Tak lamakini mobil yang Jihan dan Zain tumpangi memasuki komplek perumahan Ryan dan juga Irfan
Dan mobil mereka berhenti tepat di depan rumah Ryan yang mana dari semalam Ryan sudah pindah ke rumah sebrang yaitu rumahnya sendiri
' Trimakasih ya pak" Ucap Jihan pada sopirnya dengan sangat lembut
" Sama sama buk" jawab pak supir dan mereka langsung masuk setelah pak supir menurunkan tas bawaan Jihan untuk anak dan menantunya
karena Jihan pikir Aira juga sedang di jogja dan tidak di rumah karena ini bukan musim liburan juga
"Kedua orang sepuh itu lalu berjalan ke arah rumah Ryan yang masih tertutup rapat dan gak ada satu santri pun yang biasanya selalu ada di rumah atau di halaman mereka untuk murojaah
Karena mereka memilih untuk di pindok toh kegiatan juga belum begitu aktif lagin semenjak kemaren
" Tumben sepi ya bah" ucap Jihan melihat sekeliling rumah Ryan
' Masih pagi lagi pada ngaji wajib di Aula" jawab Zain yang mengira sama dengan kondisi pondoknya
Zain sudah gak sabar iingn berjumpa dengan putri kesayangannya Zula, satu satunya anak perempuannya yang menjadi buah hati kebanggaan dan kesayangannya
" ting tong..... ting tong.... Zain memencet bel tumahnya berkali kali
Runag ini sudah di ubah dan banyak renovasi, sehingga tidak seperti dulu lagi bagaikan neraka bagi Jihan , dan kini kembali jadi neraka bagi Zula
Di dalam Ryan sedang duduk termenung di ruang makan dan segera beranjak untuk membuka pintu rumahnya
tanpa kata Ryan pun membuka pintunya dan
" Assalamualaikum" ucap Zain saat melihat Ryan yang membuka pintu rumahnya
" Waalaikumsalam" jawab Ryan kaget dan makin gemeteran karena melihat kedatangan sang mertua secara tiba tiba
" A.... AA... abah" Ucap Ryan gerogi
" Umi.... " tambahnya lalu menyalami mereka
" Alhamdulillah.... Sehat nak, kamu udah sembuh nak" Ucap Jihan memeluk Ryan
Ryan tidak menjawab dan hanya terdiam tanpa kata dia bingung mau jawab gimana, dia sehat tappi anak mertuanya yang sakit dan sangat parah lagi
" Masuk bah Mi" Ucap Ryan bingung harus bagaimana
' Iya iya ayo" jawab Jihan ramah kalau sama Ryan karena belum tau kalauRyan sedang bermasalah dengan Zula
Kni mereka duduk di sofa ruang tamu dan Ryan duduk di sebelah Jihan
" Gimana sehat nak? Umi minta maaf kemaren gak bisa rawat kamu sepenuhnya, dan malah Umi sama abah pergi karena Umi dan abah juga harus segera pergi karena Gak bisa di cancel juga urusannya
" Tapi alhamdulillah sekarang kamu udah sehat kembali" ucap Jihan lagi dan Ryan hanya mengangguk denga pikiran yang masih kosong dan di landa kegalauan serta ketakutan dengan kedatangan mertuanya
" Oh ya.... Mana putri abah?" tanya Zain kangen banget dengan Zula Ryan terdiam dan pandangannya makin kosong dan menundukkan kepalanya
Jihan dan Zain juga bingung kenapa Ryan seperti itu, dan kenapa Ryan gak banyak omong saat mereka sampain tadi
' Apa Ryan hilang ingatan dan agak berubah ya' Batin Jihan merasa ada yang aneh
" Nak...... " Panggil Zain lagi dengan mengelus pundak Ryan
Lalu Ryan bangkit dari duduknya dan langsung berjongkok di deoan Jihan dan Zain
"Eh kenapa?" kaget Jihan pada Ryan yang tiba tiba berjogkok dsn langsung menangis
" Bah Umi, Ryan minta maaf, Ryan salah Ryan minta maaf, kalau Abah sama Umi mau bunuh Ryan silahkan, bunuh Ryan aja sekarang dari pada Ryan dan Zula harus berpisah" ucap Ryan dalam tangisannya
" Ryan hanya mau di pisahkan dengan maut, bunuh aja Ryan Bah Mi" tambah Ryan lagi denga tangisa yang semakin menjadi
" Maksudmu apa? dimana Zula" tanya Zain sudah bisa menebak
Sedangkan Jihan sudah bisa merasakan, perasaannya gak bisa di bohongi lagi dan perasaannya selama ini
Dan kini Jihan yang sangat Syok pikirannya sudah makin gak karuan lagi dan bayangannya sangat sakit kembali ke kejadian puluhan tahun lalu di mana Zula menjadi korban kejadian masa lalunya dan kali ini Jiha sangat takut kalau kejadian itu terulang lagi dan takutnya Zula jugamengalami hal yang sama dengannya
" Ada apa ini?" tanya Zain tidak faham yang di maksud dengan Ryan
Jihan sudah langsung bisa menangkap, apa lagi sebelum Ryan kevelakaan Zula dan Ryan sedang bermasalah dan Ryan sudah sembuh kalau sampai minta maaf dan gak mau pisah lebih baik di bunuh berarti Zula saat ini juga sedan tidak di rumah dan pasti sedang tidak baik baik saja hubungan mereka
" Dimana anakku?" ucap Jihan dengan tatapan yang sangat tajam
Ryan tidak menjawab dan justru mekin menjadi tangisannya dengan pertanyaan Jihan yang sangat tajam itu
" Dimana anakku Ryan" ulang Jihan dengan panggilan yangak selembut sebelumnya
" Mi... Apa ini Abah gak faham" ucap Zain masih belum faham
Jihan tidak menjawab dan jusru menatap Ryan dengan penuh permusuhan
Ryan masih tidak menjawab dan Ryan makin menjadi tangisannya dan makin histeris lagi
Jawab!" teriak Jihan makin gak sabar
Tak lama Bibi datang untuk mengambil surat surat yang di minta sama Zula untuk persiapan gugatan cerai antara Zula dan Ryan
" Zula sempat menghubunginya untuk menyiapkan surat tersebut kalau sampai Ryan gak mau menalaknya Zula jugua yang akan mengajukan gugatan
Bibi pun ikut aja, dia aja sudah geram denga Ryan seperti ini kalau sampai Pisah Bibi justru mendukung krena dia tau gimana kejamnya Ryan pada Zula , Bibi yang tau gimana keadaan Zula tanpa Ryan selama ini
Lho bah Mi" Ucap Bibi saat masuk
Bibi salam cuman lirih dengan salam, " Assalamualainaa waalaibadillahis sholihin. karena itu salam yang di anjurkan untuk salam saat rumah dalam keadaan kosong lama
Dan ternyata ada abah Uminya dan juga Ryan yang sedang berjongkok menangis di bawah abah Uminya
Kapan sampai" ucap Bibi lagi saat mendekat pada abah uminya yang mukanya sudah makin bingung
Kakakmu mana?" tanya Jihan pada Bibi to the poin tanpa menjawab pertanyaan Bibi terlebih dahulu
salaman pada kedua orang tuanya dan lalu duduk di sebelah Jihan
" Dimana kakak Bi?" tanya Jihan agak meninggi suaranya
Bibi bimgung mau dijawab apa enggak, tapi abah dan Uminya seolah sudah mulai curiga
Kakak sama bang Ucup " jawab Bibi singkat dan menatap tajam Ryan dengan tstspan permusuhan
a' maksdnya di bawa kemana sama Ucup?" tanya Zain masih belum faham
" Dan kenwpa bisa di bawa sama Ucup, ada apa?" tanya Zain lagi makin panik
" Ada apa ini, ada masalah apa kalian Ryan?" tamya Zain makin heboh
Tapi semua pertanyaan gak di jawab oleh Ryan ,maupun Bibi, Bibi berharap biar Ryan sendiri yang menjawab karena Ryan yang sebagai pelaku kekejaman dalam rumah tangganya
" Dimana anak abah Ryan?" tanya Zaibn makin panik dan sambil mengangkat bajuRyan
" Dimana anak abah, kenapa anak abah bisa sama Ucup kamu suaminya ngaoain aja?" tanya Zain lagi sudah mulai emosi
" Kau abapakan anak umi Ryan" tambah Jihan makin emosi dan sudah tidak bisa di tahan lagi
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
༅🌠luͣcᷫy hiatus🐼
lnjut thor
2023-10-04
0
manda_
lanjut lagi thor semangat buat up nya rasain km riyan ayo cerita aja bi sama abah dan umi mana tuh di aira yg gak tau diri
2023-10-04
0
Siti Fathonah
lanjuuuuttt
2023-10-04
0