
Hubungan kalian
48
Semua salahku
49
Mau apa?
50
Pulang
51
Gak Mudah
52
Aku Harus gimana?
53
Why Mati?
54
Kembali bersama
55
Gak Ngaruh
56
Okey
57
Stop Semua
58
Semua Di Blokir
59
Sengaja
60
Mulung duit
61
Pemburu restu
62
Mama Mana?
63
Was was
64
Terhenti tiba tiba
65
Senjata makan Tuan
66
Emosi Aira
67
Habis kesabaran
68
Menyakitkan
69
Salah dan sadar
70
Pindah
71
Sepi
72
Kembali
73
Pulang
74
Waras
75
Dendam
76
Minta izin
77
Lega
78
Selevel
79
Kaget
80
Kesempatan
81
Izinkan
82
Dingin
83
Mohon doa dan Maaf
84
TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!