...⚠️Typo bertebaran ⚠️...
Setelah cukup beristirahat, Rivera memutuskan untuk beranjak mencari bos monster yang sedang bersembunyi. Dia menghilang dengan sekejab seolah-olah dia baru saja melakukan teleportasi. Namun, nyatanya dia hanya berlari dengan sangat cepat sehingga membuatnya terlihat seperti sebuah bayangan lewat.
~~~ Di sebuah gua besar ~~~
Rivera tepat berhenti di sebuah gua besar. Gua itu terlihat cukup menyeramkan dengan kondisi diselimuti oleh lendir-lendir dan tengkorak hewan-hewan buas. Rivera yang sudah lama mengaktifkan kemampuan pendekteksi nya itu pun dengan segera menyelinap ke dalam gua dan mengintip apa saja yang berada di dalam gua tersebut.
Setelah masuk semakin dalam, Rivera bisa melihat seekor ular besar bewarna hitam dengan sebuah batu core yang menempel di sepanjang tulang belakang ular tersebut.
Rivera juga bisa merasakan jika ular itu memiliki sebuah bisa yang amat teramat berbisa sehingga bisa melelehkan batu hanya dengan satu tetes racun ular tersebut.
"Pertarungan kali ini tidak akan mudah. Ular ini terlihat sangat kuat karena mana di tubuhnya sangat melimpah. Aku harus menyusun strategi jika ingin mengalahkannya" pikir Rivera berdiam sejenak.
" ! "
Setelah berpikir sebentar, akhirnya Rivera mengetahui cara untuk membunuh ular tersebut. Dia pun segera maju mendekati ular itu dan kemudian mulai melempar dagger ke arah kepala ular.
" !!! "
Ular itu tiba-tiba saja terbangun dari tidurnya dan kemudian menghindari dagger yang baru saja dilempar oleh Rivera.
Karena merasakan sebuah ancaman, ular itupun menggerakkan buntut besarnya untuk menepas Rivera.
Rivera dengan gesit segera menghindar dan kemudian maju dengan cepat untuk menebas buntut bos monster ular tersebut. Dengan kemampuan menebas terbaiknya, Rivera berhasil membuat buntut ular itu putus yang berujung membuat bos monster semakin tersulut rasa amarah.
Bos monster ular itu menyerang Rivera dengan racun berbisanya. Dia menyemburkan banyak sekali racun sehingga tidak akan sempat bagi Rivera untuk menghindar.
" !!! "
Rivera terkena cairan racun dalam jumlah banyak. Namun karena dia baru saja membeli kemampuan Blood poison, dia tidak akan mempan pada racun yang ular itu keluarkan.
"Sialan ular ini, kau meludahi ku huh !!" Rivera amat teramat kesal karena merasa jiji pada racun yang memiliki tekstur berlendir dan menimbulkan bau tak sedap itu.
Karena sudah kesal pada ular tersebut, Rivera dengan cepat segera memulai aksi yang sebenarnya. Dia membuat sebuah bola api besar yang 2 kali lebih besar dari sebelumnya. Tanpa banyak ba-bi-bo-be Rivera segera melempar bola api tersebut menuju pada ular yang sedang menganga lebar untuk bersiap menyemburkan bisa.
Bola api dan racun yang baru saja ular itu keluarkan sedang berlawanan sehingga bola api menang dengan telak dikarenakan ukurannya yang sangat besar dan panas.
\\*BOOMM
Ular terjatuh menghantam tanah dengan lidah terjulur keluar. Rivera yang sedang berdiri agak jauh pun segera mendekat dan mengambil pedang nya dari tempat penyimpanan.
"MATILAH !!!"
\\*SLASHH
Kepala ular itu terbelah menjadi dua bagian.
\\*Ding
...\\[Lantai dua berhasil dibersihkan\\]...
Kemenangan jatuh kepada Rivera. Dia yang sudah merasakan lelah itu pun dengan segera duduk dilantai goa. Dia menyeka peluh dikeningnya sambil berkata
"Aktifkan sistem"
\\*Ding
\\[Nona!!! Kenapa nona selalu saja mematikan sistem!!\\]
Betapa kesalnya Kiryu karena Rivera selalu saja mematikan sistem semau hati nya. Rivera yang sudah kelelahan itu memilih untuk mengalah dan meminta maaf karena takut ada drama berkepanjangan.
"Maaf kan aku, Kiryu. Aku hanya ingin fokus pada raid ini" kata Rivera sambil mengeluarkan satu botol Elixir dan meminumnya bagai sebuah air minum yang membebaskan nya dari dahaga.
\\[Cih. Tapi omong-omong apakah nona sudah menyelesaikan lantai dua?\\]
"Sudah. kau tidak bisa lihat bos monster nya sudah mati?" kata Rivera menunjuk ular yang sedang tergeletak tak bernyawa.
\\[Nona...? Apakah nona sendiri yang menghabisi ular raksasa itu? Itu bahkan seratus kali lebih besar dari mu\\]
"Apa kau melihat orang lain selain diri ku di sini?"
\\[T-tidak sih... tapi ini sangat mustahil. Jika saja nona tidak mematikan sistem maka Kiryu tidak akan bertanya\\]
"Sudahlah. Sekarang katakan, apa kelas ular ini?"
\\[A\\+\\+\\+ nona\\]
"Sudah ku duga. pantas saja sedikit susah untuk di bunuh"
Rivera yang sudah sedikit menghilangkan rasa lelahnya itu pun dengan segera berdiri kembali dan melihat kearah ular yang sudah mati.
Dia melihat ular itu sebentar sampai saatnya dia meletakan telapak tangannya kepada tubuh ular.
Sambil memejamkan mata dan menghirup udara, Rivera pun menyerap mana yang ada di dalam tubuh ular itu untuk dia jadikan mana pribadi miliknya.
\\*Ding
...\\[Apakah anda ingin mengambil jiwa ular ini untuk memperkuat kemampuan The shadow anda?\\]...
...\\[ok / no \\]...
"Aku pikih ok" jawab Rivera sehingga secara otomatis jiwa ular itu keluar berbentuk seperti segumpal asap kecil dan kemudian mulai memasuki tubuh Rivera.
" !!! "
Rivera bisa merasakan jika mana di tubuhnya semakin bertambah dan tubuhnya juga terasa semakin ringan. Dia yang penasaran pun akhirnya mencoba untuk berlari dengan cepat.
Rivera berlari begitu cepat sampai-sampai keberadaannya saat ini tak bisa terdeteksi dan bahkan tak terlihat oleh mata telanjang dan mata orang biasa.
"Lumayan hebat. Setidaknya tidak sia-sia aku menghabiskan energi untuk menghabisi seluruh monster-monster disini" monolognya sembari bersiap-siap untuk kembali pulang ke kamar nya kembali.
\\[Nona, apakah nona tidak ingin memeriksa hadiah sampingan yang ada di lantai dua?\\]
"Apakah ada hadiah yang tersisa?" tanya Rivera heran.
\\[Di dekat tempat ular itu tidur ada sebuah lubang besar disana. Lubang itu adalah tempat penyimpanan emas dan permata. Bahkan ada platinum disana\\]
Kiryu terdengar sangat semangat pada saat menjelaskan tentang hadiah sampingan. Namun Rivera malah membuat ekspresi datar lalu berkata...
"Oh" kata Rivera yang hendak memasuki portal kembali.
\\[NONA!!! KAU HARUS MENGAMBIL NYA TAHU....!!! AMBIL\\]
"Kenapa kau yang jadi serakah? Aku kan sudah punya harta, jadi aku tidak memerlukan semua ini"
\\[NONA AMBIL SAJA, KENAPA KAU KERAS KEPALA SEKALI SIH...!!! \\]
"Baiklah-baiklah, aku akan mengambil semua~ harta ini" kata Rivera jengah dan mengambil semua harta itu tanpa tersisa satu pun.
\\[Ambil juga kulit ular itu nona. Jika di jual pasti mahal\\]
\\[Jangan lupa untung mencopoti batu core nya, itu juga mahal jika dijual\\]
"........."
...\\*\\*\\*\\*\\*\\*\\*\\*\\*\\*\\*\\*\\*\\*\\*\\*...
~~~ Di kamar Rivera ~~~
Rivera yang sudah membersihkan diri pun dengan segera menaiki ranjangnya untuk merebahkan diri. Dia menatap langit-langit kamarnya sambil berpikir.
"Apakah ada sesuatu yang aku lewatkan?" monolognya merasa janggal.
" !!! "
"Benar. Dimana gulungan kertas itu ya? Aku menaruhnya dimana? " kata Rivera segera bangun dari ranjangnya dan pergi mencari gulungan kertas yang ia dapatkan dari misi.
^^^To be Continued~^^^
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 122 Episodes
Comments
Areumdawo Neoya
Kiryu adalah aku saat liat barang gratisan. BORONG SEMUANYA ( ✧Д✧) YES!!
2023-11-28
2
Amishofi💙🍉 (HIATUS)
sistem be like: JARAH!! JARAH SEMUANYAAA!!! ∩( ✧Д✧)∩
2023-10-31
4
Cherry🍒
bagus ryu jangan sisakan satu pun haha
2023-10-07
3